Make Time merupakan judul buku nonfiksi yang ditulis oleh Jake Knapp dan John Zeratsky yang membahas tentang mengatur waktu demi mewujudkan beberapa kegiatan yang ingin dilakukan tanpa menguras energi dan mengesampingkan pekerjaan wajib lainnya. Bagi beberapa pembaca yang sering menikmati buku tentang manajemen waktu, mungkin tema ini bukan sesuatu yang baru.
Sejujurnya, bagi aku pribadi buku ini meskipun memang cukup banyak berisi hal yang cukup informatif. Tapi, isinya tidak jauh berbeda dengan beberapa buku sejenis terkait manajemen waktu. Seperti Atomic Habits dan buku The Lazy Genius Way, dari kedua buku ini yang sudah aku baca, buku Make Time ini seperti memberikan istilah baru bagi kegiatan yang sudah dijelaskan juga di kedua buku yang aku sebut.
Namun, bagi yang masih penasaran, membaca buku ini bisa menjadi pengingat semisalnya sedang ingin back on track mengatur waktu sehingga tidak overwhelmed dengan aktivitas lainnya.
Sekitar Buku Make Time dan Informasi Buku
Pernahkan kamu merenung dan bertanya-tanya, “Apa sih yang benar-benar telah kulakukan hari ini?” Pernahkah kamu melamunkan proyek-proyek dan aktivitas yang akan kamu kerjakan “suatu hari nanti” - tetapi saat itu tak pernah datang?
Kita semua mengalami kesulitan meluangkan waktu untuk hal-hal yang sangat penting. Setiap hari kita memulai dengan niat terbaik - tapi kemudian waktu kita ditelan habis oleh rapat beruntun, rantai pesan dan email yang tak pernah berhenti dan update yang tak pernah berakhir di media sosial. Terkadang letih dan terdistraksi sudah menjadi “keadaan normal” kita. Tetapi, bagaimana jika kita bisa melangkah keluar dari roda putar hamster itu dan mulai memegang kendali atas waktu dan perhatian kita?
Make Time bukanlah soal produktivitas atau mencontreng lebih banyak daftar tugas. Buku ini juga tidak mengusulkan solusi yang tak realistis, misalnya membuang smartphone atau menyumpahi media sosial. Make Time menawarkan menu 87 poin taktik yang bisa kamu selaraskan sendiri, antara lain :
- Daftar hal-hal yang mungkin bisa dilakukan
- Tidak memudahkan diri sendiri
- Jangan cek handphone sewaktu bangun pagi
- Jadikan piringmu seperti alun-alun
- Mengunci diri di luar
- dan masih banyak lagi
Informasi Buku Make Time
Judul : Make Time : Cara Fokus Pada Hal-hal Penting Setiap Hari
Penulis : Jake Knapp dan John Zeratsky
Tebal : 343 halaman
Bahasa : Indonesia Terjemahan
Edisi : Digital, 2022
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 9786020656182
Apakah Isi Buku Ini Sama Dengan Tips Manajemen Waktu Lainnya ?
Pada intinya sebenarnya sama dalam manajemen waktu secara keseluruhan. Hanya saja, kedua penulis ini memberikan istilah yang berbeda dengan pengalaman masing-masing saat penerapan teori yang keduanya buat.
Jadi, apa yang disajikan di sini merupakan hasil dari pengalaman kedua penulis terkait manajemen waktu yang membuat keduanya tidak kehabisan energi. Dengan kondisi keduanya merupakan kepala keluarga yang juga ingin meluangkan waktu bermain dengan anak dan berbincang dengan pasangan
Cara kerja teknik Make Time yang dalam terjemahan bahasa indonesianya adalah teknik Meluangkan Waktu untuk melakukan aktivitas atau kegiatan yang ingin sekali dilakukan ini diwakilkan dengan diagram dan istilah yang mereka ciptakan
Dimulai dengan Sorotan - Laser - Energi - Renungan. Demikianlah urutan yang dibuat penulis berdasarkan pengalaman mereka.
Cara penentuan Sorotan ini juga dijelaskan, bisa saja kegiatan yang dijadikan sorotan ini tidak terkait dengan pekerjaan. Bahkan, bisa jadi bukan sesuatu yang sangat urgent namun sesuatu yang ingin sekali dilakukan namun belum kesampaian diwujudkan, entah itu aktivitas yang bobotnya ringan maupun sangat ringan seperti sekadar memancing atau menonton
Teknik meluangkan waktu ini memang dikhususkan bagi mereka yang merasa kehabisan energi bahkan tidak memiliki energi untuk sekadar duduk tenang menulis jurnal. Atau bahkan menghabiskan waktu dengan keluarga.
Jadi, jika mencari buku yang sebenarnya fokus pada pembagian energi melalui manajemen waktu, berarti buku inilah jawabannya. Sebab, di sini memang dijelaskan bagaimana agar energi seharian tidak habis hanya untuk hal yang dinilai produktif tapi juga bisa digunakan untuk kegiatan menjaga keharmonisan keluarga atau kegiatan self love.
Istilahnya, menjaga energi agar work life seimbang. Jadi, penekanan yang aku rasakan dari buku ini adalah bagaimana pembagian energi melalui manajemen waktu. Bukan sekadar cara mengatur waktu saja demi tidak kelelahan. Bisa dibilang, urutan pengaturannya berbeda, energi dulu yang diatur baru jadwalnya. Meski dalam diagramnya yang ditawarkan justru poin utamanya penentuan aktivitasnya dahulu.
Menghilangkan Distraksi Bisa Jadi Tidak Semudah Itu
Ini sedikit pikiran yang sedikit mengganggu saat memasuki bab menghilangkan distraksi yang diwakilkan melalui email dan media sosial.
Kegelisahan ini terkait dengan buku yang pernah aku baca tentang distraksi yang berjudul Indistractable: How to Control Your Attention and Choose Your Life karya Nir Eyal. Dalam buku ini justru distraksi yang sering muncul saat ingin fokus justru sebenarnya bersumber pada masalah yang cukup besar dalam diri. Bukan sekadar gangguan notifikasi semata.
Jadi, ketika dikatakan bahwa notifikasi email atau sosial media sangat mengganggu sehingga cukup digeser dengan disediakan waktu untuk mengeceknya. Ini merupakan pernyataan yang agak mengganggu jika aku mengaitkannya dengan buku Nir Eyal. Sebab, faktanya memang seringnya distraksi yang saat ini terjadi seringnya berasal dari permasalahan yang berasal dari diri sendiri.
Namun, bukan berarti tidak bisa menikmati isi informasi dalam buku ini sebab tidak sepenuhnya benar. Bukan. Tapi, ketika sudah mendalami dan tercerahkan terkait sesuatu yang faktanya bisa sedalam itu pengaruhnya, kemudian mendapati pendapat yang mengatakan cukup dilakukan ini dan itu dengan cara yang mudah. Rasanya seperti gangguan yang ingin sekali diutarakan. Karena itu, aku ungkapkan dalam tulisan ini.
Sebab, gangguan atau distraksi yang berasal dari teknologi pada masa ini bahkan jika dikaitkan juga dengan buku Dopamine Detox justru menguatkan pemikiran bahwa ini bukan sekadar gangguan notifikasi semata.
Tapi, aku menghargai pendapat kedua penulis ini. Sebab, keduanya pun tetap berusaha untuk membahas sesuai pengalaman mereka yang mungkin merasakan distraksi dari kehadiran teknologi yang super canggih ini dan butuh sesuatu yang ringkas dan sederhana. Bahkan, beberapa tips untuk mengatasi distraksi juga dibahas dengan cara yang sama dengan beberapa buku lain yang terkait. Maksudnya, apa yang mereka praktekkan memang sesuatu yang bisa sedikit mengatasi distraksi.
Hanya saja jika pembaca membutuhkan informasi mengenai distraksi yang terus-menerus mengganggu fokus sebab lebih sering menghabiskan waktu pada distraksi daripada fokus pada apa yang ingin dilakukan. Bisa membaca buku Indistractable dan Dopamine Detox untuk melihat distraksi melalui sudut pandang yang cukup berbeda namun keduanya sejalan secara tema. Siapa tahu justru mendapat informasi terbaru yang bisa membantu mendapatkan big picture tentang distraksi itu sendiri.
Lantas Apa Yang Bisa Menjadi Daya Tarik Dari Buku Ini ?
Tenang saja, buku ini bukan berarti tidak memiliki isi yang unik dan berbeda dari yang lain. Atau tidak memiliki informasi baru yang bermanfaat. Buku ini tetap memiliki pembahasan yang cukup berbeda.
Salah satunya adalah meminta pembaca yang ingin fokus untuk menuliskan setiap rencana ataupun proyek yang ingin dilakukan di atas kertas. Seperti terkutip di halaman 194, “Di atas kertas kamu bisa melakukan apa saja.” Pernyataan ini ditujukan sebagai perbandingan bahwa di aplikasi seperti Word hanya digunakan untuk baris tulisan sementara di Power Point untuk gambar poin utama. Namun, jika menuliskannya di atas kertas, bisa melakukan apapun, menggambar mind map sampai menuliskan tabel atau kerangka apapun terkait proyek yang ingin dilakukan.
Tak hanya itu, pembahasan mengenai menikmati rasa bosan juga menjadi sesuatu yang cukup berbeda dibanding buku lain. Sebab, dalam buku ini justru harus meluangkan waktu untuk merasa bosan.
Buku Ini Menurut Pendapatku
Walaupun sudah sempat aku sebutkan bahwa isi buku ini tidak banyak sesuatu yang baru. Namun, penulis buku ini mengemasnya bukan saja untuk disajikan bagi mereka yang ingin mengatur waktu tapi juga menjadikan hidup sepenuhnya sehat dan hadir secara utuh.
Sebab, energi pun termasuk dalam bagian kehidupan yang berkaitan dengan mental dan fisik. Sehingga, terdapat beberapa bab yang juga membahas terkait menjaga kesehatan mental dan fisik. Dan memang sejalan dengan judul buku ini yaitu Meluangkan Waktu yang fokusnya bukan sekadar untuk semua pekerjaan atau hal yang dinilai produktif tapi juga untuk hal yang sering dikesampingkan yaitu kesehatan.
Buku ini juga cukup menarik sebab disisipi ilustrasi yang membuat informasi yang disampaikan cukup interaktif dan membuat proses membaca terasa ringan juga tidak cepat bosan. Oiya, yang menariknya lagi, pada bagian akhir terdapat bab rekomendasi bacaan yang justru bisa membuatmu bisa mengeksplorasi hal terkait manajemen waktu dan energi.
