Skip to main content

Si Babi Ungu dan Cerita-cerita Lainnya




Si Babi Ungu, judul buku pertama dari serial kumbang karya Enid Blyton ini menjadi teman saya hari ini. Kebetulan saya sekalian menuliskan ulasan untuk memenuhi tantangan #31HariBerbagiBacaan agar tidak tertinggal dengan teman-teman lainnya. Bersyukur, buku ini tidak terlalu tebal, jadi saya bisa menyelesaikannya dengan segera tanpa berlama-lama.

Memang, terkadang ketika melihat tumpukan buku yang masih belum tersentuh, sering mendatangkan rasa jenuh untuk melirik buku baru lainnya. Tapi, penimbun buku tetaplah penimbun buku, meski waktu saya sehari-hari sering membuat saya lalai untuk membaca sampai tuntas. Setidaknya, saya masih mencanangkan membaca buku meski satu lembar (penurunan level :p).

Dalam buku ini, seperti biasa terdapat beberapa cerpen yang berisi pesan moral yang sangat bagus untuk pembacanya dari berbagai kalangan. Jadi, bagi para Ibu yang belum mempersiapkan bacaan untuk anak-remajanya, buku ini bagus sekali dan tetap masih bisa dibaca meski sudah dewasa.

Sebelum melanjutkan saya ingin memberi informasi terkait buku ini.





Detil Buku

Judul : Si Babi Ungu dan Cerita-cerita lainnya || Penulis : Enid Blyton || Halaman : 189 || Cetakan kesebelas : Juni 2016 || Desain Sampun : Maryna Desain || Penerbit : Gramedia || ISBN : 9786020329864


Si Babi Ungu


Jenny dan Will menolak permintaan Ibunya untuk berkunjung ke rumah Nyonya Lump. Alasannya karena wajah Nyonya Lump seram, dengan kacamata yang tebal serta wajah yang keriput, juga karena seringkali marah-marah. Itu sebabnya mereka benar-benar menolak permintaan tolong Ibunya. Tapi, karena terus dipaksa, akhirnya keduanya menurut.

Meski di perjalanan mereka masih ketakutan. Ketika sampai di depan rumah Nyonya Lump, kedua anak ini mengetuk pintunya berkali-kali, namun tidak ada tampak kehadiran Nyonya Lump. Keduanya memutuskan untuk langsung masuk ke rumah tersebut, tanpa menunggu. Agara tidak bertemu dengan Nyonya Lump. Saat meletakkan bingkisan dari Ibu mereka, mereka melihat celengan Babi berwarna Ungu. 

Bentuknya memang tidak bagus, serta warnanya yang aduhai menyakitkan mata. Membuat mereka berpikir, mengapa Nyonya Lump betah sekali menyimpan benda buruk rupa seperti itu. Apalagi ketika mereka perhatikan dengan sesama, ternyata benda tersebut adalah celengan yang berisi beberapa koin milik Nyonya Lump. Tanpa sengaja, benda tersebut terjatuh dan pecah, isinya berhamburan ke segala arah. 

Karena takut dimarahi oleh Nyonya Lump, akhirnya keduanya memutuskan untuk melarikan diri. Tapi, kemudian mereka ingat nasihat dari sang Ibu, inilah alasan mereka kembali ke rumah Nyonya Lump. Dalam cerita ini terdapat banyak sekali pesan moral yang disampaikan dengan cara yang mengasyikkan. Seperti ketika Jenny dan Will tidak ingin menjadi seorang yang pengecut hingga memutuskan untuk kembali ke rumah Nyonya Lump, karena teringat dengan nasihat sang Ibu.

Berikut ini beberapa pesan moral yang saya dapatkan melalui cerita Si Babi Ungu :


1.Bertanggung Jawab

Entah itu kesalahan yang diakibatkan oleh kita sendiri secara sengaja atau tanpa sengaja. Baiknya untuk tetap bertanggung jawab, karena melarikan diri dari tanggung jawab ketika terjadi kesalahan atau masalah, merupakan contoh orang yang pengecut.

2.Berprasangka Baik

Jenny dan Will menganggap bahwa Nyonya Lump itu sosok perempuan yang galak dengan wajah buruk rupa. Tapi Ibunya mengatakan bahwa beliau sangat baik hati. Kemudian, ketika mereka benar-benar mengenal sosok Nyonya Lump secara langsung, barulah mereka tahu bahwa Ibunya tak pernah berbohong.

3.Berani Mengakui Kesalahan

Betapa beraninya Jenny dan Will kembali ke rumah Nyonya Lump untuk mengakui kesalahan mereka. Keduanya juga tidak mengeluh ketika harus bertanggung jawab dengan mengumpulkan pecahan dan uang logam yang bertebaran di lantai rumah beliau. Perbuatan mereka sangat terpuji.

4.Simpanlah Barang Pemberian

Nyonya Lump tetap menyimpan barang yang diberikan oleh adiknya meski tampak sangat buruk. Walaupun bertahun-tahun lamanya, beliau ingin sekali menyingkirkan benda tersebut. Tapi, dia tidak ingin mengecewakan sang Adik. Jadi, menyimpan barang-barang pemberian dari orang lain, apalagi yang sangat kita sayangi, adalah tindakan yang sangat baik. Agar yang memberikannya juga merasa senang dan dihargai.

5.Berani Meminta Maaf

Setelah mengakui perbuatannya, Jenny dan Will juga tak lupa untuk meminta maaf pada Nyonya Lump. Inilah yang membuat keduanya malah mendapat hadiah dari beliau. Apalagi sebelum pulang, mereka disuguhi makanan yang sangat lezat. Ternyata mengakui kesalahan saja tidak cukup tanpa disertai dengan meminta maaf. Karena itu, jangan pernah ragu-ragu untuk meminta maaf ketika melakukan kesalahan.



Cerita-Cerita Lainnya


Ada 8 cerita pendek dalam buku ini, termasuk kisah Si Babi Ungu yang tadi saya bagikan ceritanya di atas. Cerita lainnya juga masih mengikut-sertakan anak-anak sebagai tokoh dalam ceritanya. Ada kisah anak yang sering memiliki banyak alasan untuk berputus asa, anak yang gemar berjanji tapi tidak segera menepati hingga kebiasaannya ini terus sampai dia dewasa, ada kisah anak yang tak percaya diri akan kemampuannya. Juga cerita penutup tentang murid-murid di sebuah sekolah yang membuat satu hari menjadi hari Bunga Mangkokan.




Semoga tulisan ini bisa bermanfaat.

Terima Kasih




Comments

Popular posts from this blog

Novel Infinity Karya Mayang Aeni : Konflik Rumit Keluarga Hingga Luka Yang Terpendam

Novel Infinity Karya Mayang Aeni : Konflik Rumit Keluarga Hingga Luka Yang Terpendam


"Petra punya nyokapnya buat ngobatin luka." ~ (Pg 133 - Infinity)

Cerita dalam novel Infinity yang baru saja saya selesaikan ini, sebenarnya memiliki alur pertemuan dua remaja yang sudah terlalu sangat umum. Dari model bad boy kemudian berubah menjadi good boy karena cewek. Dimana pada awalnya si cewek ini sosok utama bullying si cowok dan gengnya.

Seperti pernah teringat cerita serupa dari film-film yang beredar? Sama! Sebab itu saya sempat mencibir kalau novel ini sepertinya tidak ada yang bisa saya bahas dan ada kemungkinan tidak mungkin saya tulis dalam satu tulisan utuh. Eh, tapi ternyata, ketika saya baca kembali dengan seksama dengan mengesampingkan hubungan si cowok dan cewek, ada sesuatu loh yang lumayan membekas.

Sesuai dengan kutipan di atas, merupakan dialog Bani seorang lelaki yang menjadi anggota geng The Fabs. Cowok inilah yang menjadikan Dinda sebagai objek bullying, itu karen…

Zone by Jack Lance | Book Review

Sewaktu Jack Lance datang ke Indonesia atas undangan Bhuana Tim. Promosi yang disebarkan secara besar-besaran itu menyebutkan sesuatu. Kalau Jack Lance ini, ibaratnya sosok Stephen King dari Belanda. Terbukti dari banyaknya buku beliau yang sudah dialih-bahasakan. Selain itu, buku-bukunya juga sudah banyak diadaptasi ke dalam film.

Kehadirannya juga dirayakan sebagai bagian kerjasama Bhuana dengan beliau. Karena, novelnya berjudul Zone ini diluncurkan dalam Bahasa Indonesia. Mengundang beberapa anggota dari banyak komunitas. Membuat acaranya tentu meriah. Apalagi, konon ada iming-iming mendapat novel dari penerbit. Siapa yang menolak?

Nah, berhubung momen tersebut sudah berlalu cukup lama. Saya akhirnya bias mencicipi karyanya. Sambal mencari tahu, apakah benar beliau setara dengan Stephen King. Kali ini, bukunya berjudul Zone yang saya baca. Jadi, apakah ada perbedaan atau persamaan, akan saya bahas sebentar lagi.

Saya ingin menyeritakan sedikit apa yang tertulis di bagian belakang …

Manga Ao Haru Ride

Ao haru ride - Siapa yang gemar dengan manga atau anime genre Romantic Comedy? Saya akan tunjuk tangan juga. Manga berjudul Ao Haru Ride ini juga memiliki genre yang sama. Berkisah tentang kehidupan sehari-hari anak sekolahan, berikut juga dengan masalah percintaan dan persahabatan mereka. Namun, Futaba dan Kou memulai kisah mereka di bangku SMU, seperti melanjutkan apa yang dahulu sempat tertunda namun dengan bentuk yang berbeda.


Kartu Tanda Buku


Judul : Ao Haru Ride || Penulis : IO Sakisaka || Vol. : 13 || Chapters : 53 || Terbit : 13 Januari 2011 || Rating : 4/5


***



Futaba dan Kou pernah satu sekolah semasa SMP, namun sudah banyak yang tahu kalau Futaba ini lumayan membenci anak-anak cowok karena mereka ini ribut, menjengkelkan bagi Futaba. Tapi, di antara banyaknya anak cowok yang membuat Futaba kesal, ada satu sosok lelaki yang lebih pendiam, tidak terlalu tinggi dan suaranya berbeda dengan anak cowok lainnya, namanya Tanaka-kun.

Tanpa disadari, ada sesuatu yang tumbuh dalam hati F…