Skip to main content

The Good Son : Seorang Anak Berprestasi Dengan Pengalaman Epilepsinya

The good son


The Good Son : Seorang Anak Berprestasi Dengan Pengalaman Epilepsinya



Jadi, gimana bisa saya langsung tau alasan seorang Ibu yang menginginkan anaknya mati? Sementara itu, saya juga masih belum bisa mengetahui, apa alasan Yu Jin melakukan hal itu pada Ibunya. Sedangkan ingatannya masih tumpang tindih.

You Jeong Jeong memang kejam. Menjadikan ingatan saya ikut tumpang tindih dengan ingatan Yu Jin. Antara apa yang terjadi dengan apa yang dia yakini terjadi, masih kabur. Tidak tahu ingin berpihak pada siapa karena ini bukan tentang keberpihakan.

Bagi saya, misteri di The Good Son ini lebih terasa mencekamnya. Terutama saat mendapati Yu Jin harus mengemas cerita sedemikian rupa untuk membuat alibinya lebih kuat. Terus, apa yang akan dilakukan olehnya? Sementara saya berteriak pada Hae Jin agar tidak pulang ke rumah. Entahlah, sesuatu tampaknya akan terjadi. Tapi, saya juga curiga jadinya pada Hae Jin.

Jadi, kisah dibuka dengan kondisi Yu Jin yang mengalami keanehan dalam dirinya. Dia merasa ada sesuatu yang tak biasa terjadi dalam dirinya, namun dia tak tahu apa itu. Ketika terbangun, dia mencium bau anyir yang berasal dari darah yang tercecer di lantai hingga dapur.

Yu Jin bingung, apa yang terjadi? Dimana Ibunya? Itu darah siapa? Sayangnya, beberapa kali dia hendak mencari tahu, saya selalu merasa bulu roma merinding acap kali Yu Jin mendengar suara Ibunya memanggil namanya. Seperti ada sesuatu yang salah, begitu pikiran saya.

Ternyata memang benar. Ada mayat tergeletak di lantai dengan kondisi leher yang terluka dalam. Darah tercecer dimana-mana, membuat Yu Jin kebingungan. Siapa pelakunya? Namun, tak perlu menunggu lama, karena tampaknya Yu Jin mengingat kejadian semalam dimana Ibunya mengatakan bahwa mereka berdua harusnya mati.

Kenapa begitu? Padahal belum sampai pertengahan, Yu Jin sudah mulai mengakui kalau dia yang membunuh Ibunya. Pasti ada sesuatu yang lain. Itulah tuduhan saya, membuat saya semakin penasaran dengan misteri yang mendebarkan ini.

Thriller Misteri yang membuat saya bertanya apa maksud dari judul The Good Son ini? Apakah Yu Jin yang merupakan seorang anak yang harus bergantung pada obat-obat tertentu agar dia tidak mengalami kejang dan berhalusinasi? Atau siapa? Hae Jin? Dia yang merupakan teman dekatnya Yu Jin yang kemudian diadopsi sama Ibunya Yu Jin. Atau ada orang lain?

Jikalau para pengobat yang menggunakan narkoba untuk membuat mereka dalam keadaan High. Sebaliknya bagi Yu Jin, jika dia tidak meminum obatnya, maka dia berada dalam kondisi High yang membuatnya sering berhalusinasi.

Namun, Yu Jin sendiri merasakan ada efek samping yang demikian besar dari pengobatan tersebut. Dia mulai melupakan banyak hal, dari mulai lupa membawa tas sampai lupa bagaimana pengalamannya ketika renang. Ada ingatan kosong yang tak mampu dijangkau olehnya. Karena itulah, Yu Jin berusaha untuk tidak mengonsumsi obatnya. Agar dia tak menjadi orang yang begitu pelupa meski efek lainnya adalah dia akan mengalami kejang-kejang, yang di kemudian hari membuatnya dikeluarkan dari kompetisi olahraga renang.

Tidak ada yang tau bahwa epilepsi Yu Jin pernah kambuh saat pertandingan. Yang membuatnya kemudian dibawa ke klinik milik tantenya. Kemudian, dia diwajibkan untuk meminum obat-obatan setiap hari. Sepengetahuan saya, kejang memang dapat memengaruhi kinerja otak. Bahkan, pasien kejang yang terlambat ditangani bisa mengalami kelumpuhan kinerja otaknya. Pun, bisa berakibat lebih parah lagi.

Namun, apa yang terjadi pada Yu Jin ini aneh. Seperti ada sesuatu yang saya tahu tapi seolah saya dibuat terombang-ambing karenanya. Bagaimana tidak? Mengikuti waktu demi waktu bercokol dalam pikiran Yu Jin. Membuat saya merasakan kegalauan akan tuduhan saya.

Kemudian, satu demi satu tabir terungkap. Kesedihan yang dipendam oleh Ibunya Yu Jin. Sampai saya tahu, kenapa Ibunya Yu Jin jadi seorang wanita yang sulit untuk tidur dan cepat terbangun dari tidur jika ada sesuatu yang tak beres. Mungkin, saya akan mengalami hal itu juga. Apalagi, karena tinggal di wilayah dekat dengan pembunuhan yang sempat membuat geger warga setempat.

Sekarang, Ayahnya Yu Jin meninggal, konon akibat kejang saat berenang di laut. Dimana beliau mencoba menolong kakaknya, Yu Min. Tak lama berselang, Hae Jin diadopsi oleh Ibunya. Membuat kehidupan Yu Jin semakin berbeda. Kemudian, Ibunya menghilang, tak lama tantenya yang bekerja sebagai dokter di klinik pun menghilang. Hanya ditemukan mobilnya di garasi dan tasnya di dalam lemari kamar Ibunya. Semua menghilang dan yang tersisa hanya Yu Jin.

Meski kalian tampak mengetahui keseluruhan ceritanya tanpa membaca. Saya katakan padamu, kalau apa yang dilakukan oleh You Jeong Jeong melalui ingatan Yu Jin itu sungguh menyebalkan. Saya dibuat menjadi ragu dan tak yakin pada pilihan saya. Dipermainkan sedemikian rupa padahal tentu saja, memang benar ada yang salah di sini. Ah, serius, saya tak menyesal membaca buku ini.

Comments

Popular posts from this blog

Zone by Jack Lance | Book Review

Sewaktu Jack Lance datang ke Indonesia atas undangan Bhuana Tim. Promosi yang disebarkan secara besar-besaran itu menyebutkan sesuatu. Kalau Jack Lance ini, ibaratnya sosok Stephen King dari Belanda. Terbukti dari banyaknya buku beliau yang sudah dialih-bahasakan. Selain itu, buku-bukunya juga sudah banyak diadaptasi ke dalam film.

Kehadirannya juga dirayakan sebagai bagian kerjasama Bhuana dengan beliau. Karena, novelnya berjudul Zone ini diluncurkan dalam Bahasa Indonesia. Mengundang beberapa anggota dari banyak komunitas. Membuat acaranya tentu meriah. Apalagi, konon ada iming-iming mendapat novel dari penerbit. Siapa yang menolak?

Nah, berhubung momen tersebut sudah berlalu cukup lama. Saya akhirnya bias mencicipi karyanya. Sambal mencari tahu, apakah benar beliau setara dengan Stephen King. Kali ini, bukunya berjudul Zone yang saya baca. Jadi, apakah ada perbedaan atau persamaan, akan saya bahas sebentar lagi.

Saya ingin menyeritakan sedikit apa yang tertulis di bagian belakang …

Novel Infinity Karya Mayang Aeni : Konflik Rumit Keluarga Hingga Luka Yang Terpendam

Novel Infinity Karya Mayang Aeni : Konflik Rumit Keluarga Hingga Luka Yang Terpendam


"Petra punya nyokapnya buat ngobatin luka." ~ (Pg 133 - Infinity)

Cerita dalam novel Infinity yang baru saja saya selesaikan ini, sebenarnya memiliki alur pertemuan dua remaja yang sudah terlalu sangat umum. Dari model bad boy kemudian berubah menjadi good boy karena cewek. Dimana pada awalnya si cewek ini sosok utama bullying si cowok dan gengnya.

Seperti pernah teringat cerita serupa dari film-film yang beredar? Sama! Sebab itu saya sempat mencibir kalau novel ini sepertinya tidak ada yang bisa saya bahas dan ada kemungkinan tidak mungkin saya tulis dalam satu tulisan utuh. Eh, tapi ternyata, ketika saya baca kembali dengan seksama dengan mengesampingkan hubungan si cowok dan cewek, ada sesuatu loh yang lumayan membekas.

Sesuai dengan kutipan di atas, merupakan dialog Bani seorang lelaki yang menjadi anggota geng The Fabs. Cowok inilah yang menjadikan Dinda sebagai objek bullying, itu karen…

The Ghost Bride (Pengantin Arwah)

The Ghost Bride - "Pada suatu malam, ayahku bertanya apakah aku mau menjadi pengantin arwah..."

Li Lan, putri tunggal sebuah keluarga yang bangkrut, mendapat lamaran dari keluarga Lim yang kaya raya dan berkuasa. Namun, calon suaminya adalah lelaki yang telah meninggal secara misterius, dan pernikahan ini dilakukan untuk menenangkan arwah penasarannya. Mengerikan memang, tapi tidak ada jalan lain untuk menjamin masa depan Li Lan.

Setelah kunjungannya ke mansion keluarga Lim, Li Lan mulai dihantui oleh calon suaminya dan dia tidak bisa lagi tidur tenang. Sedikit demi sedikit, Li Lan tertarik ke dunia arwah yang tidak hanya dihuni oleh para hantu lapar dan arwah pendendam, tapi juga para iblis penjaga berwujud banteng. Li Lan harus mengungkap rahasia kelam tentang keluarga Lim dan keluarganya sendiri, jika dia tidak mau terjebak di dunia arwah selamanya.



Detil Buku
Judul : The Ghost Bride (Pengantin Arwah) || Penulis : Yangsze Choo || Bahasa : Indonesia || Terbitan : Oktober 2014