Tips Bisnis dari Laarmans



Judul : Kaas (Keju)
Penulis : Willem Elsschot
Halaman : 173
Penerbit : Gramedia
ISBN : 9789792257670



Ada sebuah informasi terkait buku ini. Yang tipis dan selalu berada di barisan obral buku.


Ada yang mengatakan belum mau membacanya. Ada juga yang menganggap ini buku murahan. Ada pula yang berpikir dua kali sebelum membaca buku ini.


Memang, bagaimana isinya?

Laarmans, seorang pegawai di General Marine and shipbuilding company, ditawari sebuah kesempatan yang besar. Untuk mengubah statusnya menjadi seorang pengusaha. Kesempatan ini diberikan secara langsung dari Schoonbeke, untuk bertemu Horsntra.


Pernah menonton tayangan bosan jadi pegawai? Meski buku ini tidak sama persis dengan tayangan itu, tapi Laarmans menempati posisi jenuh dalam hidupnya. Hingga dia berpikir bisa mengeruk kekayaan melalui jalur ini. Yaitu menjadi pengusaha Keju.


Sudah diketahui ya kalau keju ini merupakan makanan yang  wajib ada di Belanda. Jadi, rasanya makanan ini akan selalu dibutuhkan dari setiap kalangan. Sampai ketika istrinya Laarmans yang baik hati, memberinya semangat meski ragu melandanya.


Tidak ada yang salah dengan kesempatan. Hanya saja terkadang kita belum siap untuk menelaahnya. Seperti Laarmans yang tidak menyimak surat perjanjian dengan teliti. Bahkan baru diketahuinya setelah sang istri yang menanyakannya. Malah, dia sempat mengira sang istri ini tak akan mengerti, tapi justru dia yang masih belum paham.


Lucunya, adalah saat Laarmans ini sudah rempong duluan sebelum memulai bisnisnya. Jadi, dia berbohong ke kantor tempatnya kerja kalau dia terkena penyakit saraf. Dibantu oleh kakaknya yang dokter. Setelahnya dia sibuk membenahi ruangan lantai atas untuk kantornya. Membuat kop surat, menyewa mesin tik. Membeli meja kerja dan segala hal yang dia pikir cocok untuknya sebagai pengusaha.



Tapi, masalah muncul justru karena dia bingung tak tahu cara berjualan.


Kemudian, dia mencari agen melalui biro iklan. Muncullah surat berdatangan. Dipilah dan dipilih satu persatu. Sampai pada beberapa agen, sementara yang lainnya tidak dipedulikan. Hanya yang dianggap oleh Laarmans cocok sebagai agen. Ternyata....salah satunya justru menipu. Wah, lucu sebetulnya perjuangan dia untuk menunjukkan dirinya sebagai seorang pengusaha.


Dari menganggap remeh istrinya sampai anak-anaknya. Yang kemudian membuat sudut pandangnya berubah. Dia kemudian bisa memandang hidup dengan lebih simple. Dan menghargainya.



Tipis. Tapi berbobot. Sama seperti kebanyakan, manusia sering melihat sebelah mata. Dan memandang hanya permukaan saja. Jadi, hanya orang beruntung yang menyediakan waktu membaca buku yang keren ini.


Postingan Terkait