Ads 720 x 90

Book Reviewer

Ulasan Buku : Yakumo - The Place Where The Soul Belongs

Yakumo
The Place Where The Soul Belongs


Berawal dari bayangan hitam yang dilihat Masato saat mereka sedang piknik bersama teman sekolahnya. Membawa Yumiko, kawan sekelasnya yang baik, mengalami sesuatu yang aneh.


Kartu Tanda Buku



Judul : Ulasan The Place Where The Soul Belongs
Penulis : Manabu Kaminaga⁣
Halaman : 309
Bahasa : Indonesia
Versi : Buku Fisik
Diterbitkan oleh Penerbit Clover
ISBN : 9786024803476
Untuk usia : 17+


Sekilas Cerita


Meski dikatakan bahwa Yumiko tengah sakit masuk angin. Namun, bayangan yang hanya bisa dilihat Masato. Membuatnya percaya bahwa penyakit Yumiko berhubungan dengan itu.

Apalagi, ketika Masato dan Tomoya sedang di perjalanan menuju rumah Yumiko. Mereka berpapasan dengan Yumiko yang tampak aneh. Keanehan itu menjadi-jadi ketika Yumiko mencekik leher Masato.

Di tempat lain, Yakumo dan Haruka yang sedang main ke tempat Gotou. Akan membuat kejutan untuk Nao. Ia berulangtahun hari itu. Detektif Gotou serta istrinya merencanakan untuk memberinya kejutan. Sejak Nao resmi diasuk oleh Gotou, ia menjadi sosok yang lebih lembut dan melankolis.


Klimaks



Kejadian berawal dari lepasnya penjahat wanita berdarah dingin. Dari pengakuan supir pengemudi mobil tahanan, ia mengatakan kalau di tengah jalan, mobilnya harus rem mendadak karena ada sosok lelaki berjas di tengah jalan. Yang kemunculannya cukup tiba-tiba.

Ishii yang merupakan asisten detektif Gotou, dimintai untuk mengusut penyebab kejadian itu. Namun, tidak ditemukan korban sama sekali di lokasi. Padahal, jika dipikirkan secara logis, tidak mungkin orang yang ada di tengah jalan itu bisa selamat.

Miyuki Nanase adalah nama penjahat yang sedang buron ini. Dari saksi sang pengendara, kondisi Nanase saat itu cukup memprihatinkan. Karena, dia ikut terluka parah. Namun, tetap saja, tidak ditemukan jejaknya. Ia memang cukup jago melarikan diri.

Sementara itu, Yakumo, Haruka dan detektif Gotou sedang berkunjung ke Nagano. Tempat tinggal Masato yang menelpon Haruka, menyeritakan perihal hilangnya Yumiko. Sampai hal-hal misterius yang terjadi padanya. Masato juga mengatakan kalau Yumiko diculik dewa.


Sekilas Tentang Yakumo



Bagi yang belum pernah baca kisah Yakumo. Sosok dia tuh termasuk cowok cool, kalau ngomong suka nyelekit, punya mata yang beda warnanya, pikirannya logis dan senang membantu tapi suka gengsian.

Di buku yang Ipeh baca ini, terbongkar siapa sosok Nanase itu. Terus, dari mana asal muasal Yakumo pun terungkap. Sayangnya, bagi yang belum baca dari awal, tetap aja masih ada yang bikin penasaran.

Yakumo punya mata beda warna, satu merah satunya hitam. Matanya yang warna merah itu membuatnya bisa melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat sama manusia biasa. Alias bisa melihat hantu atau the soul of the dead.

Karena kemampuannya ini, Yakumo sering mendapat bantuan dari para arwah untuk kemudian membantu pihak kepolisian menyelesaikan kasus kriminal. Jadi keingetan sama John Conolly di buku Every Dead Things. Detektifnya minta tolong sama cenayang buat nyelesain masalah kriminal yang nggak selesai-selesai.

Satu lagi, sesuatu yang khas banget sama Yakumo. Yang bisa bikin dia mirip sama akang-akang sunda. Dia setiap mau melakukan tindakan atau mencari informasi, pasti nanya dulu ke korbannya. “SAHA MANEH?” iya itu beneran, dia nanya “Siapa kamu?” Soalnya dia percaya kalau emosi setiap arwah itu bisa jadi penunjuk untuk mencari jalan keluar.



Yakumo
Terbitan Penerbit Clover


The Place Where the Soul Belong



Begitu pula dengan kisah di buku ini. Yakumo menggunakan kemampuannya untuk menemukan banyak hal yang disembunyikan. Banyak hal terkuak, seperti seorang anak yang menanggung beban kesalahan orangtuanya. Sampai kehilangan sosok yang paling dikasihi, menjadi momen paling menyedihkan di sini.

Hubungan Haruka dan Yakumo kayaknya memang segitu-gitu aja, ya. Ngga ada penambahan lebih lanjut. Padahal sampai disajiin batu di mangkoknya, sama bapaknya Haruka. Masih aja si Yakumo ini, ahahahaha. Ini bagian kocak, sih.


Pendapat Ipeh



Di buku ini, pertama kali akhirnya Ipeh menikmati bacaan yang sampai diulang-ulang. Saking ingin memperbaiki mood baca. Alhamdulillah, akhirnya bisa selesai.

Gaya penulisannya tuh enak banget. Mengalir seperti baca Manga. Apalagi karena buku ini diangkat dari Manga. Jadi, kaya versi novelnya, untuk ceritanya sih sama. Ini buat kalian yang nggak mau cepat selesai baca cerita.

Karena, kalau baca Manga kan cepet habis. Di buku ini, nggak. Malah makin menikmati karena bisa berimajinasi dengan bebas tanpa terbatasi dengan gambar yang sudah disediakan.

Tetep aja sih, untuk sosok Yakumonya harus nyari di google dulu. Biar bayanginnya tambah mantap. Apalagi di beberapa bagian, kaya pas dia suka ngacak rambut. Ini kan bikin penasaran soalnya kayanya cool banget gitu.

Pada akhirnya, Ipeh bakalan nunggu sampai seri ini selesai. Tunggu aja diterbitin sama Penerbit Clover, ya. Tapi, sebelum itu, ada dua buku Yakumo, tapi dia nanganin kasus lain. Jadi, enggak berhubungan dengan cerita lanjutan di buku ini.

Bukunya sudah terbit di Penerbit Clover. Pertama, buku yang kisahnya saat Yakumo belum ketemu Haruka. Yang kedua, berbeda dari cerita yang berseri ini. Kaya beda kasus di beda hari gitu.

Buat yang suka buku dengan tema misteri, pembunuhan sampai thriler. Silakan baca buku ini. Karena kusuka baca Manga, jadi akan terdengar overrated tapi yaa gimana, aku suka sih ya.


Related Posts

1 comment

  1. Wah, kebetulan sekali saya suka juga buku misteri. Sejauh ini saya belum pernah baca buku yang berkisah orang-orang Jepang dan budayanya sih? Tapi ini bisa jadi pengingat saya saat aku mau beli buku lagi.

    Salam...

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah meninggalkan komentar. Mohon gunakan kalimat yang sopan. Link hidup akan otomatis terhapus.

Subscribe Our Newsletter