Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2016

Interworld dan dunia-dunia lainnya

Interworld – Joey Harker selalu tersesat. Bahkan di rumahnya pun dia suka salah jalan. Tetapi suatu hari Joey benar-benar tersesat. Dia berjalan keluar dari dunianya dan berjalan ke dimensi lain. Gara-gara melintas antar dimensi, jadilah Joey mangsa bagi dua kekuatan dahsyat – HEX yang mengandalkan sihir dan Binary yang mengandalkan sains. Dan kedua kubu ini sama-sama bernapsu ingin menguasai multiverse, dengan memanfaatkan kemampuan Joey Berjalan antardimensi.
Joey yang terjepit di antara dua kekuata ini, memutuskan bergabung dengan pasukan berupa versi-versi dirinya sendiri yang berasal dari berbagai dimensi dan sama-sama memiliki kekuatan hebat seperti dirinya. Mereka pun bersatu padu untuk menyelamatkan dunia-dunia alternative dari kekuasaan jahat.

Pendongeng Kawakan Neil Gaiman dan penulis fiksi ilmiah pemenang Emmy Award, Michael Reaves, bersekutu menciptakan kisah tentang sihir, sains, kehormatan serta takdir seorang anak laki-laki yang sangat istimewa – serta versi – versi dirin…

Maklumat Sastra Profetik

Menurut Kuntowijoyo, sastra profetik adalah karya sastra yang didasarkan pada kitab-kitab suci orang beriman, secara khusus beriman secara islam. Sastra profetik juga termasuk sastra dialektik. Artinya, karya itu harus terkait dengan realitas sosial, dan melakukan penilaian kritik sosial budaya secara beradab. Karena itu, Kuntowijoyo menegaskan bahwa sastra profetik adalah karya yang terlibat dalam sejarah kemanusiaan (VI).

Karya sastra tidak dapat dilepaskan dari kehidupan manusia dan masyarakat pada umumnya. Salah satu manfaat dari karya sastra adalah perannya bagi pembinaan mental manusia atau pembentukan karakter manusia (bangsa). Pembinaan karakter atau mental ini penting artinya bagi penyeimbang pembangunan(VIII).




"Saya kira kita memerlukan juga sebuah sastra transendental. Oleh karena tampak aktualitas tidak dicetak oleh ruh kita, tetapi dikemas oleh pabrik, birokrasi, kelas sosial dan kekuasaan, maka kita tidak menemukan wajah kita yang otentik. Kita tenkat pada yang semata…

Arok Dedes : Roman Sejarah Politik

Selamat Hari Buku Nasional 2016, membaca merupakan hobi yang memiliki segudang manfaat. Dengan membaca, bukan hanya saja wawasan kita yang bertambah luas, juga sebagai cara untuk melatih rasa empati dan simpati dalam diri kita melalui cerita pada tokoh-tokoh fiksi. Dengan membaca maka terbitlah sebuah pemahaman yang baru, tentang banyak hal melalui tulisan. Ini hanya sebagian manfaat dari membaca.
Pada kesempatan kali ini, saya baru saja menyelesaikan bacaan dari sebuah buku berjudul “Arok Dedes”, sebuah roman yang pernah saya tahu melalui cerita rakyat. Tentang pembalasan dendam tujuh turunan, tentang ‘betis’ seorang perempuan juga tentang kekuatan ajaib. Namun, melalui tulisannya, Pramoedya tidak hanya sekadar menceritakan kembali roman sejarah tersebut, tapi menyajikan intrik politik pada kepemimpinan Tunggul Ametung di Tumapel. Rumitnya perebutan kekuasaan dari banyak pihak, hingga kepemimpinan Pramesywari Ken Dedes.


Blurb
Roman Arok Dedes bukan roman mistika-irasional (kutukan keris…

Bakat Bukan Takdir : Kisah Irza

"Jadi, kamu sudah tentukan atau belum, jurusan yang akan kamu pilih saat kuliah nanti?" tanya Pak Bowo.

Irza menganggukkan kepalanya, kembali menatap kertas kosong yang seharusnya sudah ditulis. Di atas kertas itu, dia harus menceritakan tentang masa depannya, dimulai dari pilihan jurusan sampai pekerjaan yang diimpi-impikan. Tapi, sedari tadi pikirannya berputar-putar, bingung.


****

Tiga hari sudah, Irza masih belum tahu ingin melanjutkan ke jurusan apa untuk kuliah nanti. Dipikirannya, kuliah akan sama dengan sekolah. Semua sudah dipilihkan oleh orang tuanya, seperti biasa. Tapi, semalam, justru dia bertambah bingung. Kedua orang tuanya malah menyerahkan pilihan jurusan itu pada dirinya. Sementara selama ini dia selalu menuruti apa yang dipilihkan oleh keduanya.


"Emang kenapa sih gak papa dan mama aja yang pilihin?"

"Ya, ga bisa gitu Mbak. Nanti Mbak Irza sendiri yang menjalani kuliah. Kalau ga cocok nanti mbak Irza juga yang ngerasain."


****


Selepas upacara b…