29 March 2018

Book Review : Lose Me by M.C Frank

Book Review : Lose Me by M.C Frank




Lose Me


Bagaimana rasanya akun bookstagrammu di-follow sama seorang penulis? Pastinya ada rasa bangga dong, ya. Demikian juga saya, tapi tidak sebangga ketika saya sudah mengenal tulisannya. Pertama kali M.C Frank mengikuti akun instagram saya, saat itu saya masih belum tahu apa-apa tentang dia. Apalagi ketika melihat statusnya tertera tulisan Author yang mengindikasikan dia ada lah seorang penulis (yaiyalah!). Namun, karena saya belum pernah membaca bukunya, otomatis saya tidak begitu menaruh perhatian.

Tidak beberapa lama kemudian, dirinya membuat sebuah wadah atau media yang mempertemukan penulis dan pembaca dalam satu tempat. Namanya The Book Robinhoods, jika kalian ingin mendapat kesempatan membaca karya dari penulis-penulis debut, silakan bergabung. Caranya? Pantengin terus akun M.C Frank di ignya, karena biasanya beliau akan terus memberikan informasi terbaru terkait pencarian reviewer.

Setelah saya bergabung dengan grup tersebut, meski saya masih belum juga membaca bukunya, saya mendapat beberapa kali kesempatan membaca buku-buku dari penulis debut. Terkadang, saya beruntung mendapatkan karya yang memiliki gaya penulisan yang renyah dan enak dibaca hingga membuat betah untuk terus mengetahui isi ceritanya. Kadang, saya juga beberapa kali menemukan buku yang saya baca membosankan hingga terasa tak sanggup untuk menuntaskannya.

Kewajiban reviewer di komunitas The Book Robinhoods itu selain menulis ulasan di Goodreads, juga membagikan ulasannya di Instagram. Tentunya ini untuk membantu agar karya mereka dikenal oleh orang lain. Kalau mendapat buku yang enak dibaca, tentunya akan membuat saya semangat menuliskan ulasannya, tapi kalau bosenin? Sesungguhnya itu adalah hal paling sulit untuk saya lakukan. Tapi, gaya penulisan seorang penulis itu enak atau enggaknya memang tergantung selera pembaca, ya. Jadi, penilaian ini bukan hal utama yang membuat saya memutuskan ingin membaca buku tersebut atau enggak.

***

Beberapa hari yang lalu, M.C Frank memberikan informasi bahwa dia mencari seorang reviewer untuk membaca bukunya dan menuliskan ulasannya di Amazon. Sayangnya, saya masih belum mendapat izin dari Amazon untuk menulis ulasan di sana, karena masih belum memenuhi standar pembelian untuk membuka izin layanan penulisan ulasan ini. Alhasil, saya mundur saat ingin mengajukan diri menjadi reviewer bukunya.

Tapi, hal yang membuat saya beruntung dan allhamdulillah banget adalah bukunya M.C Frank tersedia gratis bagi pengguna Kindle Unlimited! Jadilah saya tinggal mengunduh ebooknya dari aplikasi Kindle di gawai saya. Meski butuh waktu juga bagi saya untuk memulai membacanya. Karena, saya takut setelah membaca ceritanya membuat saya terkena Reading Slump. Persis seperti ketika saya usai membaca buku yang membuat saya bosan setengah hidup.

Namun, beberapa hal tak terduga membuat saya akhirnya jatuh hati dengan cerita yang ditulis olehnya....

***

Berkisah tentang seorang Stunt Girl yang terlibat dalam sebuah shooting film yang diperankan oleh bintang Hollywood ternama, Weston Spencer. Dia sangat terkenal, terlebih banyak membintangi film-film yang lumayan laris. Disertai gosip tentang dirinya dan para gadis yang dekat dengannya. 

Ariadne adalah nama sang Stunt Girl tersebut, dia tahu bahwa kesempatan itu tidak datang secara tiba-tiba. Ini semua sudah diatur sesuai dengan kabar dari sebuah surat yang datang kepadanya dari seorang Ibu yang bahkan belum pernah dia temui setelah dirinya berusia satu tahun. Ibu yang memutuskan untuk memberinya kesempatan serta memintanya untuk berlatih agar memiliki ketrampilan yang sesuai sebagai seorang Stunt Girl.

Pertemuan antara Wes dan Ari persis seperti pertemuan Mr. Darcy dan Elizabeth Benneth dalam buku Pride and Prejudice. Dimana Wes tampak seperti seorang lelaki yang angkuh, sombong dan tidak peduli dengan lingkungannya. Bagi Ari, meski Wes bertampang sangat keren, tapi dia tidak begitu tertarik. Sehingga dirinya berusaha untuk menjauh dari sang aktor. Apalagi di tempat kerjanya ini, dia masih belum begitu mengetahui mengenai jalan cerita dari film yang sedang mereka garap ini.


I'm not a real actress. I am just the stunt girl. My part is anything that is too dangerous, unpleasant or unnecessary for the real actors to do.... kicboxing and climbing and snorkeling and diving and driving around in fast cars.... ~ Lose Me



Uniknya, di cerita ini, meski bergenre Young Adult tapi kita tidak hanya dicecoki kisah cinta saja. Tapi, banyak hal. Semisalnya tentang kegiatan shooting dimana Ari harus mengulang-ngulang adegan hingga berkali-kali. Ketika dia harus menggantikan pemeran utama Elli untuk berenang dan berselancar hingga mencapai titik batas maksimalnya demi mendapatkan adegan yang sangat bagus.

Selain itu, diungkap juga beberapa hal yang terjadi pada kehidupan para artis tersebut. Seperti Wes yang merupakan aktor paling terkenal. Dimana dia adalah alat promosi bagi agensinya sehingga sejak dia masih remaja, dia sudah diatur untuk berkencan dengan beberapa pemain wanita dalam film yang dia bintangi. Ini untuk menaikkan pamor film tersebut dan sebagai alat untuk promosi.

Wes hanya memiliki satu sahabat, bernama Ollie, temannya sesama artis dan mereka berdua pernah membintangi sebuah film bersama. Dan di film terbarunya ini, keduanya bermain lagi bersama. Di balik glamornya kehidupan Wes sang bintang Hollywood ada semacam adiksi yang membuat Wes sebenarnya merasa dirinya sangatlah buruk. Tapi, pertemuannya dengan Ari justru membuatnya ingin berubah menjadi seseorang yang lebih baik lagi.

Ceritanya memang cenderung klasik, apalagi sih cerita yang bisa diangkat dalam kisah romantis? Seringnya sih saya menemukan pola yang hampir sama. Keinginan sang cowok untuk menjadi lebih baik lagi. Tapi, yang membuat berbeda tentunya adegan lain yang membalut inti cerita. Serta gaya penulisan dan bagaimana si penulis membangun emosi pembacanya melalui kata demi kata.

Selain kehidupan para artis juga bagaimana pengalaman Ari sebagai Stunt Girl bekerja. Ada hal lain yang juga tak kalah seru yaitu bagaimana Ari berusaha untuk bertahan dengan sesuatu yang sangat ditakutinya. Inilah yang membuat novel ini bukan sekadar berkisah tentang percintaan tapi juga bagaimana menghadapi rasa takut, bagaimana untuk tetap tegar dan kuat serta optimis dan betapa hangatnya kebersamaan di tengah-tengah keluarga baru meski kehidupanmu rumit.

Betul, hubungan antara saudara, anak dan hal lainnya di dalam novel ini memang rumit. Tapi, kerumitan tersebut melebur bersama tawa dan haru yang terkumpul dalam beberapa adegan kebersamaan mereka. Apalagi disini juga disisipkan budaya dan kebiasaan di tempat lokasi cerita yaitu di Greek. Seperti budaya orang-orang di sana sampai cara serta hidangan makanan yang merupakan hal yang tak biasa bagi sebagian orang.


***

Hal yang mengasyikkan dari membaca Young Adult memang bagian romansanya. Meski saya kurang begitu suka jika romansa yang ditawarkan terlalu banyak sehingga bisa membosankan buat saya. Beruntunglah beberapa novel dengan genre YA yang sudah saya baca banyak yang bagus, meski tidak bisa dibilang ada juga yang membuat dahi saya berkerut kemudian meninggalkannya tanpa sempat menuntaskan ceritanya.

Selain itu saya juga dibuat penasaran dengan lokasi tempat cerita yang mengambil tempat di Greece, tepatnya di Corfu. Shootingnya memang dilakukan di pantai pulau Corfu. Dan setelah saya melihat bagaimana penampakan pulau Corfu, saya ternganga, karena pulau ini memiliki pantai yang sangat biru dan cantik. Ah, membaca novel ini membuat saya seolah jalan-jalan ke tempat yang sangat jauh.

Tentunya, saya enggak asal menilai sebuah buku. Meski buku ini termasuk ringan, tapi saya suka sekali karena emosi yang digali oleh M.C Frank ini membuat saya merasa kesal, sebal, terharu hingga tak tahan lagi untuk mengetahui nasib Ari dan Wes. Karena itu, saya cukup bersemangat untuk menuliskan sedikit pendapat saya pada artikel ini. 

Meski ada beberapa hal yang sangat disayangkan saat membaca novel ini. Yaitu penomoran halamannya sangat kacau. Saya bahkan baru membuka bab pertama dan nomor halamannya sudah mencapai halaman 105. Sementara ebook lain yang saya baca di Kindle memiliki penomoran yang bagus dan sesuai. Sayang sekali, sehingga saya tidak bisa memastikan halaman berapakah kutipan yang saya tulis di bawah ini berada.

***

Ada beberapa kutipan yang saya suka dari novel ini, akan saya bagikan di sini.

"We can't let fear, no matter how justified or real, rule our lives. You can't let it steal your courage, your passion for life." ~ Lose Me


"But I'll still be me. And wes will be Wes. And he'll be there no matter what, because he saw me at my darkest. He loved me at my darkest." ~ Lose Me


"I'm going mad without you, that's the truth. Please save me; you're the only one who can." ~ Lose Me


"...always look out for yourself. No one else will do it for you. Not like I did the other night." ~ Lose Me


***

Kartu Tanda Buku

Judul : Lose Me
Penulis : M.C Frank
Halaman : 387
Versi : Ebook Kindle
Bahasa : Inggris
Penerbit : Amazon Digital Services
ASIN : B01MZD6PIO
Goodreads : Short Opinion

1 comment:

  1. Udah lama banget nggak baca novel, jadi pengen lagi... Aku juga suka bila setting tempatnya itu jelas dan rinci. Pas ngebayangin serasa punya imajinasi sendiri dalam kepala :D

    ReplyDelete

Terima kasih sudah meninggalkan komentar. Mohon gunakan kalimat yang sopan. Link hidup akan otomatis terhapus.