-->

Review Josh and Hazel Guide To Not Dating

2 komentar



review Josh and Hazel Guide to not Dating

Josh and Hazel Guide to not Dating merupakan novel dengan genre adult romance comedy. Dan ini adalah kali pertama daku baca novel karya Christina Lauren.

Sebelum memutuskan untuk baca novel ini. Perlu diketahui kalau Novek Josh and Hazel Guide to not Dating ini khusus untuk 21 tahun ke atas, ya. Karena ada beberapa bagian yang membutuhkan pertimbangan dan pemikiran khusus, terutama karena ini lagi bulan puasa jadi pilah-pilih ngabubookread juga perlu.


Kartu Tanda Buku

Judul : Josh And Hazel Guide to not Dating

Penulis : Christina Lauren

Halaman : 320

Format : Ebook Playbook

Bahasa : Inggris

Diterbitkan Oleh Simon and Schuster

ISBN : 9781501165863


Novel Dengan Karakter Perempuan Yang Menyenangkan

Hal pertama yang membuatku suka dengan novel ini adalah karakter ceweknya yang strong dan proud banget to be herself. Ketika dia dianggep aneh, dia akan stand up. Terus, Ibunya pun demikian, saat Bapaknya Hazel ngatain Ibunya. Sang Ibu malah mengasihani suaminya karena dia adalah lelaki malang yang enggak bisa menikmati hidup.

Bener aja sih, bapaknya Hazel meninggal duluan. Meninggalnya pun di kantornya. Sementara Ibunya Hazel masih sehat dan bahagia. Pembuktian kalau menerima diri sendiri and deal with it bisa bikin panjang umur.

Enggak cuma itu, Hazel juga sangat mengenal dirinya sendiri. Ia tahu kalau mulutnya kadang suka enggak bisa direm saat bercanda. Apalagi jenis candaannya sering nyerempet ke hal dewasa. Tapi, Hazel selalu menjadi pencair suasana. 

Setiap bertemu dengan orang secara random pun. Hazel akan menanggapi perbincangan dengan ekspresi excited. Meskipun ternyata obrolannya membuat Hazel bosan setengah mati. Tapi, dia selalu bisa membuat dirinya tampak semangat dengan topik yang dibicarakan. Sehingga, lawan bicaranya selalu menganggap bahwa ia sangat menyenangkan.

Ada beberapa kesempatan saat ia berhadapan dengan lelaki yang belum ia kenal. Dan melabeli Hazel dengan sebutan yang sungguh menyakitkan. Tapi, dibalas dengan candaan Hazel yang justru membuat lelaki itu tak mampu membalasnya. Padahal Hazel cuma membalas dengan candaan, tapi berhasil membungkam lelaki itu.

Friendzone Itu Memang Bikin Galau

Buat yang agak sensitif dengan tema friendzone. Lebih baik jangan baca ini deh. Soalnya, Hazel dan Josh itu teman yang dipertemukan di saat yang aneh. Terus, Hazel pun secara terang-terangan mengakui kalau ia tertarik sama Josh. 

Tapi, sejak awal Josh udah bilang kalau dirinya dan Hazel enggak akan pernah jadi pasangan. Soalnya, pertemuan pertama mereka diawali dengan sesuatu yang menjijikkan.

Hazel muntah di sepatunya Josh. Kemudian, saat ia berusaha menahan mualnya. Justru ia memuntahi tubuh Josh. Itu terjadi ketika ia mabuk berat. Tak cuma itu, Josh melihat Hazel tanpa busana saat Hazel menginap di rumah temannya Josh yang juga teman Hazel.

Pokoknya, buat Josh, Hazel ini bukan tipe cewek dia banget. Enggak pernah ia bermimpi pacaran sama Hazel. Apalagi si Hazel ini punya kebiasaan buruk setiap dia mabuk. Dan ia sadar banget dengan hal ini.

Kedekatan mereka diuji saat Josh mengalami masa berat. Ia diselingkuhi oleh tunangannya sendiri. Bahkan, sebelum mereka memutuskan LDR. Sedih banget emang. Cuma, karena Hazel tau bahwa ia sama sekali enggak akan pernah menarik di mata Josh. Akhirnya, ia sepakat untuk menghibur Josh. Akankah keduanya berhasil jadi perfect couple?


Review Hazel And Josh Guide To Not Dating

I loved how the lead female characters, Hazel, stay true to herself. She is really confident and never gave up when it comes to dating. Even though she always ended up being alone but she still won't change herself for others just to be loved by them. 

The romance itself is predictable. Everything started from a friendship zone and then you'll know how it would end. But, as for me, relationships between them are so funny and interesting. The life of their romance is healthy and less drama. And one thing that I remember about this book is unforgettable exuberant humor.

It started when Hazel's appartement was ruined by flood. And her best friend who is also sister of Josh which means Josh is Hazel's best friend as well, recommends her to stay in Josh's apartment because he will go abroad. And then the life of Josh changed. When Hazel comes back to her apartment, he feels quite lonely. 

And after Josh broke the engagement with his fiance. They become very close and go on double dates together. During double dates, they grew closer and explored their own feelings for each other. And boom… you'll know how it ends.

The best part from this book that I loved so much is I admired Hazel so much. Her confidence, her true self and also the humor.  This book fits for those of you who like reading romantic comedies and don't mind the friendzone. This wasn't my favourite but I do liked them. 

Related Posts

2 komentar

  1. Halo Ipeh, salam kenal aku Tika 😊 Baru kali ini main kesini dan seneng banget dapet bookblogger baru yang bisa jadi racun lagi nih. Btw, kebetulan banget aku lagi nyari buku yang rom-com tapi ini untuk 21+ ya jadi harus dipikirin kalo baca pas puasa hehehe. Thanks untuk reviewnya ya, kayaknya ini menarik karena aku suka nih cerita2 yang terlibat friendzone gini 😆

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haai kak Tika,

      terima kasih sudah berkunjung. Akhirnya aku menemukan lagi teman sesama bookblogger. Iya kak, sebaiknya baca kisah si Hazel sama Josh ini pas udah selesai puasa aja 😂 biar enggak mubajir puasa kita 😁✌

      Hapus

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter