Skip to main content

A garland for girls

Rangkaian bunga untuk para gadis - Kata pembuka dari Louisa May Alcott, bercerita singkat bahwasannya ketika menulis kumpulan kisah pendek ini dirinya tengah berada di pengasingam. Judul setiap kumcer diwakilkan dengan nama bunga, yang tentunya tidak asal tempel saja. Tapi juga memiliki cerita tersendiri di dalamnya.


Ada banyak persamaan karakter tokoh-tokoh perempuan dalam setiap cerita. Yaitu perempuan yang cerdas, berbahagia dengan membantu orang lain, mencintai kehidupan dengan cara lain. Setidaknya, kebanyakan dari perempuan-perempuan dalam kisah ini merupakan sosok yang tegar dan mampu menghadapi kehidupan tanpa takut atau gentar, meski beberapa justru mengalami nasib miskin.


Pada cerpen pertama, bunga Ivy menjadi ikon bagi Jessie. Seorang gadis yang berjuang agar tetap bisa mengajar menari meski sepatunya usang. Dia bekerja sepenuh jiwa dan raga, demi menabung untuk kakaknya yang cacat. Mengapa simbol bunga Ivy yang digunakan dalam kisah ini? Itu karena bunga Ivy yang senantiasa menyapanya pada pagi hari dan membuatnya mempraktekkan sebuah teori bahwa "Bahagia itu sederhana."


"Bagian termanis dari semua kejutan indah ini adalah mereka mengingatku pada waktu paling sibuk dan berterima kasih dengan cara yang indah." ~ hal 36, Jessie.


Di cerpen kedua, Bunga Poppy dan Gandum. Yang dikenakan pada dua gadis dengan karakter  berlawanan. Jenny, gadis muda yang serius. Dia sudah bekerja dari kecil untuk membantu keluarganya yang miskin. Dan Ethel, gadis muda yang senang dengan pesta dan belanja. Keduanya,  memberikan buah tangan untuk Nyonya Hommer, Jenny memberikan Gandum dan Ethel memberikan Bunga Poppy. Keduanya memiliki alasan yang kuat, keduanya juga menampakkan kesan bagaimana menghabiskan masa muda dengan bijaksana.


"Tapi aku pikir kita tidak boleh hanya memikirkan kesenangan kita. Mengajar, menghibur atau membantu orang lain juga menyenangkan."~ hal 65, Jenny.



Ada lima cerpen lagi yang diceritakan dalam kumcer A Garland for Girls. Selain pesan moral yang disampaikan terkait perempuan dari pandangan Alcott. Ada juga satu hal yang membuat saya tertarik. Yaitu, beberapa kali Alcott menyematkan nama atau judul novel klasik yang beberapa belum pernah saya ketahui. Juga disematkan sesuatu yang berhubungan dengan sejarah.


Contoh dalam cerpen ketiga, berjudul May Flowers. Bunga pada bulan Mei yang dikumpulkan para anak gadis yang merupakan Pilgrim Fathers juga erat kaitannya dengan Mayflower. Apa itu Pilgirm Fathers ?


Pilgrim Fathers (Inggris), adalah istilah yang digunakan untuk penetap Koloni Plymouth di Plymouth, Massachusetts. Mereka melarikan diri ke Dunia Baru karena berselisih faham dengan gereja. Kisah Pilgrims menjadi salah satu peristiwa penting sejarah dan budaya Amerika Serikat.

Mereka menumpang kapal Mayflower dari Southampton dan dalam perjalanan selama 66 hari, mencapai Koloni Plymouth di Plymouth, Massachusetts. ~ Wikipedia


Jadi, May flowers pada judulnya mengacu pada aksi yang senantiasa dilakukan enam gadis keturunan Pilgirm Fathers setiap tanggal 15 Mei. Dimana Mayflower yang merupakan nama kapal tempat koloni menumpang, merupakan ide yang diambil untuk membuat kisah ini menjadi menarik.



Selanjutnya, pada mawar mungil. Ada satu fakta yang baru saya tahu. Yaitu karya Chicken Little, yang pernah diangkat ke layar lebar, di sini disinggung. Sehingga mengesahkan bahwa Chicken Little merupakan sebuah karya lawas yang sempat diterjemahkan menjadi Langit Runtuh. Ada banyak sekali hal yang baru saya ketahui usai membaca kumpulan cerpen ini.


Meski banyak yang mengenal Alcott melalui karyanya Little Women, sehingga karya lainnya seakan kurang dikenal. Tapi, tulisan-tulisannya tetap asik untuk dibaca.




See ya !




Comments

Popular posts from this blog

Novel Infinity Karya Mayang Aeni : Konflik Rumit Keluarga Hingga Luka Yang Terpendam

Novel Infinity Karya Mayang Aeni : Konflik Rumit Keluarga Hingga Luka Yang Terpendam


"Petra punya nyokapnya buat ngobatin luka." ~ (Pg 133 - Infinity)

Cerita dalam novel Infinity yang baru saja saya selesaikan ini, sebenarnya memiliki alur pertemuan dua remaja yang sudah terlalu sangat umum. Dari model bad boy kemudian berubah menjadi good boy karena cewek. Dimana pada awalnya si cewek ini sosok utama bullying si cowok dan gengnya.

Seperti pernah teringat cerita serupa dari film-film yang beredar? Sama! Sebab itu saya sempat mencibir kalau novel ini sepertinya tidak ada yang bisa saya bahas dan ada kemungkinan tidak mungkin saya tulis dalam satu tulisan utuh. Eh, tapi ternyata, ketika saya baca kembali dengan seksama dengan mengesampingkan hubungan si cowok dan cewek, ada sesuatu loh yang lumayan membekas.

Sesuai dengan kutipan di atas, merupakan dialog Bani seorang lelaki yang menjadi anggota geng The Fabs. Cowok inilah yang menjadikan Dinda sebagai objek bullying, itu karen…

Zone by Jack Lance | Book Review

Sewaktu Jack Lance datang ke Indonesia atas undangan Bhuana Tim. Promosi yang disebarkan secara besar-besaran itu menyebutkan sesuatu. Kalau Jack Lance ini, ibaratnya sosok Stephen King dari Belanda. Terbukti dari banyaknya buku beliau yang sudah dialih-bahasakan. Selain itu, buku-bukunya juga sudah banyak diadaptasi ke dalam film.

Kehadirannya juga dirayakan sebagai bagian kerjasama Bhuana dengan beliau. Karena, novelnya berjudul Zone ini diluncurkan dalam Bahasa Indonesia. Mengundang beberapa anggota dari banyak komunitas. Membuat acaranya tentu meriah. Apalagi, konon ada iming-iming mendapat novel dari penerbit. Siapa yang menolak?

Nah, berhubung momen tersebut sudah berlalu cukup lama. Saya akhirnya bias mencicipi karyanya. Sambal mencari tahu, apakah benar beliau setara dengan Stephen King. Kali ini, bukunya berjudul Zone yang saya baca. Jadi, apakah ada perbedaan atau persamaan, akan saya bahas sebentar lagi.

Saya ingin menyeritakan sedikit apa yang tertulis di bagian belakang …

The Ghost Bride (Pengantin Arwah)

The Ghost Bride - "Pada suatu malam, ayahku bertanya apakah aku mau menjadi pengantin arwah..."

Li Lan, putri tunggal sebuah keluarga yang bangkrut, mendapat lamaran dari keluarga Lim yang kaya raya dan berkuasa. Namun, calon suaminya adalah lelaki yang telah meninggal secara misterius, dan pernikahan ini dilakukan untuk menenangkan arwah penasarannya. Mengerikan memang, tapi tidak ada jalan lain untuk menjamin masa depan Li Lan.

Setelah kunjungannya ke mansion keluarga Lim, Li Lan mulai dihantui oleh calon suaminya dan dia tidak bisa lagi tidur tenang. Sedikit demi sedikit, Li Lan tertarik ke dunia arwah yang tidak hanya dihuni oleh para hantu lapar dan arwah pendendam, tapi juga para iblis penjaga berwujud banteng. Li Lan harus mengungkap rahasia kelam tentang keluarga Lim dan keluarganya sendiri, jika dia tidak mau terjebak di dunia arwah selamanya.



Detil Buku
Judul : The Ghost Bride (Pengantin Arwah) || Penulis : Yangsze Choo || Bahasa : Indonesia || Terbitan : Oktober 2014