6 Manhwa Romantis Dan Lucu Yang Bisa Dibaca Di TappyToon







Siapa di sini yang suka baca Manga atau Manhwa? Sejak masuk tahun baru 2019, entah mengapa rasanya saya terkena virus Reading Slump. Tepatnya bukan malas membaca, tapi lebih merasa kurang sreg dengan bacaan yang saya pilih. Belum lagi kecepatan membaca saya pun semakin menurun hingga saya cuma bisa menyelesaikan 11 buku bulan Januari kemarin hingga Februari ini. Sedih rasanya, padahal sudah berusaha untuk bisa melebihi target baca tahunan di Goodreads.

Nah, untuk meningkatkan mood membaca, akhirnya saya pilih bacaan yang ringan dan memang tipe bacaan yang membuat saya menyukai membaca untuk pertama kalinya. Yaitu membaca Komik, kalau kata orang Indonesia. Meski, lebih tepatnya membaca Manhwa, karena ini berasal dari Korea. Kebetulan, semua ini diawali usai saya menyelesaikan baca Why Secretary Kim kemarin.

Kali ini, saya akan mengulas sedikit beberapa Manhwa yang sudah saya selesaikan dan ada satu saya sematkan, statusnya masih Ongoing sehingga saya harus sabar menunggu selesai. Untuk yang mencari rekomendasi Manhwa yang banyak dibaca, bisa main-main ke TappyToon.






Bloody Sweet - Ini kisah seorang gadis remaja, murid SMA, yang merupakan anak dari Moodang (pengusir hantu). Kehidupan gadis bernama Naerim ini sejak awal sudah diperkenalkan bahwa dia adalah korban bully. Nah, berbicara masalah Bully di kelasnya ini, tidak ada satupun murid yang mengadukannya ke guru. Bahkan, banyak guru yang tidak tahu atau justru menutupi kenyataan bahwa Naerim adalah korban bully. Salah satu anak yang merupakan manipulator dan menggerakkan anak lain untuk merundung Naerim adalah seorang anak yang berpura-pura baik pada Naerim.

Masalah perundungan ini cukup sadis bagi saya. Bayangkan, Naerim sampai dipukul dan mengalami luka-luka pada tubuhnya. Sementara itu, seperti layaknya korban perundungan, Naerim pun tidak mampu mengadukan apapun yang dialami olehnya. Apalagi, hubungan dengan Ibunya juga tidak begitu dekat. Bagi Naerim, kehidupannya sudah merupakan tekanan yang tidak pernah bisa membuatnya merasa nyaman. Meski dia sudah berusaha bersembunyi, tapi dia tetap menjadi korban penganiayaan di kelasnya.

Suatu ketika, kejadian yang disengaja oleh kawan-kawannya, membuat Naerim membangunkan seorang Vampire yang dikunci di ruangan khusus. Vampire ini bernama Vlad Fetechou, yang sudah menjalani kehidupan abadi selama lima ratus tahun. Pertemuan inilah yang membuat Fetechou dan Naerim memiliki ikatan yang aneh, ada benang merah yang menghubungkan keduanya. Benang merah seperti apa? Romansa di cerita ini cukup manis, tidak berlebihan.

Namun, ada yang membuat saya berpikir. Begini, bagi banyak korban perundungan, memiliki sosok yang bisa membela dan membantu serta selalu ada setiap saat adalah sebuah impian yang sering membayangi. Faktanya, dalam kehidupan ini seringkali para korban ini tidak memiliki siapapun yang berdiri di sisi mereka untuk melindungi atau bahkan sekadar mendengarkan. Karena itulah, membaca Manhwa ini memang bisa menumbuhkan rasa percaya diri atau mungkin memberi sedikit kekuatan bagi mereka yang mengalami. Tapi, bisa jadi ini mata pisau yang merusak kehidupan korban perundung karena sadar, bahwa dalam hidupnya dia tak bisa memiliki Fetechou dan tak seberuntung Naerim. Terkadang, ketika hidup tengah begitu menyesakkan, perbedaan antara fiksi dengan kenyataan sering begitu tipis. Impian yang bisa dimiliki oleh tokoh fiksi bisa membawa rasa iri yang terus dirasakan dalam kehidupan nyata.

Karena, Fetechou hanya ada di cerita ini. Dan, faktanya kita akan selalu sendiri saat berharap ada seseorang yang mau membersamai langkah dalam suka dan duka.





Who Invited You - Beruntung memang si Jade ini, bisa bekerja di perusahaan besar dimana perusahaan tersebut didominasi oleh lelaki. Kehidupannya berat sebenarnya, dia harus mandiri di usia sekolah karena Bapaknya sering meninggalkan Jade sendirian. Usai kematian Ibunya, Jade kecil sering bepergian bersama sang ayah, namun menginjak remaja, ayahnya meninggalkannya sendiri meski dibiayai segala macamnya. Tapi, setiap pulang ke rumah yang dia temui hanya ruangan kosong dan dirinya sendiri.

Ketika kecil, Jade pernah bermukim di Cina, di tempat relasi ayahnya. Di sana, dalam ingatan Jade, ada seorang anak lelaki bernama Willow. Namun, dalam mimpinya ada dua Willow yang membuatnya kebingungan. Tapi, ingatan dia belum sepenuhnya saat ayahnya mengatakan Willow akan tinggal di rumah bersamanya. Sungguh, Jade tidak pernah menyangka akan tinggal bersama seorang lelaki yang usianya lebih muda darinya.

Romansa dalam cerita ini, cukup menyebalkan karena Jade ini tipikal perempuan yang denial, tapi kalau dilupain sering marah-marah. Egonya tinggi memang, membuat saya yang sesama gender ini jadi emosi sendiri, hehehe. Tapi, pertemuannya dengan Willow memang membuat perubahan dari masing-masing diri mereka berdua.





Summer of Us - Ini ceritanya lebih cheesy banget, sih. Tentang seorang wakil ketua kelas, bernama Jia yang bekerja sebagai marketing perusahaan pengadaan seragam. Dia memiliki wajah yang cantik, sehingga banyak klien kantornya yang menggodanya. Suatu hari dia bertemu dengan ketua kelas, Jaehee namanya, pertemuan ini membuat Jia kemudian flashback ke masa 9 tahun sebelumnya.

Alur maju-mundur-maju ini, cukup halus mengingat kisah 9 tahun yang lalu merupakan benang merah alasan demi alasan kenapa Jia terus-menerus berusaha untuk lari dari Jaehee. Hidupnya Jia ini tergolong dramatis banget, mulai dari Ibunya yang sering menekan dia agar senantiasa membiayai kehidupan mereka, komunikasi antar-keluarga yang kurang, bahkan sosok pribadi Jia yang terlalu nrimo ini cukup membuat saya sempat merasa MEH. 

Jaehee ini seorang dokter yang berasal dari keluarga kaya. Awalnya, Ibunya Jaehee menolak hubungan Jia dan Jaehee, tapi karena sang anak meminta Ibunya untuk berbicara dengan baik dengan pacarnya, tiba-tiba hubungan mereka jadi baik dengan cepat. Selain itu, Jia yang tidak memiliki kesempatan untuk kuliah, akhirnya dibiayai untuk kuliah oleh mertuanya.

SEMPURNA BANGET. Jujur, tokoh seperti Jia ini membuat saya berpikir, "jangan-jangan nanti banyak cewe-cewe yang berpikir, udahlah pasrah aja kaya Jia, gak perlu kerja keras toh siapa tau nanti dapet mertua kaya raya yang biayain kuliah." Sementara itu, banyak perempuan muda yang kudu banting tulang demi mencapai cita-cita dan impiannya namun dihentikan langkahnya oleh keluarga. Nah, ini tidak sedikit yang seperti ini.





My Ex, Client  - Gimana coba ya, rasanya kerja bareng sama mantan dimana putusnya itu tiba-tiba tanpa alasan yang jelas. Terus, si mantan yang tampan dan sering jumawa ini, masih belum bisa move on dan masih berharap. Duh, dek, hatimu harus kuat kalau baca cerita ini. Alkisah, Jihyo seorang perempuan muda berusia 30 tahun, yang bekerja di bidang periklanan ini menerima permintaan membuat iklan dari perusahaan ternama yang merupakan konglomerat paling WOW seantero korea.

Namun, di hari pertama dia bertemu dengan seorang manajer yang usianya lebih muda darinya setahun, Jihyo harus berhadapan dengan orang yang paling ingin dihindari olehnya, Jegook. Keduanya pernah menjalin asmara selama kuliah. Kemudian, putus tanpa Jihyo memberikan alasan yang benar-benar bisa memuaskan Jegook. Dan, pertemuan keduanya ini membuat kisah CLBK.

Apa yang paling ditakuti oleh Jihyo? PERNIKAHAN. Dia takut menikah karena kondisi keluarganya dahulu sungguh bisa dijadikan alasan besar kenapa dia takut dan trauma dengan komitmen pernikahan. Ibunya memutuskan bunuh diri usai sang Ayah yang juga memutuskan untuk bercerai dan tinggal bersama wanita lain. Kehidupan rumah tangga seperti ini yang membuat Jihyo takut untuk berkomitmen ke hubungan yang serius.

Sosok Jihyo termasuk keras kepala, naif dan pekerja keras. Dia merupakan kepala divisi yang mampu membuat banyak kliennya merasa puas dengan kinerjanya. Belum lagi, hasil yang diberikan pun sesuai dengan keinginan mereka. Jihyo memang wanita yang cukup profesional dalam bidang pekerjaannya, meski dalam urusan cinta masih dipertanyakan. Tapi, kehidupannya dan masa lalunya bisa menjadi alasan yang kuat mengapa dia menjauh dari Jegook.

Meski sebenarnya saya juga tahu, bahwa hubungan pekerjaan yang profesional harus bisa memisahkan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, tapi nyatanya memang tak akan mudah. Sama seperti Jihyo dan Jegook yang sering menggunakan waktu bekerja mereka untuk menjalin asmara. Pfftt sih memang, apalagi buat saya si Jegook ini tipikal cowok yang kurang begitu berpendirian tapi egonya tinggi. Sementara Jihyo, dia terlalu plin plan.





What's Wrong With Secretary Kim? - Ini nih biang keladinya, yang bikin saya terus menerus mencari Manhwa lain untuk menemani hari-hari yang cukup membuat kepala ini berpikir keras. Kisah bos dengan sekretarisnya yang mampu bertahan selama 9 tahun bekerja bersamanya. Saya lagi mikir, ada apa dengan angka 9 ini, ya? Apa karena angka 9 ini termasuk angka krusial dalam sebuah hubungan? Gara-gara si Park membahas masalah hubungan dua insan yang memungkinkan memasuki masa-masa kritis pada angka-angka ganjil, saya jadi mikir ada apa dengan angka 9 ini.

Miso, dia bekerja sebagai sekretaris meski dirinya belum memiliki ijazah Sarjana. Baru lulus SMA kemudian bisa bekerja di perusahaan ternama yang cukup WAH. Apalagi bisa membersamai seorang anak pemilik perusahaan yang kemudian menggantikan Ayahnya mengelola perusahaan, Youngjoon. Bekerja bersama seorang yang memiliki tingkat narsis yang melebihi Dewa Narcisus ini, memang cukup menjengkelkan pastinya. Tapi, siapa sangka, bahwa kesempurnaan yang terus ditekankan oleh Youngjoon bisa membawa Miso berada pada level pekerja profesional yang memiliki pengalaman cukup banyak.

Membaca ini membuat saya berpikir, ini tuh ya, apa iya masih ada paket komplit kaya Youngjoon? Konglomerat yang enggak senang main cewe apalagi main cowo, tapi suka sama satu perempuan dan setianya setengah idup. Faktanya, kawan-kawan, di dunia ini sangat sulit menemukan cowok yang mau setia sama satu pasangan tanpa lirik kanan-kiri, tebar pesona kanan-kiri. Soalnya, begitu pula perasaan cowok yang berpikir, nyari cewek setia yang enggak tepe-tepe dan lirik sana-sini itu susah. Jadi, keduanya ini seperti telah dijodohkan sejak lahir dan enggak perlu susah-susah mencari. Cukup membuka lembaran masa lampau aja, semuanya terselesaikan.

Kemudian, tentang statusnya Miso yang masih berbekal ijazah SMA. Is that really possible nowaday? Tentu akan banyak yang berpikir dan berharap bahwa mereka tidak perlu kuliah untuk bisa bekerja di perusahaan yang bagus. Begini, di dunia ini tentu memang ada orang yang sangat teramat beruntung. Entah apa amalan harian yang dilakukan olehnya sehingga keberuntungannya bisa mencapai level yang sama dengan Dewi Fortuna. Sehingga, dalam urusan pekerjaan, meski terlampau tidak memenuhi kriteria, dia bisa menjadi sosok yang populer dan kaya raya.

Masalahnya adalah ketika seorang lain yang sudah berusaha mati-matian untuk menaikkan dirinya ke level impiannya saja sudah memakan seluruh masa mudanya. Bagaimana dengan orang seperti ini? Itulah dia, betapa membaca fiksi bisa membuat orang bisa dengan mudahnya berpikir bahwa hidupnya tak ditemani oleh Dewi Fortuna. Meski sebenarnya, dalam hidup memang ada orang-orang yang harus bekerja sampai banting tulang dan tidak menyadari bahwa waktu telah berlalu. Ada pula yang bekerja seadanya tapi hasilnya bisa sama dengan yang banting tulang. Intinya, usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil. Tetap bermimpi yang tinggi dan bangunlah untuk mencapainya.





The Girl And The Geek - Masih ongoing statusnya, dan saya merasa menyesal membacanya sebelum cerita ini selesai. Bagaimana bisa saya bertahan sementara harus menunggu cerita terbarunya muncul. Kisahnya sebenarnya cukup ringan. Tentang seorang lelaki yang termasuk geek atau otaku bernama Deokhoo. Dia memiliki jabatan yang cukup bagus di perusahaan penyedia game. Di sini, tokoh ceweknya bernama Nanhee, dia bekerja sebagai cleaning service di perusahaan tersebut.

Keduanya dipertemukan akibat Nanhee tidak sengaja membuang salah satu figure yang cukup mahal. Dengan meminta maaf dan menawarkan jasa bersih-bersih gratis, akhirnya Nanhee bisa mengenal Deokhoo lebih dekat. Hingga dia bisa tahu bahwa lelaki itu sedang mengalami penekanan dari Ibunya agar menikah.

Cukup seru, karena episode terakhir yang saya baca itu, saat keduanya memulai hubungan pacaran. Usai Deokhoo beberapa kali mendapati dirinya memimpikan Nanhee, padahal sebelumnya dia tak pernah memimpikan gadis manapun selain tokoh kartun yang dia buat.



PENUTUP



Pada akhirnya, ada beberapa hal yang saya sadari. Bahwa, cowo ganteng di setiap Manhwa yang saya baca ini, selalu berjodoh dengan cewe cantik yang kecantikannya bahkan membuat sang kreator iri. Jadi, bagi kalian yang baper karena si cowo berjodoh sama cewe cantik, get your real life. Jangan dibawa perasaan, ya. Karena, toh, pada akhirnya cewe yang wajahnya standar tanpa ada yang memuja apalagi mengagungkan akan selalu memilih cowo ganteng, begitu pula sebaliknya. Jadi, wajar kalau setiap orang menginginkan sesuatu yang lebih baik.

Untuk masalah pekerjaan, mungkin bisa dicontoh seperti beberapa dari mereka yang benar-benar berusaha keras agar menjadi seorang yang profesional di bidangnya. Tak hanya itu, lihat saja kehidupan mereka, pasti ada saja hal-hal yang membuat kita menganggukkan kepala bahwa kehidupan pada setiap orang itu akan selalu menawarkan beban yang berbeda yang harus ditanggung oleh setiap orang.

Baiklah, mood saya masih ingin baca Manhwa. Mari kita cek lagi, cerita mana yang bisa saya baca.

0 Comments