-->

Bookish and the Beast by Ashley Poston

2 komentar


Bookish and the beast

Bookish and the Beast adalah buku ketiga karya Ashley Poston yang berada di universe yang sama dengan Geekerella dan The Princess and the Fangirl. Di mana film Starfield yang berkompetisi dengan film Star wars serta Star Trek eksis. Dan dunia dimana pelakon film Starfield bertemu dengan fans film tersebut di kehidupan nyata.

Bahkan, fans film Starfield ini sudah memiliki fanbase tempat pertemuan, meet and greet sampai festival tema Starfield di Excelsiconn. Pada buku pertama, Geekerella, dikisahkan kalau orangtuanya Ella yang mengadakan pertama kali acara cosplay bertajuk Starfield di gedung tersebut. 

Karena itu, setelah terkumpul fansnya Starfield. Barulah tradisi yang terus berlanjut mulai dari acara tahunan hingga acara khusus jumpa fans semua diadakan di tempat tersebut.

Kisah ketiga buku ini bisa dibaca terpisah. Tapi, memang saling berkaitan walaupun kalau dibaca terpisah juga enggak akan terlalu roaming. Cuma di buku ketiga ini, satu-satunya yang paling menarik hanya karena adanya perpustakaan sebagai latar ceritanya.

Kartu Tanda Buku

Judul : Bookish and the Beast

Penulis : Ashley Poston

Halaman : 285

Bahasa : Inggris

Format : Ebook Kindle

Penerbit : Quirks Books

ISBN : 1683691938

Bookish and the Beast

Kali ini, aktor di film Starfield yang mendapat jatah menjalani kehidupan dengan fansnya adalah Kapten Sonds. Diperankan oleh Vance Reign yang ternyata dalam kehidupan nyata sebagai aktor, dia sering mendapat hujatan. Terutama karena gaya hidupnya yang terlalu tampak foya-foya dan sering tersandung masalah.

Vance Reign sendiri masuk ke industri film karena Bapak tirinya. Bapaknya adalah pemilik saham dari production house yang menaungi film Starfield. Dan Natalie yang merupakan sutradara film ini adalah sahabat baik bapak tirinya Vance. Jadilah ia seorang aktor yang berbeda dengan pemeran Carmindor karena Vance enggak begitu mencintai dunia peran.

Oiya, cerita Carmindor ini muncul di buku pertama juga. Kalau kisah Prince Amara ada di buku kedua. 

Untuk cerita Starfield ini, buatku pribadi mirip dengan paduan dari cerita Star Wars dan Star Trek. Gimana dramatisnya cerita tersebut selalu diwakilkan dari antusias fansnya setiap ada kisah terbaru film ini. Untuk alur Starfield sendiri, daku enggak begitu mengikuti. Hanya ada kesan mirip kedua film lawas yang tadi kusebut.

Pertemuan Pertama Begitu Menggoda Selanjutnya Terserah Anda

Tagline iklan yang emang sesuai banget dengan cerita ini. Jadi, Rosie yang merupakan female lead character dalam cerita ini. Dia terpaksa ikut acara di Excelsiconn. Meskipun Rosie adalah penggemar berat Starfield tapi dia termasuk tipe yang lebih sering menyendiri dan enggak suka keramaian.

Sama lah dengan tipikal cewek pembaca buku. Yang banyak merasa kurang nyaman kalau ada di tempat ramai. Begitupun dengan Rosie yang akhirnya memilih mencari tempat tersembunyi.

Saat dia naik ke lantai atas demi mencari tempat yang jauh dari keramaian. Dia justru berakhir di balkon yang isinya pasangan yang asik bercumbu dan seorang lelaki bertopeng yang sedang asik sendirian. 

Tak lama usai menikmati ketenangan dan jauh dari keramaian. Akhirnya, keduanya pun berbincang dan mulai merasakan adanya ketertarikan satu sama lain. Namun, sesuatu dalam diri mereka masing-masing membuat keduanya menghentikan langkah untuk saling mengetahui sosok seperti apa yang ada di balik topeng. 

Ketika Fans Bertemu Idola

Siapa yang nyangka akan ketemu idola hanya karena mengikuti anjing yang hampir ditabrak? Pengalaman ini dialami sama Rosie yang mengikuti anjing bernama Sansa ke sebuah rumah yang ia tahu sudah tidak ditempati. Tapi, ketika ia melihat dengan cermat. Ternyata ada orang di dalam rumah tersebut. 

Ketidaksengajaan yang sebenarnya cukup tak menyenangkan. Karena Rosie harus tercebur ke dalam kolam sambil membawa buku! Justru berakhir menjadi sebuah kesempatan untuk bisa melihat idolanya dari dekat. 

Sayangnya, yang disukai oleh Rosie adalah sosok Jendral Sond, bukan sosok si aktor pemainnya. Yang pada akhirnya malah membuat Rosie sedikit illfeel. Apalagi karena si aktor ini sering terlibat masalah dan terlalu overproud sama terlalu angkuh. 

Akhirnya, usai kejadian yang tak menyenangkan dan basah-basahan itu. Rosie harus menjalani kegiatan paruh tanpa digaji. Yaitu, merapikan perpustakaan pribadi

Perpustakaan Pribadi Harta Karun Abadi

Siapa sih yang enggak kepengen punya perpustakaan? Apalagi perpustakaan pribadi. Wah, impian banget emang. 

Jadi, sebelum kejadian basah-basahan. Rosie ini dipecat dari tempat bekerjanya di supermarket. Gara-gara nutup toko pas belum jamnya, karena ingin lihat preview Starfield. 

Gimana enggak marah itu yang punya tokonya? Harusnya masih buka. Tapi, ditutup paksa karena pegawainya mau nonton trailer film. 

Kemurkaan pemilik toko sempat membuat Rosie tersinggung. Soalnya, pemilik toko menyebut-nyebut momen meninggalnya Ibunya Rosie. 

Kalau Rosie dipecat karena kesalahannya, bagiku wajar. Karena, memang dia yang salah. Tapi, sampai mengungkit kejadian menyedihkan dan traumatis buat Rosie itu buatku sangat enggak sopan. 

Setelah pergi dari toko itulah, dia menemukan tempat lain yang bisa membuatnya tenang. Perpustakaan pribadi milik orang yang membuatnya bekerja tanpa dibayar pun dia ikhlas. 

Setiap melewati masa yang berat. Dia akan menghabiskan waktu membaca di tempat ini sambil merapikannya. Apalagi, dia selalu merasa seperti ada sosok Ibunya di tempat itu. 

Itu karena Ibunya Rosie pun suka banget membaca. Jadilah si Rosie juga makin suka membaca.

Selain bisa baca gratis. Rosie pun dapat keuntungan lain. Yaitu bisa melihat dari dekat aktor bernama Vence ini. Menang banyak banget memang si Rosie ini.

My Honest Opinion

Since I've read the princess and the fangirl. I've realised that this was the world that Ashley created where idols and fans were in relationship and fell in love with each other. This was what we called the dream that came true. 

The story about Starfield catched me at the first time when I finished Geekerella. I tried to keep in touch with the Starfield storyline and in this third book I noticed that maybe the movie was mixed from Star Wars and Star Trek? I am still unsure about it. But, I loved how Starfield's fans supported the movie.

Sadly, in this third book. The story about the event at Excelsiconn was lesser than before. Unlike the second book, almost all of the story happened in that event.

You could read it as a standalone. But, if you are curious about something like how the first time the fans meeting at excelsiconn was held. You should read the first book, the title is Geekerella. And you'll know why in the second and third book she's always shown here.

Although I did not enjoy reading this unlike the previous book. It was still a fun and light book to read while you spent your afternoon time with a cup of tea or coffee.

Related Posts

2 komentar

  1. Dunia per-fandom-an masih terasa nggak Kak Ipeh dalam cerita di buku ini? Hal yang paling Farah suka dari Geekrella dulu itu potret fandom dalam ceritanya sih. Baru tahu dari tulisan Kak Ipeh ini kalau semesta Geekrella sudah makin besar sekarang :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makin besar dan makin bikin halu wkwkwkw. Tapi sayangnya perfandoman ini agak kurang buatku. Paling joss yang buku keduanya loh Far. Serius. Fandomnya abis abisan

      Hapus

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter