Buat Kamu Yang Lelah Bersih-bersih, Ini Cara Hidup Rapi dan Bahagia Ala Sayo Konishi

review buku self help


“Lega” “Indah” dan “Mudah digunakan” adalah hal yang berbeda. Yang paling utama dalam penyimpanan adalah “Mudah digunakan” walaupun ruangan terlihat lega, tidak ada artinya jika tidak mudah digunakan. - Sayo Konishi


Buat yang lelah buat bebenah rumah. Dan belum pernah baca atau lihat kontennya Marie Kondo. Tapi, tetap ingin tahu seluk-beluk bebenah rumah ala orang Jepang. Nah, silakan baca ulasan ini sampai habis atau kalau tak sabar, bisa langsung saja beli bukunya di toko buku terdekat.

Sebagai orang yang pernah baca bukunya Marie Kondo. Tentunya saya tidak begitu asing dengan tips dan trik yang diberikan oleh Sayo Konishi. Meski bukan berarti semua topik pembahasannya sama plek-ketiplek, ya. Ada beberapa bagian yang memang sejalan.


Kenapa Bebenah Aja Harus Ada Panduannya Sih?


Kalau mau dibanding-bandingkan antara Marie Kondo dan Sayo Konishi? Rasanya aneh sih. Sebab, merapikan rumah di Jepang itu sudah menjadi profesi yang serius. Bahkan ada asosiasi resminya, ada kurikulum legalnya bahkan terdapat sertifikat profesional yang juga legal.

Jadi, bebenah rumah di sana bukan lagi sesuatu yang biasa. Tapi, menjadi sesuatu yang memiliki standar yang sama rata di Jepang.

Beberapa asosiasi resminya salah satunya Japan Association of Life Organizers. Di sini, bukan saja diajarkan kurikulum bebenah tapi juga psikolog orang yang malas bebenah, mulai dari cara mengatur pikiran hingga manajemen waktu antri stress.

Di asosiasi tersebut juga banyak dipakai di perkantoran. Bahkan, mereka menyediakan program baru dalam bahasa Inggris yang bisa diikuti oleh banyak orang yang tidak bisa berbahasa Jepang.

Ada lagi asosiasi pelatihan 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu dan Shitsuke). Kalau pernah bekerja di perusahaan Jepang. Pasti tidak kaget dengan slogan ini. Asosiasi pelatihan ini memiliki standar industri Jepang yang dipakai di semua negara tempat perusahaan Jepang berdiri. Untuk mempelajari sertifikasi profesional bebenah ini terdapat sekolah khusus Senmon Gakko berupa sekolah kejuruan yang mengajarkan terkait bebenah yang memiliki standar khusus.

Karena itu, kalau sering merasa, “kok, orang Jepang rumahnya enak ya, sampai dipikirin tempat penyimpanan yang khusus dan mudah diakses?” Jawabannya, ya karena di sana sudah ada program khusus buat bebenah rumah yang bahkan memiliki sertifikasi profesional.

Bahkan, penerapan metode bebenah ini juga beberapa kali tampak diterapkan pada acara bedah rumah Before After di saluran NHK. Arsitek yang mengurus bedah rumahnya, selalu menyediakan tempat penyimpanan yang mudah diakses dan disesuaikan dengan barang yang akan disimpan di area tersebut. 

Tidak heran kalau sudah banyak  profesional bebenah di Jepang yang kemudian menulis buku dan membuka jasa konsultan khusus bersih-bersih. Seperti Sayo Konishi yang juga seorang profesional yang sudah bersertifikat. Ia meramu buku ini dengan metode yang tidak begitu kaku dan fleksibel buat banyak orang. 


“Jangan memiliki wadah penyimpanan yang tidak digunakan” - Halaman 215


Bagaimana Sayo Konishi Mengajarkan Cara Bebenah?


Sebelum memulai mengajarkan tips bebenah, yang dilakukan oleh Sayo Konishi adalah mengajak pembaca untuk mulai memikirkan tujuan dari bebenah. Apakah bebenah hanya agar bisa dipamerkan di Instagram saja? Atau bebenah dengan tujuan agar pikiran lebih rileks dan kegiatan harian tidak begitu melelahkan?

Menurut Sayo, jika sistem bebenah tidak dimiliki, maka yang ada justru semakin memperumit dan membuat pemilik rumah malas untuk memulai bebenah. Karena, tidak tahu mau mulai darimana? Tidak tahu harus melakukan apa?

Sebelum bergerak menuju tips hidup rapi dan bahagia. Jika jawaban bebenahnya hanya untuk dipamerkan, maka kemungkinan besar rumah berantakan lagi dan akan memberatkan untuk dirapikan kembali memiliki peluang yang amat besar.

Namun, jika tujuan dari bebenah adalah menuju kelapangan hati, kejernihan pikiran, aktivitas bebenah yang memudahkan. Maka, hal yang pertama harus dilakukan adalah menyadari terlebih dahulu bahwa kondisi rumah yang rapi tentu akan ada masa berantakannya lagi. Tapi, ketika sudah memiliki sistem bebenah, maka kegiatan bersih-bersih tidak lagi sulit dan berat dilakukan.

Jika sepakat, maka bisa lanjut menuntaskan baca review ini atau lanjut beli bukunya.

Setelah kesadaran akan rumah rapi yang masih memungkinkan untuk berantakan, namun tidak akan memberatkan selama memiliki sistem bebenah. Sayo Konishi kemudian memberikan pemahaman terkait Memilah, Menyimpan, Bebenah / Menata dan Bersih-bersih.


Keempat istilah di atas akan sering digunakan, namun harus dipahami apa perbedaan dari masing-masing istilah tersebut.


  1. Memilah merupakan praktek awal sebelum mulai bebenah atau bersih-bersih. Memilah adalah menentukan barang yang dianggap penting dan disukai. Dan memilah ini berbeda dengan declutter yang biasanya langsung membuang barang. Memilah merupakan kegiatan memisahkan barang menjadi beberapa bagian yaitu barang yang mendatangkan kesenangan dan dibutuhkan, barang yang tidak tega dibuang dan barang yang masih bisa digunakan namun tidak tahu kapan akan dibuang. Kalau terkait barang yang sudah usang dan rusak, sebenarnya bisa saja langsung dibuang, tapi kalau masih terkait di tiga kategori tersebut, bisa masukkan di kategori tidak tega dibuang.
  2. Menyimpan merupakan kegiatan menempatkan barang di dalam rak atau laci sehingga mudah digunakan. Ingat kata kuncinya, Menyimpan ini harus selalu berkaitan dengan Mudah Digunakan. Jadi, semisalnya ingin meletakkan barang di kategori Tidak Tega Dibuang, istilahnya bukan Menyimpan tapi diletakkan di Peletakkan Sementara. Perbedaannya dan alasannya dijelaskan di buku ini mulai dari halaman 83.
  3. Bebenah atau Menata inilah kegiatan untuk mengembalikan kembali barang ke tempat semula. Menurut Sayo Konishi, jika kebiasaan ini ditunda maka akan membuat rumah kembali berantakan dalam waktu lama dan akan sulit untuk memulainya lagi. Karena itu, di bagian ini akan sangat berguna sistem Menyimpan yang diajarkan di Bab 3.
  4. Bersih-bersih merupakan kegiatan paling akhir ketika semua proses sudah dilewati. Merupakan kegiatan untuk menghilangkan noda atau debu di seluruh bagian ruangan. Kalau step pada poin 1 sampai 3 dijalani dan diterapkan, maka proses Bersih-bersih tidak akan lagi menyulitkan dan mempermudah.


Dari semua topik pembahasannya, kalau pernah membaca buku Marie Kondo tentu akan semakin menyempurnakan pemahaman terkait proses Memilah. Salah satunya metode Kotak Sparks Joy, maksudnya kotak berisi barang-barang yang masih membawa kesenangan, kebahagiaan dan masih sangat berguna.

Khusus untuk pembaca buku, mungkin akan menjawab bahwa semua buku masuk ke Kotak Sparks Joy. Menurut Sayo Konishi, tak mengapa tapi suatu hari nanti akan tiba masa pembaca buku pun bisa memilih mana buku yang akan disortir dan dihibahkan atau dijual. Dan mana buku yang akan tetap disimpan. It’s quite normal.

Kalau menurut Kendra Adachi yang juga sejalan dengan Sayo Konishi. Ukur dan tentukan terlebih dahulu ukuran penyimpanan barang yang mau kita simpan. Setelah itu, barulah kita simpan barang yang kategori Sparks Joy.

Kendra dalam bukunya The Lazy Genius Way bahkan mengatakan kalau ia sering mengeluarkan buku-buku yang tidak akan dibacanya lagi untuk menambah dengan buku-buku yang sangat dia sukai. Kalau masih belum bisa? Santai saja, apalagi kalau memang masih memiliki energi yang cukup banyak untuk memperhatikan kebersihan buku-buku yang disimpan.



Kegiatan Bebenah Harus Realistis

Seberapa penting tujuan dari bebenah ini sebelum dimulai? Ternyata, di halaman 43 Sayo menjelaskan maksud dari tujuan ingin bebenah. Yaitu, bagaimana kita melihat kehidupan di dalam rumah dan aktivitas harian bersama keluarga.


Tentukan Tujuan

Bagi Sayo, ia hanya membutuhkan rumah yang bisa membuatnya nyaman untuk berkumpul bersama keluarga dan nyaman untuk bekerja. Rasa nyaman ini tentu berbeda bagi beberapa orang. Karena itu, Sayo tidak memberikan tips yang kaku, bahkan ia membebaskan kita memilih hal yang memudahkan kita dalam beraktivitas.

Semisalnya, Sayo memberi contoh bahwa ia memiliki 10 gunting yang tersebar di seluruh area rumahnya. Tujuan setiap gunting tersebut berbeda. Dan inilah adalah contoh dimana setiap orang bisa memilih menentukan barang yang memang dibutuhkan dan akan mempercepat pekerjaan harian. Barang tersebut tentunya berbeda-beda.


Realistis Dalam Menyimpan

Istilah realistis ini dikaitkan oleh Sayo untuk memberikan gambaran kondisi rumah dan keuangan yang dimiliki seseorang. Maksudnya, jika rumah yang ditempati kecil, maka jangan mengikuti tips menyimpan barang ala Instagrammer yang rumahnya luas. Tentunya, akan sangat berbeda baik ruang penyimpanannya maupun cara menyimpannya.

Kesadaran akan luas ruang penyimpanan yang dimiliki oleh seseorang akan memberi kemudahan terkait barang yang akan benar-benar disimpan dan dibutuhkan dengan barang yang tidak memiliki fungsi dalam kegiatan sehari-hari.

Salah satu barang yang masuk dalam kategori tidak memiliki fungsi sehari-hari versi Sayo Konishi adalah peralatan makan khusus untuk tamu. Ia mengakui dahulu saat menyimpannya, ia berpikir ingin menunjukkan peralatan makan yang sangat cantik dan unik sehingga hanya dikeluarkan saat ada tamu. Namun, faktanya, tamu tidak begitu sering datang dan makan bersama di rumahnya. 

Karena pertimbangan tersebut, Sayo akhirnya memutuskan untuk menggunakan peralatan makan khusus tamu sebagai peralatan harian yang tetap bermanfaat. Tidak hanya digunakan sesekali atau bahkan belum tentu setahun sekali.


Barang Kategori Situasional atau Seasonal

Tapi, Sayo tidak menutup kemungkinan terkait barang-barang yang masih digunakan tapi situasional atau seasonal. Karena ia tinggal di Jepang yang memiliki 4 musim, maka tidak heran jika ia punya penyimpanan untuk pakaian sesuai musimnya. Dan ini sangat normal, bahkan bisa juga dipraktekkan oleh orang Indonesia dengan menerapkan pakaian atau barang saat musim panas seperti kipas angin tambahan dan barang khusus musim hujan seperti payung.



Keluarkan Semua Barang

Ini adalah langkah yang tepat saat melakukan proses Memilah barang. Menurut Sayo, dengan mengeluarkan semua barang dari kotak untuk dilakukan proses Pemilahan sebelum masuk ke kotak sesuai kategori akan memperlihatkan semua barang tanpa terkecuali.

Menurut Sayo, lokasi yang paling mudah untuk memulai Memilah Barang adalah laci kecil di sudut ruangan. Dengan memulai dari bagian atau area paling kecil, memungkinkan kita tidak cepat capek. Jadi, seperti warming up sebelum menjelajahi ruangan yang lebih besar lagi.



Kelompokkan Barang dan Tentukan Alamatnya

Tips di bagian ini cukup realistis juga dan bisa diterapkan buat yang memiliki rumah besar maupun kecil. Sayo Konishi menjabarkan cara pengelompokkan barang sesuai dengan kategori dan area. Bahkan, ia juga menyertakan dalam bentuk gambar bagaimana cara Menyimpan barang yang sudah diPilah agar mudah diakses.

Setelah diPilah ini, barang tersebut bisa ditentukan tempat penyimpanannya sesuai aktivitas harian di rumah. Jadi, aturannya tidak saklek namun tetap diputuskan berdasarkan aktivitas keluarga di rumah tersebut. Semisalnya, jika lebih sering bekerja dan berkumpul di dekat meja makan. Maka tempat penyimpanan alat tulis bisa disediakan di dekat meja makan. Tidak harus di ruangan khusus untuk bekerja, jika memang bukan ruangan itu yang menjadi lokasi paling rutin.

Sesuai buat yang rumahnya kecil seperti saya. Dengan menyediakan tempat Menyimpan alat tulis di ruang keluarga, sebab kegiatan bekerja maupun belajar di rumah dilakukan di ruang keluarga.



Topik Favorit Dari Buku Buat Kamu Yang Lelah Bersih-bersih


Banyak pembahasan dalam buku ini yang cukup bermanfaat buat saya. Tidak jauh berbeda juga dengan perasaan yang saya rasakan setelah membaca buku Marie Kondo. 

Namun, ada satu pembahasan yang membuat saya tersenyum karena ternyata relate dengan kebiasaan di masyarakat Indonesia. Entah masih banyak yang melakukannya atau sudah tidak ada.

Yaitu, menjadikan kaleng bekas camilan atau biskuit sebagai media Menyimpan. Bukan tidak boleh, namun Sayo Konishi memberikan pertimbangan bahwa kaleng tersebut memang hanya diperuntukkan menyimpan biskuit. Kalau dijadikan penyimpanan barang lain, maka akan cepat rusak dan justru membuat kita repot nantinya.

Saya cukup menyetujui perihal kaleng bekas ini cepat rusak. Tak hanya cepat rusak tapi juga bisa merusak barang yang tersimpan di dalamnya. Apalagi kalau tidak sering-sering dibersihkan dan dicek. Dan memang lebih baik membeli barang yang memang tujuannya untuk penyimpanan.

Misal membeli kotak transparan yang murah meriah berbahan plastik. Apalagi yang merknya cukup dikenal seperti Lion Star atau Shinpo. Harganya tetap terjangkau namun daya tahan penyimpanannya kuat.

Terlebih buat yang rumahnya lembab banyak jamur atau banyak rayap. Maka kotak penyimpanan ini bisa awet dan aman. Namun, yang perlu diperhatikan adalah celah antar kotak saat disusun.

Celah antar kotak-kotak ini menurut Sayo menjadi lokasi yang sering kali dijadikan ‘sumpelan’ penyimpanan barang yang malah bikin berantakan. Karena itu, sebaiknya memang dikondisikan agar memiliki kotak penyimpanan yang presisi sehingga tidak meninggalkan ruang kosong meski sedikit.

Tapi, terkait ruang kosong ini juga perlu dalam kotak Menyimpan. Menurut Sayo, sisakan 20% ruang kosong pada setiap kotak sehingga setiap barang yang ada di dalamnya tidak terlalu penuh dan sesak.


Kartu Tanda Buku

Judul : Buat Kamu Yang Lelah Bersih-bersih (Cara Hidup Rapi dan Bahagia)

Penulis : Sayo Konishi

Tebal : 263 halaman

Bahasa : Indonesia Terjemahan

Format : Buku Fisik

Penerbit : Mizan

ISBN : 9786024413774


In My Honest Opinion

Memulai pembahasan dengan menyebutkan satu kondisi psikologis khusus terkait stress sebelum bebenah. Buatku pribadi adalah langkah yang cukup tepat sasaran. Sebab, beberapa buku yang saya baca bahkan mengatakan kalau kegiatan menumpuk ini berkaitan juga dengan penyakit mental.

Sehingga, yang harus dibenahi adalah mentalnya dulu, pola pikir orang tersebut, sebelum masuk ke pembahasan mengenai bersih-bersih. Karena, banyak juga yang mengatasnamakan MAGER untuk bebenah padahal ternyata ia memiliki kondisi mental khusus yang sebenarnya harus diselesaikan dengan ahlinya.

Namun, bukan berarti kegiatan bersih-bersih ini menciptakan kondisi rumah yang tidak pernah berantakan. Sayo, menggaris-bawahi bahwa rumah yang sesekali berantakan itu normal. Apalagi kalau setelah berantakan kemudian mudah untuk dirapikan kembali, inilah kondisi yang ideal dan tidak akan melelahkan bagi penghuninya.

Menurutku, memang menentukan ingin bebenah seperti apa itu harus dikondisikan sesuai rumah. Bagi pemilik rumah kecil seperti saya, tentu tujuan biar mudah bersih-bersih rumah tanpa harus capek bersihkan debu. Berarti harus mau menyingkirkan banyak barang agar tidak banyak aksesoris yang harus dibersihkan. Bayangan rumah tanpa pajangan justru membuatku terasa ringan untuk bebenah. Namun, pada prakteknya, saya belum bisa banyak menyingkirkan barang, tetap agak terasa sesak tapi sudah lumayan plong usai praktekkan ilmu dari buku ini.

Ini juga alasan saya lama menyelesaikan bukunya. Selain saya catat di buku, juga saya praktekkan. Jadi, banyak jedanya.


Kalau suka tema seperti ini bisa juga baca buku The Life Changing Magic of Tidying Up karya Marie Kondo. Juga bisa baca The Lazy Genius Way karya Kendra Adachi dan Goodbye Things karya Fumio Sasaki. 


Bacaan Ipeh

Reader who love to read as much as she can. Almost of them are ebooks from legal applications. But, I do love books as well. Because, for me it doesn't matter which formats as long as I could enjoy it. Wheter it is audiobooks, ebooks or the real books.

Posting Komentar

Terima kasih sudah meninggalkan komentar. Mohon gunakan kalimat yang sopan. Link hidup akan otomatis dihapus.

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak