The Loneliest Girl In The Universe : Sebuah Fiksi Tentang Bertahan Hidup Meski Sendiri




Tak pernah terbayang, ebook yang saya pilih karena judulnya ini menyajikan kisah yang sungguh tak mampu saya duga. Plot twistnya sangat menarik. Ada drama keluarga, percintaan sampai horor dan ada ilmiahnya.

Bayangkan saja, dari ikut berharap akan datang suatu masa ketika kesendirian tak lagi menjadi mimpi buruk karena ada sosok lelaki yang menarik. Pertemuan yang dinantikan demi merasakan sedikit rasa berbunga-bunga yang membuat dada mengembang dan mengempis karena takjub.

Kemudian, merasakan getir dan ketakutan akibat mimpi buruk tentang masa lalu yang membuat bulu romamu terkejut. Duh, rasanya saya tak sabar ingin menyeritakan tentang seorang Komandan kapal The Infinity yang biasa dipanggil Komandan Silver.


Kartu Tanda Buku


Judul : The Loneliest Girl In The Universe
Penulis : Lauren James
Halaman : 320
Format : Ebook Playbook
Bahasa : Inggris
Diterbitkan oleh Harper Collins
ISBN : 9780062660275


Seorang Anak Yang Lahir Tak Terduga Di Luar Angkasa



Kelahiran Silver di luar angkasa memang tak terduga. Karena itu, siapa tak mengenal nama Silver di bumi? Seorang gadis yang ikut di dalam pesawat luar angkasa dalam misi menuju Planet Bumi II, membawa serta embrio yang merupakan cikal-bakal penerus manusia di Bumi.

Silver tak pernah mengenal Bumi. Dia hanya mengetahuinya dari esai-esai yang dibaca. Melalui film-film yang ditonton dan cerita yang sering didengar dari orangtuanya. Namanya anak-anak, yang diketahui olehnya adalah dimanapun tempat tersebut asalkan dia bisa bersama dengan orang yang menyayanginya, maka dia akan merasa aman.

Lantas, bagaimana nasibnya jika kondisinya berubah? Ayahnya meninggal dunia dan Ibunya memutuskan untuk pergi secara perlahan. Meninggalkan Silver sendirian di pesawat yang masih beberapa tahun lagi sampai di Planet Bumi II.

Inilah kisah kesehariannya. Dari mulai dia bangun tidur hingga aktivitas apa saja yang dia lakukan. Hingga kemudian, ada setitik harapan yang bisa membuatnya berbunga, kemudian membawamu pada mimpi buruk yang cukup untuk membuatmu merinding.


The Loneliest Girl In The Universe



Waktu pertama kali membaca di bab-bab awal. Saya sudah merasakan, betapa tidak enaknya menjadi satu-satunya manusia yang masih ada di dalam sebuah kapal. Tanpa bisa berkomunikasi secara langsung, berbincang atau bercanda. Saya bahkan tak tahu kalau Silver bisa becanda atau tidak.

Dari keseharian Silver yang tidak melulu membahas masalah dia mandi atau makan. Tapi, banyak hal. Seperti, bagaimana pertama kali dia belajar memahami cara memperbaiki panel saat melihat Ibunya sedang bekerja. Atau bagaimana dia mencoba terbuka pada Molly perihal kondisinya.

Molly adalah seorang psikiater yang ditugaskan untuk membantu Silver usai kematian orangtuanya (begitulah ketika awal disebutkan). Dia akan mencoba membantu Silver untuk menerima betapapun beratnya hal tersebut. Dan, Molly adalah satu-satunya manusia di Bumi yang bisa diajak bercengkrama meskipun melalui pesan yang dienskripsi.

Percakapan mereka sendiri, tidak terjadi setiap hari. Karena, pesan yang dikirim dari The Infinity ke Bumi bisa menghabiskan waktu berbulan-bulan, sampai setahun tergantung jarak Pesawat yang ditumpangi Silver. Karena itu, dia sudah terbiasa mengandalkan film-film yang disimpan di harddrive pesawat.

Bagaimana rasanya menonton film sendiri, berbincang pada diri sendiri. Hingga melakukan semua aktivitas sendiri tanpa mampu mendengar suara burung secara langsung atau merasakan embusan angin secara alami?

Tentunya, rasa sepi yang dialami Silver tidak serta merta dirasakan langsung. Karena, di dalam otaknya Silver cukup ribut. Banyak hal yang dia pikirkan. Sampai suatu ketika, ada berita menarik tentang Pesawat The Eternity yang akan ikut-serta dalam perjalanan menuju Earth II.


Kehadiran The Eternity Yang Mendebarkan



Perkenalkan namanya Komandan Shoreditch, dialah yang berwenang dalam mengoperasikan The Eternity. Seorang lelaki yang sangat tahu apa yang disukai oleh Silver. Lelaki bertubuh besar, cenderung pendek dan memiliki antusias tinggi bertemu dengan Silver.

Kemunculan lelaki ini adalah awal mula ketegangan dalam cerita sangat terasa. Dari mulai mimpi buruk yang dialami oleh Silver. Hingga penjelasan demi penjelasan yang mengorek masa lalu Silver. Dan keganjilan yang sering dialami olehnya pada pesawat The Infinity.

Bab demi Bab dalam buku ini dikemas dalam bentuk pesan mengenai berapa lama kehadiran dan setelah kedatangan The Eternity. Jadi, kita akan dibuat menanti dengan sabar seperti Silver yang tabah menjalani kehidupan sendiri di antara sepi yang senyap.

Sejak kemunculan J, panggilan untuk Komandan Shoreditch dengan mengirimkan episode terbaru Loch & Ness, yang merupakan serial kesukaan Silver. Ada tumbuh harapan tentang masa depan yang membuat Silver sering menghayalkan sesuatu. Bagaimana tidak? Sepanjang hidupnya, bahkan Silver tidak pernah tahu rasa berbunga-bunga menanti seorang lelaki yang dikaguminya.

Namun, siapa sangka pula, saat pertemuan antara J dan Silver ini mendatangkan ketegangan yang luar biasa. Yang membuka tabir masa lalu Ibunya yang ternyata masih hidup. Ketakutan Silver pada sosok Ibunya sangat beralasan. Meski pada akhirnya dia paham, mengapa Ibunya melakukan hal itu meski menyakitkan.

Yah, terkadang kenyataan bisa sedemikian menyakitkannya kalau tidak sesuai rencana.


Kesimpulan



Membaca kisah ini, benar-benar membuat saya setuju dengan judulnya. Kisah tentang bagaimana bergantung hanya pada diri sendiri. Bagaimana menyelesaikan semua masalah sendiri. Bagaimana merasakan kesunyian yang demikian senyap karena tak tahu cara berkomunikasi. Bagaimana rasanya jika tak pernah menggunakan lisan kita untuk berucap barang sepatah dua patah kata karena tidak ada yang diajak berbincang.

Ada satu pertanyaan yang masih menggelayut dalam kepala, bagaimana cara Silver memberitahu awak pesawat The Eternity mengenai kejadian yang dia alami? Akankah semuanya berjalan lancar? Akankah ada yang akan menuduhnya berbuat begini dan begitu?

Saya sendiri merasa kasihan pada Silver. Di usianya yang masih muda, dia harus memutuskan segala halnya sendiri. Tanpa ada teman untuk dimintai pertimbangan.

Fakta ilmiah yang saya suka adalah ketika Silver menjelaskan mengenai pengiriman pesan dari Pesawat yang dikendarainya ke Bumi. Bahwa untuk mengirimkan pesan berupa teks ke Bumi, butuh waktu bertahun-tahun, bahkan sampai tiga tahun, tergantung jarak antara The Infinity ke Bumi saat itu. Jadi, tidak bisa menerima pesan secara real time jika jaraknya terlalu jauh.

Bagi yang penasaran, sebenarnya horornya seperti apa. Saya spoiler-in, kalau nanti kalian akan ketemu sama sosok seperti Aidan di Illuminae, dimana kita berpikir dia itu jahat.


0 Comments