22 March 2018

Book Review : Nordik Mitologi Karya Neil Gaiman

Book Review : Nordik Mitologi Karya Neil Gaiman





Sudah menonton Thor Ragnarok? Saya sudah dan alasan ini pula-lah kenapa saya memutuskan membeli buku Nordik Mitologi yang disusun oleh Neil Gaiman. Sama seperti buku-buku karya Neil lainnya, yang bagi saya cukup aneh tapi kenapa bisa terngiang terus?

Teringat sebuah novel yang bergambar seorang anak lelaki di sampulnya berjudul Graveyard Book, dimana ternyata bobot horornya melebihi Ghoosebump karya R.L Stine. Bayangkan saja, seorang bayi bisa meloloskan diri dari pembunuhan kemudian ditolong oleh sesosok hantu dan dibesarkan di pemakaman bersama hantu lainnya. Ini terdengar aneh bin ajaib bagi saya.

Baiklah, ketika saya membaca halaman pertama buku ini. Saya temui sebuah pengantar berisi alasan Neil mengapa dirinya merangkum sejarah mitologi yang sudah hampir punah. Disertai penyayangan-penyayangan lain tentang betapa banyak dewa-dewa Nordik yang tidak terekam jejaknya dikarenakan sejarah mitologi yang kita terima hingga saat ini berawal dari kisah turun-temurun.

Jadi, wajar jika banyak para peneliti kurang mengeksplorasi sejarah masa lampau karena mereka tidak bisa mewawancarai atau bahkan mendapatkan sumber yang sesuai. Beruntunglah I La Galigo yang naskahnya masih bisa terselamatkan. Meski konon, bahasa asli yang digunakan penulis di atas kulit lontar, tidak banyak yang mampu menerjemahkannya. Bisa jadi, nasib I La Galigo akan sama seperti nasib mitologi kuno lainnya yang pada akhirnya hanya sedikit yang kita tahu hingga saat ini.



Kartu Tanda Buku


Judul : Nordik Mitologi
Penulis : Neil Gaiman
Halaman : 336
Alih Bahasa : Djokolelono
Versi : Ebook Gramedia Digital
Bahasa : Indonesia
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 978.602.03.6778.1
Rating : 3/5



Mitologi Nordik Tentang Kehidupan Para Dewa



Cerita dibuka dari awal terbentuknya dunia dan terpisahnya wilayah dewa aka dunia atas. Dengan membungkus kisah ini menggunakan bahasa selayaknya buku sejarah namun dikombinasi secara khas dengan narasi yang detil mengenai ekspresi dan dialog antar tokohnya. Pada bab-bab awal, saya merasakan kebosanan yang luar biasa. Namun, rasa penasaran membawa saya untuk meneruskan bacaan ini.

Bagian yang lucu, dengan ciri khas guyonan seorang Neil adalah saat Loki berusaha membawa kabur seekor kuda yang di kemudian hari tidak ada yang berani menanyakan mengapa kuda-kuda tersebut tampak sangat gagah dan rupawan. Begini, di sini Loki memang memiliki tampang yang rupawan, tinggi, cerdik, sopan namun licik dan culas. Penggambaran ini seketika membawa saya pada sosok Tom Hiddleston.

Pada mitologi yang ditulis oleh Neil ini bersumber dari sebuah buku yang memang banyak direferensikan untuk keperluan akademis. Jadi, buku ini tidak benar-benar murni fiksi yang berasal dari imajinasi Neil. Karena itulah faktanya, sosok Loki ini merupakan sepupu dari Odin. Berbeda dengan silsilah yang dikembangkan oleh Marvel.


Anehnya, dan sungguh di luar kebiasaannya, Loki tidak hadir saat semua memuji kecerdasannya dalam memancing Svadilfari menjauh. Tak seorang pun tahu kemana ia pergi, walaupun ada di antara para dewa yang berkata melihat seekor kuda betina cokelat di padang rumput di bawah Asgard. Loki menghilang selama hampir setahun. Ketika muncul kembali, ia ditemani anak kuda kelabu. 
Banyak yang mengagumi kuda kelabu tersebut, tetapi hanya seorang pemberani yang berani membicarakan silsilah kuda itu di dekat Loki. Dan tak ada yang berani menyinggung persoalan itu untuk kedua kalinya. ~ Hal 93



Hal lain yang cukup mencengangkan adalah bahwasannya Loki merupakan dewa yang kerap bermain dengan wanita dari bangsa lain. Suatu ketika Odin mendapat penglihatan bahwa anak-anak Loki akan menjadi perusak di masa depan. Benar saja, saat seorang dewa diutus untuk membawa anaknya Loki menemui Odin, mereka bertiga memiliki bentuk yang aneh. Ada yang berbentuk ular, serigala dan gadis cantik namun mematikan.

Yang menarik adalah ketika palunya Thor disembunyikan oleh Thrym seorang penguasa para raksasa. Dia mengaku menyembunyikan palunya dan meminta imbalan dewi Freya yang termasyhur kecantikannya tersebut untuk menjadi isterinya. Spontan saja, Freya mengamuk dan menolak membantu Thor. Sementara itu ide gila Heimdall membuat saya terbahak.



Thor Dan Loki



Bagi Thor, setiap ada sesuatu yang terjadi, biasanya sesuatu yang aneh atau janggal atau bahkan tercium berbau kejahatan, dirinya akan selalu menuduh Loki sebelum mencari tahu apa yang terjadi sebenarnya. Itu karena ulah Loki memang sangat banyak sekali, bahkan sekaliber dewa yang terkuat pun mengakui kalau Loki termasuk dewa yang meresahkan.


“Sebab, jika ada kejadian buruk, yang pertama terpikir olehku pastilah itu ulah Loki. Ini menghemat waktuku berpikir.” ~ Hal 52




Seperti suatu ketika dia membawa pesan tentang permintaan seorang raksasa yang ingin menikah dengan Freya. Atau ketika pemimpin raksasa juga ingin menikah dengan Freya, itu karena kecantikan dewi ini sangatlah tidak bisa ditandingi. Bahkan, ketika harus menjejak ke tanah para raksasa beku, Loki menemani Thor yang mau tak mau mengikuti saran dari Heimdall.

Thor pernah bertarung dengan tiga anak Loki dari perempuan lain, bukan kaum dewa apalagi manusia tapi raksasa. Dimana mereka bertiga dibuang oleh Odin karena melalui penglihatannya ketiga anak tersebut akan mendatangkan Ragnarok aka akhir dunia. Anak pertama yang berbentuk ular disembunyikan jauh di dasar bumi. Konon, jika ular ini bergerak maka bumi juga ikut berderak.

Anak kedua tampak cantik, namun dia sangat mematikan, karena dialah rasa sakit, kematian dan kesakitan. Sementara anak ketiga berbentuk serigala yang teramat kuat. Bahkan rantai dalam bentuk apapun tidak mampu mengekangnya. Hingga Odin meminta bantuan para kurcaci untuk menciptakan pengikat yang mampu merekatnya hingga tak bisa melarikan diri. Dan anak ketiganya yang paling hebat inilah yang mampu memorak-porandakan dunia.



Kisah Odin Dan Awal Permulaan Semuanya




Ada sesosok makhluk yang tidak memiliki jenis kelamin yang jelas, dia adalah lelaki dan juga perempuan. Makhluk ini merupakan nenek moyang semua raksasa, namanya Ymir. Tapi, Ymir bukanlah makhluk satu-satunya yang ada di tempat tersebut, ada seekor Sapi yang tak bertanduk dan besarnya jangan sampai dibayangkan karena tidak bisa disetarakan dengan hal lain. Dari sapi itulah, Ymir meminum susu yang membuatnya mampu bertahan hidup.

Nama sapi tersebut adalah Audhumla, dari lidah ajaibnya yang berwarna merah itu dia mampu memunculkan manusia. Dan manusia pertama itu adalah Buri, kakek moyang para dewa. Sementara, Ymir melahirkan para raksasa yang berjenis kelamin lelaki dan perempuan. Kemudian Bari memperistri salah satu raksasa tersebut dan memiliki anak yang dinamakan Bor.

Bor menikah dengan Bestla yang juga merupakan anak dari raksasa, mereka dikaruniai tiga anak yaitu : Odin, Vili dan Ve. Mereka bertiga kemudian membunuh Ymir si raksasa, konon kematian Ymir merupakan awal kemunculan kehidupan. Dan darah Ymir yang menyembur dengan rasa asin membuat sebuah bencana berupa banjir yang membenamkan dan menghanyutkan para raksasa.

Setelah membunuh Ymir, Odin dan kedua saudaranya menciptakan tanah dari daging Ymir, tulang-tulang Ymir ditumpuk dan dijadikan gunung serta tebing. Semua karang, pasir dan kerikil berasal dari gigi dan tulang Ymir yang dihancurkan. Sementara lautan yang mengililingi daratan, itulah darah dan keringat Ymir. Dan di langit, bintang-bintang, planet hingga komet merupakan bagian dalam tengkorak Ymir.

Jika Anda mempertanyakan mengapa mata Odin hilang satu? Di sini dijelaskan bahwa suatu hari Odin menghampiri Sumur Mimir, dimana Odin meminta seteguk air dari Sumur yang merupakan sumber dari semua pengetahuan. Namun, Paman Mimir menolaknya dan meminta sebuah persembahan, yaitu Odin harus mau mengorbankan satu matanya sebagai alat tukar. Dan, tanpa menunggu lagi, Odin langsung mencongkel sebelah matanya dan meninggalkan mata tersebut di dalam air sumur. Sehingga dia bisa menikmati air sumur milik Paman Mimir dan mendapatkan pengetahuan yang juga mampu membuatnya melihat segalanya.


***

Jika Anda menyukai kisah-kisah mitologi kuno atau historical fiction, sepertinya buku ini cocok. Apalagi ditulis dengan runut oleh Gaiman sehingga kita tidak kebingungan saat mengikuti proses penciptaan dunia dan Asgard. Bagaimana kehidupan yang terjadi dan apa saja faktor yang menyebabkan akhir dari dunia aka Ragnarok. [Ipeh Alena]

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah meninggalkan komentar. Mohon gunakan kalimat yang sopan. Link hidup akan otomatis terhapus.