Review The Gates

February 09, 2015



Judul : The Gates
Penulis : John Connolly
Detil : 320halaman
Penerbit : Gramedia
ISBN : 9789792278217

Siapa yang sangka, anak seperti Samuel serta anjingnya bernama Bowell yang akan menyelamatkan dunia dari kehancuran.


Awalnya Samuel mengunjungi tetangganya Mr. And Mrs. Abernathy untuk meminta permen. Sayangnya Halloween masih belum tiba, dan Samuel berpikir dirinya sudah melakukan sebuah inisiatif yang baik. Sayangnya Mr. Abernathy tidak mau memberikannya permen.


Sudah malam dan Samuel serta Bowell belum beranjak pulang. Masih sembunyi di samping rumah keluarga Abernathy. Sampai ketika sebuah cahaya biru terjatuh dari langit dan menguarkan bau telur busuk. Samuel dan Bowell mengintip apa yang terjadi di halaman belakang rumah Abernathy.


Dan para ilmuwan yang tengah menyaksikan kejanggalan yang terjadi bertanya-tanya potongan apa yang tadi terlepas dan kemana perginya potongan tersebut(?)


Kini Profesor Hilbert bertanya-tanya mungkinkah sesuatu di alama semesta selain alam semesta kita telah menemukan cara untuk menerobos....~ hal 69



Ada sosok lain yang mengambil keberadaan Evelyn, istri Mr. Abernathy, yang kemudian menjadikan dua tetangganya sebagai budak untuknya. Sementara posisi Evelyn berganti berada di neraka, kemudian siapakah sosok yang mengganti dan mengendalikan tubuh Evelyn(?)


Mereka semua berada di ruang bawah tanah pasangan Abernathy dengan memakai jubah, lalu ada cahaya biru dan lubang di udara, dan cakar besar yang meraih keluar lalu menarik Mrs. Abernathy ke dalam, lalu Mrs. Abernathy muncul lagi hanya saja itu bukan dia tapi sesuatu yang mirip dia. Kemudian jaring laba-laba mengambil teman-teman gemuk mereka dan, akhirnya, Mr. Abernathy ditarik masuk oleh lidah besar dan setelahnya semuanya berakhir ketika mereka berempat lagi, tapi itu bukan mereka, bukan benar-benar mereka. ~ hal 74


Pertemuan Mrs. Johnson, ibunya Samuel di pasar, dengan Mrs. Abernathy menyebabkan dirinya tertidur hingga tak terbangun sampai malam hari. Mimpinya buruk sekali. Dan Samuel menemani ibunya di kamar. Kemudian mimpi-mimpi buruk Samuel ternyata menjadi kenyataan. Ada setan yang bersembunyi di bawah kolong tempat tidur ibunya. Makhluk itu berbincang pada Samuel. Sosok entitas ektoplasma , yaitu setan yang dapat mengambil hampir segala bentuk dan wujud berdasarkan getaran spiritual yang dipancarkan korbannya.


Di portal lain, Nurd, Pembawa Malapetaka Lima Dewa yang tengah terjangkit kebosanan, kini bebas. Tapi sayang, kebebasan pertamanya, dia muncul sebagai sosok kutu yang terjebak di karpet rumah Samuel. Kemudian tersedot masuk ke dalam penampung debu milik Mrs. Johnson. Kemudian kebebasa  kedua, dia berdiri di tengah jalan kemudian ada mobil merah yang melintas, sosoknya tertabrak dan menghilang bagai percikan cahaya biru. Bisa dikatakan inilah nasib sial dari Nurd. Tapi kemudian, tidak lama kemudian, Nurd hadir lagi dan berhasil bebas di dalam kamar Samuel. Meringkuk hingga pegal dan menerima hujan pertanyaan dari anak jenius seperti Samuel. Saat Samuel memberikannya beberapa permen di tangan Nurd. Ketika kembali ke portalnya, Nurd tersenyum..


Samuel adalah sosok anak yang bingung. Karena Ayahnya pergi meninggalkannya juga ibunya. Kemudian suatu ketika Ayahnya menelpon, hanya mendengarkan cerita Samuel kemudian berbincang pada ibunya, mengatakan mereka akan bercerai. Drama yang disuguhkan retaknya sebuah keluarga dengan anak jenius yang tidak tahu harus bercerita kemana tentang masalah yang dihadapinya. Apalagi, Mrs. Abernathy mengumumkan 'gencatan senjata' pada Samuel.


Para Ilmuwan di Swiss mengumumkan bahwa penelitian mereka yang masih tersegel mengalami kerusakan. Ada salah satu potongan partikel energi yang terlepas dan tak tahu kemana perginya. Tepat pada pukul 19.30, tanggal 28 Oktober, potongan partikel energi tersebut lenyap tak berjejak. Dan saat itu, Samuel sedang mendengarkan berita yang tersiar dari tv kabel di sudut ruangan. Kemudian mulai melaporkan bahwa potongan tersebut berada di rumah nomor 666, yaitu rumah Mrs. Abetnathy.


Dr. Plunk yang mewakili CERN datang ke rumah Samuel untuk menyelidiki kebenaran dari informasi yang diberikan Samuel. Tapi, terlambat, karena saat itulah 'perang' telah dimulai. Dan alat penabrak telah menyala kembali walau tidak ada satupun para ilmuwan yang mengendalikannya. Menyebabkan gerbang Nerakaterbuka lebar. Dan Samuel serta kedua temannya mencoba untuk saling membantu melawan kekuatan setan yang dikirim Mrs. Abernathy.


Cerita yang mengkombinasikan ilmu pengetahuan serta ilmu agama tentang keberadaan neraka, menjadi poin utama dalam novel ini. Beberapa halaman John menyodorkan tulisan-tulisan yang tidak singkat tentang pengetahuan. Tentang einstein, tentang energi atom. Juga hal lain yang membuat Uskup di gereja pusing karena pertanyaan jenius dari seorang anak bernama Samuel.


Dengan bumbu humor yang sedikit ironis seperti saat gerombolan setan menginjak kebun mawar milik Ayahnya Mari, yang benar-benar sensitif jika ada sesuatu atau apapun yang merusak kebun mawarnya, dia akan marah tanpa peduli walapun itu gerombolan setan dan dia belum mencuci tangan setelah buang air besar.


Atau dengan kesialan Nurd yang sebenarnya adalah seorang pembawa malapetaka lima dewa yang benar-benar juga membawa malapetaka buat dirinya sendiri.


Novel ini mengingatkan saya pada novel Good Omen karya Neil Gaiman yang bercerita tentang hari kiamat. Kesamaannya adalah sosok anak jenius yang melawan setan dengan kedua temannya. Juga dengan humor yang bercerita tentang Neraka juga keberadaan setan.


Di novel ini bahkan ada juga setan yang bentuknya sangat halus. Dinamai setan TAMPAK LEBIH KURUS. Penamaan yang nyeleneh tapi kalau ditelaah lagi sebenarnya ini sindirian juga :-D.

  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Terima kasih sudah meninggalkan komentar. Mohon gunakan kalimat yang sopan. Link hidup akan otomatis terhapus.