Skip to main content

Review Best Friends



Judul : Best Friends
Penulis : Jacqueline Wilson
Bahasa ; Inggris
Detil : 175 halaman, Ebook
Penerbit : Random House
ISBN : 9781407046266



Alice dan Gemma adalah dua sahabat karib. Lahir di tanggal yang sama, bulan yang sama, tahun yang sama dan mereka tumbuh besar bersama. Namun, mereka berdua memiliki hobi dan perilaku yang jauh berbeda.


Alice, seorang anak tunggal yang sangat feminim. Gemar menulis cerita, mencat kuku, mengenakan pakaian yang girly sampai mengenakan make up.


Sementara Gemma, sosok anak perempuan yang tomboy. Rambutnya menyerupai landak, tidak suka mengenakan pakaian ala girly dan sering menyebabkan masalah.


Gemma memiliki dua kakak lelaki, Cullum dan Jack. Keduanya juga sangat berbeda sikapnya. Dan Gemma selalu menjadikan Cullum sebagai kakak favoritnya sebelum dia memiliki pacar. Sementara Jack hanya dekat dengan anjing mereka.


Ibunya Gemma selalu merasa tidak puas dengan kondisi Gemma yang tomboi. Dia ingin Gemma seperti Alice. Itulah sebabnya Alice selalu mendapat perhatian penuh dari Ibunya Gemma.


** Especially when Mum makes a big fuss of her (Alice) and then looks at me and sigh. ~ page 15 **



Selain bersama Cullum, Gemma juga dekat dengan sang Ayah. Walaupun seringnya dia menemani Ayahnya yang kelelahan setelah pulang bekerja. Ayahnya bekerja sebagai supir taksi dan Gemma senang menghabiskan waktu bersama Ayahnya.


** When he is home he likes to lie on the sofa in front of the telly and have a little snooze. Its often a long long snooze, but if you're feeling lonely you can cuddle up  beside him. ~ page 13 **



Dan, Kakeknya adalah sosok paling favorit dalam keluarganya.


Suatu ketika, Gemma merasa ada yang aneh dengan Alice. Dia menyembunyika sesuatu dan hanya menuliskannya dalam buku diarynya. Saat Alice menginap di rumah Gemma, dan semangkuk Pop Corn berhamburan di kasur akibat kaki Gemma tidak sengaja menendangnya. Gemma sempat membaca dua baris tulisan dalam buku diarynya.



Setelah membacanya, pikiran Gemma menjadi kusut. Dia merasa sedih dan ingin bertanya pada Alice. Gemma berpikir bahwa Alice tidak lagi ingin bersahabat dengannya.



Namun, ternyata bukan itu. Tapi, karena keluarga Alice akan pindah ke Scootland. Sementara berita itu masih harus dirahasiakan. Keduanya merasakan kesedihan yang mendalam. Dan sampailah saat Ibunya Alice bertamu ke rumah Gemma dan mengabarkan berita ini. Di situlah Gemma membuat masalah demi masalah yang membuat Ibunya Alice memutuskan agar Alice berhenti bersahabat dengan Alice.


Mulai dari berteriak pada Ibunya Alice dan mengatakan kalau ini kesalahannya. Kemudian kabur dari rumah, walaupun akhirnya gagal. Berbohong saat menelpon Alice. Dan masalah lain yang kemudian membuat Ibunya Alice menolak untuk berhubungan dengan Gemma lagi.


Kepindahan Alice membuat Gemma benar-benar sedih. Walaupun sang Ibu sudah berusaha menenangkannya. Justru Gemma semakin sering terkena hukuman karena berbuat nakal, ceroboh atau hal lain. Seperti muntah dan mengotori spageti yang akan dimakan.


Ibunya menasihati bahwa dia akan memiliki banyak teman, gurunya juga berkata demikian dan merekomendasikan Biscuit, teman sekolahnya untuk menjadi teman dekat dengan Gemma. Namun, Gemma menolak.


Baginya hanya Alice dan Alice. Bahkan ketika Alice bercerita tentang teman barunya. Gemma berpikir bahwa Flora akan mengambil sahabatnya. Sehingga beberapa kali Gemma merasa sedih dan sendirian.


Ibunya Gemma adalah sosok Ibu yang ingin anaknya tampil seperti anak perempuan yang girly. Ketika marah, dia akan mengguncang tubuh Gemma. Belum lagi hukumannya yang senantiasa dia berikan pada Gemma, yang membuat Gemma merasa tidak menyukai Ibunya.


Banyak hal yang diangkat dalam novel anak-anak ini. Salah satunya adalah cara agar tidak posesif pada apa pun. Juga mengajarkan agar berpikir sebelum bertindak. Seperti Gemma yang dengan tanpa berpikir menumpahkan kue ulang tahun ke wajah Flora hanya karena dia tidak suka padanya. Karya Jacqueline memang selalu mengangkat kisah anak-anak dengan masalah keseharian yang kompleks. Dengan sudut pandang orang pertama, yaitu Gemma.


Missing was the most ridiculously in adequate description. ~ page 65

Comments

Popular posts from this blog

Zone by Jack Lance | Book Review

Sewaktu Jack Lance datang ke Indonesia atas undangan Bhuana Tim. Promosi yang disebarkan secara besar-besaran itu menyebutkan sesuatu. Kalau Jack Lance ini, ibaratnya sosok Stephen King dari Belanda. Terbukti dari banyaknya buku beliau yang sudah dialih-bahasakan. Selain itu, buku-bukunya juga sudah banyak diadaptasi ke dalam film.

Kehadirannya juga dirayakan sebagai bagian kerjasama Bhuana dengan beliau. Karena, novelnya berjudul Zone ini diluncurkan dalam Bahasa Indonesia. Mengundang beberapa anggota dari banyak komunitas. Membuat acaranya tentu meriah. Apalagi, konon ada iming-iming mendapat novel dari penerbit. Siapa yang menolak?

Nah, berhubung momen tersebut sudah berlalu cukup lama. Saya akhirnya bias mencicipi karyanya. Sambal mencari tahu, apakah benar beliau setara dengan Stephen King. Kali ini, bukunya berjudul Zone yang saya baca. Jadi, apakah ada perbedaan atau persamaan, akan saya bahas sebentar lagi.

Saya ingin menyeritakan sedikit apa yang tertulis di bagian belakang …

Novel Infinity Karya Mayang Aeni : Konflik Rumit Keluarga Hingga Luka Yang Terpendam

Novel Infinity Karya Mayang Aeni : Konflik Rumit Keluarga Hingga Luka Yang Terpendam


"Petra punya nyokapnya buat ngobatin luka." ~ (Pg 133 - Infinity)

Cerita dalam novel Infinity yang baru saja saya selesaikan ini, sebenarnya memiliki alur pertemuan dua remaja yang sudah terlalu sangat umum. Dari model bad boy kemudian berubah menjadi good boy karena cewek. Dimana pada awalnya si cewek ini sosok utama bullying si cowok dan gengnya.

Seperti pernah teringat cerita serupa dari film-film yang beredar? Sama! Sebab itu saya sempat mencibir kalau novel ini sepertinya tidak ada yang bisa saya bahas dan ada kemungkinan tidak mungkin saya tulis dalam satu tulisan utuh. Eh, tapi ternyata, ketika saya baca kembali dengan seksama dengan mengesampingkan hubungan si cowok dan cewek, ada sesuatu loh yang lumayan membekas.

Sesuai dengan kutipan di atas, merupakan dialog Bani seorang lelaki yang menjadi anggota geng The Fabs. Cowok inilah yang menjadikan Dinda sebagai objek bullying, itu karen…

The Ghost Bride (Pengantin Arwah)

The Ghost Bride - "Pada suatu malam, ayahku bertanya apakah aku mau menjadi pengantin arwah..."

Li Lan, putri tunggal sebuah keluarga yang bangkrut, mendapat lamaran dari keluarga Lim yang kaya raya dan berkuasa. Namun, calon suaminya adalah lelaki yang telah meninggal secara misterius, dan pernikahan ini dilakukan untuk menenangkan arwah penasarannya. Mengerikan memang, tapi tidak ada jalan lain untuk menjamin masa depan Li Lan.

Setelah kunjungannya ke mansion keluarga Lim, Li Lan mulai dihantui oleh calon suaminya dan dia tidak bisa lagi tidur tenang. Sedikit demi sedikit, Li Lan tertarik ke dunia arwah yang tidak hanya dihuni oleh para hantu lapar dan arwah pendendam, tapi juga para iblis penjaga berwujud banteng. Li Lan harus mengungkap rahasia kelam tentang keluarga Lim dan keluarganya sendiri, jika dia tidak mau terjebak di dunia arwah selamanya.



Detil Buku
Judul : The Ghost Bride (Pengantin Arwah) || Penulis : Yangsze Choo || Bahasa : Indonesia || Terbitan : Oktober 2014