None of the above


Sejujurnya, saya mengira kalau novel ini tentang seorang remaja transgender. Tapi, ternyata novel ini berisi kisah yang teramat jarang dan unik juga informatif isinya. Menyeritakan tentang seorang pasien Intersex. Ada dan bagaimana hal tersebut bisa langsung dibaca atau sedikit mengintip dari ulasan ini.

***

Kartu Tanda Buku



Judul : None of the Above
Penulis : I.W Gregorio
Halaman : 352
Penerbit : Harper collins
Format : Ebook Playbook (Rp 74.502)
Bahasa : Inggris
ISBN : 9780062335333

***

None of The Above


Kristin Louise Lattimer seorang gadis yang terpilih menjadi putri Homecoming di acara sekolahnya bersama pacarnya yang bernama Sam. Keduanya memang tampak terlihat cocok. Bahkan, Sam seolah tak bisa lepas darinya. Dan, di malam itu, di usianya yang ke-enam belas tahun, dia menginginkan agar malam pertama dengan Sam.

Usai melewati proses yang cukup menyakitkan. Krissy merasa takut ada sesuatu yang salah dengan dirinya. Dari situlah dia menghubungi Vee - sahabatnya - untuk memberikan informasi dokter kandungan yang pernah dikunjungi Vee dan ibunya usai Vee berhubungan badan dengan pacarnya.

Tibalah saat dirinya berkunjung ke dokter kandungan. Dimana setiap proses pemeriksaan membuatnya kebingungan dan ketakutan. Terlebih, saat dia mendengar dokter menjelaskan tentang kondisi dirinya yang ternyata seorang pasien Intersex. Untuk lebih lengkapnya, silakan kunjungi website yang membahas tentang kesehatan agar tidak salah memahami.

None of the above sebuah novel yang ditulis oleh Gregorio mengangkat sebuah isu yang cukup sensitif mengensi gender. Sudah tidak bisa disangkal, jika pembicaraan masalah gender ini menjadi polemik yang cukup sering memanas mengenai peranan masing-masing dalam masyarakat sosial dan politik. Namun, kita tentu dihadapkan pada apa yang dinamakan keunikan dalam kehidupan manusia seperti yang dialami oleh Krissy.

Dia tak memiliki uterus, tak mungkin memiliki anak karena organ kewanitaannya hanya Vagina tanpa tube rahim. Itu pun dengan kondisi organ kewanitaan yang kecil sehingga membutuhkan treatment berbeda untuk membuatnya fleksibel. Ini mungkin terdengar sangat menjijikkan atau tabu. Tapi, ketahuilah, bahwa ada wanita-wanita yang merupakan intersex dan baru mengetahuinya ketika mereka dewasa. Dan tentunya ini sangat berat.

Apa yang membuat segalanya tampak berat? Kehidupannya di sosial dan masyarakat. Diwakili dengan kebingungan Krissy terhadap kolom centang gender di hadapannya. Dia tetap memilih dan yakin bahwa dirinya adalah seorang gadis, wanita, perempuan dengan tubuh seperti laki-laki, dalam hal ini dia pun memiliki hernia. Jika banyak orang, pada umumnya, memisahkan antara lelaki dan perempuan dari struktur organ yang mereka miliki, lantas akan masuk ke golongan manakah Krissy?

Di sini, saya sendiri cukup terkejut dengan fakta-fakta yang diberikan oleh dokter khususnya. Gregorio berperan sebagai sang dokter dalam novel ini, karena ini memang diangkat dari kasus nyata yang pernah ditangani oleh Gregorio saat menangani pasien Intersex. Dimana sang pasien yang masih gadis remaja ini datang sendirian, sama seperti Krissy, dan ditangani oleh Gregorio sampai operasi pengangkatan gonad. Yang menjadi pertanyaan dalam dirinya, apakah gadis tersebut memiliki lingkungan atau keluarga yang mampu mendukungnya dan menyayanginya sama seperti sedia kala?

Kondisi yang cukup berat dibangun melalui dua tokoh, Krissy sendiri dan Darren. Dimana ini menunjukkan betapa beratnya menjalani kehidupan yang tidak pernah mereka sangka akan menimpa mereka. Kehidupan, yang memaksa mereka menjadi orang yang diasingkan dalam lingkungan pertemanan. Orang yang dijauhi karena berbeda. Orang yang pada akhirnya akan selalu menjadi korban bullying akibat lingkungan yang tak menginginkan mereka. Gregorio menyebut ini sebagai Fobia Perbedaan.

Darren, waktu itu masih seorang bocah lelaki harus menghadapi trauma akan perpisahan kedua orangtuanya.

Masalahnya sungguh berbeda, karena perceraian mereka disebabkan sang Ayah memacari guru olahraga Darren yang berjenis kelamin lelaki. Keadaan ini cukup membuat heboh orang-orang yang tinggal di dekat mereka. Darren menjadi bocah lelaki yang sering tantrum karena dipaksa untuk menghadapi kondisi tekanan demi tekanan dari lingkungan. Belum lagi, sang Ibu yang hampir bunuh diri karena tak kuasa menghadapi pengasingan.

Begitu pula dengan Krissy. Semuanya berubah. Persahabatannya sempat rusak akibat ketidak-percayaan dari mereka. Teman-teman di sekolahnya, bahkan, menjadikannya korban bully dengan cara yang cukup menyakitkan hingga Krissy tak tahan lagi dan menolak kembali ke sekolah. Tak hanya itu, pelatih larinya meminta Krissy untuk berhenti sementara karena menurutnya jenis kelamin Krissy masih 'belum jelas'.

Bayangkan. Kamu terlahir sebagai gadis kecil. Kamu menjalani kehidupan seperti gadis lain pada umumnya. Namun, kamu tidak memiliki kesempatan untuk mengalami menstruasi apalagi hamil. Tapi, dalam dirimu, kamu tahu bahwa kamu adalah wanita, perempuan, gadis seutuhnya. Dan suatu hari, kamu didiagnosis memiliki keunikan yang menjadikanmu kebingungan tentang segala hal karena tampak abu-abu bagimu. Sedih. Gelisah. Hingga depresi. Itu yang dialami oleh Krissy.

Yang membuat saya salut di kisah ini adalah Bapaknya Krissy. Dia seorang single parent yang sangat berusaha semampunya untuk senantiasa mendukung dan melindungi sang anak. Dia adalah orang pertama yang mendukung Krissy melakukan operasi pengangkatan gonad. Orang pertama yang berusaha untuk mengurus agar anaknya tetap mendapat beasiswa dan bisa kembali berlatih di klub larinya di sekolah. Dan orang pertama pula yang senantiasa mendukungnya untuk kembali ke sekolah.

Beratnya menjadi seorang single parent cukup membuat saya merasa terharu dengan perjuangannya. Apalagi, rasa trauma dan kesepian usai kematian sang istri, Mr. Lattimer tetap harus bergerak maju dan merawat anak gadisnya.

Ada banyak informasi yang disematkan dalam novel Young Adult ini. Meski tampak ringan karena ceritanya tentang kehidupan anak-remaja. Namun, isu dan topik yang dibahas cukup membuat benak kita bercampur-baur, memikirkan segala norma dan aturan, menerobos batas keumuman dalam hidup. Kemudian, menelaah dengan sedikit demi sedikit agar bisa mendapatkan pembelajaran, bahwa terkadang dalam hidup ada satu ruang yang tampak abu-abu bagi banyak orang yang menghadirkan orang-orang tertentu yang memiliki posisi yang sama dalam kehidupan sosial kita.

Saya tutup dengan kutipan favorit saya dari novel ini. Terima kasih sudah membaca ulasan ini hingga akhir.


None of the above

0 Comments