Skip to main content

Twenty Thousand Leagues Under the Sea

Kedalaman dua puluh ribu di bawah laut - Sudah banyak yang mengenal Jules Verne, apalagi kalau diingatkan lagi tentang film 'Journey to the center of the earth' yang memang inspirasinya dari dalam novel lain karangan Jules Verne. Di situ sempat dikatakan ada kelompol Vernian, yaitu kelompok yang mempercayai apa-apa yang ditulis oleh Jules Verne, seorang penulis dari Perancis.


Berkisah tentang seorang Professor dari Perancis, yang dipanggil secara khusus untuk ikut dengan pelayaran kapal Abraham lincoln, demi satu tujuan yaitu Membuktikan keberadaan sosok Ikan Paus Raksasa yang sedang digembar-gemborkan pada saat itu. Ada beberapa kapal laut yang sempat mengalami kerusakan akibat 'ditabrak' oleh Ikan Paus Raksasa tersebut.



Dalam ekspedisi kali itu, seorang ahli Ikan Paus, bernama Ned, diikutsertakan. Meski Professor Aronnax sempat memberi pertimbangan akan keberadaan 'monster laut' tersebut pada Ned, bahwa bisa jadi apa yang mereka incar tidak nyata. Tapi, perjalanan mereka memang membuahkan hasil, karena pada satu malam, keberadaan 'monster laut' tersebut tertangkap oleh kapal Abraham Lincoln, namun mereka tidak berhasil menangkapnya secara nyata karena kapal mengalami kerusakan.


Lantas, apa yang akhirnya mereka temukan dalam ekspedisi tersebut? Ternyata, yang mereka kira sebagai Ikan Paus Raksasa, ternyata adalah kapal selam milik Nautillus. Wah, wah...ini yang merupakan sebuah kejutan.



"Because, Professor, that beast is made of sheet iron." ~ pg. 34



Kemudian, apakah segala hal dalam novel ini hanya sebuah Fiksi yang dipoles dengan Science?


Nyatanya, pada masa Jules Verne selesai merampungkan novel ini pada 1869, kapal selam yang pada masa itu ada belum memiliki kecepatan yang sesuai dengan deksripsi kecepatan kapal selam milik Capt. Nemo. Dan bahkan, konon sampai saat ini, dengan ukuran sebesar kapal Nautillus dengan kecepatan yang tinggi masih belum ada.


"Its area measures 6032 feet; and its contents about 1500 cubic yards; that is to say, when completely immersed it displaces 50,000 feet of water, or weighs 1500 tons." ~ pg.61


Pada Bab 6, dalam tema Steam up dijelaskan bahwa saat kapal Abraham Lincoln berhasil melekatkan pengait pada sang monster, kapal mereka sampai tidak dapat mengejar sang monster hingga akhirnya terseret. Dan ketika dideskripsikan kecepatannya hingga 38mph. Sebuah imajinasi yang begitu komplit hingga diduga seakan Verne meneliti segalanya sampai sedetil-detilnya saat menulis novel ini.


"We were at depth of hundred and five yards and twenty inches, undergoing a pressure of six atmospheres. It is the forest of island of Crespo." ~ pg 82


Begini, sampai detik ini, saya masih belum tahu apakah ada dan benar-benar ada, Pulau Hutan seperti Pulau Crespo yang berada dalam kapal selam? Kalau dipikir kembali, bahkan di luar angkasa sudah dilakukan penelitian beberapa macam tanaman yang bisa tumbuh di sana. Bisa jadi keberadaan island of Crespo ini ada tapi dalam bentuk lain. Jujur, saya belum mencari kebenarannya.


Di sini, Capt. Nemo juga membawa Prof. Annorax berkunjung ke lokasi dimana runtuhnya Atlantik. Sebuah pulau yang masih menjadi misteri, walau beberapa penjelasan sudah banyak bertebaran tentang keberadaan pulau tersebut, namun dalam novel ini seakan Verne benar-benar sudah melakukan penelitian secara rinci karena menyertai tingkat kedalaman melalui kapal selam.


Ada juga cerita tentang capt. Nemo yang menemukan rute jalan pintas menuju Terusan Suez, atau berjalan-jalan ke South Pole melalui kapal selam. Bahkan, di sini Prof. Annorax diajak berjalan-jalan ke beragam tempat melalui bawah laut. Selama perjalanannya ini Prof. Annorax mendapat penjelasan dengan rinci terkait lokasi dengan menggunakan keberadaan mereka pada kedalaman laut. Hingga bermil-mil jauh ke dalam laut.



Inilah yang membuat saya juga tercengang dengan data-data yang disajikan dalam novel ini. Seakan menelaah sebuah data analisa sebuah perjalanan yang 'seakan nyata' dari tokoh fiksi bernama Prof. Annorax bersama Capt. Nemo. Tidak heran kalau benar ada beberapa ilmuwan atau peneliti yang secara real mencari tahu kebenaran data yang dihidangkan dalam novel ini. Sebuah imajinasi yang tidak hanya sekadar omong kosong. Tapi, juga membuat ilmu pengetahuan terus maju dan bahkan tulisan ini menginspirasi beberapa ekspedisi lanjutan secara nyata.


Baiklah, sedikit curhatan dari saya. Ketika pada awalnya saya hendak membaca novel yang berbahasa inggris ini. Saya sempat tidak percaya diri setelah membaca review di goodread, ada banyak pembaca yang membeberkan kebingungan mereka pada novel ini. Kebingungan dalam banyak hal hingga membuat saya sempat mundur sebelum membacanya. Tapi, saya tidak mau menumpuk buku ini lagi dan lagi, hingga akhirnya saya paksa diri saya untuk membacanya. Kenyataannya, justru saya suka sekali gaya penulisan beliau yang sangat detil bahkan tidak membosankan. Seakan-akan saya sedang diajak berjalan - jalan melalui laporan penelitian dari beliau. Untuk kalian yang belum membaca secara langsung buku ini, pada bab-bab awal memang terasa menjemukan, tapi setelahnya, ketika perjalanan capt. Nemo dan Prof. Annorax menjelajahi banyak tempat, ceritanya mengalir begitu saja sehingga hilang kejenuhan dan timbul rasa penasaran.



So, sekali lagi, jangan menilai sebuah buku sebelum dibaca. Okek?




See yaaa !



Comments

Popular posts from this blog

Novel Infinity Karya Mayang Aeni : Konflik Rumit Keluarga Hingga Luka Yang Terpendam

Novel Infinity Karya Mayang Aeni : Konflik Rumit Keluarga Hingga Luka Yang Terpendam


"Petra punya nyokapnya buat ngobatin luka." ~ (Pg 133 - Infinity)

Cerita dalam novel Infinity yang baru saja saya selesaikan ini, sebenarnya memiliki alur pertemuan dua remaja yang sudah terlalu sangat umum. Dari model bad boy kemudian berubah menjadi good boy karena cewek. Dimana pada awalnya si cewek ini sosok utama bullying si cowok dan gengnya.

Seperti pernah teringat cerita serupa dari film-film yang beredar? Sama! Sebab itu saya sempat mencibir kalau novel ini sepertinya tidak ada yang bisa saya bahas dan ada kemungkinan tidak mungkin saya tulis dalam satu tulisan utuh. Eh, tapi ternyata, ketika saya baca kembali dengan seksama dengan mengesampingkan hubungan si cowok dan cewek, ada sesuatu loh yang lumayan membekas.

Sesuai dengan kutipan di atas, merupakan dialog Bani seorang lelaki yang menjadi anggota geng The Fabs. Cowok inilah yang menjadikan Dinda sebagai objek bullying, itu karen…

Zone by Jack Lance | Book Review

Sewaktu Jack Lance datang ke Indonesia atas undangan Bhuana Tim. Promosi yang disebarkan secara besar-besaran itu menyebutkan sesuatu. Kalau Jack Lance ini, ibaratnya sosok Stephen King dari Belanda. Terbukti dari banyaknya buku beliau yang sudah dialih-bahasakan. Selain itu, buku-bukunya juga sudah banyak diadaptasi ke dalam film.

Kehadirannya juga dirayakan sebagai bagian kerjasama Bhuana dengan beliau. Karena, novelnya berjudul Zone ini diluncurkan dalam Bahasa Indonesia. Mengundang beberapa anggota dari banyak komunitas. Membuat acaranya tentu meriah. Apalagi, konon ada iming-iming mendapat novel dari penerbit. Siapa yang menolak?

Nah, berhubung momen tersebut sudah berlalu cukup lama. Saya akhirnya bias mencicipi karyanya. Sambal mencari tahu, apakah benar beliau setara dengan Stephen King. Kali ini, bukunya berjudul Zone yang saya baca. Jadi, apakah ada perbedaan atau persamaan, akan saya bahas sebentar lagi.

Saya ingin menyeritakan sedikit apa yang tertulis di bagian belakang …

Manga Ao Haru Ride

Ao haru ride - Siapa yang gemar dengan manga atau anime genre Romantic Comedy? Saya akan tunjuk tangan juga. Manga berjudul Ao Haru Ride ini juga memiliki genre yang sama. Berkisah tentang kehidupan sehari-hari anak sekolahan, berikut juga dengan masalah percintaan dan persahabatan mereka. Namun, Futaba dan Kou memulai kisah mereka di bangku SMU, seperti melanjutkan apa yang dahulu sempat tertunda namun dengan bentuk yang berbeda.


Kartu Tanda Buku


Judul : Ao Haru Ride || Penulis : IO Sakisaka || Vol. : 13 || Chapters : 53 || Terbit : 13 Januari 2011 || Rating : 4/5


***



Futaba dan Kou pernah satu sekolah semasa SMP, namun sudah banyak yang tahu kalau Futaba ini lumayan membenci anak-anak cowok karena mereka ini ribut, menjengkelkan bagi Futaba. Tapi, di antara banyaknya anak cowok yang membuat Futaba kesal, ada satu sosok lelaki yang lebih pendiam, tidak terlalu tinggi dan suaranya berbeda dengan anak cowok lainnya, namanya Tanaka-kun.

Tanpa disadari, ada sesuatu yang tumbuh dalam hati F…