Review Novel Memorial Perfume Shop Jin Seolla

 

review novel korea


Kematian Adalah Cara Belajar Melepaskan, Menerima Takdir dan Memaafkan Bagi si Hidup

Novel terjemahan dari Korea Selatan ini mengangkat tema tentang kerinduan dan kematian. Seperti yang tertulis di sinopsis, kisah-kisah pelanggan mereka dan proses pembuatan parfum kenangan merupakan perjalanan menuju inti cerita yaitu bagaimana kedua orang yang menjaga toko parfum ini melepaskan dan menerima takdir mereka?

Menurutku pribadi, belakangan ini tema menyelesaikan apa yang belum sempat tersampaikan akibat terpisah kematian, sepertinya sedang banyak diminati, ya. Sebab, saya jadi teringat mengenai beberapa drama korea yang temanya serupa. 

Mulai dari sosok pengacara yang membantu para buruh atau pekerja yang meninggal dunia akibat ketidakadilan di tempat kerja. Hingga petugas pengurus pemakaman yang membantu jiwa orang meninggal untuk menyelesaikan hal yang belum sempat sebelum mereka pergi dan menyampaikannya pada keluarga mereka. 

Dari sini, tampak familiar dengan perasaan yang pernah saya rasakan usai Ibu dan Bapak meninggal. Ternyata ada banyak kata yang belum terucap. Ada banyak pelukan yang belum sempat dilakukan dan ada banyak, banyak lagi hal yang memang sesuai takdir belum bisa terwujud.

Namun, di sinilah sisi pembelajaran bagi si hidup. 


Memorial Perfume Shop Tentang Apa ? Tentang Belajar Melepaskan

Let it go, bukan sekadar melepaskan kepergian dengan berupaya tampak baik-baik saja secara kasat mata. Bukan juga dengan tidak boleh merindukannya. Tapi, dengan mengenang kehadiran mereka selama hidup dan menjadikannya sebuah dorongan untuk terus bergerak maju dan menjalani kehidupan dengan lebih baik.

Dari kisah pelanggan Memorial Perfume Shop, mulai dari seorang Suami-Istri yang menyesal karena putri mereka bunuh diri. Hingga keduanya tak lagi menjalani kehidupan yang baik. Ayahnya yang terus merasa bersalah dan Ibunya yang terus membuat makanan kesukaan sang putri sambil meratapi kemalangannya.

Ini adalah cerita awal yang cukup menyedihkan. Kematian seorang anak membuat kehidupan orang tuanya berubah. Merelakan memang tampak mudah jika sekadar ditulis dan diucap. Tapi, rupanya proses menjalaninya bukan hal yang mudah.

Kerinduan pada mereka yang tak lagi bisa ditemui secara fisik. Hanya bisa dijamah melalui kenangan. Merupakan kerinduan yang seperti dahaga seorang musafir di padang gurun tanpa seseorang yang bisa menolongnya.

Hanya proses yang harus mereka mulai sendiri, keputusan yang berasal dari diri mereka yang hidup, yang mampu membawa mereka belajar untuk merelakan.

Pembelajaran itu termasuk mengenang mereka sambil tetap tersenyum dan menikmati teh di teras rumah. Tetap berbuat baik meski hati mereka terasa menderita akibat kenangan, namun semua itu membuat si hidup akan terus melanjutkan kegiatan mereka tanpa menyesalinya.


Proses Tergila Yaitu Menerima Takdir

Saya mengatakan ini adalah proses yang paling menguras emosi, menguras hati dan pikiran juga merupakan proses tergila dalam menghadapi kematian. Menerima Takdir, ternyata memang tidak semudah itu. Saat memprosesnya, harus menyertakan pikiran yang tenang dan hati yang lapang. Kalau tidak, sungguh, semua akan berakhir pada “coba gini”, “kenapa bisa?”, “seharusnya aku begini”.

Menuliskan pendapat ini berdasarkan pengalamanku sendiri juga dari pesan yang ingin disampaikan melalui kisah seorang Nenek yang meninggalkan cucu lelakinya yang masih kecil. Sendirian, tanpa ada seorang keluarga yang bisa menemani anak ini.

Cucu lelakinya yang masih berada di rumah tanpa tahu kapan neneknya meninggal, dalam kondisi apa neneknya meninggal dan bagaimana perasaan neneknya saat meninggal?

Sang cucu yang masih di usia SD ini, harus menjalani kehidupan berat dengan tinggal seorang diri. Menahan rindu yang lebih besar dari tubuhnya. Menahan kesepian yang mungkin bisa membuatnya menyerah.

Dari kisah mereka, Seolla ingin memperlihatkan bahwa penyesalan itu selalu ada dalam setiap kehidupan terutama kematian. Bahkan, bisa dialami oleh mereka yang meninggal dunia.

Penyesalan karena belum berpamitan pada cucunya, penyesalan belum bisa membelikan sepatu putih untuk cucunya dan penyesalan karena harus meninggalkan sang cucu di usianya yang masih kecil.
Seolla seperti ingin menyelesaikan banyak persoalan kehidupan yang terjadi dengan kisah yang menghangatkan dan membuat air mata tanpa sadar memenuhi sudut mata. Keajaiban, inilah yang Seolla tawarkan bagi setiap kesedihan, penyesalan dan kerinduan dari pelanggan Memorial Perfume Shop melalui dua tokoh utamanya yaitu Jin Do Ri dan Joyful.

Dengan kekuatan istimewa keduanya, si Nenek mulai belajar untuk menerima takdir. Demikian juga sang cucu yang masih SD itu, belajar untuk menerima takdir bahwa ia mungkin akan merasakan sedikit kegilaan akibat rindu. 

Begitu juga Madam Jin, yang kemudian ikut belajar menerima takdir dan belajar melepaskan meski bertahun-tahun ia harus melewati kegilaan dan penyangkalan akibat kematian orang yang dicintainya.

Saat berproses menerima takdir, kegilaan itu tampak seperti kehidupan yang porak poranda. Namun, si hidup berupaya untuk tidak mengoptimalkan kegilaan mereka. Mungkin, mereka takut diajak ke yayasan kak Novi atau pak Purnomo. Setidaknya itu yang pernah saya rasakan, cukup gila tapi enggan untuk ngider di luar rumah.



novel korea



Memorial Perfume Shop Review : Selanjutnya, Maafkan

Memaafkan, pada kenyataannya ketika berhadapan dengan takdir kematian. Tidak hanya memaafkan mereka yang meninggal dunia. Tapi, juga memaafkan diri sendiri dan mereka yang masih hidup.

Sepertinya, hampir semua cerita pelanggan di Memorial Perfume Shop ini berkaitan dengan kata maaf. Entah ingin meminta maaf, ingin dimaafkan maupun harus memaafkan.

Memaafkan diri sendiri ini yang sering terlupa saat yang hidup mengenang mereka yang sudah meninggal. Alasannya, akibat penyesalan karena belum bisa menjadi yang terbaik, belum mampu memberi yang terbaik dan belum melakukan yang terbaik. Seperti seorang kakek yang merindukan istrinya yang meninggal akibat alzheimer.

Tiba-tiba saja dalam kehidupannya dia baru menyadari bahwa ia sering melakukan istrinya dengan tidak begitu ramah. Ia menyalahkan dirinya sendiri dan merindukan kehadiran sosok wanita yang sudah 60 tahun lebih membersamai langkahnya.

Namun, rupanya yang diterima oleh sang istri, berbeda. Sang istri justru tidak merasakan kesedihan akibat ketidakramahan suaminya. Istrinya malahan bersyukur sebab sang suami selalu memberikan kebaikan yang tidak disadarinya.

Dan pada akhirnya, penerimaan takdir dan memaafkan diri sendiri adalah jalan yang cukup adil bagi si suami yang sudah menua. Sambil tetap menjalani hidup hingga nanti ia bisa bertemu kembali dengan kekasih hatinya.


Kenapa Novel Memorial Perfume Shop Jin Seolla Ini Membuatku Tertarik?

Sebagai penyuka novel dengan sampul cantik, lucu dan menarik. Jawaban pertama yang membuatku ingin membaca ceritanya adalah sampulnya. Dan yang menuntunku untuk membelinya adalah sinopsis cerita dan review dari beberapa bookstagram.

Tapi, setelah ku ikuti kisah di dalam novel ini. Saya tak lagi begitu fokus pada cara Joyful meracik parfume. Atau cerita apalagi yang akan saya dapati. Tapi, saya penasaran dengan alasan kenapa Doo Ri dan Joyful harus menjalani kehidupan sebagai pegawai Memorial Perfume Shop?

Kalau mengingat alur cerita Goblin. Baik Goblin dan Grim Reaper harus mengemban tugas akibat dosa yang mereka lakukan. Saya lantas sedikit menghubungkan antara Doo Ri dan Joyful dengan masa lalu mereka. Ini pasti ada kaitannya. Dan memang benar, tapi berbeda dari dua tokoh di drama Goblin.

Kedua tokoh penjaga toko parfum ini memiliki usia yang sangat jauh berbeda. Alasannya tentu pada akhirnya terungkap di beberapa bab menjelang akhir. Namun, yang justru tampak menarik buatku adalah sosok Doo Ri.

Mungkin, ini juga berkaitan dengan budaya dan kondisi orang-orang di Korea Selatan yang berbeda dengan di Indonesia. Ini pendapatku. Yaitu pada sosok Doo Ri yang digambarkan sebagai wanita berusia 40 tahun-an yang rambutnya mulai memutih akibat kesedihan yang berlebihan.

Jika di Indonesia, usia 40 tahunan dengan uban di rambutnya sepertinya hal yang wajar. Dan tidak begitu mengejutkan. Namun, memang berbeda jika terjadi di Korea Selatan. Sebab, di sana, kebanyakan artis yang saya lihat di layar kaca dimana usia mereka menginjak 50 tahun pun masih belum tampak begitu tua.

Karena itu, penggambaran sosok Doo Ri ini kalau dilihat dari kacamata orang Indonesia, mungkin agak kurang relate. Tapi, kalau mengetahui kondisi di Korea Selatan, sepertinya bisa memahami urgensi kesedihan yang bisa mengakibatkan rambut beruban.

Eh, tapi ini hanya pendapatku pribadi. Kalau Anda maupun orang di sekitarmu yang usianya 40-an masih tampak muda. Ya, itu akan berbeda dengan pemandangan sehari-hari di sekitarku dimana usia 30-an pun banyak yang sudah beruban.

Bahkan, untuk membandingkan antara Lee Byung Hun yang umur 55 masih bugar. Kalau di sekitarku, usia 50-an kerabat dan kenalanku kebanyakan tampak sangat tua. Jadi, seperti hal yang berbeda aja gitu. Ah, balik lagi, ini pendapatku, ya.

Kalau ingin membaca novel ini dan butuh sedikit clue tambahan. Saya akan memberikan informasi kalau novel ini ceritanya ringan, kesedihan yang dihadirkan cukup wajar dan tidak berlebihan. Bagiku di sini tidak ada tokoh yang jahatnya kebangetan. Kalaupun ada tokoh yang berbuat jahat, tidak terlalu memengaruhi cerita sehingga mengubah genre.


Kutipan Novel Memorial Perfume Shop

“Kerinduan ganas yang tanpa darah, air mata, kehangatan maupun perasaan, sangatlah brutal hingga melampaui bayangan.”

“Setelah itu, dia merancang parfum sedemikian rupa agar mereka bisa menjalani hidup yang tersisa dengan baik. Itu adalah inti dari parfum jiwa.”


Informasi Buku

Judul : Memorial Perfume Shop
Penulis : Jin Seolla
Tebal : 229 halaman
Format : Buku Fisik
Tahun : 2025
Penerbit : Pastel Books
ISBN : 9786235866512

Bacaan Ipeh

Reader who love to read as much as she can. Almost of them are ebooks from legal applications. But, I do love books as well. Because, for me it doesn't matter which formats as long as I could enjoy it. Wheter it is audiobooks, ebooks or the real books.

Posting Komentar

Terima kasih sudah meninggalkan komentar. Mohon gunakan kalimat yang sopan. Link hidup akan otomatis dihapus.

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak