Dua Sisi Dalam Diri Manusia Melalui Sosok Dr. Jekyll Dan Mr. Hyde

May 21, 2018

Dua Sisi Dalam Diri Manusia Melalui Sosok Dr. Jekyll Dan Mr. Hyde





Kisah ini diceritakan melalui sudut pandang seorang pengacara tentang kliennya. Nama pengacara itu adalah Utterson. Seorang lelaki yang tampak pendiam, tidak banyak berbicara namun tetap disegani oleh banyak orang. Kliennya termasuk orang-orang dengan pangkat sosial yang mumpuni. Tidak heran jika dirinya menjalin persahabatan dengan Dr. Jekyll dan Dr. Lannyon.

Awal mulanya, saya tidak ingin menaruh ekspektasi apa-apa saat membaca buku ini. Terlebih, ketika membaca halaman pertama beberapa bulan sebelumnya, membuat saya merasa kalau ini akan membosankan. Akhirnya saya ubah keinginan saya dan pindah haluan ke buku yang lain. Namun, kemarin, saya tiba-tiba ingin uji nyali, ingin nekat membaca buku yang awalnya sudah membuat saya rasanya ingin pingsan karena bosan.

Ternyata, apa yang saya takutkan ini salah. Meski memang pada halaman pertama hingga menjelang bab kedua, rasanya alur cerita terlalu lambat. Tapi, ketika masuk ke bab kedua saat Mr. Utterson mencari sosok Edward Hyde, saat itulah saya merasakan sesuatu yang membangkitkan semangat. Terutama ketika mendarat pada kalimat “dissappearance or unexplained absence for any period exceeding three calendar months” pada halaman 18. Ini membawa rasa penasaran saya terhadap siapa sebenarnya sosok di balik Edward Hyde?



Kartu Tanda Buku


Judul : The Strange Case of Dr. Jekyll And Mr. Hyde || Penulis : Robert Louis Stevenson || Halaman : 120 || Versi : Buku || Bahasa : Inggris || Penerbit : Gramedia Pustaka Utama || ISBN : 9786020379586 || Rating : 4/5 || Goodreads : https://www.goodreads.com/review/show/2396207551


Mr. Hyde was pale and dwarfish, he gave an impression of deformity without any nameable malformation, he had a displeasing smile, he had borne himself to the lawyer with a sort of murderous mixture of timidity and boldness and he spoke with a husky, whispering and somewhat broken voice. ~ Halaman 26



Dengan deskripsi tentang sosok Mr. Hyde dari kacamata Utterson inilah kita diajak untuk membangun imajinasi bagaimana rupa dari sosok Mr. Hyde ini. Apalagi usai tragedi yang berkaitan dengannya hingga Utterson merasa harus mencari tahu tentang lelaki ini. Dengan kecurigaan yang penuh terhadapnya. Uniknya, melalui karya ini, saya jadi melakukan perjalanan ke masa lalu.

Masa dimana dahulu, orang menilai apakah orang tersebut baik atau buruk melalui wajahnya. Meski sekarang hal tersebut masih berlaku, tapi bukan berarti sekarang ini seorang penjahat memiliki wajah dan ekspresi serta raut muka yang tampak menakutkan. Justru, saat ini banyak penjahat yang bersembunyi dari balik wajah baik dan bijaksananya. Itulah kenapa ketika saya membaca pada bagian ini, teringat terus pada kondisi yang berbeda antara masa lalu dan masa sekarang.



“...I will just add one little word, Utterson, that I’m sure you’ll take in good part; this is a private matter, and I beg of you to let it sleep.” ~ halaman 32



Ini bagian yang paling greget, saya sempat menebak-nebak di sini dan benar tebakan saya. Karena ketika mendapati Dr. Jekyll menyembunyikan sesuatu, saya yakin dia ikut terlibat di dalamnya. Tapi, dalam bentuk apa? Seperti apa? Dan dualisme dalam buku ini ditunjukkan dengan apa? Pertanyaan ini nyatanya masih harus saya simpan, karena jawabannya terdapat pada bagian terakhir buku ini.

Apalagi saat memasuki halaman 52 dan bertemu dengan kalimat, “he is a doctor, he must know his own state and that his days are counted; and the knowledge is more than he can bear.” Begini, pada sekitar tahun 1880-an, tentunya di abad tersebut, ilmu pengetahuan tengah berkembang dengan pesat. Para ahli di bidangnya, saling berebut untuk menunjukkan teori ini dan itu adalah mungkin dan bisa dibuktikan. Tidak terkecuali dengan keberadaan Dr. Jekyll dan rasa ingin tahunya. Juga Frankenstein yang nyatanya adalah nama dari sang dokter yang juga terjebak dengan rasa ingin tahunya sehingga menciptakan sesuatu yang bagi banyak orang melanggar apa yang disebut batas ‘wajar’.

Dengan cerita-cerita seperti ini, pembaca bisa kembali memahami rekam jejak perkembangan ilmu pengetahuan serta bagaimana dampaknya serta hasilnya pada setiap zaman yang berbeda. Meski saat ini perkembangan terutama teknologi terlampau cepat, sehingga banyak orang mengatakan ada beberapa bagian masyarakat yang tak mampu lagi mengikuti perkembangan teknologi, sebagai bukti bahwasannya perkembangan pada setiap zaman itu berbeda. Ada yang lambat, cepat atau bahkan memiliki dampak kerusakan yang besar.



“This, as I take it, was because all human beings, as we meet them, are commingled out of good and evil.” ~ The Strange Case of  Dr. Jekyll and Mr. Hyde


Ini adalah kutipan paling favorit yang membuka sedikit informasi tentang apa buku ini berkisah. Tapi, meski sudah menampakkan wujud tentang dualisme manusia, tetap saja, tidak bisa langsung dinilai bahwa buku ini tidak akan menarik lagi. Karena ada banyak hal yang harus diselesaikan, seperti : siapa Dr. Jekyll, bagaimana Mr. Hyde, apa peran Mr. Utterson yang namanya bahkan jarang disebut saat banyak orang menyebutkan karya ini, hingga bagaimana cara Stevenson menjabarkan tentang dualisme ini.

Saya suka karya Stevenson ini. Setelah membacanya, justru masih lekat dalam ingatan saya bagaimana deskripsi latar dalam buku ini membuat imajinasi saya membangun tempat yang sesuai dengan apa yang ditulis di dalamnya. Meski hanya dalam kepala saya. [Ipeh Alena]

No comments:

Terima kasih sudah meninggalkan komentar. Mohon gunakan kalimat yang sopan. Link hidup akan otomatis terhapus.

Powered by Blogger.