Gara-gara percobaan dan keinginan dalam hati Rose Bliss, yang membuatnya tanpa ragu percaya pada Bibi Lily. Akhirnya, Booke Bliss hilang dari penyimpanannya. Siapa lagi kalau bukan Bibi Lily yang aneh yang mengambilnya?
Novel A Dash of Magic Buku Kedua Trilogy Bliss Bakery
Rose sudah mengakui bahwa ini semua karena keputusan buruknya. Ia sudah mengakui dan belajar untuk bertanggung jawab dengan mengikuti kompetisi membuat kue bergengsi di Prancis. Kalau ia bisa menang melawan Lily, tentunya Booke akan kembali pada keluarga Bliss.
Yang membuat mereka repot adalah karena keluarga Bliss sama sekali belum pernah mengingat apalagi menyalin isi resep dalam Booke. Akibatnya, masyarakat di Calamity Fall mereka seperti orang-orang yang kehilangan harapan. Banyak ketidak-seimbangan terjadi karena roti ajaib yang mereka butuhkan tidak lagi bisa tersajikan.
Demi mendapatkan kembali Booke, keluarga Bliss ikut mendukung Rose dan Ty dalam kompetisi memasak. Oh, tidak lupa dengan kakek Balthazar dan kucingnya Asparagus. Kalau penasaran, siapa kakek Balthazar ini? Bisa ikuti keseruan cerita keluarga Bliss di buku kedua ini.
Kartu Tanda Buku
Judul : A Dash of Magic - Bliss Bakery Novel #2
Penulis : Kathryn Littlewood
Tebal : 300 halaman
Bahasa : Indonesia Terjemah
Penerbit : Mizan Fantasi
ISBN : 9789794338117
Resep Kue Berdasarkan Tema
Di kompetisi membuat kue ini, Rose dan Ty harus bertemu dengan Jean-Pierre seorang kritikus dan ahli makanan yang terhebat. Dia juga yang menjadi juri dan menentukan tema pada setiap sesi kompetisi. Sang juara tentunya akan dipilih oleh ia sendiri.
Setiap tema akan ditentukan secara mendadak setiap hari. Ini tentunya membuat keluarga Bliss kewalahan sebab mereka tidak siap dengan semua resep maupun bahan ajaib yang mereka miliki.
Berkat bantuan kakek Balthazar, setidaknya mereka bisa sedikit mengetahui apa saja yang mereka butuhkan. Tinggal mencari cara bagaimana mendapatkan bahan ajaib seperti rona merah ratu? Atau bahan ajaib air murni dari hujan?
Sungguh, petualangan kakak-beradik Bliss ini cukup seru. Ditambah kondisi Leigh yang memakan cupcake khusus yang membuatnya berbicara seperti seorang countess. Tapi, keberadaan Leigh justru banyak membantu kakak-kakaknya.
Sementara Sage? Tentu, dia juga senang membantu. Bahkan, ia rela menghirup helium demi bisa terbang. Walaupun dia hampir terlepas dan keadaan saat itu cukup menegangkan.
Ide-ide Khas Anak Remaja
Meski Rose ingin bertanggung jawab, tapi dia sendiri tidak yakin pada keahliannya dalam membuat kue. Itulah yang memantik dirinya untuk terus berusaha mencuri kembali Booke dari genggaman Bibi Lily.
Sayangnya, di hotel Notre Dame tepatnya di Lantai Fantasi, kakak beradik Bliss tidak pernah bisa lolos dari jebakan Lily. Sehingga, Booke masih belum bisa mereka rebut kembali dan memaksa Rose serta Ty terus mengikuti kompetisi hingga tersisa 3 peserta, kemudian 2 peserta dan setelahnya sesseorang keluar sebagai pemenang. Tapi siapa?
Setiap harinya mereka benar-benar harus mencari cara mengetahui tema apa yang akan mereka dapat dan bagaimana memenuhi bahan ajaib dalam waktu singkat. Saat mereka berupaya mendapatkan bahan ajaib bersama hantu dan bantuan Jacques. Peserta yang telah gugur, gadis kembar yang tersingkir, akhirnya mendukung mereka.
Mereka membantu kakak beradik Bliss demi bisa masuk ke menara lonceng Notre Dame. Alasan mereka membantu adalah ternyata mereka dicurangi juga oleh Bibi Lily dengan menukar ramuan asam yang sudah dipersiapkan gadis kembar saat kompetisi.
Karena kesal, akhirnya mereka membantu dan mendukung mereka. Dan tentunya setiap pengumpulan bahan ajaib merupakan petualangan yang lebih seru dari kompetisinya. Bahkan, proses ingin merebut Booke kembali dengan segala macam jebakannya masih kalah seru dari petualangan mereka membuat Monalisa tersenyum getir, haha.
Setiap proses pengumpulan, mereka semua bersama-sama mencari ide bagaimana menghadapi sumber bahan ajaib. Sebab, tidak semua sumbernya mudah untuk memberikan apa yang mereka butuhkan.
Pendapatku di Novel A Dash of Magic
Buku kedua dari trilogy Bliss Bakery ini memang terbilang lebih ringan dan tidak begitu banyak misteri yang terungkap. Namun, berisi petualangan seru menyusuri setiap sudut wilayah dekat Hotel Notre Dame tempat mereka menginap.
Persaudaraan antara Ty, Rose, Sage dan Leigh juga semakin erat. Rose mulai menyadari bahwa ternyata ia berharga bagi saudaranya yang lain. Kejujuran dan komunikasi mulai terjalin di keluarga mereka. Sehingga, tidak ada lagi yang memendam pemikiran yang tidak tepat terhadap anggota keluarga lain.
Yang paling lucu sebenarnya adalah Leigh, pasti aneh banget sih, melihat anak berusia 4 tahun tapi ucapannya seperti saudagar wanita berusia 30 tahunan. Hehe. Intinya kisah ini cukup seru meski misteri dan berdebar sama anehnya masih dimenangkan oleh buku pertama.
