Book Review : Before I Go To Sleep by S.J Watson

Book Review : Before I Go To Sleep by S.J Watson


Before I Go To Sleep



Bacaanipeh.web.id - Bagaimana rasanya, jika setiap pagi, kita harus terus menerus bertanya-tanya, siapakah diri kita? Dimana kita berada? Siapa orang yang tidur di samping kita? Dan ingatan di setiap harinya berbeda dengan ingatan hari sebelumnya. Dimana kita bahkan tak mengingat apa yang terjadi di hari kemarin? Tentunya ini akan sangat menyulitkan dan membingungkan, namun apa yang harus dilakukan?

Kisah ini diangkat dari sebuah buku tentang seorang pasien penderita Amnesia akut. Mungkin ada yang pernah menonton film 50 first date, dimana kondisinya hampir sama, karena mengangkat kisah tentang orang-orang yang menderita hilang ingatan. Ada yang ingatannya hanya bertahan beberapa menit atau jam saja. Dalam kisah ini, Christine Lucas, mampu mengingat kejadian demi kejadian dalam sehari penuh, namun amnesia keesokan paginya.

Novel ini pernah diangkat ke dalam sebuah film yang berjudul sama. Mungkin Anda pernah menontonnya, karena ketika saya membaca novel ini dan masuk pada bagian yang benar-benar aneh, membawa ingatan saya pada bagian-bagian film yang pernah saya tonton. Setelah saya cek, ternyata benar, saya pernah menontonnya. Namun, membaca novelnya secara langsung membawa pengalaman yang berbeda dan mendebarkan hingga ke tahap penasaran.



Detil Buku

Judul : Before I Go To Sleep
Penulis : S.J Watson
Halaman : 205
Versi : Google Playbook
Bahasa : Inggris
Penerbit : Harper Collins
Rating : 4/5
ISBN : 9780062060570


Ritual Bangun Pagi : Berkenalan Dengan Diri Sendiri



Saya masih mengingat sebuah film yang menampilkan kisah Einstein di dalamnya, kemudian disematkan lelucon bahwasannya setiap bangun tidur, manusia akan mengalami perasaan linglung dan gamang. Kalau orang Indonesia menyebutnya "nyawanya belum kumpul". Kemudian kelakar tersebut pun merujuk pada Einsten, "Lihat, bahkan Einsten saja akan menjadi bodoh setiap bangun tidur."

Kelakar tersebut memang akan tampak lucu, jika kita terbangun sebagai seorang manusia yang hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja untuk mengumpulkan kesadaran. Namun, bagaimana jika setiap harinya, kala bangun dari tidur, kita bahkan tidak bisa mengingat siapa diri kita, dan tak memiliki ingatan tersisa dari kejadian semalam?


But I can't remember what we did yesterday at all. Or on Saturday. ~ Pg 41


Inilah yang terjadi pada Christine Lucas, dimana setiap bangun tidur dia akan kebingungan. Siapa dirinya, dimana dia berada, serta ingatannya bercampur dengan masa-masa lalunya. Meski dia tak mengingat kejadian apa di malam sebelum dia tidur. Dan ingatan itu bercampur, terkadang dia akan terbangun sebagai anak-anak kemudian panik mencari mendiang Ibunya. Atau suatu ketika akan terbangun sebagai seorang gadis remaja.

Itulah mengapa, ada beberapa foto yang dipajang di cermin yang berada di kamar mandi. Sebagai cara agar Chrissy bisa mengingat sesuatu. Meski tetap saja dia tak mampu mengingatnya sama sekali. Bahkan ketika dia melihat satu persatu foto tersebut, seolah tak ada ingatan yang tersisa dari tawa dan senyumnya bersama seorang lelaki yang tinggal bersama dengannya.

Usai terbangun dalam kondisi masih belum sepenuhnya mengenal siapa dirinya, dimana dia berada hingga siapa lelaki yang tidur bersamanya. Ben - suaminya - akan dengan sabar menuntunnya untuk duduk dan mendengarkan penjelasan singkatnya. Bahwa setiap hari, dia akan terbangun dalam ketidak-tahuan akan dirinya sendiri. Sambil mendengarkan Ben berbicara, kemudian memberikan sebuah scrapbook yang diharapkan dapat membantu Chrissy mengingatnya.

Ben bahkan sudah mempersiapkan segala halnya setiap hari, memberi tahu Chrissy tentang aktivitasnya, menuliskan di papan tulis makan siang dan makan malamnya saat Ben harus pergi bekerja, kemudian memberitahu Chrissy di tasnya tersimpan telpon genggam dan buku harian agar dia bisa mengingat sedikit saja dari apa yang terjadi di hari sebelumnya.


I read of the things Ben had told me, of how we met and married, of how we lived, and I felt nothing. Yet other things stayed with me. ~ Page 40




Menulis Sebagai Terapi Untuk Membantu Mengoleksi Ingatan 



Siapa sangka, kalau buku ini justru menjadikan menulis di buku jurnal harian untuk pasiennya merupakan terapi agar dia mampu mengoleksi gambaran-gambaran ingatan di hari sebelumnya? Kasus yang Chrissy alami ini bagi Dr. Nash sangatlah unik. Pasalnya, bagi seorang yang menderita Amnesia, dia mampu mengingat lebih lama dari pasien Amnesia lainnya. Beberapa pasien pada umumnya justru bisa benar-benar tak mengingat apa yang baru saja terjadi sejam yang lalu.

Ingatan Chrissy tidak berpola, terkadang dia mengingat sesuatu di masa lampaunya namun tidak bisa mengingat secara detil. Hanya sebagian dari gambaran - gambaran pada masa lalunya yang diingat. Namun, di kemudian hari, dia akan mengingat sesuatu yang lain lagi. Itulah kenapa Dr. Nash yakin bahwa ingatan Chrissy dapat ditangani. Salah satunya dengan menulis buku jurnal harian.

Menulis menjadi terapi bagi Christine, selain itu juga sebagai alat baginya agar berhati-hati dengan sesuatu yang tidak mampu dia tebak. Sesuatu yang dirasakannya aneh adalah setiap kali dia melihat Ben. Ada desir ketakutan yang janggal dari lelaki itu, dia merasa asing dengan lelaki yang merupakan suaminya. Apalagi ditambah dengan sebuah pesan dari Dr. Nash bahwa Chrissy memintanya agar merahasiakan pertemuan mereka berdua dari Ben.

Dr. Nash meminta Chrissy untuk menuliskan segala hal yang terjadi di hari itu sebelum dia tidur dalam buku jurnalnya. Kemudian mengabari Dr. Nash dimana dirinya menyembunyikan buku jurnal tersebut. Sebuah kalimat yang tertulis di bagian depan buku jurnal yang membuat Chrissy berusaha untuk rutin melakukan apa yang sering dilakukannya setiap hari. Sebelum dia tidur, dia akan menulis tentang banyak hal terutama ingatan apa saja yang dia dapat, hingga apa saja yang dikatakan oleh Ben. Dan kejadian apa yang harus diwaspadai olehnya.


Midnight. I am in bed. Alone. Trying to make sense of all that has happened today. All that I have learned. I don't know whether I can. ~ Pg 67


Karena setiap ingatan Chrissy tercatat di dalam buku jurnalnya, kita sebagai pembaca disuguhi dengan rekaman buku jurnalnya sebagai cerita yang terhubung dari satu hari dengan hari lainnya berdasarkan tanggal yang tercatat di buku. Banyak misteri yang meminta diungkap sejak awal pertama kali saya membaca halaman pertama. Ketika saya sangat penasaran dengan penyebab Chrissy menderita Amnesia, kemudian rasa penasaran dengan sosok Ben yang bagi Chrissy aneh.

Pembaca akan dibawa oleh Chrissy untuk ikut yakin dan ikut mencurigai siapa Ben sebenarnya? Meski, bagi yang sudah menonton filmnya tentu sudah mengantongi jawabannya. Namun, ada beberapa hal menjadi sedemikian unik dan mendebarkan bagi saya saat membacanya, meski saya tahu bagaimana akhirnya.


I don't know what happened after that. What did I do after Ben told me that it was his birthday? ~ Pg 75 




Antara Cinta Dan Ambisi Dikemas Dalam Bentuk Kesetiaan



Bagaimana jadinya kalau kita hidup bersama dengan seorang lelaki yang bersedia menerima kekurangan kita apa adanya? Kemudian rela meluangkan waktu setiap paginya untuk menjelaskan kepada kita, siapa diri kita, apa yang terjadi dan mengapa kita lupa? Inilah yang dialami oleh Chrissy, dimana setiap hari, Ben selalu bersama dengannya, berusaha menjaganya hingga dengan sabar menuntunnya setiap dia bangun dari tidur dalam keadaan lupa.

Mungkin, bagi banyak orang, kita harusnya bersyukur dengan keadaan ini. Dimana masih ada lelaki yang mau dengan sabar menunggu dan menjaga. Mungkin, kita akan berpikir bahwa Ben benar-benar mencintai Chrissy dengan cinta dan kesetiaan yang demikian besar. Hingga berpikir, bahwa ini adalah sebuah romansa yang demikian hebat.

Tapi, pernahkah kita bisa membedakan antara Cinta dan Ambisi ? Bagaimana jika di antara keduanya terdapat ketulusan dan kesetiaan? Masihkah kita bisa melihat perbedaannya? Di sinilah, kita sebagai pembaca dituntut untuk melihat dengan teliti, bukan sekadar gambaran besar dari hal-hal yang setiap harinya dialami oleh Chrissy. Betapa terkadang keadilan itu memang bukan seperti apa yang manusia kira.

Cinta tentunya sebuah perasaan yang tidak bisa digambarkan, namun bagi seseorang yang mencintai orang lain adalah hal yang baik dan benar-benar membuktikan bahwa Cinta tidak mengekang orang lain untuk berbuat sesuatu. Bahkan, terkadang cinta itu juga berarti melepaskan. Kalau meminjam kalimat kutipan dari A Walk To Remember :

Love is always patient and kind; it is never jealous, love is never boastful or conceited; it is never rude or selfish; it does not take offense, and is not resentful. Love takes no pleasure in other people's sins but delights in the truth; it is always ready to excuse, to trust, to hope, and to endure whatever comes. ~ A Walk To Remember


Sedangkan Ambisi, adalah sebuah hasrat, keinginan, nafsu untuk melakukan atau mendapatkan sesuatu. Di sinilah bentuk perbedaan antara Cinta dan Ambisi itu berada. Dimana pada Ambisi, keinginan seseorang untuk memiliki orang lain memiliki wujud yang tak terlihat namun memberikan rasa tidak nyaman pada orang tersebut. Orang yang berambisi bisa saja tidak akan gentar sebelum mendapatkan apa yang dia inginkan, dan seringnya terjadi, tidak memedulikan apakah orang yang diinginkannya itu menginginkan dirinya juga atau tidak. Inilah yang dirasakan oleh Chrissy dari Ben.

I do not know how long I stood there. For me time stretches, is almost meaningless. Years have slipped through me, leaving no trace. Minute do not exist. ~ Pg 81



***


Membaca Before I Go To Sleep, membuat saya belajar untuk melihat sesuatu secara teliti. Tidak gegabah hanya karena salah satu tokohnya tampak tulus menyayangi. Bisa saja saya mengatakan pada Chrissy bahwa dia tidak bersyukur karena hanya Ben-lah yang mau menyayanginya, merawatnya hingga menjaganya.

Bisa juga saya mengatakan, bahwa perjuangan Ben tidaklah mudah untuk terus menerus menghadapi Chrissy yang berbeda setiap hari. Karena sebagai pembaca, saya juga bisa saja mengatakan kalau bagi Ben, pun sangat berat dimana dia harus melakukan hal yang rutin setiap pagi yaitu menyeritakan hal yang sama berulang kali pada Chrissy, sebelum berangkat kerja.

Persis seperti cerita Lolita, seorang gadis yang tampak dari luar sangat mencintai dan menyayangi serta rela bercinta dengan Humbert. Kita sebagai pembaca mungkin akan melihat bahwa ini toh bukan kesalahan, karena keduanya saling mencintai. Kita terkadang lupa, bahwa ada hal lain yang harus kita perhatikan sebelum menentukan apakah ini buruk atau tidak. Seperti Chrissy yang terus mencari kebenaran akan hal-hal yang disembunyikan oleh Ben demi satu hal yaitu KEBEBASAN.

Novel ini terinspirasi dari kehidupan beberapa pasien Amnesia, salah satunya adalah Henry Gustav dan Clive Wearing, dimana cerita mereka dikisahkan oleh istrinya dan dibukukan dengan judul Forever Today : A Memoir of Love and Amnesia. Namun, S.J Watson benar-benar mampu mengemasnya menjadi cerita yang membuat saya penasaran dan could not put it down sebelum menyelesaikannya.[Ipeh Alena]

Post a Comment

0 Comments