Skip to main content

Macbeth karya William Shakespeare



Macbeth karya William Shakespeare - Kebanyakan orang menuliskan tentang karya-karya Shakespeare sebagai Shakesperian Tragedy. Berkaitan dengan kisah cerita yang senantiasa mengikut-sertakan tragedi. Tidak hanya itu, mungkin masih ingat, salah satu elemen yang sering terjadi di beberapa karya Shakespear, yaitu munculnya sosok hantu yang meninggal karena dibunuh. Bahkan dalam karya Macbeth ini sosok hantu juga tidak luput menjadi bagian dalam cerita.

Tragedi yang terjadi dalam setiap cerita karya Shakespeare, biasanya melibatkan sosok-sosok orang terpandang. Meski saya memang baru membaca karya beliau, sedikit, tapi memang tokoh-tokoh yang terlibat adalah orang dengan posisi yang mumpuni. Sama seperti dalam cerita Macbeth yang mana tokoh utamanya adalah seorang Jendral. Dengan kehadiran sosok Raja dan beberapa anak serta orang terdekat dari sang Raja.


Plot

Macbeth seorang Jenderal yang memiliki hubungan darah dengan Raja Duncan. Kemenangan telah diraih, Macbeth dan Banquo dipanggil kerajaan untuk merayakan kemenangan ini. Macbeth dan Banquo pernah menemui tiga orang penyihir yang meramalkan sesuatu tentang mereka. Ramalan ini awalnya membuat Macbeth sedikit skeptis dan tidak berharap banyak.

Namun, ketika sampai di rumah, justru Lady Macbeth mendorongnya untuk melakukan sesuatu yang sangat teramat beresiko : MEMBUNUH RAJA DUNCAN. Memang, Raja Duncan sudah terlalu tua untuk memerintah, sehingga ini dijadikan kesempatan untuk Macbeth melancarkan aksinya malam itu.

Dengan bantuan ide dari Lady Macbeth, dirinya mulai membunuh Raja Duncan dan terus menerus mengikuti saran dari sang Istri serta dari sang penyihir untuk membunuh siapa-siapa saja yang akan menghalangi langkahnya menjadi seorang Raja. Namun, rasa bersalah terus mengikuti Macbeth, tidak hanya itu, berita tentang kematian Lady Macbeth yang akhirnya memutuskan untuk bunuh diri, pun tak ayal membuatnya ketakutan.

Sampai sosok arwah yang gentayangan, membuat permasalahan menuju titik terang.


**

Membaca buku ini bagi saya tidak cukup, saya membutuhkan bantuan dari sumber lain entah itu berupa analisis, atau tesis yang berisi tentang kisah serta analisa karakter di dalam cerita ini. Seperti kebanyakan karya Shakespeare yang lain, cerita yang merupakan naskah drama yang banyak dikenal hingga masa kini. Selain itu, bahasa yang digunakan cenderung puitis, sehingga saya kurang mampu untuk menerjemahkannya secara langsung.

Berbeda dengan menerjemahkan puisi Raven karya Allan Poe, yang sedikit lebih mudah dicerna dengan bantuan gambar tentunya, sebagai visualisasi dari kondisi puisi tersebut. Selain itu, memang, kenyataannya, tokoh-tokoh yang berada dalam cerita seringkali memiliki poisis seperti Macbeth - seorang Jendral -, atau ketika saya membaca Hamlet yang merupakan seorang Pangeran.

Demikian juga dengan karyanya yang termasyhur yakni Romeo and Juliet, dimana Juliet sendiri memiliki asal keluarga yang memiliki posisi terpandang. Jadi, cerita yang diangkat oleh Shakespeare, bukan sekadar cerita rakyat biasa, tapi menyertakan konflik, intrik dan politik di dalamnya. Bahkan, beberapa peneliti juga menyebutkan, adanya kecenderungan gangguan psikologis dari beberapa tokohnya.

**

Meski harus dibantu dengan beberapa analisa dari penulis lain tentang Macbeth, tetap saja, saya tidak bisa menuliskannya dengan baik di sini. Hanya sedikit yang tersirat yang bisa saya tuliskan, seolah-olah terlalu banyak ide di otak saya, namun saya tidak dapat menuliskannya, menjabarkannya dengan runut sehingga bisa dibaca banyak orang.

Memang rasanya sungguh disayangkan, tapi, saya jadi merasa sangat puas. Karena bisa menyadari, keberadaan sosok hantu yang sering membantu pembongkaran kedok kejahatan. Yang kemudian diyakini dengan sisi delusi dari tokoh-tokoh yang ada dalam cerita. Ada juga yang berpendapat bahwa ini merupakan perwakilan kondisi masa-masa kehidupan Shakespeare, dimana hal-hal yang terkait dengan magis atau ilmu hitam masih kental dipercaya.

Pun, bagi saya sendiri, pemikiran saya, masa hidup Shakespeare berbeda dengan saat ini, dimana terkadang kejahatan dapat dengan mudah tercium baunya. Didukung dengan teknologi yang bisa membantu melacak keberadaan si penjahat tersebut. Tapi, tidak menutup kemungkinan memang, keberadaan sosok lain dalam membantu mengurai kejahatan.

Saya kembali teringat dengan novel karya John Conolly, Every Dead Thing, dimana sang detektif meminta bantuan cenayang untuk menemukan siapa dalang kejahatan dari pembunuhan tragis yang terjadi di keluarganya. Entah apakah ini termasuk, fans mengikuti sang idola, atau memang semacam kepercayaan yang terus turun temurun.

**

Membaca sastra klasik memang tidak semua orang bisa menikmatinya. Tapi, meski begitu, tidak ada salahnya juga untuk membacanya sendiri, merasakan kebingungan, merasakan pikiran terus menebak-nebak apa maksud dari kalimat tersebut, agar terbiasa memecahkan sesuatu yang dirasa sulit. Pun, ketika pertama kali saya membaca karya Shakespeare, saya tidak dapat menemukan ritme membaca sehingga terasa berjauhan.

Namun, saya terus mencoba hingga akhirnya bisa menikmati setiap karya yang ditulis oleh Shakespeare, meskipun membutuhkan bantuan lain. Sama halnya dengan menikmati canto-nya Dante, Divine Comedy, saya membutuhkan sumber lain dari orang-orang yang paham, sehingga saya bisa mengerti dan memahami apa maksud dari canto bari sekian dan sekian.

Semoga Anda semakin semangat untuk membaca karya orang-orang yang telah berjasa dalam dunia sastra ini.


Comments

Popular posts from this blog

Zone by Jack Lance | Book Review

Sewaktu Jack Lance datang ke Indonesia atas undangan Bhuana Tim. Promosi yang disebarkan secara besar-besaran itu menyebutkan sesuatu. Kalau Jack Lance ini, ibaratnya sosok Stephen King dari Belanda. Terbukti dari banyaknya buku beliau yang sudah dialih-bahasakan. Selain itu, buku-bukunya juga sudah banyak diadaptasi ke dalam film.

Kehadirannya juga dirayakan sebagai bagian kerjasama Bhuana dengan beliau. Karena, novelnya berjudul Zone ini diluncurkan dalam Bahasa Indonesia. Mengundang beberapa anggota dari banyak komunitas. Membuat acaranya tentu meriah. Apalagi, konon ada iming-iming mendapat novel dari penerbit. Siapa yang menolak?

Nah, berhubung momen tersebut sudah berlalu cukup lama. Saya akhirnya bias mencicipi karyanya. Sambal mencari tahu, apakah benar beliau setara dengan Stephen King. Kali ini, bukunya berjudul Zone yang saya baca. Jadi, apakah ada perbedaan atau persamaan, akan saya bahas sebentar lagi.

Saya ingin menyeritakan sedikit apa yang tertulis di bagian belakang …

Novel Infinity Karya Mayang Aeni : Konflik Rumit Keluarga Hingga Luka Yang Terpendam

Novel Infinity Karya Mayang Aeni : Konflik Rumit Keluarga Hingga Luka Yang Terpendam


"Petra punya nyokapnya buat ngobatin luka." ~ (Pg 133 - Infinity)

Cerita dalam novel Infinity yang baru saja saya selesaikan ini, sebenarnya memiliki alur pertemuan dua remaja yang sudah terlalu sangat umum. Dari model bad boy kemudian berubah menjadi good boy karena cewek. Dimana pada awalnya si cewek ini sosok utama bullying si cowok dan gengnya.

Seperti pernah teringat cerita serupa dari film-film yang beredar? Sama! Sebab itu saya sempat mencibir kalau novel ini sepertinya tidak ada yang bisa saya bahas dan ada kemungkinan tidak mungkin saya tulis dalam satu tulisan utuh. Eh, tapi ternyata, ketika saya baca kembali dengan seksama dengan mengesampingkan hubungan si cowok dan cewek, ada sesuatu loh yang lumayan membekas.

Sesuai dengan kutipan di atas, merupakan dialog Bani seorang lelaki yang menjadi anggota geng The Fabs. Cowok inilah yang menjadikan Dinda sebagai objek bullying, itu karen…

The Ghost Bride (Pengantin Arwah)

The Ghost Bride - "Pada suatu malam, ayahku bertanya apakah aku mau menjadi pengantin arwah..."

Li Lan, putri tunggal sebuah keluarga yang bangkrut, mendapat lamaran dari keluarga Lim yang kaya raya dan berkuasa. Namun, calon suaminya adalah lelaki yang telah meninggal secara misterius, dan pernikahan ini dilakukan untuk menenangkan arwah penasarannya. Mengerikan memang, tapi tidak ada jalan lain untuk menjamin masa depan Li Lan.

Setelah kunjungannya ke mansion keluarga Lim, Li Lan mulai dihantui oleh calon suaminya dan dia tidak bisa lagi tidur tenang. Sedikit demi sedikit, Li Lan tertarik ke dunia arwah yang tidak hanya dihuni oleh para hantu lapar dan arwah pendendam, tapi juga para iblis penjaga berwujud banteng. Li Lan harus mengungkap rahasia kelam tentang keluarga Lim dan keluarganya sendiri, jika dia tidak mau terjebak di dunia arwah selamanya.



Detil Buku
Judul : The Ghost Bride (Pengantin Arwah) || Penulis : Yangsze Choo || Bahasa : Indonesia || Terbitan : Oktober 2014