Akhirnya bisa update review novel lagi setelah beberapa hari, eh udah menjadi bulan ya, hehe, tidak update review bacaan.
Awalnya karena mau fokus selama Ramadan ingin benar-benar memanfaatkan waktu yang istimewa itu. Selepas lebaran, akhirnya bisa lanjut baca fiksi tapi memang agak tersendat untuk nulis ulasan.
Sempat tulis ulasan sih dan diunggah di kompasiana tapi setelahnya, mandeg lagi. Benar-benar cuma ingin baca dan udah gitu, enggak menuliskannya dimana-mana.
Bahkan, untuk update record bacaan aja rasanya seperti mager banget. Alhasil, aku berdamai dengan diri sendiri. Nggak mau memaksakan diri, toh dahulu saat belum kenal goodreads maupun bookmory aku tetap membaca dan menyelesaikan banyak bacaan.
Jadi, sekarang niatnya mau santai membaca dan menikmati bacaan yang ada saat ini. Kalaupun mau sharing, sepertinya sudah mulai ingin kembali menulis panjang seperti ini. Kalaupun nanti tayang di blog, alhamdulillah pun kalau berakhir tetap menjadi draf tetap bersyukur.
Oiya, semenjak kenal buku-buku cerita SIBI, aku jadi sering banget membaca karya fiksi di sini. Terutama untuk genre remaja yang selalu ada unsur slice of life-nya. Benar-benar persis seperti karya middle grade ala luar negeri yang bobot problematika kehidupannya tuh dibilang berat, iya. Tapi, kayak sesuai aja sama usia mereka dan tentunya terasa relate banget sama permasalahan yang terjadi di sosial masyarakat.
Sinopsis dan Informasi Novel Misteri Drumben Tengah Malam
Bagi Faben, tinggal di Yogya sungguh menyebalkan. Makanan, teman-teman, dan cuacanya sungguh berbeda dengan Bengkulu, kota kelahirannya. Namun, Faben tak punya pilihan. Dia harus tinggal di sana selama dua tahun. Berbagai permasalahan pun timbul. Faben terus mengeluh dan berharap dua tahun cepat berlalu. Suatu malam, Faben mendengar suara drumben. Aneh, siapa yang bermain drumben malam-malam begini? Faben pun mencari informasi di internet. Konon, itu adalah drumben makhluk astral! Katanya, siapapun yang mendengar suara drumben itu, akan menetap di Yogya selamanya. Huaa, Faben tak mau.
Judul : Misteri Drumben Tengah Malam
Penulis : Dian Kristiani
Tebal : 154 halaman
Penerbit : Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Terbit : Cetakan Pertama, 2023
ISBN 978-623-118-007-0
ISBN 978-623-118-008-7 (PDF)
Kisah Misteri Berbalut Drama
Hal yang membuat cerita ini menarik adalah misteri yang sesuai dengan judulnya. Suara drumben di tengah malam yang berkaitan juga dengan mitos di Yogyakarta. Disertai dengan bumbu drama slice of life kehidupan remaja yang tidak melulu perihal percintaan.
Ada juga kisah seru dalam persahabatan dan juga perjuangan seseorang demi melanjutkan mimpi, meraihnya dan mewujudkannya. Hanya saja, batu sandungan dalam kehidupannya inilah yang menjadi bobot moral terpenting dalam cerita. Tak harus selalu menjadi pemeran utama untuk memberi pesan penting. Terkadang, menjadi pemeran pendukung tetap memiliki porsi tersendiri dalam cerita maupun kehidupan. Karena, intinya kita memang peran utama dalam kehidupan kita, hanya terkadang berbeda pov saja, gitu.
Drama slice of life yang kumaksud di cerita ini justru dialami oleh teman barunya Faben. Si tokoh utama yang sedang berusaha beradaptasi dengan kehidupan di Yogya. Ia adalah anak Bengkulu yang baru pertama kali menikmati daerah lain di luar kota kelahirannya itu. Dan Jogja menjadi kota pertama tempatnya belajar tentang budaya lain yang ada di Indonesia dan bagaimana struggle-nya Faben menerima segala perbedaan baik budaya maupun selera makanan.
Sisipan drama yang diambil dari problematika kehidupan kawannya Faben ini memang tidak mengambil banyak porsi di cerita ini. Sebab, sesuai peruntukannya di judul, ini berkisah tentang misteri yang akhirnya menjadi misteri hanya saja menjadi sebuah jendela informasi bagi pembaca untuk juga mengenal budaya dari kota Yogyakarta.
Opini Tentang Novel Misteri Drumben Tengah Malam
Bagiku novel ini kisahnya ringan, meski ada drama yang disisipkan tapi juga menjadi pemanis cerita meski rasanya tidak manis. Mungkin bisa disebut pelengkap lebih tepatnya, seperti taburan bawang goreng pada sajian sayur sop. Menambah lezat masakan, maka cerita pun bertambah seru dan memiliki pesan yang kuat dalam persahabatan mereka karena adanya drama keluarga dari Gendhis, kawannya Faben ini.
Misteri atau mitos yang sering dipercaya di suatu tempat pun tidak dibantah sebagai sekadar bualan atau tahayul saja. Tapi, juga disisipi pesan bahwa di suatu tempat itu adalah hal yang lumrah dipercayai dan sebagai pendatang memang sangat lebih baik untuk menghargainya. Sehingga, tidak perlu nyinyirin apalagi membandingkan dengan tempat kelahiran yang mungkin berbeda budaya. Sebab, Indonesia itu memang terbangun dari banyak budaya dan banyak tradisi.
Novel yang kutemukan di kategori Non Teks di Jenjang Pembaca Madya D ini memuat ilustrasi yang menarik dan menyenangkan. Membuatku yang memang suka dengan novel berilustrasi ini sehingga proses membaca novel ini terasa mengalir dan menyenangkan.
Sangat cocok buat teman-teman yang sedang butuh membaca novel ringan disertai ilustrasi yang bagus dan menarik. Sebab, selama membacanya membuat saya tak terasa sudah menapaki halaman terakhir.
Ada kutipan menarik dari Mamanya Faben di novel ini, “Siapa yang bisa kita kendalikan? DIRI KITA SENDIRI. Jangan mau memiliki hati yang marah dan gelisah karena ulah orang lain. Kendalikan diri kita, isi hati kita dengan hal-hal baik.” dan juga nasihat ini juga cukup menarik, “apa kamu seumur hidup mau mendendam pada orang yang bahkan tak memikirkanmu? Rugi, dong!”.
Saya juga sudah menuliskan review beberapa novel dari SIBI dan bisa teman-teman temukan di sini ya.
