Skip to main content

Ulasan Buku : Pesan Terakhir Yang Jadi Pilihan Akhir Karena Gabut

Blogger buku indonesia



Pesan Terakhir merupakan novel yang berkisah tentang hubungan keluarga. Gilbert Goh seorang direktur perusahaan besar. Merasakan hatinya bergetar saat memandang sekretarisnya Tania Wu pertama kali sejak mereka bekerjasama selama 5 tahun. 

Karena sesuatu yang darurat, Gilbert mengajak Tania mampir ke rumahnya. Sebelum ia mengantar Tania ke rumahnya. Di sana ia bertemu dengan Vincent, anaknya Gilbert.

Setelah pertemuan itu, Vincent meminta Tania untuk menghabiskan waktu bersama mereka. Hingga tak lama, 5 bulan kemudian keduanya menikah. Dari rahim Tania, lahirlah tiga orang anak. 


Kartu Tanda Buku



Judul : Pesan Terakhir
Penulis : Rosni Lim
Halaman : 152
Bahasa : Indonesia
Diterbitkan oleh Bhuana Ilmu Populer
Baca di Gramedia Digital



Momen Vincent Jatuh dan Berdarah



Ebook yang kubaca di Gramedia Digital ini. Ceritanya biasa aja. Bisa ketebak dan ngga ada plot twist. Bahkan, rasanya datar. Tidak ada hubungan emosi pada pembaca. Jadi kaya baca tulisan informasi biasa. Terutama pas bapak mereka meninggal. 


Ketika Vincent jatuh dan Gilbert khawatir. Ini tuh momennya kaya biasa aja. Kaya denger anak kejepit tapi ya udah kejepit doang. Kaya emak kuh yang bodo amat anaknya kayang kek apa koprol. 

Padahal notabennya kondisi si Vincent ini ceritanya kan anak orang kaya, ya. Yang kalo kegigit nyamuk aja itu nyamuk bakalan dituntut. Tapi, kok ya malah jadi B aja gitu. 

Padahal lebih dramatis kalo mau dibikin kaya emak owe kehilangan Tupperware. Momen menegangkan ketika Ipeh nyari tupperware di kolong meja nggak ada. Nyari di Pantry juga nggak ada. Terakhir, nyari di tempat sampah, ngga ada juga. 

Pas pulang, yang ditanya itu Tupperware nya. Udah dicuci belom di kantor. Terus mana bentuknya? Horor banget. Ini tuh harusnya kaya gini momennya. Ada banyak pertanyaan gitu. 


Mana tupperware nya? 
Udah dicuci belom? 
Jangan sampe lupa dibuka tutupnya biar ngga bau.
Kamu taro di mana? Kok di tempat cuci piring nggak ada? 


Masuk lagi gitu loh misalnya pas Gilbert sampe rumah. Terus dia nanya lagi gitu dong ke pembokatnya. 


Wey. Mana tupperware gw??? 
Jangan bilang ilang. (ngomongnya udah ngga enak. Gambarin aja kaya apa ekspresinya. Misal muka emak gw udah melotot tajam ke arah gw setajam sindiran tetangga gw yang nanya kapan gw pacaran, eh nikah.) 


Pas tau ilang…. 


LU PIKIR ITU TUPPERWARE HARGANYA SEMURAH HARGA DIRI LO? (Sambil melotot gitu ekspresinya terus napas tersengal-sengal karena mencoba menahan biar nggak nyelepet anaknya. Sambil meremas tangan sendiri saking keselnya.).


Kaya gini kan orang paham ya. Seberapa berarti si Tupperware. Lah di sini ceritanya malah kaya si Vincent ngga berharga. Padahal Gilbert bilang sayang banget dia sama ini anak. 



Baru Jalan Lima Bulan Udah Serius



Oke. Siapa yang nolak sama cowo kaya raya macem Gilbert. Terus naksir sama sekretarisnya. Apalagi ternyata sekretarisnya tuh cantik. 

Inget Why Secretary Kim?
Apakah pas baca Manhwanya kalian merasakan emosi naik turun? 
Kadang sebel aja gitu sama kadang mesam mesem pas si Mr. Perfect mulai kalang kabut. 

Momen saat Tania masuk ke ruangan Gilbert. Terus Gilbert baru sadar dia naksir sekretarisnya. Udah gitu pas penggambaran kalau Gilbert kaya cowo kaya nan ganteng dan dingin ini. Sangat B malah kesannya yalord ini apa?

Udah gitu mereka tuh ya pacaran lima bulan. Kaya baby sitter sama supir ngasuh anak majikan. Gitu-gitu aja. Ga ada obrolan penting yang bikin kita paham kalau mereka tuh emang jatuh cinta. 



Kesanku setelah baca ini…. 


I suspected that ini novel termasuk yang pesanan dari agen yang suka nyari naskah itu. Nggak melewati proses pembedahan panjang. Yang penting tokoh ada. Plot jelas. Ending masuk akal. 

Intinya ada elemen dasar dalam cerita. Udah aja boleh diterbitin. Meski datar aja gitu pas bacanya. Kaya ngga niat nulis. 

Atau malah ini sebenernya novel buat ide dasar yang bisa dipesen sama penulis lain. Terus bisa diolah lagi biar beda. Cuma, jadiin Gramedia Digital sebagai portfolionya gitu. Mbuh. 

Terus, kenapa Ipeh selalu berakhir baca novel ginian sih yalord. Dan kenapa ini masuk ke Bhuana Ilmu Populer? Kenapa ngga disediain editor yang bener-bener serius nggali naskah gitu.. 

Tolonglah…jangan siksa pembaca dengan cara seperti ini. 

Bodo amat ya, nulis ulasannya berantakan gini. Saking stressnya baca ini karena udah  berharap bisa baca sesuatu yang oke. 

Comments

N Firmansyah said…
Hahaha ikutan kesal baca ulasannya. Masuk daftar buku yang tidak akan aku baca deh kalau gitu wkwkwk
Admin said…
Ngeselin bat, bang. Serius. Jadi emosian gw X))

Popular posts from this blog

Novel Infinity Karya Mayang Aeni : Konflik Rumit Keluarga Hingga Luka Yang Terpendam

Novel Infinity Karya Mayang Aeni : Konflik Rumit Keluarga Hingga Luka Yang Terpendam


"Petra punya nyokapnya buat ngobatin luka." ~ (Pg 133 - Infinity)

Cerita dalam novel Infinity yang baru saja saya selesaikan ini, sebenarnya memiliki alur pertemuan dua remaja yang sudah terlalu sangat umum. Dari model bad boy kemudian berubah menjadi good boy karena cewek. Dimana pada awalnya si cewek ini sosok utama bullying si cowok dan gengnya.

Seperti pernah teringat cerita serupa dari film-film yang beredar? Sama! Sebab itu saya sempat mencibir kalau novel ini sepertinya tidak ada yang bisa saya bahas dan ada kemungkinan tidak mungkin saya tulis dalam satu tulisan utuh. Eh, tapi ternyata, ketika saya baca kembali dengan seksama dengan mengesampingkan hubungan si cowok dan cewek, ada sesuatu loh yang lumayan membekas.

Sesuai dengan kutipan di atas, merupakan dialog Bani seorang lelaki yang menjadi anggota geng The Fabs. Cowok inilah yang menjadikan Dinda sebagai objek bullying, itu karen…

Zone by Jack Lance | Book Review

Sewaktu Jack Lance datang ke Indonesia atas undangan Bhuana Tim. Promosi yang disebarkan secara besar-besaran itu menyebutkan sesuatu. Kalau Jack Lance ini, ibaratnya sosok Stephen King dari Belanda. Terbukti dari banyaknya buku beliau yang sudah dialih-bahasakan. Selain itu, buku-bukunya juga sudah banyak diadaptasi ke dalam film.

Kehadirannya juga dirayakan sebagai bagian kerjasama Bhuana dengan beliau. Karena, novelnya berjudul Zone ini diluncurkan dalam Bahasa Indonesia. Mengundang beberapa anggota dari banyak komunitas. Membuat acaranya tentu meriah. Apalagi, konon ada iming-iming mendapat novel dari penerbit. Siapa yang menolak?

Nah, berhubung momen tersebut sudah berlalu cukup lama. Saya akhirnya bias mencicipi karyanya. Sambal mencari tahu, apakah benar beliau setara dengan Stephen King. Kali ini, bukunya berjudul Zone yang saya baca. Jadi, apakah ada perbedaan atau persamaan, akan saya bahas sebentar lagi.

Saya ingin menyeritakan sedikit apa yang tertulis di bagian belakang …

The Ghost Bride (Pengantin Arwah)

The Ghost Bride - "Pada suatu malam, ayahku bertanya apakah aku mau menjadi pengantin arwah..."

Li Lan, putri tunggal sebuah keluarga yang bangkrut, mendapat lamaran dari keluarga Lim yang kaya raya dan berkuasa. Namun, calon suaminya adalah lelaki yang telah meninggal secara misterius, dan pernikahan ini dilakukan untuk menenangkan arwah penasarannya. Mengerikan memang, tapi tidak ada jalan lain untuk menjamin masa depan Li Lan.

Setelah kunjungannya ke mansion keluarga Lim, Li Lan mulai dihantui oleh calon suaminya dan dia tidak bisa lagi tidur tenang. Sedikit demi sedikit, Li Lan tertarik ke dunia arwah yang tidak hanya dihuni oleh para hantu lapar dan arwah pendendam, tapi juga para iblis penjaga berwujud banteng. Li Lan harus mengungkap rahasia kelam tentang keluarga Lim dan keluarganya sendiri, jika dia tidak mau terjebak di dunia arwah selamanya.



Detil Buku
Judul : The Ghost Bride (Pengantin Arwah) || Penulis : Yangsze Choo || Bahasa : Indonesia || Terbitan : Oktober 2014