Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2019

Norwegian Wood Book Review - Spoiler Alert

Norwegian Wood - Meski saya menunda beberapa tahun untuk membaca buku ini. Tapi, saya tidak merasa menyesal walaupun tampak terlambat. Sepertinya memang tidak ada kata terlambat. Keputusan ini rasanya tepat, di saat saya tengah menghadapi kemunduran dalam progres membaca. Bayangkan saja, saya baru membaca 47 buku tahun ini. Dan buku ini merupakan buku ke-48 yang saya selesaikan.

Saya membaca Colorless Tsukuru pertama kali sebelum membaca novel ini. Sehingga, saya paham pada komentar yang pernah saya dapat. Bahwa, Colorless Tsukuru ini seperti versi cerita ringan dari Norwegian Wood. Walaupun sebenarnya keduanya sangat berlainan. Dengan permasalahan yang berbeda. Tapi, kesedihan yang dihadapi Tsukuru dan Watanabe hampir sama.

Sosok Tsukuru dan Watanabe juga mirip-mirip. Keduanya sangat mengetahui apa yang diinginkan dalam hidup. Ingin menjadi apa ketika sudah selesai sekolah nanti. Dan, mencangkup segala hal. Seperti selera musik, film dan makanan.

Dari segi kharismatik pun keduanya mi…

Membaca Norwegian Wood Kala Reading Slump Melanda

Apakah kalian pernah membaca buku yang membantu kalian menghadapi sesuatu dalam hidup? Saya memilih buku Norwegian Wood di saat menghadapi kebosanan dalam membaca. Belakangan, perkembangan saya membaca buku cukup memprihatinkan. Seolah tidak ada buku yang bisa membuat kembali semangat untuk membaca. Walaupun bisa dikatakan bohong kalau saya tidak membaca sama sekali. Karena, saya masih membaca Manga atau Manhwa.

Namun, keinginan untuk membaca buku fiksi atau nonfiksi. Itu seolah tengah tenggelam dan mengalami masa kritis. Reading Challenge bergerak lambat. Sehingga saya merasa jenuh. Pada akhirnya, saya memaksakan diri memilih bacaan yang sudah bertahun-tahun lamanya belum pernah saya sentuh.

Pada awal kemunculan Norwegian Wood, beberapa teman saya memberikan peringatan. Bahwa, kalau kondisi jiwa saya masih lemah. Saya dilarang untuk membaca buku tersebut. Pun, demikian alasan untuk semua buku Haruki Murakami. Mereka mengatakan, kisah di dalamnya terlalu gelap. Sementara bisa saja jiw…

Fiksi Sejarah : Pafko At The Wall

Tahun ini sepertinya saya cukup banyak berkenalan dengan penulis baru. Salah satunya Don Delillo. Beliau ternyata pernah menyambet beberapa penghargaan dalam dunia literasi. Kisah tentang Pafko At The Wall ini, konon, merupakan epilog untuk novel Underground. Tapi, membaca cerita di dalamnya membuat saya kaget.


Ada yang pernah menonton film Vantage Point? Satu tragedi, namun ceritanya diuntai dari beragam sudut pandang. Dari mulai tokoh A sampai tokoh Z. Dan, Pafko at the wall ini juga sama. Cerita dirajut dari banyak tokoh yang halus perpindahannya. Ada Russ, Thomson, Frank sampai Cotters. Kita akan diajak untuk mendalami satu hari itu saja, saat pertandingan antara Giant dan Dodgear.


Seperti yang banyak diketahui, permainan baseball merupakan olahraga yang sangat digemari masyarakat di U.S. Bahkan, pernah ada yang berkelakar, “kalau ada agama bernama baseball, saya yakin semua orang di U.S menganut agama itu.” Saya lupa siapa dan dalam film apa tepatnya kalimat tersebut mengalir. Tap…