Ads 720 x 90

Book Reviewer

The Land of Forgotten Girls by Erin Entrada

The Land of Forgotten Girls by Erin Entrada



Sol dan Ming, kakak beradik yang menjejakkan kakinya di Louisiana, Amerika. Bersama sang Ayah dan Ibu tirinya. Mereka tinggal di apartemen nomor empat, Magnolia Tower.

Kedatangan mereka di Amerika, merupakan impian yang terus ditanamkan oleh sang Ibu. Namun, tak dapat disangka. Setahun setelah kematian anak perempuannya yang bernama Amelia. Ibunya Sol dan Ming, meninggal dunia.

Di hari yang sama, seorang perempuan menawarkan diri menjadi pasangan pengganti. Namanya adalah Vea. Dia akhirnya menjadi Ibu tiri bagi Sol dan Ming.

Sayangnya, sang Ayah kemudian kembali ke Filipina. Demi mengurus perihal keluarga. Dan tak pernah kembali lagi ke Amerika hingga tiga tahun berlalu.

Bagi Sol dan Ming, mereka seolah harus bertahan di kehidupan yang tak seindah kisah peri. Tinggal bersama seorang Ibu tiri perokok. Gemar memarahi mereka. Dan berkata kasar pada mereka.


Kematian Membawa Rasa Bersalah


Sol, yang merupakan kependekan dari Soledad, merupakan anak sulung. Dia adalah satu-satunya anak yang sudah menghabiskan waktu lebih banyak bersama sang Ibu. Tak heran jika kehidupannya banyak terpengaruh imajinasi yang dibangun oleh sang Ibu.

Suatu ketika, sang Ibu pernah menyuruhnya duduk di kursi. Berhadapan dengan sang Ibu, sambil memangku Amelia. Kemudian, ia mengajak Sol untuk berimajinasi, bahwa mereka tengah naik pesawat sambil melambaikan tangan dan mengucapkan perpisahan pada Filipina.

Amelia adalah adiknya Sol. Bagi Sol, Amelia selalu disayang oleh sang Ibu. Hingga suatu ketika, Sol ingin sekali diperhatikan oleh Ibunya. Ia bersembunyi dengan sangat lama. Hingga Ibunya memanggil namanya tiga kali.



The Land of Forgotten GirlsThe Land of Forgotten Girls by Erin Entrada Kelly
My rating: 4 of 5 stars

Yang paling menarik dalam novel ini adalah ikatan persaudaraan yang kuat. Sol dan Ming saling menjaga satu sama lain. Meski Sol tampak lelah dan capek, dia masih mau membantu Ming untuk bertahan. Terutama ketika mereka dikunci di dalam lemari.
View all my reviews



Terakhir, ia mendengar teriakan. Suara Ibunya menjerit sambil melihat tubuh Amelia terhanyut di sungai. Sejak saat itu, Sol melihat kondisi sang Ibu menurun dari hari ke hari. Dan, setahun setelah kematian Amelia, Ibunya pun meninggal dunia.

Hingga kemudian hari, Sol selalu merasa bersalah. Ia menyalahkan dirinya atas kematian Amelia. Berulang kali ia menganggap bahwa keinginannya untuk diperhatikan sang Ibu, membawa malapetaka.



Kehidupan Di Louisiana


Sekarang, di apartemen nomor empat. Tempat Ming dan Sol tinggal bersama Vea, Ibu tiri mereka. Yang sehari-hari bekerja di Smart & Go Shop. Tetangga mereka kebanyakan adalah imigran dari Cina. Salah satunya, tinggal di apartemen nomor dua. Keluarga yang sudah fasih berbahasa Inggris, bekerja di kasino.

Apartemen lainnya, bersebelahan dengan milik Sol dan Ming adalah tempat tinggal Mrs. Yeung. Vea selalu menggerutu dan membahas keanehan yang tampak dari diri Mrs. Yeung. Seorang wanita tua yang sering terlihat memandang sesuatu dengan tatapan kosong.

Sol sendiri tak pernah mendengar suaranya. Karena sudah terbiasa dengan keberadaan Mrs. Yeung, Sol tidak begitu memikirkan wanita itu. Hingga suatu ketika, saat Vea sudah terlalu berlebihan menghukumnya. Ia mulai menyadari keberadaan Mrs. Yeung.

Terutama setelah banyak yang membahas mengenai tabungan Mrs. Yeung yang cukup banyak. Membuat Sol berpikir ingin mencurinya agar ia bisa melarikan diri dari Vea.

Namun, kejadian buruk menimpanya. Ketika Sol tengah asik melakukan perisakan pada anak perempuan dari sekolah lain. Aksinya ini membuat sang korban akhirnya harus menerima jahitan di wajahnya.

Momen inilah, membuat Sol mulai mengurungkan niatnya berbuat buruk. Ia mulai berhenti mencuri di toko terdekat. Mulai berhenti memikirkan untuk mencuri tabungan Mrs. Yeung. Dan berusaha untuk terus selalu ada untuk Ming.


The Land of Forgotten Girls


Selama membaca novel ini. Pikiran saya melanglang buana ke apartemen yang ditempati Ming dan Sol. Berusaha mempertahankan diri agar tidak ambyar saat membaca novel ini. Bagaimana bisa saya kuat? Ketika membayangkan dua anak gadis yang akur dan saling menjaga satu sama lain, mengalami kehidupan yang jauh dari rasa nyaman.

Terutama ketika Ming mulai mengatakan bahwa ia yakin akan dijemput oleh Auntie Jovie. Meski sampai akhir sosoknya masih menjadi misteri. Tapi, kekalutan Ming merupakan sebuah kode bahwa ia juga mengalami trauma dalam dirinya.

Usia Ming masih terlampau kecil untuk mencerna bahwa hidup penuh dengan hal terduga yang kadang menyakitkan. Sedih rasanya ketika ia harus bertahan sendiri dengan imajinasinya.

Apalagi ia menganggap kalau sang Kakak lebih memilih menghabiskan waktu bermain bersama Manny. Tidak dapat disalahkan juga. Karena, Sol pun membutuhkan sesuatu. Hiburan dengan bermain bersama Manny.

Apa yang dialami Sol pun tidak semudah itu. Ia masih kerap berbincang dengan Amelia. Meminta saran darinya, karena ia tak tahu harus berbincang pada siapa. Hanya sosok hantu Amelia yang mampu membantu Sol membuat keputusan-keputusan dalam hidupnya.


Kartu Tanda Buku


Judul : The Land of Forgotten Girls
Penulis : Erin Entrada Kelly
Halaman : 299
Diterbitkan Pada : 1 Maret 2016
Diterbitkan oleh : Greenwillow Books
ISBN : 9780062238641
Baca di : Scribd Apps


Penutup


Yang paling menarik dalam novel ini adalah ikatan persaudaraan yang kuat. Sol dan Ming saling menjaga satu sama lain. Meski Sol tampak lelah dan capek, dia masih mau membantu Ming untuk bertahan. Terutama ketika mereka dikunci di dalam lemari.

Imajinasi Sol juga sangat luas dan kuat. Bisa membantu Ming untuk mengalihkan fokus ketika kesedihan datang. Meski, imajinasi itu pula yang membuat keduanya sempat menghadapi hal yang tak diinginkan.

Tapi, apalagi yang bisa dilakukan oleh keduanya? Ketika rasa sakit dalam kehidupan dan jauh dari sosok orang yang mampu memberi kenyamanan. Imajinasi yang dibangun adalah bentuk usaha mereka untuk bertahan hidup.

Ah, buku ini bagus dan membuatku tak mampu berkata lagi. Meski memang ada bagian yang cukup membosankan. Terutama ketika Sol bermain dengan Manny.

Related Posts

2 comments

  1. Hm, sepertinya cukup depresif ya ceritanya. Aku berharap semoga happy ending :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. Penyelesaiannya realistis dalam artian, mereka ga langsung diselamatkan dan menghadapi kehidupan yang jauh berbeda. Tapi, tetap melanjutkan apa yang sudah ada dalam bentuk sedikit lumayan, gitu. Jadi, tetep happy ending buatku

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah meninggalkan komentar. Mohon gunakan kalimat yang sopan. Link hidup akan otomatis terhapus.

Subscribe Our Newsletter