-->

Review Novel Hadaka Karya Okky Arista


Review novel hadaka

Penerbit Koru kalau nerbitin novel elektronik memang enggak pernah bikin kecewa, ya. Mulai dari sampulnya yang cantik dan manis. Sampai kemasan ceritanya pun cukup padat dan asik. Enggak bikin kecewa sama sekali.

Bahkan, latar Jepang yang menjadi daya tarik dari Hadaka ini. Benar-benar pas digalinya dan enggak sekadar menyebutkan nama tempat aja. Sampai dialog pun ada kesan yang benar-benar khas Jepang banget. Keren, kak Okky.


Kartu Tanda Buku

Judul : Hadaka

Penulis : Okky Arista

Halaman : 352

Format : Ebook Playbook

Bahasa : Indonesia

Terbit : 25 Februari 2021

Diterbitkan oleh Penerbit Koru

ISBN : 9786237351641


Apa Cita-cita Masa Kecilmu Sama Dengan Profesi Saat Ini?

Dibuka dengan cerita masa kecil Gen yang pernah memimpikan menjadi seorang Astronot. Kemudian tak lama berubah ingin bekerja seperti sang ayah. Walaupun pada akhirnya, kehidupan menuntunnya menuju profesi yang memang ia sukai yaitu menjadi seorang grup musik idol. 

Bukan..bukan. Gen enggak bermimpi langsung jadi Idol. Tapi, dia menyukai musik dan itulah impiannya yang sudah terwujud. 

Saat bercerita mengenai cita-cita, sematan humor yang sedikit tapi cukup membuat aku sebagai pembaca justru tertarik. Dan tak lama, ternyata Gen menyeritakan perihal mimpi itu saat tampil di panggung menyanyikan lagu terakhir di konser tersebut.


Menjadi Pemusik Merupakan Impian Bukan Sekadar Idol

Nexus merupakan band idol di bawah naungan Crown Band yang cukup legendaris yang terdiri dari Gen, Kuro, Jiro, Zenzo dan Shota. Mereka berlima sudah bertahun-tahun bersama dan menjadi band idol yang cukup memberikan keuntungan untuk manajemen.

Sayangnya, selama mereka berkarir tak pernah sekalipun tim manajemen mengizinkan mereka membuat lagu sendiri. Semua lagu yang mereka mainkan merupakan ciptaan orang lain. Karena sudah tentu, manajemen ingin lagu yang dinyanyikan adalah lagu easy listening yang sesuai dengan kemauan pasar.

Istilah pemberontakan muncul ketika Gen mengajak teman-temannya bertemu secara private di sebuah restoran. Mereka membicarakan bagaimana langkah yang tepat untuk meyakinkan tim manajemen bahwa mereka mampu membuat lagu sendiri untuk album baru mereka.

Zenzolah yang akhirnya nekat menghadap pemilik manajemen dengan perjanjian yang cukup nekat. Meskipun sempat ditolak oleh Shota, member yang usianya paling muda dan merupakan anak dari salah satu petinggi di manajemen mereka. Alasan Shota sangat masuk akal, kok.

Nah, pembuktian diri mereka untuk membuat lagu karya mereka sendiri ini yang seru. Karena, masing-masing anggota memiliki kontribusi di tengah situasi konflik yang membuat Nexus hampir goyah. Seru beneran deh, enggak sekadar menyebut profesi musisi. Tapi, digambarkan juga proses kreatif mereka sebagai musisi.


Ketika Menjadi Idol Merupakan Hambatan Mendapat Kehidupan Yang Wajar

Yang lebih seru ini dan relate banget karena sama dengan pengalaman idol di Korea. Para anggota band idol ini tidak lagi memiliki kehidupan yang sama dengan masyarakat biasa. Bukan sekadar perbedaan dari ketenaran aja.

Mulai dari keterikatan kontrak yang bisa membuat mereka harus bersembunyi saat memiliki pacar. Atau harus mengurungkan niat untuk berhubungan serius dengan seorang wanita. Pasalnya, kalau pacar mereka tak memiliki keuntungan untuk manajemen maka peraturan tetap berlaku.

Jadi, maksudnya, ada kejadian seorang idol dari manajemen Crown ini. Yang pada akhirnya dibolehkan menikah sebelum ikatan kontraknya berakhir. Itu karena calon pasangannya memiliki kelebihan berupa keuntungan dari segi mendongkrak popularitas manajemen mereka. Karena itu, bisa dibilang it's all about bussiness.

Itu baru tentang kontrak yang bisa membuat anggota Nexus pontang-panting. Belum fakta bahwa kehidupan mereka sebagai idol adalah konsumsi publik. Seperti Gen yang merupakan anggota paling langganan masuk majalah gosip. Entah karena skandal percintaan maupun skandal kekerasan seperti berantem di tempat umum.

Pokoknya, pasti relate banget lah kalau kita melihat idol dari Jepang. Kehidupannya hampir sama dengan yang digambarkan di novel. Jadi, bagian serunya cukup banyak dan porsinya pas.


Review Novel Hadaka

Waktu pertama kali novel ini launching. Sempet penasaran karena ceritanya berlatar Jepang. Dulu, di penerbit Inari yang merupakan saudaranya penerbit Koru ini. Ada novel berjudul Momiji yang latarnya juga Jepang dan seru banget.

Karena penasaran itulah akhirnya beli di Playbook. Ternyata, emang seru juga sih. Apalagi saat Gen sampai bela-belain belajar musik lagi demi mendapat nada yang pas buat lagu mereka.

Untuk romansanya ada tapi enggak berlebihan menurutku. Porsinya cukup. Jadi yang disorot semua seimbang antara pekerjaan, keluarga, pertemanan dan percintaan.

Nah, buat yang suka sama Young Adult dengan latar Jepang. Dan membahas kisah grup Idol. Bisa baca Hadaka ini di aplikasi baca online seperti Gramedia Digital, Playbook atau Cabaca.

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter