Book Review : Under The Dome Book by Stephen King

August 21, 2018

Book Review : Under The Dome Book by Stephen King


Under the dome



Apa yang akan kalian lakukan kalau kehidupan kalian terkurung di dalam satu kubah besar, kalian bersama masyarakat yang 'pesakitan'? Baiklah, buku Under the Dome yang saya baca ini merupakan hasil terjemahan, dimana buku satu dan dua terpisah. Bagus sih, buat saya, karena satu buku saja sudah berisi 500-an halaman, jadi kalau digabung bisa 1000 halaman lebih. Tentunya akan tampak tebal sekali.

King sudah menawarkan konflik di awal cerita, yaitu keberadaan Kubah yang menutup satu wilayah Chester's Mill. Anehnya, batasan kubah tersebut sama dengan batasan wilayah Chester's Mill dengan wilayah lain di sekitar Maine. Hari pertama Kubah menutupi wilayah itu, ditandai dengan banyaknya kecelakaan yang membuat batasan Kubah menjadi jelas meski penampakan dari Kubah tersebut transparan. Di sekeliling Kubah terutama di jalur 119, terdapat kecelakaan yang cukup mengenaskan.


Kartu Tanda Buku


Judul : Under the Dome 1 & 2 || Penulis : Stephen King || Alih bahasa : Gita Yuliani || Terbit pada Agustus 2013 || Versi : Buku Fisik || Bahasa : Indonesia || Diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama || ISBN : 9789792298468


Under The Dome Buku 1



Ada yang sudah pernah menonton film Vantage Point? Ketika cerita tersebut dikisahkan dari sudut pandang berbeda setiap tokoh di dalamnya. Nah, kalau kalian belum terbiasa membaca buku-buku karya Stephen King. Kebanyakan dari bukunya menggunakan multi POV. Dimana kita bisa eksplorasi cerita dan peristiwa yang terjadi dengan lebih lengkap. Namun, jika tidak terbiasa, mungkin ini akan menjadi pemberat bagi kalian untuk menyelesaikan bacaan.

Pada buku pertama, kita sudah dihadapi beberapa tokoh yang sedang beraktivitas. Ada Sanders yang sedang berlatih mengendarai helikopter. Ada Barbara yang tengah berusaha untuk kabur dari wilayah yang membuatnya muak usai pertengkarannya dengan Junior. Kemudian hamster yang tengah berusaha untuk mengejutkan manusia yang sedang berjalan di pinggir jalan. Sampai dua orang wanita tua yang sedang berkendara. Beberapa warga Chester's Mill ada yang berada di luar, namun banyak juga dari mereka yang meninggal dalam kecelakaan beruntun.

Hari itu, saat Kubah menutupi wilayah Chester's Mill, tidak ada yang tahu kapan kejadiannya. Yang diketahui oleh Barbara, sebagai saksi hidup, bahwa di jalur 119 terjadi kecelakaan aneh, beruntun. Setiap kendaraan atau orang yang berusaha melewati batas tersebut, seolah terhalang sesuatu yang membuat tubuh mereka terpotong hingga berkeping-keping. Atau mobil mereka rusak dan hancur layaknya menabrak dinding yang tak tampak.

Bukan itu saja, bahkan kepala kepolisian meninggal akibat mesin pemicu jantung yang terpasang di tubuhnya meledak saat dia berdekatan dengan Kubah tersebut. Bagi mereka yang baru mendekat ke arah Kubah, akan terasa getaran seperti tersengat listrik. Setelahnya tidak akan merasakan apa-apa, namun jika terlalu dekat tubuh yang berada paling dekat dengan Kubah akan terpotong, seolah benda tersebut seperti pisau. Ini terjadi saat seorang wanita tua sedang berkebun dan Kubah turun saat tubuhnya berada di Chester's Mill dan tangannya berada di wilayah lain. Apa yang terjadi? Tangannya terpotong dan dia mengalami pendarahan hebat kemudian meninggal.

Tentunya ini seperti mimpi buruk di siang bolong. Dan setelah Hari Kubah ini tiba, semua keburukan dan kejahatan hingga kebusukan pemimpin dan para politikus di wilayah tersebut terungkap satu demi satu. Ini bukan saja tentang bertahan hidup di dalam Kubah, tapi berusaha untuk tetap hidup, tidak mati karena dibunuh juga tetap waras akibat monopoli dari Big Jim.

Hal pertama yang sangat memuakkan adalah anaknya Big Jim, Junior. Yang saat Hari Kubah, dia sedang membunuh seorang gadis, mengencinginya dan membiarkan mayatnya tanpa tertutup sehelai kain satupun. Malam pertama Hari Kubah, dia juga membunuh kawan si gadis, yang tengah merasa sedih akibat kehilangan Ibunya. Setelah itu, siapa yang menyangka, jika pengaruh dari Ayahnya membuat Junior justru diangkat menjadi kepala kepolisian.

Satu persatu kejadian memuakkan tiba. Masing-masing warga berusaha untuk tetap bertahan hidup meski harus mengikuti perintah dari Big Jim yang membuat mereka bermimpi akan pergi dan meninggalkan wilayah itu selamanya saat Kubah berhasil diruntuhkan.

Ada tiga remaja di sini, yang mencari tahu penyebab adanya Kubah tersebut. Tidak mungkin ada asap kalau tidak ada api, bukan?





Under the dome


Under The Dome Buku 2



Di buku ini, kasus menjadi semakin bertambah. Karena Barbie aka Barbara, mendapat tuduhan bahwa dia membunuh beberapa orang. Tidak ada yang bisa membuktikan bahwa dialah pembunuhnya. Namun, tentu saja si pembunuh asli tengah melimpahkan kesalahannya pada Barbie karena banyak penduduk yang tidak percaya pada Barbie. Meski sekali lagi, mereka tidak dapat membuktikannya. Bahkan Rose, seorang wanita yang menjadi bos Barbie selama bertahun-tahun, dia tahu bahwa Barbie tidak mungkin melakukan hal itu.

Belum lagi Big Jim yang memiliki kuasa pada wilayah Chester's Mill ini yang sungguh memuakkan, dia melakukan beberapa pencurian propane demi menghidupkan generator kantor walikota. Tidak mau memedulikan warganya, seperti biasa, dia memang pejabat korup. Namun, dalam buku ini, kita sebagai pembaca tidak memiliki kuasa apapun untuk menghakimi apalagi menghukumnya. Kita hanya dibiarkan pasrah, bagaimana tokoh lain berusaha untuk melepaskan diri dari jeratan kekuasan tersebut, juga pasrah dengan keputusan yang ada.

Sungguh, memang rasanya melelahkan sekali karena sepanjang membaca novel ini, saya berkali-kali merasa emosi jiwa dan raga akibat tidak bisa membuat Big Jim dan antek-anteknya segera mati saja. Atau tertelah Kubah, gitu. Entah kenapa justru pihak National Guard juga memang mengulur-ulur usaha mereka untuk menolong. Seolah warga Chester's Mill sedang berada di lokasi Gladiator, siapa yang mampu bertahan hidup, dialah pemenangnya. Gila memang!

Di satu sisi, Julia seorang pers yang berusaha mati-matian untuk membantu Barbie lepas dari penjara wilayah atas tuduhan yang tidak sesuai baginya. Apalagi, Julie tahu dan sadar, hanya Barbie yang bisa membantu semua warga untuk bisa lepas dari Kubah. Meski sebenarnya caranya masih belum terlalu matang, tapi setidaknya, semua kehidupan di Chester's Mill tampak berada di tangan Barbara, seolah-olah demikian walaupun memang yang paling 'tampak' waras dan bisa memimpin hanya Barbie.

Pasalnya, kondisi di The Mill sudah sedemikian rusak. Bahkan gereja tak lagi mampu membuat warganya memercayai Tuhan dan bantuan dariNya. Gereja sepi, tidak ada lagi yang datang untuk berdoa. Apalagi, karena kondisi mereka tampak seperti semut yang masuk ke dalam gelas yang tertutup di atas meja. Udara semakin tipis, persediaan makanan sudah mulai dikuasai oleh si korup. Dan sumber daya listrik sudah terhenti sejak pertama kali Hari Kubah.

"Yang diambilnya adalah oksigen; yang ditinggalkannya adalah metana, formaldehida, asam klorida, karbon dioksida, karbon monoksida, dan gas campuran yang juga berbahaya." ~ Hal 441

Apa yang tertinggal saat kebakaran hebat terjadi di The Mill? Yang saat itu terjadi saat Cox sang juru bicara National Guard tengah melakukan live interview di luar batas Kubah. Sungguh sebenarnya cerita ini menarik, namun menghabiskan seluruh energi yang saya punya.


Bagi kalian yang mengetahui Under the Dome dari serial televisinya. Beberapa orang mengatakan kalau cerita di buku dengan di serial berbeda. Saya tidak mengetahuinya, karena saya belum menonton tayangan serialnya. Tapi, dari yang saya tahu, seperti Carrie yang ketika diadaptasi ke dalam film, ceritanya jauh berbeda. Jadi, silakan membaca jika memang senang dengan cerita yang kental dengan misteri, horor dan thriller. Salam. [Ipeh Alena]


No comments:

Terima kasih sudah meninggalkan komentar. Mohon gunakan kalimat yang sopan. Link hidup akan otomatis terhapus.

Powered by Blogger.