-->

Bahagia Bersama Literasi Perpustakaan Dan Literasi Digital

1 komentar


Bahagia bersama literasi

Bahagia Bersama Literasi adalah tema yang diangkat di Live Instagram akun JNE dengan Kang Maman dan Bang Mice. Topik yang dibahas pada pertemuan Live yang kedua ini banyak menyoroti sosok Bang Mice sebagai kartunis. Beliau orang yang berada di balik ilustrasi Buku Bahagia Bersama.

Pembahasan kali ini cukup menarik meskipun terkendala jaringan internet. Terlebih di beberapa daerah, hujan deras mengakibatkan koneksi internet menurun. Meskipun beberapa kali tersendat, namun perbincangan mengenai pentingnya literasi tetap menyenangkan.

Literasi Itu Apa?

Sebelum masuk ke topik mengenai Bahagia Bersama Literasi. Ada yang harus disepakati dulu mengenai arti dari literasi. Literasi ini bukan cuma baca buku.

Dikutip dari laman perpustakaan Indonesia, UNESCO mendefinisikan literasi sebagai seperangkat keterampilan nyata, terutama keterampilan dalam membaca dan menulis yang terlepas dari konteks di mana keterampilan itu diperoleh, siapa yang memperoleh, dan bagaimana cara memperolehnya.

Sementara itu, Education Development Center (EDC) memahami literasi lebih dari sekedar kemampuan baca tulis. Literasi adalah kemampuan individu untuk menggunakan segenap potensi dan skill yang dimiliki dalam hidupnya. Sejalan dengan kemampuan tersebut, ketika seseorang dapat memaknai literasi, seseorang dapat membaca dunia.

Nah, dari pemahaman ini ada yang menarik. Yaitu eksistensi skill, potensi sampai kemampuan individu. Dari sini bisa kita sepakati bahwa literasi ini terkait dengan banyak hal. 

Seperti misalnya literasi digital, yaitu kemampuan individu untuk memahami, mengenal bahkan mengoperasikan media digital yang ada pada saat ini.

Atau seperti literasi visual, yang merupakan kemampuan individu untuk menginterpretasikan informasi visual yang ia dapatkan.

Sebagai pembaca buku, aku pribadi menggolongkan kemampuanku menjadi gabungan antara Literasi Perpustakaan dengan Literasi Digital. Kenapa? Karena, aku menggunakan kemampuanku untuk memahami tulisan dan informasi di dalamnya. Baik fiksi maupun nonfiksi. Dan kemudian aku tuangkan dalam bentuk ulasan di blog ini atau di akun Instagramku, yang bentuknya sebagai tulisan di media digital.

Bahagia Bersama Literasi

Dalam perbincangan bersama Kang Maman, bang Mice dan @jnenews. Ada satu kisah yang membuatku tertarik. Yaitu, saat membahas buku bang Mice yang isinya seperti guidance book bagi traveler di suatu daerah. Kalau aku menyebutnya mungkin buku tersebut adalah ensiklopedia buat seseorang biar bertahan saat mengunjungi satu daerah.

Kehadiran buku karya bang Mice ini membuatku teringat dengan novel The Storied Life of A.J. Fikry. Di dalam novel ini ada bagian saat Fikry menuliskan ulasan atau opininya terhadap buku-buku yang sudah ia baca. Dan ulasan serta opini yang ia kumpulkan dalam satu buku, justru menjadi guidance book bagi anaknya yang lahir setelah ia meninggal dunia.

Dari buku kumpulan ulasan tersebut, sang anak bagai menemukan sosok Ayah yang selama ini hanya bisa ia dengar kisahnya dan ia lihat fotonya.

Jauh sebelum Fikry hadir, aku juga sudah melakukan apa yang juga ia lakukan. Menuliskan ulasan buku yang sudah kubaca. Agar membantu calon pembaca menemukan kecocokan pada buku yang ingin ia baca. Dan lebih penting lagi, mengajak mereka yang belum bersemangat untuk rajin membaca buku agar mau ikut serta melestarikan kebiasaan membaca buku ini.

Setelah menamatkan novel A.J Fikry, barulah semangat untuk aktif terus menamatkan bacaan, menuliskan ulasannya dan menyebarluaskan tulisan digitalku, kembali berkobar. Hingga akhirnya, suatu ketika aku menerima pesan elektronik yang masuk dan menyatakan bahwa tulisanku tentang pembaca dan pengulas buku, membantunya dan membuatnya yakin akan apa yang ingin ia tekuni.

Bahagia bersama literasi

Inilah versi bahagiaku selama menjalani gabungan Literasi Perpustakaan dengan Literasi Digital. Menuliskan ulasan di blog ini, bukan hanya sekadar hobi tanpa alasan. Tapi, aku juga ingin tulisanku bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya. Terutama bagi mereka yang butuh bacaan tertentu namun ragu untuk memutuskannya. Siapa tau, tulisanku bisa membantunya.

Jujur aja, mengikuti live Instagram bersama JNE benar-benar enggak bikin menyesal. Justru aku sangat menantikan, apakah bulan depan akan ada bincang seru bersama Kang Maman lagi?

Buat kamu yang mau ikut ambil bagian dalam dunia literasi ini. Kalau kamu lebih nyaman menulisnya di Instagram. Kamu bisa baca tulisan pengalamanku menjadi bookstagram.




Sumber : https://perpustakaan.setneg.go.id/index.php?p=news&id=2550#:~:text=Literasi%20adalah%20Kemampuan%20Menulis%20dan%20Membaca%2C%20Kenali%20Jenis%20dan%20Tujuannya&text=Menurut%20Kamus%20Besar%20Bahasa%20Indonesia,sebagai%20kemampuan%20baca%20dan%20menulis.


Terbaru Lebih lama

Related Posts

1 komentar

  1. Senang deh baca tulisan ini. Serasa mewakili kehidupanku. Aku sebenarnya suka sebal karena banyak yang sempit banget dalam memaknai "literasi". Tapi lama-lama jadi mikir apa aku juga ikut berkontribusi menyempitkan makna ini ya? Eh, semoga nggak.

    Btw, aku malah baru tahu soal Live IG itu meski udah tahu soal buku yang diterbitkan dalam rangka HUT JNE

    BalasHapus

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter