Skip to main content

Book Review : A Distance Between Us

Book review



Saya kembali lagi untuk mengulas novel karya Kasie West. Kali ini cukup berbeda karena ada jurang pemisah antara si kaya dan si biasa saja dalam cerita ini. Tapi, masih tetap sama, kok, genrenya Young Adult. Juga, sosok gadis yang gemar mengeluarkan sarkasme pun masih menjadi senjata pamungkas Kasie West. Sepertinya, Kasie memang gemar sarkasme sehingga mewakili dirinya sendiri pada tiap karakternya.

The Distance Between Us merupakan novel tentang dua insan yang sama-sama harus mengurus bisnis keluarga. Meskipun keinginan mereka sama sekali bukan pada bisnis tersebut. Tapi, demi membuat orangtua mereka merasa bahagia dan senang, pada akhirnya, keduanya menenggelamkan diri pada kehidupan yang bagi keduanya sangatlah membosankan.

Lucunya, cerita di sini membuat saya teringat dengan serial drama korea berjudul Secret Garden. Ketika seorang pengusaha yang menjalani bisnis keluarga, dimana dia harus menjalani pekerjaan yang bahkan tidak disukai olehnya. Tapi tetap dia lakukan karena dia masih belum tahu tentang minat dan bakatnya. Namun, penjabaran tentang kondisi si cowok pengusaha ini, membawa ingatan saya pada sosok tokoh lelaki dalam drama korea tersebut. Kehidupannya dan ketakutan-ketakutannya dalam hidup.


Kartu Tanda Buku


Judul : The Distance Between Us
Penulis : Kasie West
Halaman : 320
Terbit : 24 Juni 2013
Format : Ebook Scribd
Bahasa : Inggris
Diterbitkan oleh Harper Teen


The Distance Between Us



Dari judulnya, mungkin ada yang berpikir tentang hubungan LDR. Sayangnya, bukan itu. Menurut interpretasi saya pribadi, jarak di sini merupakan kondisi keluarga yang sangat berbeda. Xander berasal dari keluarga kaya raya, sementara Caymen berasal dari keluarga yang biasa saja. Keduanya memang dituntut untuk bekerja dan membantu mengembangkan bisnis keluarga.

Ibunya Caymen memiliki toko boneka yang terbuat dari porselen. Toko ini dibangun sejak Caymen masih kecil dan Ibunya mengurus segalanya sendiri. Uang yang digunakan untuk membuat bisnis itu merupakan hasil pemberian dari orang-orang di masa lalu Ibunya, yang tidak berkenan untuk menerimanya kembali. Akibat sang Ibu hamil di usia muda. Dan, harus menjadi single parent selama itu pula.

Sementara Xander, memang berasal dari keluarga kaya raya. Uniknya, pertemuan Xander ini berawal dari acara ulangtahun neneknya Xander yang tidak lain adalah customer di toko ibunya Caymen. Karena itulah, ketika kedatangannya yang kedua kali ke toko tersebut, Caymen baru mengetahui kalau Xander adalah cucunya seorang wanita tua yang sangat baik hati dengan keluarga Caymen. Mengelola bisnis ayahnya membuat Xander harus berusaha mendengarkan apa yang dikatakan oleh sang Ayah. Juga harus mau mengikuti jadual yang sudah dibuat oleh Ibunya.

Sekilas, kehidupan keduanya merupakan alasan mendasar mengapa mereka berpikir bahwa hidup terlalu membosankan. Pernyataan ini sempat dinarasikan oley Caymen, tentang hidupnya yang membosankan.

Beberapa kali bertemu, keduanya menjadi dekat. Baik Caymen dan Xander berusaha menemukan bakat yang tidak mereka sadari melalui tantangan demi tantangan yang mereka sepakati. Semakin lama tentunya ada benih-benih asmara yang tumbuh. Namun, karena salah satunya berpikir bahwa apa yang dialami olehnya adalah sebuah kesalahan yang besar, karena itulah perasaan tersebut dipendam dan ditutup rapat.

Caymen memiliki seorang sahabat bernama Skye. Orangtuanya juga punya usaha di tempat yang sama dengan Caymen. Toko barang antik yang memuat banyak hal. Skye memiliki pacar bernama Henry dan dia seorang anggota band indie. Pernah suatu ketika, Skye dan Henry memaksa Caymen untuk berkencan dengan Mason, vokalis dari band mereka. Saat bertemu pertama kali dengan Henry, Xander mengira dia adalah pacarnya Caymen. Karena, Henry sedang menyanyikan sebuah lagu untuk Caymen. Di pertemuan berikutnya, Xander dengan murah hati, memberikan peluang untuk meminjam studio rekaman kepada mereka.

Ada surat yang tertempel di apartemen Caymen. Berisi tulisan tangan Ibunya, yang bagi Caymen seperti tulisan orang marah. Mengabarkan bahwa dirinya ada janji bertemu dengan seorang dokter. Setelah sebelumnya, sang Ibu tampak seperti terlalu lelah dan lesu. Ketika pergi, sang Ibu bahkan mengambil semua deposit dari mesin kasir.

Kemudian baru mengatakan pada Caymen bahwa dia tengah melunasi hutang-hutang terkait bisnis dengan berbohong padanya. Mendengar hal itu, Caymen berinisiatif untuk membuat website agar usaha mereka lebih meluas jaringannya. Sayangnya, sang Ibu justru tidak setuju dan meminta Caymen untuk membatalkan niatnya. Tanpa alasan yang jelas.

Cinta datang secara diam-diam. Baik Caymen maupun Xander akhirnya berusaha jujur dengan perasaan mereka. Namun, hubungan mereka tidak disetujui Ibunya Caymen. Sang Ibu justru lebih senang jika Caymen bersama Mason.



Spoiler Attack Dan Hal Yang MEH Banget




  • Untuk pertama kalinya, usai menonton pertunjukkan band di klub, Mason mencium Caymen. Itu adalah ciuman yang mengejutkan untuk Caymen, namun tidak berarti apa-apa baginya. Karena toh, di dalam otaknya Caymen dia membayangkan Xander.
  • Saat Xander mengunjungi Caymen di tokonya, Mason membisikkan sesuatu namun cukup jelas terdengar bahwa keduanya sudah berciuman. Hal itu mempertegas Xander bahwa antara Xander dan Caymen hanya teman semata. Yang pasti, Caymen sudah membulatkan tekad menjaga hatinya demi Xander. Siapa pula yang nolak cowok tampan, tajir dan keren?
  • Caymen sempat beradu mulut dengan Xander. Usai itu, keduanya berpamitan dan Caymen berharap Xander akan memanggilnya setelah dia membalik badan. Bagian ini cukup memuakkan untuk saya, karena terlalu klise.
  • Di sebuah majalah mengatakan bahwa Xander tampak sedang berkencan dengan kekasihnya. Dan itu membuat Caymen merasa sedih. Ini sungguh klasik yang ujungnya bisa ketebak.
  • Ada adegan dimana Xander mengajak Caymen pergi menggunakan pesawat pribadi ke sebuah universitas. Dan memberi kesempatan padanya bertemu dengan seseorang dalam bidang science. Ini tuh mirip banget dengan adegan di drama korea Secret Garden.



Tokoh-Tokoh Dalam Cerita



Xander Spence : Cowok kaya raya, menjalani usaha hotel keluarganya. Punya pesona yang luar biasa.

Skye : sahabatnya Caymen, cantik, sangat memahami Caymen, sayangnya jarang muncul.

Ibunya Caymen : wanita yang gemar Yoga, sangat menyukai bisnis yang digeluti, suka dengan anak-anak, cukup pemarah.

Henry : pacarnya Skye, suka menggunakan panggilan ‘aneh’ ke banyak orang, pandai mengarang lagu.

Mason : tipe cowok yang mudah dekat dengan cewek.

Matthew : seorang lelaki yang tampak baik hati namun sering menagih sesuatu.

Mrs. Dalton : pelanggan setia toko boneka, neneknya Xander.

Caymen Meyers : gadis yang senang sarkasme.



Kesimpulan


Ini salah satu buku Kasie West yang bikin saya males. Bukan buku terbaik yang saya baca. Rasanya membosankan melanjutkan baca buku ini. Ya ampun! Terlalu klise ceritanya. Sampai saya berpikir, apa yang ada dalam pikiran Kasie saat menulis buku ini? Jujur, ini bukan jenis cerita yang patut diperjuangkan karena terlalu biasa.

Comments

Popular posts from this blog

Novel Infinity Karya Mayang Aeni : Konflik Rumit Keluarga Hingga Luka Yang Terpendam

Novel Infinity Karya Mayang Aeni : Konflik Rumit Keluarga Hingga Luka Yang Terpendam


"Petra punya nyokapnya buat ngobatin luka." ~ (Pg 133 - Infinity)

Cerita dalam novel Infinity yang baru saja saya selesaikan ini, sebenarnya memiliki alur pertemuan dua remaja yang sudah terlalu sangat umum. Dari model bad boy kemudian berubah menjadi good boy karena cewek. Dimana pada awalnya si cewek ini sosok utama bullying si cowok dan gengnya.

Seperti pernah teringat cerita serupa dari film-film yang beredar? Sama! Sebab itu saya sempat mencibir kalau novel ini sepertinya tidak ada yang bisa saya bahas dan ada kemungkinan tidak mungkin saya tulis dalam satu tulisan utuh. Eh, tapi ternyata, ketika saya baca kembali dengan seksama dengan mengesampingkan hubungan si cowok dan cewek, ada sesuatu loh yang lumayan membekas.

Sesuai dengan kutipan di atas, merupakan dialog Bani seorang lelaki yang menjadi anggota geng The Fabs. Cowok inilah yang menjadikan Dinda sebagai objek bullying, itu karen…

Zone by Jack Lance | Book Review

Sewaktu Jack Lance datang ke Indonesia atas undangan Bhuana Tim. Promosi yang disebarkan secara besar-besaran itu menyebutkan sesuatu. Kalau Jack Lance ini, ibaratnya sosok Stephen King dari Belanda. Terbukti dari banyaknya buku beliau yang sudah dialih-bahasakan. Selain itu, buku-bukunya juga sudah banyak diadaptasi ke dalam film.

Kehadirannya juga dirayakan sebagai bagian kerjasama Bhuana dengan beliau. Karena, novelnya berjudul Zone ini diluncurkan dalam Bahasa Indonesia. Mengundang beberapa anggota dari banyak komunitas. Membuat acaranya tentu meriah. Apalagi, konon ada iming-iming mendapat novel dari penerbit. Siapa yang menolak?

Nah, berhubung momen tersebut sudah berlalu cukup lama. Saya akhirnya bias mencicipi karyanya. Sambal mencari tahu, apakah benar beliau setara dengan Stephen King. Kali ini, bukunya berjudul Zone yang saya baca. Jadi, apakah ada perbedaan atau persamaan, akan saya bahas sebentar lagi.

Saya ingin menyeritakan sedikit apa yang tertulis di bagian belakang …

The Ghost Bride (Pengantin Arwah)

The Ghost Bride - "Pada suatu malam, ayahku bertanya apakah aku mau menjadi pengantin arwah..."

Li Lan, putri tunggal sebuah keluarga yang bangkrut, mendapat lamaran dari keluarga Lim yang kaya raya dan berkuasa. Namun, calon suaminya adalah lelaki yang telah meninggal secara misterius, dan pernikahan ini dilakukan untuk menenangkan arwah penasarannya. Mengerikan memang, tapi tidak ada jalan lain untuk menjamin masa depan Li Lan.

Setelah kunjungannya ke mansion keluarga Lim, Li Lan mulai dihantui oleh calon suaminya dan dia tidak bisa lagi tidur tenang. Sedikit demi sedikit, Li Lan tertarik ke dunia arwah yang tidak hanya dihuni oleh para hantu lapar dan arwah pendendam, tapi juga para iblis penjaga berwujud banteng. Li Lan harus mengungkap rahasia kelam tentang keluarga Lim dan keluarganya sendiri, jika dia tidak mau terjebak di dunia arwah selamanya.



Detil Buku
Judul : The Ghost Bride (Pengantin Arwah) || Penulis : Yangsze Choo || Bahasa : Indonesia || Terbitan : Oktober 2014