Skip to main content

Jangan Mampir Ke Mile 81 Kalau Tidak Mau Masuk Mobil Misterius

Mile 81



Tahulah saya sekarang. Mengapa ada beberapa pengulas, memberikan satu bintang untuk cerita pendek ini. Padahal, saat ditelusuri, kebanyakan dari mereka adalah penggemar Stephen King. Apa alasannya sampai mereka memberikan penilaian setega itu? Begitu mungkin anggapan beberapa orang yang jarang membaca karyanya.

Mile 81, konon akan atau sudah diangkat ke layar lebar. Tapi, saat saya lihat di beberapa website. Statusnya masih bertuliskan tahap produksi. Berarti belum, kali ya? Kalau film Christine yang disebut di dalam cerita ini. Sudah tayang sejak tahun 1983. Kisahnya hampir sama, tentang mobil yang bisa membunuh manusia.

Kalau disebut Monster Car, mungkin benar. Tapi, sempat mengingatkan saya pada Monster Truck yang lucu dan menggemaskan. Sayangnya, di Mile 81 ini. Mobil penuh lumpur yang bahkan tidak terdeteksi tipe apalagi merknya ini. Tidak bisa dikatakan lucu apalagi menggemaskan. Yang ada justru harus menjauh dari tempat tersebut.



Kartu Tanda Buku

Judul : Mile 81
Penulis : Stephen King
Halaman : 80
Bahasa : Inggris
Format : Scribd Digital Book
Rilis : 1 Septermber 2011
Penerbit : Scribner
ISBN : 9781451665604


Mile 81 An Abandoned Station



Yang namanya mampir ke tempat-tempat tak terawat. Memang mendatangkan kengerian yang sensasional. Di negara kita ini, pastinya tempat seperti ini akan menjadi daya tarik demi konten. Entah itu penemuan hantu atau hal-hal yang tak bisa kita lihat.

Sementara, di cerita ini. Lokasi pemberhentian yang letaknya di kilometer 81. Menjadi saksi akan tragisnya beberapa orang yang terbunuh. Sayangnya, jasad mereka bahkan tidak bersisa. Dan, kasusnya tidak mungkin diurus ke pengadilan. Sebab, polisi yang menyaksikan pelakunya pun kebingungan harus menulis laporan seperti apa.

Berawal dari Pete seorang anak yang ditinggal main oleh kakaknya. Ia dilarang ikut ke tempat kakaknya karena usianya belum cukup. Memutuskan untuk eksplorasi tempat yang diketahui dari temannya. Konon, tempat tersebut tidak banyak yang mendatangi. Karena, memang sudah tutup dan tidak banyak yang bisa dilakukan di sana.

Namun, bagi Pete yang percaya bahwa ada kemungkinan ia akan menemukan hal seru. Tampaknya, memang sesuai dengan apa yang ia harapkan. Di sana, untuk pertama kalinya. Pete merasakan beberapa teguk Vodka. Melihat poster perempuan bugil. Sambil mengoceh tidak karuan akibat pengaruh alkohol. Setelahnya, ia merasakan kepalanya berat dan jatuh tertidur.



Mobil Berlapis Lumpur Yang Misterius



Siapapun yang melihat kehadiran mobil ini pasti akan kebingungan. Karena, tidak mungkin bisa terlihat siapa yang ada di balik kemudi. Sampai, tidak mampu menentukan mobil merk apa dan tahun berapa. Apalagi sampai melihat nomor platnya, rasanya tidak mungkin karena lumpur yang membalut terlalu tebal.

Mobil itu datang saat Pete baru saja tertidur. Pintunya terbuka, seolah mengundang seseorang untuk masuk. Mungkin, ingin memberikan tumpangan? Tapi, sayangnya ketika seorang lelaki yang gemar membaca alkitab. Turun dan berusaha untuk bertanya apakah ada kendala yang dihadapi oleh pemilik mobil. Yang dialami olehnya adalah tubuhnya terasa terhisap untuk masuk ke dalam mobil.

Tak lama, kepalanya dibenturkan dengan kencang oleh pintu mobil tersebut. Hingga semua tampak begitu gelap. Telepon genggamnya terjatuh dekat mobil. Namun, tubuhnya tak ditemukan dimanapun. Hanya terdengar suara berderak usai tubuh lelaki itu masuk ke dalam mobil.

Kalau boleh saya bernyanyi, saya akan menyanyikan lagu Entah Apa Yang Merasukimu. Karena, saya merasa bingung, entah apa yanga membuat para korbannya ini tiba-tiba memutuskan untuk berhenti di tempat pemberhentian yang usang ini? Seperti korban kedua, yang penasaran kenapa ada dua mobil berhenti di tempat tak terpakai.

Ini seperti sesuatu yang tidak masuk akal. Tapi, bukan King kalau tidak membuat pembacanya misuh-misuh seperti saya. Eh, tapi saya masih memberikan bintang tiga untuk cerita pendek ini, loh. Kerasahan saya akhirnya berbalas ketika seorang wanita dengan mobil trailernya berhenti. Mencari tahu apakah ada sesuatu yang bisa dia bantu pada pemilik mobil.

Sayangnya, yang ia dapatkan adalah cincin kawin yang tergeletak dekat mobil. Beserta handphone yang membuatnya curiga. Sesuatu pasti terjadi pada pemilik telpon genggam tersebut. Tapi, sebelum sang wanita ini meninggalkan tempat. Pintu mobil sudah terbuka, tubuhnya terhisap. Saat berusaha menarik badannya. Pintu mobil tersebut memutus setengah tubuhnya. Kemudian, menghisap sisanya hingga tak berjejak. Seperti sebelumnya, ada bunyi berderak yang cukup kencang setelah itu.



Pertanyaan-pertanyaan Yang Muncul



Meski ini adalah kisah fiksi. Tentunya batin saya tetap menjerit dengan beberapa hal yang aneh. Tapi, dijawab sudah seperti "Kenapa tidak ada korban yang berteriak?" Sayangnya, ada beberapa korban yang berteriak. Tapi, hanya satu kali teriakan karena setelahnya mereka tak ada lagi di muka bumi ini. Pun, ketika saya bertanya-tanya kenapa tidak ada yang mendengar?

Jalan raya di tempat tersebut terbilang cukup ramai. Saking ramainya, kendaraan tersebut jarang ada yang kecepatannya rendah. Terlebih yang sudah mengenal wilayah tersebut. Sehingga, tidak perlu memelankan kendaraan karena tidak ada tempat perhentian. Ketika korban pertama berteriak, sebuah mobil melaju di dekat wilayah tersebut. Namun, sang pengendara tengah asik mendengarkan musik yang volumenya cukup kencang.

Ketika korban kedua, jangankan suara teriakan. Bahkan sosok tubuh dan kejadian yang berlangsung pun tak akan terlihat karena tertutup mobil trailernya. Jadi, tidak ada lagi yang bisa melihat. Hanya saja ketika korban keempat, Pete melihat dengan mata kepalanya sendiri. Ia langsung bergegas keluar dan membantu dua orang anak di bawah usianya. Keduanya tampak pucat ketakutan karena kedua orang tua mereka menghilang tanpa jejak.

Penyelesaian cerita inilah yang kemudian membawa orang-orang enggan memberikan nilai yang bagus. Sebab, rasanya aneh dan cukup menjengkelkan. Bayangkan saja, semua terselesaikan hanya karena KACA PEMBESAR MILIK PETE. Sudah? Iya, sudah. Jangan ditanya bagaimana dan seterusnya. Karena, yaa itu tadi. Penyelesaiannya suka-suka King saja.

Ikut kesal juga sih. Tapi..mau dikata apa?

Comments

BlogerMadura said…
kaca pembesarnya diapain peh? udah tegang2 kok endingnya receh yak haha
Admin said…
kaca pembesarnya di anuin aja mba. dianuin :D

Popular posts from this blog

Novel Infinity Karya Mayang Aeni : Konflik Rumit Keluarga Hingga Luka Yang Terpendam

Novel Infinity Karya Mayang Aeni : Konflik Rumit Keluarga Hingga Luka Yang Terpendam


"Petra punya nyokapnya buat ngobatin luka." ~ (Pg 133 - Infinity)

Cerita dalam novel Infinity yang baru saja saya selesaikan ini, sebenarnya memiliki alur pertemuan dua remaja yang sudah terlalu sangat umum. Dari model bad boy kemudian berubah menjadi good boy karena cewek. Dimana pada awalnya si cewek ini sosok utama bullying si cowok dan gengnya.

Seperti pernah teringat cerita serupa dari film-film yang beredar? Sama! Sebab itu saya sempat mencibir kalau novel ini sepertinya tidak ada yang bisa saya bahas dan ada kemungkinan tidak mungkin saya tulis dalam satu tulisan utuh. Eh, tapi ternyata, ketika saya baca kembali dengan seksama dengan mengesampingkan hubungan si cowok dan cewek, ada sesuatu loh yang lumayan membekas.

Sesuai dengan kutipan di atas, merupakan dialog Bani seorang lelaki yang menjadi anggota geng The Fabs. Cowok inilah yang menjadikan Dinda sebagai objek bullying, itu karen…

Zone by Jack Lance | Book Review

Sewaktu Jack Lance datang ke Indonesia atas undangan Bhuana Tim. Promosi yang disebarkan secara besar-besaran itu menyebutkan sesuatu. Kalau Jack Lance ini, ibaratnya sosok Stephen King dari Belanda. Terbukti dari banyaknya buku beliau yang sudah dialih-bahasakan. Selain itu, buku-bukunya juga sudah banyak diadaptasi ke dalam film.

Kehadirannya juga dirayakan sebagai bagian kerjasama Bhuana dengan beliau. Karena, novelnya berjudul Zone ini diluncurkan dalam Bahasa Indonesia. Mengundang beberapa anggota dari banyak komunitas. Membuat acaranya tentu meriah. Apalagi, konon ada iming-iming mendapat novel dari penerbit. Siapa yang menolak?

Nah, berhubung momen tersebut sudah berlalu cukup lama. Saya akhirnya bias mencicipi karyanya. Sambal mencari tahu, apakah benar beliau setara dengan Stephen King. Kali ini, bukunya berjudul Zone yang saya baca. Jadi, apakah ada perbedaan atau persamaan, akan saya bahas sebentar lagi.

Saya ingin menyeritakan sedikit apa yang tertulis di bagian belakang …

The Ghost Bride (Pengantin Arwah)

The Ghost Bride - "Pada suatu malam, ayahku bertanya apakah aku mau menjadi pengantin arwah..."

Li Lan, putri tunggal sebuah keluarga yang bangkrut, mendapat lamaran dari keluarga Lim yang kaya raya dan berkuasa. Namun, calon suaminya adalah lelaki yang telah meninggal secara misterius, dan pernikahan ini dilakukan untuk menenangkan arwah penasarannya. Mengerikan memang, tapi tidak ada jalan lain untuk menjamin masa depan Li Lan.

Setelah kunjungannya ke mansion keluarga Lim, Li Lan mulai dihantui oleh calon suaminya dan dia tidak bisa lagi tidur tenang. Sedikit demi sedikit, Li Lan tertarik ke dunia arwah yang tidak hanya dihuni oleh para hantu lapar dan arwah pendendam, tapi juga para iblis penjaga berwujud banteng. Li Lan harus mengungkap rahasia kelam tentang keluarga Lim dan keluarganya sendiri, jika dia tidak mau terjebak di dunia arwah selamanya.



Detil Buku
Judul : The Ghost Bride (Pengantin Arwah) || Penulis : Yangsze Choo || Bahasa : Indonesia || Terbitan : Oktober 2014