Spoiler Attack : Youth Karya Isaac Asimov

By Ipeh Alena - April 02, 2019

Youth


Youth adalah karya Isaac Asimov pertama yang saya baca. Pada awalnya, saya sempat merasa takut. Kalau nanti tidak bisa menyelesaikan bacaan ini karena tidak sesuai dengan gaya bahasanya. Tapi, ketika saya mencoba membaca beberapa lembar. Seketika saja saya sudah berada di bab pertengahan.
Novela ini berkisah tentang Alien yang datang ke planet bumi untuk melakukan transaksi. Tentunya, mereka ingin mengumpulkan sesuatu yang menguntungkan bagi mereka. Namun, ini bukan hanya sekadar cerita alien yang menginvasi bumi kemudian begini dan begitu seperti di film. Ada banyak hal yang terjadi pada manusia yang berurusan dengan alien ini.

Isaac Asimov sendiri merupakan penulis asal Amerika yang lahir di Rusia. Dia seorang ahli dalam bidang biokimia. Tak heran jika karya-karyanya banyak meramu antara ilmu pengetahuan dengan fiksi. Tak hanya itu, Isaac juga merupakan seorang profesor yang mengajar di Universitas Boston. Beliau meninggal di tahun 1992.

Perkenalan pertama saya dengan Isaac, merupakan hal yang unik. Karena, saya tidak menyangka akan disuguhi sebuah kisah tentang para pendatang yang bertamu ke planet ini. Kemudian, hubungan dua anak lelaki yang penasaran dengan makhluk yang mereka temui. Hingga banyak hal yang dibahas di sini.

Rasa penasaran karena buku ini sejenis novela atau cerita pendek, saya masih belum pasti,  yang menuntun saya memutuskan membacanya. Karena, hal yang paling mudah untuk berkenalan dengan karya penulis yang baru kita kenal. Adalah dengan membaca karya cerita pendeknya atau novela seperti ini. Ini untuk memudahkan kita apakah bisa terbiasa dengan ide yang diangkat, pendapat yang disematkan dalam cerita hingga gaya menulisnya. Tentunya, setiap penulis pasti menyematkan pendapatnya tentang banyak hal, nah apakah perkenalan dengan karyanya bisa berhasil atau tidak itu tergantung dari selera pembacanya.


Kartu Tanda Buku


Judul : Youth || Penulis : Isaac Asimov || Halaman : 55 || Penerbit : Open Road Media || Rilis : 2 May 2017 || Baca Melalui Aplikasi Scribd


***

Berlatar di sebuah rumah ketika Red dan Slim memutuskan untuk menjelajah hutan. Pagi itu, keduanya menyelinap dari rumah untuk pergi usai Red mengatakan bahwa dia menemui binatang yang unik dan aneh di dalam hutan. Kondisi rumah saat itu masih cenderung sepi karena kedua orangtua mereka masih tidur.

Sementara hutan yang dikisahkan lokasinya dekat dengan rumah. Saya membayangkan kalau rumah tempat tinggal mereka ini dikelilingi oleh hutan yang cukup sejuk. Tempat yang tidak akan banyak menarik perhatian dan sorotan publik.

Di rumah saat makan siang, mereka berdua ditanya mengenai makhluk aneh yang dikatakan oleh Red. Usai menemukan pesawat milik alien yang cukup terbilang kecil ukurannya. Tidak seperti apa yang ditakutkan banyak orang dimana pesawat alien berukuran besar sekali. Siang itu, saat makan siang, keduanya diinterogasi mengenai dua makhluk alien yang tak kunjung bertamu ke rumah sang Astronomer.


***

Uniknya, dalam kisah ini tidak ada tokoh yang memiliki nama. Mereka memiliki panggilan khusus, seperti Slim, karena tubuhnya yang kurus. Bocah lelaki ini cukup lugu dan tidak banyak bertingkah. Dia bercita-cita ingin menjadi Astronom seperti Ayahnya. Selain itu, dia tak mampu berbohong meski untuk mengarang cerita yang sedikit masuk akal.

Bocah lainnya yang dikisahkan dalam buku ini dipanggil Red. Dia termasuk pemberani. Si Red ini pula yang menemukan dua makhluk alien dan bercita-cita ingin ikut dalam rombongan sirkus. Dia juga mengajak Slim ikut serta menjadi anggota sirkus. Red termasuk anak yang cukup pintar menyimpan kebohongan.

Ayahnya Slim, sang Astronomer, yang memanggil ayahnya Red. Dia bercerita bahwa ada alien yang hendak mengadakan pertukaran dengan sesuatu yang ada di bumi untuk kehidupan mereka. Sang Astronomer ini percaya bahwa tidak ada salahnya mencoba untuk berkomunikasi dengan mereka. Mengingat banyak orang yang nantinya bisa mengetahui bahwa keberadaan alien tidak akan membuat onar apalagi menakutkan.

Sementara sang Industrialis, ayahnya Red. Sedikit tidak memercayai apa kata si Astronomer. Dia mempertimbangkan apa saja yang nantinya akan terjadi jika terjadi kerjasama pertukaran zat yang ada di bumi dengan para alien tersebut. Tak hanya itu, keduanya juga akhirnya berbincang masalah bagaimana keberadaan planet lainnya akan datang juga ke bumi akibat dari perdagangan yang dilakukan.

Selain itu ada The Explorer dan The Merchant, keduanya digambarkan sebagai makhluk aneh. Yang hendak dipelihara oleh Red dan Slim, sampai keduanya menyembunyikan mereka dari para ayah. Kedua makhluk ini akhirnya diberikan makanan yang aneh oleh Red dan Slim. Dimana keanehan perilaku Red dan Slim pulalah yang membuat keberadaan dua makhluk ini akhirnya ditemukan.
Mereka berdua membutuhkan sesuatu untuk kehidupan makhluk lainnya. Sementara Red dan Slim mencegah makhluk tersebut ditemukan para ayah. Ini atas dasar desakan dari Red yang berusaha menutupi keberadaan makhluk ini. Namun, ketika Ibunya Slim memarahi mereka berdua, akhirnya terungkap sudah keberadaan mereka.


***

Awalnya, kita akan diajak untuk berpetualang ke dalam hutan bersama Red dan Slim. Konon, Red terbangun dari tidurnya akibat mendengar suara menyerupai petir di dekat mereka. Kemudian, saat masuk ke dalam hutan, Red menunjukkan lokasi tempat dia mengurung kedua makhluk aneh tersebut. Sepanjang perjalanan Red bercerita tentang dirinya yang ingin menjadi anggota sirkus. Kemudian mengajak Slim yang awalnya ingin menjadi Astronom berubah menyetujui ingin bergabung bersama sirkus. 

Saat keduanya menemukan makhluk aneh tersebut. Mereka memutuskan untuk memberi makan, meski sebenarnya tidak ada yang tahu makanan apa yang mereka butuhkan. Setelah itu, Slim pulang ke rumah dan bertanya pada ayahnya. Kira- kira makanan binatang peliharaan itu apa? Kemudian dijawab rumput. Tak lama berselang Si Ibu mengeluhkan masalah Red yang mengambil potongan daging cincang yang akan dimasak. Semuanya. Hingga tak bersisa. Dan dari sinilah mereka berdua akhirnya dimintai pertanggung jawaban.

Baik Sang Astronomer dan Industrialis membahas mengenai apa keuntungan dan kerugian mengadakan pertukaran sesuatu dengan para alien. Pembahasan antara para bapak ini memang menarik. Membahas banyak hal, dari mulai hal yang mungkin buruk jika terjadi perdagangan antar-planet. Kemudian membahas masalah batu bara dan minyak yang jika dijual dengan harga murah tentu akan mengakibatkan generasi selanjutnya kekurangan.

Di balik semua pembahasan. Sebenarnya si Merchant dan Explorer ini membutuhkan tenaga untuk bisa pergi dari planet bumi. Tujuan mereka bukan ke Bumi. Tapi, ke planet lain. Namun, karena sesuatu dan lain hal, pesawat mereka jatuh ke dekat tempat tinggal sang Astronom. Karena, bagi keduanya, atmosfer bumi yang tipis serta gravitasi yang tinggi tidak akan sesuai untuk koloni mereka.


***

Bagi saya, Slim ini termasuk anak yang takut ketika Red mengatakan bahwa dia ingin menjadi anggota sirkus. Dia takut hingga akhirnya menyetujui kalau dia juga ingin menjadi anggota sirkus. Sifatnya yang tidak bisa berbohong membuatnya menjadi kambing hitam dari Red yang menganggap Slim berkhianat.

Young di sini, saya pikir tentang masa muda dan bagaimana kehidupan yang menggebu terhadap banyak hal. Tapi, ternyata bisa berbalik menjadi kisah alien yang cukup misterius. Meski sempat dikatakan di halaman 17 “youthful curiosity and adventure-lust”. Maksudnya jiwa muda kedua anak tersebut dipengaruhi oleh hormon dan semangat untuk mencari tahu mengenai hal apapun. Semangat untuk berpetualang demi mendapat jawaban dari apa yang mereka cari.

Oiya, sebelumnya ada satu pernyataan dari Slim yang cukup relevan dengan pernyataan dari para bapak. Di halaman 32 Slim berkata pada Red mengenai sebuah buku, “old books. From Beforethewars.” Sementara di halaman awal yaitu halaman 14 terucap sesuatu mengenai buku, “Fewer books are written. Less work is done.” Begini, saya menebaknya kalau dunia yang saat itu dihuni oleh Slim adalah dunia dimana tidak ada lagi buku yang bertebaran akibat perang. Entah ini merujuk pada Perang Dunia Pertama atau Perang Dunia Kedua. Atau justru merujuk pada imajinasi, jikalau tercetusnya Perang dunia Ketiga.

Tentu akan sangat menyedihkan jika ini terjadi. Namun, apa yang saya dapat ini hanya sekadar pemahaman saya yang masih dangkal terhadap karya sastra. Tapi, pengalaman membaca Youth ini membawa rasa penasaran saya ke tingkat yang lebih tinggi. Sungguh saya bersenang-senang jadinya, menikmati tulisan Isaac.

  • Share:

You Might Also Like

0 Comments

Terima kasih sudah meninggalkan komentar. Mohon gunakan kalimat yang sopan. Link hidup akan otomatis terhapus.