Book Review


Semenjak tragedi kecelakaan. Salim mengalami kehidupan yang linglung. Terlalu sering bingung. Terkadang bingung kenapa dia jadi bingung. Seperti ketika pertama kali usai menabrak trotoar. Salim merasa bingung kenapa dia harus ke dokter. Padahal, ia merasa sehat dan tidak apa-apa. Belum lagi, dia harus membayar biaya berobat dari dokter. Makin jadi saja kebingungan Salim. Kenapa orang sakit dan sedang susah harus mengeluarkan uang hanya untuk berkonsultasi dengan dokter?

Bingung Bingung merupakan novel yang cukup membingungkan. Pelik memang jika kita memikirkan mengapa dan mengapa dalam kehidupan ini. Sehingga, terkadang tanya yang sering mampir dalam kepala kita. Jika disampaikan, mungkin akan seperti Salim keadaannya. Kita akan dianggap ketemplokan makhluk halus.


Kartu Tanda Buku

Judul : Bingung Bingung
Penulis : Fadel Ilahi Eldimisky
Halaman : 170 
Bahasa : Indonesia
Format : Ebook Gramedia Digital
Diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 9786020630472


Kehidupan Masyarakat Pinggiran Di Tengah Kota


Nah, bagaimana? Bingung tidak? Bermula dari kisah latar belakang Sofia yang bertemu dengan seorang pemuda. Di desanya, ia tidak banyak tahu mengenai kota. Hingga ketika diajak menikah, Sofia merasa sangat berbunga-bunga. Dalam bayangannya, tawaran untuk ikut tinggal di kota akan mewujudkan impiannya.

Ia ingin sekali bertemu dengan para artis dan pejabat. Ingin bersalaman dengan mereka semua. Selain itu, ingin sekali bisa berjalan-jalan di pusat perbelanjaan. Keinginan khas seorang gadis desa yang di kemudian hari benar-benar tinggal di kota Surabaya. 


Tinggal di kontrakan petakan. Sofia masih ingin merajut mimpinya. Tempat tinggal mereka yang berada di belakang sebuah pusat perbelanjaan. Memungkinkan Sofia untuk bisa main ke tempat tersebut. Harapannya masih sama, ia ingin bertemu dengan artis. Berjabat tangan dengannya. Tapi, hingga beberapa waktu ia tinggal di sana, belum pernah sekalipun berpapasan dengan salah satunya.

Sesekali Sofia mencoba untuk berjabat tangan dengan orang kaya. Yang bagi Sofia seolah tidak mengenal nominal uang yang dibelanjakan. Tidak perlu berpikir apakah nanti masih bisa makan atau tidak usai membeli barang yang harganya ratusan ribu. Namun, uluran tangan Sofia hanya dianggap keanehan bagi mereka.

Akibat kecelakaan yang menimpa suaminya. Tabungan milik Sofia harus terkuras habis. Setelah itu, kehidupan mereka lumayan membuat pusing. Hingga akhirnya Sofia memutuskan untuk membuka warung. Lokasinya tidak jauh dari rumah mereka. Aktivitas barunya ini membuat Salim dipaksa untuk mandiri.

Saat ingin sarapan, ia buat sendiri. Saat berangkat, tak ada lagi yang menemani hingga depan pintu seperti biasanya. Hingga tak lama ketika pulang ke rumah pun sering sendiri. Namun, tak beberapa lama, terjadilah penggusuran. Tempat jualan Sofia ditutup. Banyak yang protes dan berusaha untuk mengajukan tuntutan.

Dalam kemelut itu, Sofia masih harus meladeni kebingungan suaminya. Yang terbaru adalah ketika sang suami mengatakan hendak pergi ke dukun. Karena, tugas dari atasannya. Ini yang membuat Sofia akhirnya bersemangat untuk mengantarnya.




Bingung Bingung Sebuah Pemikiran Yang Sering Terlintas



Jika kita pernah menanyakan perihal keabsahan pernyataan bahwa Dukun bisa membaca pikiran. Berarti, kita pernah berada di posisi Salim. Hanya saja, kebingungan Salim ini selalu diutarakan dan menuntut jawaban saat itu juga. Membuat pembacanya bisa jadi kesal karenanya.


Dalam sebuah seminar tentang Parenting. Seorang pakar psikolog mengatakan bahwa, perkembangan seorang anak akan melewati proses dimana mereka memiliki ingin tahu yang besar. Karena itu, dilarang bagi orang tua untuk membatasinya.

Tapi, bagaimana jika kondisinya seperti Salim setelah kecelakaan? Yang tadinya justru Sofia yang sering bertanya dan Salim memberi jawaban yang sederhana. Kini, Sofia justru harus menghadapi ribuan pertanyaan kebingungan Salim setiap hari. 

Bahkan, bukan hanya itu, kebingungannya ini benar-benar banyak sekali. Rasanya, saya yakin suatu saat nanti banyak yang kemudian membatasi keingintahuan seseorang akibat takut. Kengerian jika suatu saat nanti banyak orang bingung seperti Salim memenuhi tempat mereka tinggal.

Ketika berada di tempat Haji Bakar. Dukun yang konon bisa membaca pikiran ini. Mengatakan bahwa Salim diganggu makhluk halus. Dia penunggu trotoar, seorang wanita muda yang baru saja menikah. Yang memiliki ribuan kebingungan dalam hidupnya. Sehingga, saat godaan makhluk tersebut mengenai Salim. Kebingungan tersebut justru menjadi-jadi. Tapi, Salim bersikukuh bahwa dirinya baik-baik saja.

Hingga terjadilah tanya jawab akan kebingungan Salim. Yang awal mulanya masih bisa ditanggapi oleh Haji Bakar. Namun, lama-kelamaan tidak bisa ditampung lagi. Sehingga, keduanya bertengkar mengenai, perihal kecil. Kenapa kalau Haji Bakar sudah tahu maksud dan tujuannya, Salim tetap harus mengerjakan ini dan itu?

Usai pertengkaran tersebut. Akhirnya Salim tetap diminta untuk membawa sesajen yang harus diletakkan di ruangan atasannya. Pagi itu, dengan berat hati Salim membawa kemenyan dari Haji Bakar ke ruangan atasannya. Dan, saat itu pula sesuatu berkecamuk kembali dalam pikiran Salim.

Baginya, jika kemenyan tersebut memiliki keampuhan yang luar biasa. Berarti, seorang pegawai kebersihan pun bisa mendadak jadi bos. Karena, caranya yang cukup mudah dan tak repot. Tinggal datang saja ke dukun. Minta agar dilunakkan hati bosnya dan agar mau memberikan jabatannya pada si pegawai kebersihan itu. Pada akhirnya nanti semua orang akan sukses dengan mudah.

Pemikiran yang tentunya juga pernah terlintas di benak banyak orang.


Novel Yang Mengangkat Permasalahan Dalam Kehidupan



Jika membaca novel ini kita ikut bingung. Itu karena kebingungan Salim juga ada dalam diri kita. Sebab, kisah di dalamnya memang berkaitan dengan kehidupan orang pada umumnya. Ada beberapa hal yang bisa jadi perwakilan untuk dituliskan. Seperti :

Kondisi bos Salim yang ingin sukses. Kemudian, meminta tolong pada dukun. Dengan harapan, bahwa caranya ini akan membuatnya sukses. Tentu, Salim bingung karena sang bos ini merupakan lulusan Amerika. Yang terkenal sering menceramahi bawahannya agar bekerja keras. Tapi, nyatanya justru masih percaya dengan kekuatan klenik. Ini kebingungan Salim.

Kemudian, perihal kehidupan rumah tangga Salim dan Sofia. Setelah beberapa waktu mereka menikah. Tampaknya cukup lama. Keduanya masih belum dikaruniai seorang anak. Membuat Salim bertanya-tanya dalam kebingungannya. Apa yang salah? Mengapa ada orang yang baru usaha sekali sudah bisa jadi cabang bayi? Tapi, usaha Salim yang berkali-kali masih belum memberikan hasil yang sesuai?

Hingga kebingungan Salim pada sosok Dona, sekretaris bosnya. Yang memiliki penampilan sungguh memikat. Dalam pikirannya, ia bertanya-tanya apakah jika Sofia memotong rambutnya seperti Dona akan tampil memikat juga? Atau apakah ketika Sofia mengenakan atasan ketat dan rok mini seperti Dona akan membuat hatinya berdebar? Juga banyak pertanyaan mengenai, kenapa sosok seperti Dona yang makan nasi dan minum air. Sama seperti Salim, namun memiliki daya pikat yang berbeda? Mana yang membuatnya berbeda? Begitulah kebingungan Salim.

Tapi, permasalahan pun dialami oleh Sofia. Ia juga sebenarnya dilanda kebingungan. Pasalnya, dirinya sudah sering membakar kemenyan demi mengusir makhluk halus yang mengganggu suaminya. Berharap agar suaminya bisa lekas sembuh dari kebingungannya. Tapi, sudah tiga hari masih belum ada perubahan yang tampak. Kebingungan Salim masih terus terjadi. Kini, hampir segala sesuatu yang Salim lakukan, Salim lihat dan Salim dengar pasti disikapi dengan bingung.




Penutup


Kebingungan-kebingungan Salim ini sempat menjadi bahan pembicaraan kawannya di kantor. Ada yang menganggap bahwa keingintahuan Salim terhadap banyak hal, merupakan bukti bahwa ia menggunakan otaknya untuk berpikir. Namun, di salah satu pihak, itu merupakan hal yang melelahkan. Tentunya, sangat melelahkan jika kita seperti Sofia yang harus berhadapan langsung dengan Salim.

Novel ini sarat dengan pertanyaan yang kerap terlintas dalam pikiran manusia. Dikumpulkan menjadi satu. Di dalam tubuh seorang lelaki yang tanpa sengaja menabrak trotoar. Sehingga, dibuat seolah kecelakaan itu yang membuatnya menjadi linglung. 

Pertanyaan dalam kehidupan, kerap kali menghampiri. Terutama, ketika seseorang berpikir mengenai sesuatu. Kemudian, berusaha mencari jawabannya. Tentu akan berbeda jika orang tersebut hanya diam tanpa berusaha. Ketika seseorang akhirnya berusaha mencari jawabannya. Hasilnya adalah jawaban yang memiliki ragam variabel. Karena hidup sejatinya memiliki banyak sekali tambahan parameter yang membuat masing-masing individu mengalami pengalaman berbeda.

Dan novel ini, mengajak pembaca untuk berpikir. Sambil mengesampingkan rasa kesal akibat kebingungan Salim. Tanpa menghilangkan esensi dari pertanyaan yang dilontarkan. Setidaknya, bisa menjadi media untuk berpikir sejenak. Sambil membuat otak olahraga dengan memikirkan sesuatu yang mendasar dalam kehidupan. Seperti, kenapa bisa Salim menjadi bingung dan merasa bingung padahal dirinya tidak pura-pura bingung.

0 Comments