Tahun ini sepertinya saya cukup banyak berkenalan dengan penulis baru. Salah satunya Don Delillo. Beliau ternyata pernah menyambet beberapa penghargaan dalam dunia literasi. Kisah tentang Pafko At The Wall ini, konon, merupakan epilog untuk novel Underground. Tapi, membaca cerita di dalamnya membuat saya kaget.


Ada yang pernah menonton film Vantage Point? Satu tragedi, namun ceritanya diuntai dari beragam sudut pandang. Dari mulai tokoh A sampai tokoh Z. Dan, Pafko at the wall ini juga sama. Cerita dirajut dari banyak tokoh yang halus perpindahannya. Ada Russ, Thomson, Frank sampai Cotters. Kita akan diajak untuk mendalami satu hari itu saja, saat pertandingan antara Giant dan Dodgear.


Seperti yang banyak diketahui, permainan baseball merupakan olahraga yang sangat digemari masyarakat di U.S. Bahkan, pernah ada yang berkelakar, “kalau ada agama bernama baseball, saya yakin semua orang di U.S menganut agama itu.” Saya lupa siapa dan dalam film apa tepatnya kalimat tersebut mengalir. Tapi, ini pembuktian bahwa baseball itu seperti penggerak kehidupan. Olahraga yang menyatukan banyak orang dalam satu waktu.


Meski sebenarnya, saya tidak begitu paham dengan olahraga yang satu ini. Tapi, karena pembahasannya bukan sekadar kemenangan Giant atas Dodgear. Tapi, berisi banyak hal yang terjadi pada satu hari tersebut. Itulah, kenapa pengambilan cerita dari sudut pandang para tokohnya ini cukup menarik.


Kartu Tanda Buku


Judul : Pafko at the wall || Penulis : Don Delillo || Halaman : 96 || Rilis : 30 Juni 2008 || Diterbitkan oleh Scribner || ISBN : 9781439105443 || Dibaca melalui Scribd


Pafko at The Wall


Berlatar di New York pada 3 October 1951. Diawali dengan penonton yang berbaris ingin masuk ke stadion. Giant dan Dodgears akan bertanding dan banyak orang yang ingin menonton. Meski, katanya tidak begitu banyak sejak kekalahan Giant beberapa waktu lalu. Adalah seorang lelaki bernama Cotter yang berhasil masuk tanpa membayar tiket. Dia sendiri mengaku bolos sekolah hanya demi menonton pertandingan.

Ada pula antrian para penonton yang ingin mengadu nasibnya melalui pertaruhan. Hari itu banyak orang yang juga ikut menonton di tempat lain. Pun terdapat jajaran selebriti seperti Frank Sinatra yang ikut menonton.

Saya cuma mengingat karakter-karakter seperti Cotter yang bolos sekolah. Frank yang seorang selebriti. Jackie yang entah dia itu siapa. Bobby yang termasuk pemain baseball. Pafko yang juga ternyata seorang pemain. Dimana dalam kisah nyatanya, dia menyaksikan temannya bunuh diri. Juga deretan orang-orang yang cukup banyak hingga membuat saya bingung.

Penonton sedang menyaksikan pertandingan. Dimana pada waktu yang sama ada berita menyeruak tentang Uni Soviet yang membuat bom nuklir. Beberapa berita tersemat tapi saat itu semua mata menyorot pada pertandingan yang cukup menegangkan tersebut.


Penutup


Pafko at the wall itu tentang olahraga baseball. Sepertinya banyak sekali yang dibahas tapi saya tidak begitu memahaminya. Namun, cukup menyenangkan sebenarnya gaya berceritanya. Juga fakta tentang beberapa hal yang terjadi di hari yang sama.

0 Comments