Novel Uttuki Sayap Para Dewa

December 27, 2017

Novel Uttuki Sayap Para Dewa


uttuki sayap para dewa



Baru pertama kali saya membaca novel fantasi karya Indonesia. Meski masih agak sedikit aneh, saat di bab-bab awal, tapi saat menjelang pertengahan membaca Novel Uttuki Sayap Para Dewa yang ditulis oleh Clara Ng, ceritanya lumayan bikin penasaran. Kisah percintaan anak manusia dan anak dewa yang menghadapi banyak cobaan akibat campur tangan para Dewa. Alasannya cukup masuk akal, karena salah satunya merupakan anak dari Dewa Langit dan Dewi Bumi.

Cerita ini memiliki dua tempat berbeda dengan tokoh berbeda yang saling berkaitan satu sama lain. Namun antara Naeva dan Adam, pada bab-bab permulaan hingga pertengahan masih belum terlihat benang merahnya. Hanya sedikit, sekadar mitologi yang dipelajari oleh Adam. Namun, kisah pembukanya justru cerita dari bagian Adam dan Naeva.

Seperti buku Clara yang lain berjudul Dru dan Kisah Lima Kerajaan, yang merupakan buku favorit saya. Novel ini meski bukan favorit saya, tapi cukup unik. Karena menyematkan beberapa pengetahuan tentang dewa dari Mesopotamia. Nama-nama dewa yang masih baru saya dengar seperti Dewa Anu, Dewi Antu sampai tujuh monster Uttuki.


Kartu Tanda Buku

Judul : Uttuki Sayap Para Dewa
Penulis : Clara Ng
Halaman : 408
Cetakan Ketiga, Juni 20111
Versi : Ebook Scoop
Bahasa : Indonesia
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 978.979.22.6983.3
Rating : 3.5/5



Cerita Fiksi Dengan Mitologi Dewa



Pembaca akan dikenalkan dengan beberapa nama Dewa dari Mesopotamia. Beberapa Dewa dan Dewi ikut dalam campur tangan kehidupan manusia secara langsung. Seperti Dewi Ishtar yang merupakan Dewi Cinta dan Perang. Yang sangat ambisius dan terlalu impulsif. Atau Dewi Antu sang Dewi Bumi, yang saat melahirkan anak-anaknya, para monster Uttuki, langit bumi dalam keadaan gelap dan badai datang.

Dalam Mitologi yang tercatat secara legal, sebenarnya monster Uttuki hanya berjumlah tujuh. Namun, dalam cerita yang ditulis oleh Clara Ng, dibuatlah delapan anak Uttuki, dimana anak terakhirnya memiliki perbedaan yang sangat jauh dari Uttuki yang lain. Karena malu akan tampang para anak-anaknya, menyebabkan Dewa Anu mengisolasi anaknya. Karena mereka bukan hanya sekadar monster tapi dianggap sebagai iblis.


Ada lagi Dewa EA yang dikenal dengan Kebijaksanaannya. Ikut serta dalam membantu menuliskan kembali kisah perjalanan para manusia dan Dewa yang ada dalam kisah ini. Dalam hal ini, Clara menegaskan bahwa manusia sebenarnya memiliki kekuatan yang lebih, yaitu mampu menahan beban dan rasa sakit yang tampak sangat besar dan berat.

Di sini, manusia diwakilkan oleh sosok Thomas. Selain mengisahkan tentang Mitologi Dewa dan Dewi Mesopotamia. Juga menyeritakan tentang reinkarnasi yang merupakan misi untuk sepasang makhluk yang mengaku jatuh cinta.


“Mitos Marduk adalah salah satu mitos terbesar dalam segala versi mitos Babylonia. Ilmuwan mencurigai Dewa Marduk mempunyai peranan penting, simbol istimewa, dan penceritaan yang erat hubungannya dengan sistem tara surya kita.” ~ Hal 248-249



Sebuah Kisah Cinta Dari Beribu Tahun Yang Lalu



Namanya Enka, yang lahir disaat yang sama dengan kelahiran para monster Uttuki. Dia adalah anak manusia, anak dari seorang pendeta. Keinginannya ketika dia masih kecil adalah ingin bertemu langsung dengan Uttuki. Dan keinginan itu terkabul. Suatu ketika, Nania, monster Uttuki ke delapam, menemuinya.

Pertemuan itu akhirnya cukup intens dan sering. Membuat keduanya memutuskan untuk terus bertemu satu sama lain. Bahkan Nania juga menolong Enka dari kematiannya, meski ayahnya akhirnya tak tertolong. Dan hubungan mereka akhirnya membuat Dewa Anu murka.

Kisah cinta yang disajikan dalam novel ini dibuat rumit. Antara dua makhluk yang tengah diserang virus cinta, ada sosok lain yang menyintai lelaki yang sama. Sosok yang bahkan rela menukar status ke-Dewi-annya demi lelaki itu. Namun, ada sesuatu yang terasa kurang bagi saya selama membaca novel ini.

Entah apakah ini merupakan cinta pada pandangan pertama. Atau hanya karena melanjutkan cinta yang telah terukir sejak ribuan tahun lalu. Tapi bagi saya, masih terasa kurang meski mereka berdua reinkarnasi dari pasangan dari ribuan tahun lalu. Saya coba membandingkannya dengan film yang dibintangi Jackie Chan berjudul The Myth.

Di sini, Jackie selalu bermimpi seorang perempuan yang saya, terkadang dengan suasana yang aneh seolah mereka berada di masa lampau. Setelah hadir dalam bentuk mimpi, sosok perempuan dan alur kisah yang dia lihat mulai membuka jalur hingga mendatangkan banyak pertanyaan. Semua itu berasal dari ingatan beratus tahun yang lalu.

Nah, sementara antara Thomas dan Celia, dua makhluk yang merupakan pasangan sejak ribuan tahun lalu, keduanya tampak tidak memiliki ikatan dan alasan yang kuat melalui pertemuan yang hanya sebentar. Bahkan, saya merasa motivasi untuk menjadikan keduanya memiliki cinta yang begitu besar masih kurang. Meski sejarah kehidupan mereka sudah digariskan. Tetap saja, cinta keduanya saat bertemu seusai reinkarnasi harusnya tetap dibangun melalui cara-cara yang bisa menjadi bukti bahwa motivasi keduanya sangat kuat.

Berlanjut lagi ke kisah mereka. Setelah seorang Dewi menukar keistimewaannya dengan menjadi manusia. Dia menikah dan semua yang sudah digariskan sejak ribuan tahun lalu, harus terus terulang. Ada yang tetap harus mati dan ada seorang anak yang tetap ditinggal mati. Semua berulang meski telah ribuan tahun berlalu. Hingga kemudian, ada satu variabel yang diusahakan oleh beberapa tokoh demi mengubah masa depan. Demi menciptakan kisah baru dari yang telah dituliskan atas nama cinta.

“Cinta bukanlah jalan yang penuh bunga setaman dan wangi semerbak.” ~ Hal 395



***


Saya memang cukup mengetahui pada akhirnya, Clara Ng menyukai beragam genre yang dibuktikan dari beberapa buku yang sudah saya baca. Seperti buku khusus anak-anak berjudul Bagak Bumi Berhenti Berputar. Kemudian kisah petualangan Dru dan Kisah Lima Kerajaan yang dikemas sangat cantik berisi ilustrasi yang membuat bukunya tambah menarik. Kemudian Malaikat Jatuh yang kisahnya lumayan kelam sampai Pintu Harmonika yang merupakan proyek duet dengan Icha Rahmanti, kisah tentang remaja.

Selain perihal motivasi antar tokoh untuk mengambil keputusan yang kurang kuat. Bagi saya novel ini tetap enak dinikmati. Informasi-informasi sejarah yang disematkan di dalamnya cukup bagus untuk menambah pengetahuan tentang Mitologi Kuno dari Mesopotamia sampai bangsa Babylonia. Itulah sebabnya saya merasa beruntung tidak berkeskpektasi terlalu tinggi. Karena saya lumayan terselamatkan.


Selamat membaca, salam literasi. [Ipeh Alena]

No comments:

Terima kasih sudah meninggalkan komentar. Mohon gunakan kalimat yang sopan. Link hidup akan otomatis terhapus.

Powered by Blogger.