Skip to main content

The War of The Worlds : Kisah Pertama Kali Alien Invasi Bumi



Makhluk itu sangat aneh, karena ia tidak lagi semata mesin tak berjiwa yang bergerak sendiri. Memang itu mesin, berikut irama gemerincing bunyi logamnya, dan kilau sungutnya yang panjang dan luwes, berayun dan bergemeretak di tubuhnya yang aneh. ~ hal 58.


Kutipan di atas saya ambil dari buku yang telah tuntas saya baca, berjudul The War of the Worlds. Mungkin banyak yang masih mengingat judul buku ini karena memang telah diangkat ke layar bioskop dengan dibintangi oleh aktor pria tampan bernama Tom Cruise. Namun, tetap saja film tersebut memiliki banyak sekali perbedaan dengan buku aslinya yang ditulis oleh H.G Wells. Seorang yang dikenal sebagai Bapak Science Fiction.

Namun, berbeda dengan buku sebelumnya yang pernah saya baca yaitu Pulau dokter Moreau, pada buku ini memang ada banyak hal yang menarik tertulis. Seperti pada mulanya imajinasi H.G Wells ini sempat membuat gempar penduduk lain karena mereka yakin bahwa alien memang tengah memburu manusia di bumi. Dan sebagai fakta sejarah, bahwa tahun tersebut banyak orang yang mulai menyadari kemungkinan-kemungkinan keberadaan alien atau makhluk dari planet lain di luar angkasa.

Kalau saat ini kita mungkin sudah terbiasa dengan film atau cerita yang membawa serta keberadaan alien. Namun, perlu diketahui bahwa fiksi pertama yang banyak dijadikan inspirasi untuk film atau cerita bertema alien berasal dari tulisan H.G Wells ini. Jadi, jika suatu ketika ada yang bertanya tentang hal ini, pembaca bisa menjawabnya dengan baik. Karena buku ini, termasuk sastra klasik yang sangat menarik.

Tapi, tetap saja, karena entah kenapa saya butuh perjuangan untuk menuntaskan bacaan ini. Seperti yang saya katakan sebelumnya, bahwa saya lebih menikmati tulisan H.G Wells di buku Pulau dokter Moreau ketimbang buku ini. Dari mulai tahap sebelum klimaks, saya merasa buku ini memuat hal yang baik dan keren tapi seolah-olah dijelaskan dengan cara yang datar-datar saja. Jadi, bagi pembaca yang belum menuntaskan bacaan ini, saya anjurkan untuk tetap menuntaskannya, karena memang buku ini bagus.

Bagi saya memang menyelesaikan bacaan ini membutuhkan perjuangan yang keras, karena beberapa kali saya sempat hampir tertidur karena dihantui oleh rasa bosan.


Kartu Tanda Buku


Judul : The war of the worlds || Penulis : H.G Wells || Halaman : 236 || Penerjemah : Ursula G. || Penerbit : Elex Media Komputindo || ISBN : 9786020032665



The War of The Worlds


Dikisahkan dari narasi seorang lelaki yang mengisahkan tentang kedatangan kaum Martian atau makhluk dari Mars ke bumi. Sebelumnya, memang banyak para astronom yang melihat dampak-dampak pergerakan di Mars, namun mereka melihat itu sebagai pergerakan gas. Hanya saja kenyataannya bahwa itu adalah suatu tanda dari makhluk lain yang ingin berkunjung ke bumi.

Tapi, kunjungan tersebut tidak membawa hal yang baik, karena ternyata sang makhluk itu ingin menginvansi bumi. Peperangan dengan kaum Martian pecah, banyak manusia yang melarikan diri berusaha sembunyi dari para alien, termasuk si lelaki tak bernama ini. Dimana dia sudah berusaha untuk memindahkan sang istri ke tempat lain agar selamat. 

Tidak ada yang bisa mengalahkan si alien ini, bahkan para prajurit militer sekalipun. Sehingga bangsa Martian bisa menduduki kota London dengan mudah. Sementara itu sang narator bersembunyi di suatu rumah yang sepi dari asap hitam yang pekat. Terjebak di tempat tersebut selama 15 hari. Dan masa-masa bersembunyi dari jajahan kaum Martian.


***

Konon, novel ini pada tahun 1938 pernah menggemparkan seluruh penduduk di AS. Setelah mengudara pertama kali di radio Colombia diangkat menjadi drama yang dibawakan oleh penyiar terkenal bernama Orson Welles. Drama tersebut memang berhasil meyakinkan penduduk bahwa makhluk asing memang benar-benar tengah menginvasi mereka. 

Dan, beberapa kali saya menonton tayangan di televisi kabel, tentang seorang pemuda yang berusaha memengaruhi masyarakat london bahwa mereka tengah diintai oleh alien di kota London. Tayangan ini ditonton di saluran youtube hingga ribuan jumlahnya. Keduanya berhasil memengaruhi beberapa peserta yang diminta untuk menjadi sukarelawan dalam acara tersebut. Efeknya memang benar-benar totalitas, beberapa adegan seperti seorang teman mereka yang benar-benar terpental dan tiba-tiba jatuh di tempat berbeda. Kemudian dia tak sadarkan diri.

Beberapa dari mereka benar-benar mempercayai bahwa alien memang sudah berada di bumi dan berhasil menduduki kota London. Persis seperti kisah dalam buku ini.

Terima Kasih

Comments

Popular posts from this blog

Novel Infinity Karya Mayang Aeni : Konflik Rumit Keluarga Hingga Luka Yang Terpendam

Novel Infinity Karya Mayang Aeni : Konflik Rumit Keluarga Hingga Luka Yang Terpendam


"Petra punya nyokapnya buat ngobatin luka." ~ (Pg 133 - Infinity)

Cerita dalam novel Infinity yang baru saja saya selesaikan ini, sebenarnya memiliki alur pertemuan dua remaja yang sudah terlalu sangat umum. Dari model bad boy kemudian berubah menjadi good boy karena cewek. Dimana pada awalnya si cewek ini sosok utama bullying si cowok dan gengnya.

Seperti pernah teringat cerita serupa dari film-film yang beredar? Sama! Sebab itu saya sempat mencibir kalau novel ini sepertinya tidak ada yang bisa saya bahas dan ada kemungkinan tidak mungkin saya tulis dalam satu tulisan utuh. Eh, tapi ternyata, ketika saya baca kembali dengan seksama dengan mengesampingkan hubungan si cowok dan cewek, ada sesuatu loh yang lumayan membekas.

Sesuai dengan kutipan di atas, merupakan dialog Bani seorang lelaki yang menjadi anggota geng The Fabs. Cowok inilah yang menjadikan Dinda sebagai objek bullying, itu karen…

Zone by Jack Lance | Book Review

Sewaktu Jack Lance datang ke Indonesia atas undangan Bhuana Tim. Promosi yang disebarkan secara besar-besaran itu menyebutkan sesuatu. Kalau Jack Lance ini, ibaratnya sosok Stephen King dari Belanda. Terbukti dari banyaknya buku beliau yang sudah dialih-bahasakan. Selain itu, buku-bukunya juga sudah banyak diadaptasi ke dalam film.

Kehadirannya juga dirayakan sebagai bagian kerjasama Bhuana dengan beliau. Karena, novelnya berjudul Zone ini diluncurkan dalam Bahasa Indonesia. Mengundang beberapa anggota dari banyak komunitas. Membuat acaranya tentu meriah. Apalagi, konon ada iming-iming mendapat novel dari penerbit. Siapa yang menolak?

Nah, berhubung momen tersebut sudah berlalu cukup lama. Saya akhirnya bias mencicipi karyanya. Sambal mencari tahu, apakah benar beliau setara dengan Stephen King. Kali ini, bukunya berjudul Zone yang saya baca. Jadi, apakah ada perbedaan atau persamaan, akan saya bahas sebentar lagi.

Saya ingin menyeritakan sedikit apa yang tertulis di bagian belakang …

The Ghost Bride (Pengantin Arwah)

The Ghost Bride - "Pada suatu malam, ayahku bertanya apakah aku mau menjadi pengantin arwah..."

Li Lan, putri tunggal sebuah keluarga yang bangkrut, mendapat lamaran dari keluarga Lim yang kaya raya dan berkuasa. Namun, calon suaminya adalah lelaki yang telah meninggal secara misterius, dan pernikahan ini dilakukan untuk menenangkan arwah penasarannya. Mengerikan memang, tapi tidak ada jalan lain untuk menjamin masa depan Li Lan.

Setelah kunjungannya ke mansion keluarga Lim, Li Lan mulai dihantui oleh calon suaminya dan dia tidak bisa lagi tidur tenang. Sedikit demi sedikit, Li Lan tertarik ke dunia arwah yang tidak hanya dihuni oleh para hantu lapar dan arwah pendendam, tapi juga para iblis penjaga berwujud banteng. Li Lan harus mengungkap rahasia kelam tentang keluarga Lim dan keluarganya sendiri, jika dia tidak mau terjebak di dunia arwah selamanya.



Detil Buku
Judul : The Ghost Bride (Pengantin Arwah) || Penulis : Yangsze Choo || Bahasa : Indonesia || Terbitan : Oktober 2014