-->

Lead or Leave It to Millenials : Dasar-dasar Kepemimpinan

32 komentar
Leadership millenial


Generasi milenial, yang lahir dari tahun 1980 hingga awal 2000. Sedang mendominasi di semua bidang usaha atau produksi. Ini adalah bonus demografi di Indonesia yang sekaligus merupakan tantangan. 


Sebab, bonus demografi berupa dominasi usia produktif bisa enggak seimbang kalau tak diiringi dengan kemampuan produktivitas dan kreativitas yang juga tinggi. 

Bagaimana caranya, membimbing generasi milenial yang rupanya memiliki perbedaan dari mulai sudut pandang, gaya hidup sampai cara berpikir secara umum. Agar bisa menjadi anggota tim yang mumpuni. 

Kalau mencari tips Cara Tepat Menasihati Anak Remaja, bisa mampir ke blognya Blogger Tuban. Tapi, kalau cari tips bagaimana memimpin generasi milenial, silakan baca ulasan ringkas ini sampai habis, ya. 


Kartu Tanda Buku


Judul : Lead or Leave It to Millenials

Penulis : Jazak Yus Afriansyah

Halaman : 162

Format : Ebook Gramedia Digital 

Bahasa : Indonesia

Cetakan 1 : Maret, 2020

Diterbitkan oleh Grasindo

ISBN : 9786020522579


Leadership Itu Seperti Apa? 


Buku ini sebenarnya cocok untuk pelatihan kepemimpinan buat siapa aja. Mau itu generasi X, generasi Y sampai generasi Z. Karena, inti dari buku ini adalah pedoman cara menjadi pemimpin yang mampu bertanggung jawab pada pengembangan orang, organisasi dan bisnis

Leader itu bukan sekadar bos. Bukan sekadar atasan saja. Tapi, sosok yang menentukan apakah tim yang dipimpinnya bisa sukses dalam menjalankan strategi yang disusun. 

Melalui penjabaran pemahaman mengenai siapa dan apa itu leader dalam sebuah tim. Jay, yang merupakan seorang Coach bersertifikat ini, memberikan penjelasan yang gamblang mengenai leadership. 

"Kepemimpinan yang hebat adalah yang mampu meningkatkan pemikiran orang lain tanpa memberitahukan mereka hal yang harus dilakukan."



Tipe Kepemimpinan Dasar


Ada satu pernyataan dari Mas Jay yang cukup mewakili penjelasannya dalam buku ini. "Semua tipe kepemimpinan itu saling melengkapi." 

Pada mulanya, kupikir pasti ada satu dari lima tipe yang menjadi primadona. Sehingga, mampu dijadikan acuan bagi pembaca. Tapi, nyatanya memang setiap tipe ini saling berkaitan. Tak bisa dipecah begitu saja. 

Bahkan, di sini dijelaskan pula beberapa contoh penerapan tipe kepemimpinan yang berhasil juga yang masih dalam proses.

Salah satu dari tipe kepemimpinan yang disebut adalah Tipe Autocratic Leader atau kepemimpinan otoriter. 

Mendengar istilah otoriter, tentu banyak pula yang mengaitkannya pada kepemimpinan yang kejam. Penuh dengan pemaksaan sampai hilangnya kebebasan. Ini yang lewat di kepalaku saat membaca sedikit penjelasan tipe ini. 

Tapi, siapa yang bisa menduga? Kalau tipe kepemimpinan ini bahkan bisa mengubah gaya hidup hingga budaya masyarakat di suatu negara. Dan menjadikan negara tersebut sebagai negara yang sukses, bersih dan rapi. 

Pada mulanya, negara Singapura adalah negara kecil yang kumuh, miskin dan jorok. Bahkan, dituliskan oleh mas Jay, negara ini dahulunya dihuni oleh masyarakat yang gemar meludah dan buang hajat di sembarang tempat. 

Lee Kuan Yew, yang dikenal sebagai Bapak Bangsa Singapura, merasa sedih dengan keterpurukan yang dialami Singapura setelah merdeka. Akhirnya, beliau menerapkan kepemimpinan secara otoriter untuk mengubah pola hidup masyarakatnya. 

Dalam wawancaranya di BBC beliau mengatakan, "Kami disebut negara pengasuh (karena mengurusi perilaku warga). Namun hasilnya adalah saat ini kami berperilaku lebih baik dan kami hidup di tempat yang lebih bisa diterima dibanding 30 tahun lalu." 

Ternyata, pola kepemimpinan yang terdengar cukup menakutkan. Mampu mengubah sebuah negara yang dahulu kumuh menjadi negara yang kebersihan dan kedisiplinannya sangat patut diacungi jempol. 


Selain kepemimpinan otoriter, di bawah ini ada tipe kepemimpinan :


-Inspiring Leader

-Autocratic Leader

-Democratic Leader

-Service Leader

-Situational Leadership


Kalau mau tau maksud dari service leader itu seperti apa? Apakah berarti pemimpinnya menyiapkan kopi untuk karyawan atau bukan? Silakan dibaca buku ini. 



Leadership Skill : Coaching dan Counseling


Menjadi pemimpin, bukan saja harus punya kemampuan memimpin dan menyerahkan tugas aja. Ternyata, ada lagi keahlian pemimpin yang harus dimiliki. 

Coaching atau membimbing anggota tim sangat dibutuhkan. Terutama jika menghadapi situasi seperti anggota tim yang masih kurang ilmu, misalnya. Atau salah satu karyawan membutuhkan dukungan untuk meningkatkan kinerjanya. 

Seorang pemimpin pun harus bisa menjadi Counselor bagi tim atau karyawannya. Terutama ketika menghadapi anggota tim atau karyawan yang mulai tampak tidak begitu perhatian pada tanggung jawabnya, tampak kinerjanya menurun sampai tidak disiplin. 

Pada kondisi tertentu, seorang pemimpin harus tau apakah anggota tim atau karyawan membutuhkan dukungan atau tidak. Butuh arahan atau tidak. Hingga butuh pembimbingan atau tidak. 

Kalau pemimpin tidak bisa melihat situasi dan kondisi seperti ini. Akan menyulitkan nantinya. Terutama untuk keutuhan anggota tim secara menyeluruh. Nantinya bisa menciptakan situasi yang kurang menyenangkan dan bisa berakibat buruk pada jalannya proses usaha atau produksi. 


Penutup


Menjadi pemimpin memang enggak sekadar memimpin. Apalagi berlagak seperti bos. Karena, menjadi pemimpin berarti harus mau mengamati dengan baik kinerja timnya. 

Jika dikaitkan dengan generasi milenial, di buku ini cukup jelas menyebutkan mengenai karakter dari gen Z. Dan pola kepemimpinan yang sesuai disertai situasi dan prakteknya. 

Meskipun buku ini cukup tipis. Tapi, isinya lengkap untuk yang mau belajar dasar - dasar kepemimpinan. Karena, disajikan juga studi kasus yang membantu kita sebagai pembaca, memahami maksud dari setiap informasi. 



Pembaca termasuk generasi mana nih? Katanya, generasi milenial ini punya karakter yang lebih sering fokus sama pekerjaan yang sesuai sama hobi. Apa pembaca salah satunya? 


Setuju enggak sih, kalau orang yang lahir di tahun-tahun tertentu. Memiliki pola pikir dan gaya hidup yang hampir sama? 


Related Posts

32 komentar

  1. Inspiring leader sepertinya yg pas atau yg bagus. Pemimpin yg memberikan inspirasi akan mampu membuat tim bergerak dan melakukan tindakan dg kesadaran

    BalasHapus
  2. Tapi kak kata orang karakter kepemimpinan itu kalau bawaan dari sononya sudah ada bakat jadi pemimpin bisa lebih berkharisma gitu...karena kan banyak nih emang itu orang ga ada aura kepemimpinan hanya modal belajar privat leadership dan kepribadian akibatnya klo belio tampil depan umum orang ga respek dan engga banget deh.. contih kayak caleg2 pilkada skrg banyak yang modal polas poles penampilan saja sama belajar teori kepemimpinan hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masalah karakter baik itu bentuk wajah, pembawaan dan hal lain memang enggak dibahas sih, kak.

      Tapi, bagi mas Jay, semua bisa jadi pemimpin. Dan ada ilmunya kalau mau jadi pemimpin. Ibaratnya, nothing is impossible gitu

      Hapus
  3. Yang pasti pemimpin yang diharapkan dalam suatu team pemimpin yang menginspirasi (inspiring leader) dan demokrasi (democratic leader) karena ia akan bijak dalam menentukan keputusan yang akan di ambil.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di sini, bahkan sosok demokrasi leader dibahas juga kekurangannya. Hehe. Jadi memang enggak ada yang plusnya punya porsi lebih banyak, di dalam buku ini ya, kak

      Hapus
  4. setuju mbak ipeh, sekarang pekerjaan generasi milenial juga berbeda banget ya sama tahunan lalu saat kita kecil. diversifikasi pekerjaan makin beragam banyak yang bisa "bekerja" dari hobi. termasuk kaya kita ga sih para bloger ini hihi

    BalasHapus
  5. saya paling seneng dengan inspiring leader. Dia mampu menjadi inspirasi bagi anak buahnya untuk bisa sesukses dia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa bener saya juga seneng baca buku yang begini, inspiring banget

      Hapus
    2. bener saya juga seneng baca yang inspiring begini, jadi motivasi juga untuk kita belajar jadi leader yang terbaik.

      Hapus
  6. wah keren nih ebooknya, penasaran jadinya pengen baca selengkapnya. pemimpin itu emang bener sih bukan berarti sok nyuruh-nyuruh doang. yang ada usahanya gak maju. tapi harus juga mau turun untuk bimbing biar anak buahnya jadi maju dan usahanya juga makin maju dong.

    BalasHapus
  7. pemimpin seharusnya bisa membawa anak buahnya ke tingkat yang lebih tinggi menjadi inspirasi, Jangan kasih kerjaan ke anah buah dia hanya terima beres, terus yang dapat promosi dia, anak buahnya malah stay di tempat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pemimpin memang semestinya bisa jadi teladan ya, kak.

      Hapus
  8. Saya termasuk generasi Y alias milenial sih kak Ipeh.. meskipun saya berharap jadi generasi Alfa 🤣
    Bagi saya perilaku generasi ini gak sama semua sih kak.. tergantung dari budaya yang diterapkan di rumah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, kak. Ngga mungkin sama semua ya. Mungkin hanya ada beberapa faktor yang sama. Kaya kenangan pernah nyoba denger walkman mungkin. Sementara generasi sekarang kan enggak kenal walkman

      Hapus
    2. Hihi iya kak. Kita dulu generasi walkman. Terus ngerasain gimana MP3. Saat kita kecil dulu ngerasain diary diary an..
      Wkwkwk
      Mungkin generasi kita cinta menulis karena terbiasa nulis buku harian kali ya.. wkwkwk

      Hapus
  9. Pemimpin yang sok ngeboss itu agak susah juga sih Kak, apalagi kalau dalam kegiatan sosial gitu. Bisa-bisa Kita ditinggal sama orang yang dibawah kita. Sudah berusaha baik pun terkadang kita masih tidak dihargai karena yang kita Pimpin adalah orang yang lebih senior jadi serba salah jadinya. Kayaknya pas banget nih aku harus baca ebook ini agar bisa belajar menjadi pemimpin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, kak. Kalo kegiatan sosial tuh emang enggak bisa sembarangan, ya. Bisa dicoba terapin situational leadership. Biar bisa menghadapi orang yang lebih tua dari kita juga, kak

      Hapus
    2. Biasanya tipe ngeboss itu yang suka terlihat superior atau super power di depan orang lain ya kak.. padahal biasanya masih bergantung sama orang lain

      Hapus
  10. Wah keren singapura ya kak, bangkit dan karena leadership yang dibangun bisa menjadi negara maju kayak sekarang. Semoga saja Indonesia bisa nyontoh leadership yang mereka bangun.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, kak. Singapur emang kece banget saat ini, ya. Tapi, kalau mencontoh tipe kepemimpinannya kayaknya enggak bisa, kak. Soalnya tipe kepemimpinanya diktator gitu. Sementara Indonesia kan Demokrasi.

      Tapi, kalau mencontoh ketegasannya dalam memimpin, semoga saja semua pemimpin di indonesia tegas ya, kak. Sesuai sama demokrasi

      Hapus
  11. Bicara mengenai leadership, hanya bisa berharap semoga Indonesia ini diberi para pemimpin yang memang menguasai ilmunya, dan bisa diandalkan oleh rakyatnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin allahumma aamiin
      Semoga Allah ijabah doanya kak Ida

      Hapus
  12. Wah cucok ini buku ini dibaca sama calon leader biar mereka gak ngebosin, leader bukan sekedar memerintahkan saja tapi juga membimbing anak buah

    BalasHapus
  13. Wah cucok ini buku ini dibaca sama calon leader biar mereka gak ngebosin, leader bukan sekedar memerintahkan saja tapi juga membimbing anak buah

    BalasHapus
  14. Saya generasi milenial anak 90an, dan iya sih saya lebih fokus ke pekerjaan sesuai hobi dan passion

    BalasHapus
  15. Harapan semua orang memiliki pemimpin peduli dan menginspirasi buat yang dipimpin

    BalasHapus
  16. Buku menarik yang membahas kepemimpinan... saya suka... karena bagi saya kepemimpinan bukan perihal memimpin orang banyak... tapi mulai dari diri sendiri dan keluarga... boleh pinjam kak ... eh... 🤓🤓

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betulll... Memimpin diri sendiri atau dalam lingkup kecil mimpin keluarga yaa, kak. Duh, maafkan daku, kak. Ini daku baca versi digital

      Hapus
  17. Mbak Ipeh bacaanya beragam banget ya, takjub saya lihatnya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, kak. Soalnya tergantung mood banget. Sungguh jangan sampe ditiru jadi moody reader. Berat soalnya

      Hapus
  18. Seorang pemimpin yang berhasil merupakan leader yang mampu membawa anak buahnya menjadi naik level dan menjadi inspirasi , malah seperti kawan yang bisa memberikan jalan keluar dalam segala hal tanpa meremehkan bawahannya.

    BalasHapus
  19. Wah, dari ulasan ini saya jadi tertarik untuk membaca bukunya. Ini kayaknya juga masih edar kan mbak ya?

    BalasHapus

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter