Menggapai Mentari Sebuah Kumpulan Kisah Karya Anak Bangsa

October 30, 2017

Menggapai Mentari Sebuah Kumpulan Kisah Karya Anak Bangsa





Menggapai Mentari merupakan kumpulan kisah pendek yang ditulis oleh anak-anak yang bersekolah di Intercultural School Jakarta. Senangnya, saya mendapat kesempatan membaca buku ini karena isinya bagus! Untuk kelompok anak yang masih sekolah , tentu banyak yang menganggap mereka tidak akan mampu berpikiran kritis terhadap kondisi masyarakat masa kini.

Tapi, di dalam buku ini, semua tanggapan miring tentang ketidak-kritisan anak-anak mampu dipatahkan. Tentunya, pemikiran mereka yang sederhana, mampu membawa orang-orang dewasa untuk ikut berpikir. Sudah seberapa banyak teladan yang dijadikan contoh untuk anak-anak? Apakah sudah layak setiap perilaku kita dan sikap kita pada konflik yang sering terjadi saat ini?


Kartu Tanda Buku

Judul : Menggapai Mentari || Penulis : Murid Mentari Intercultural School Jakarta || Halaman : 167 || Cetakan Pertama 2017 || Versi : Buku || Bahasa : Indonesia || Penerbit : Gramedia Pustaka Utama - M&C || Rating : 4/5 || ISBN : 9786024286552


Menggapai Mentari Sebuah Kumpulan Kisah Karya Anak Bangsa


Buku yang berisi 18 cerita pendek karya anak-anak yang bersekolah di Mentari Intercultural School ini bukan karya yang sembarangan. Mereka mengangkat konflik yang tengah banyak terjadi di masyarakat, beserta solusi yang mereka tawarkan sesuai kapasitas pengetahuan yang mereka miliki. Selain itu, kita juga akan diajak memahami apa itu arti toleransi dan pancasila melalui sudut pandang yang sederhana dari anak-anak ini.


Saya akan sedikit bercerita dan memilih beberapa karya sebagai perwakilan.


Simbiosis Mutualisme, dikenalkan dalam cerpen pertama berjudul Soto Anak Bangsa. Dimana dalam kisah ini kita akan diajak berkenalan dengan tokoh utamanya yang bernama Soto. Dirinya merupakan sosok miliuner dan sangat kaya raya. Sehari-harinya Soto senantiasa memiliki pikiran yang positif karena itulah dirinya menjadi pribadi yang tampak senantiasa bahagia. Ada gebrakan yang dibuat oleh sang tokoh utama, yaitu dirinya ingin membangun Pabrik Pengolahan Beras secara GRATIS. Ini merupakan sebuah ide yang terlintas dalam pikiran Soto melihat adanya penduduk yang ingin memisahkan diri dari Indonesia.


Melawan Bullying, pada kisah berjudul Mencari Teman, konflik yang diangkat merupakan hal yang sering terjadi di sekolah. Yaitu Bullying, dimana keberadaan superior di sini sering mengabaikan kawannya yang beragam berbeda dengannya. Tokoh utama dalam cerita ini bernama Sally yang berusia 10 tahun. Dia memiliki cara bagaimana agar tetap mampu menghadapi tindakan bully tanpa harus membalas perbuatan mereka. Kisah ini bagus, diceritakan dengan cara yang sederhana dimana ini mampu menjadi basic knowledge buat anak-anak yang menghadapi kasus serupa.


Menggapai Impian, sebenarnya ini bukan judul cerita, tapi ide yang saya tangkap dari kisah berjudul Keputusan Sendiri. Dimana tokoh utamanya seorang anak perempuan yang jago bermain sepak bola. Namun, karena kemahirannya ini justru dia dijauhi oleh teman-teman perempuannya yang sekelas. Setiap kali dirinya hendak berlatih sepak bola pasti sudah dicerca oleh temannya itu. Sampai suatu ketika dirinya akan dikirim untuk mewakili sekolaha dalam acara pertandingan sepak bola. Dimana kawannya sempat menertawakannya namun dia terus yakin bahwa impiannya itu bukan hal yang salah. Itulah kenapa saya melihatnya sebagai perjuangan seorang anak untuk terus menggapai impian meski dianggap aneh.


***

Dari contoh 3 cerita pendek yang saya pilih sebagai perwakilan, tentunya dapat dilihat bahwasannya cerita yang ditulis memiliki bobot konflik yang lumayan, disertai motivasi tokoh utamanya untuk terus menyelesaikan masalah yang dihadapi. Meski tampak sederhana, tapi dari sudut pandang mereka-lah tampak impian dan harapan bahwasannya mereka masih percaya kondisi masyarakat Indonesia akan terus membaik setiap waktu.

Uniknya, tidak ada dari cerita ini yang justru mencari kedamaian dengan menjauhkan diri dari masyarakat luas. Alih-alih mereka terus menggaungkan tentang penerimaan akan perbedaan dan bagaimana berusaha menjaga kerukunan itu memang tidak mudah namun bukan hal yang tidak dapat dilakukan.

Buku ini bisa DIBACA untuk SEMUA UMUR, karena permasalahan yang diangkat pun sebenarnya masih terjadi pada lingkungan orang dewasa. Dengan membaca karya mereka, diharapkan agar para orang dewasa mampu melihat dari sudut pandang anak-anak, seperti apa mimpi dan harapan mereka.


***




Sekarang Waktunya Giveaway Buku Menggapai Mentari. Bagi pembaca, tersedia 2 Eksemplar sebagai hadiah. Bagi yang ingin ikutan Giveaway ini, silakan baca ketentuannya dengan seksama ya.


Peraturan Giveaway :


1. Wajib memiliki alamat pengiriman di Indonesia.

2.  Follow Fanpage Penerbit M&C : https://www.facebook.com/funtasticmnc {optional }.

3. Share informasi Giveaway ini di Facebook dan Twitter dengan Hashtag #BukuMenggapaiMentari mention facebook https://facebook.com/ipehalenacom atau twitter @ipehalena (jangan lupa untuk sematkan tautan tulisan ini).

4. Jawab pertanyaan berikut dengan format : 

Nama :
Email :
Domisili :
Jawaban :


Pertanyaannya : "Bagaimana pendapat kalian terhadap kondisi masyarakat Indonesia pada saat ini?"


5. Giveaway ini berlangsung dari tanggal 30 Oktober - 6 November 2017.

6. Pengumuman pemenang akan diinfokan dalam tulisan ini. Pastikan untuk terus up to date siapa tahu kamu pemenangnya. 

7. Konfirmasi pemenang paling lambat 3 hari setelah pengumuman. Jika dalam batas waktu tersebut tidak ada konfirmasi, maka akan diganti dengan peserta lainnya.


Semoga beruntung, ganbatte!



***


PENGUMUMAN PEMENANG


SELAMAT UNTUK 




Akan segera dihubungi via surel ya. Terima kasih juga bagi semua yang ikut partisipasi Giveaway ini. Meski, sadly, hanya beberapa saja yang berminat. Padahal bukunya bagus, loh.

  • Share:

You Might Also Like

8 comments

  1. Mesti facebook dan twitter yak? Bolehkah cuma salah satu saja?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk share boleh salah satunya. Tapi untuk follow fanpage M&C itu wajib.

      Delete
  2. Diantaranya anak-anak jaman sekarang dimana anak SD sudah merokok, berkata kasar, dsb, senang masih ada yang mampu berprestasi dengan menulis cerita tentang mimpi dan harapan mereka. Semoga kita semua bisa belajar dari anak2 ini tentang perbedaan ya. Buku ini bisa jadi diskuis yg baik dengan anak. kebetulan kakak Za sekolahnya di lingkungan yg homogen jadi dia kalau liat atau dengar teman beragama lain suka penasaran dan kadang berkomentar kurang baik didengar. Lewat buku ini saya bisa memberitahu dia bahwa kita harus emnghormati orang lain yg berbeda

    ReplyDelete
  3. Keren Kak mbahasnya. Ringan tp berisi, bukan hanya untuk anak kecil tp untuk ygbdewasa jg.tr

    ReplyDelete
  4. Nama : artha
    Email : artha.amalia@gmail.com
    Domisili : sidoarjo
    Jawaban :: miris, masyarakat kita sekarang mudah terpancing emosi. Teknologi sudah maju, wawasan mengenai segala hal mudah didapat, sayangnya yang banyak diserap adalah berita hoax yang malah membuat masyarakat kita terkesan "bodoh" dan arogan, merasa paling benar sendiri. Tidak heran kemudian kasus main hakim sendiri kian merebak, pun salah kaprah di mana2 yang malah dipelihara. Butuh pendidikan moral intelektual yang bagus...bukan hanya nambah pengetahuan tetapi juga pengalaman hidup agar dapat merendah dan menghargai sesama manusia.

    Link share::
    - https://mobile.twitter.com/artha_amalia/status/925065801802977280
    - https://web.facebook.com/artha.jimshoney/posts/2033102093593226?pnref=story

    Makasyiii

    ReplyDelete
  5. Nama : Hamdatun Nupus
    Email : hamdatunnupus@gmail.com
    Domisili : Depok, Jawabarat
    Jawaban :
    Entahlah, sedikit menakutkan buat saya. Kelakuan anak-anak yang notabene masih berseragam semakin tak karuan mulai dari pergaulan bebas, tindakan kekerasan, merokok diusia yang sangat dini juga saling mencerca dengan kata-kata kasar kepada teman-temannya bahkan orang asing. Tak bisa dipungkiri selain lingkungan keluarga, sekolah dan pergaulan, penyalahgunaan pesatnya perkembangan teknologi terkini menjadi salah satu pemicu terbesar. Semakin dipermudahnya akses untuk melihat & mendengarkan suatu informasi melalui teknologi tanpa filterisasi yang mumpuni membuat anak-anak tersebut juga ikut melihat dan mendengar segala sesuatu nya dengan mudah. Mereka meniru apa yang mereka lihat, dan tanpa pendampingan yang tepat mereka kebablasan.

    Ini baru anak-anak, belum yang dewasanya. Semakin dewasa, semakin mereka tahu lebih banyak semakin apa ya ? karena jika dilihat, orang yang banyak tahu belum tentu berilmu. Ini terbukti dengan mudahnya mereka berpendapat cenderung menghujat tanpa ditelaah lebih dulu masalahnya. Mudah sekali menjudge ini benar ini salah, padahal ia ragu berada di salah satunya atau keduanya. Miris sekali.

    Link Share : https://twitter.com/HamdatunNupus/status/927370493342113793

    ReplyDelete
  6. Nama : Leny
    Email : lovelynn.melody@gmail.com
    Domisili : Tapin, kalsel
    Jawaban : Menurut saya kondisi kehidupan masyarakat Indonesia saat ini telah banyak mengalami perubahan terutama dalam perilaku sosialnya. Hal ini disebabkan karena modernisasi.
    Negara Indonesia sekarang ini sudah mencapai tahap pemikiran yang sangat modern, Indonesia sendiri juga sudah mampu menciptakan alat-alat teknologi sendiri. Selain itu penyebab lainnya adalah masuknya budaya asing ke Indonesia. Masuknya budaya asing ke Indonesia disebabkan adanya krisis globalisasi yang meracuni Indonesia. Pengaruh tersebut berjalan sangat cepat dan menyangkut berbagai bidang kehidupan. Begitu cepatnya pengaruh budaya asing tersebut menyebabkan terjadinya goncangan budaya, yaitu suatu keadaan dimana masyarakat tidak mampu menahan berbagai pengaruh kebudayaan yang datang dari luar sehingga terjadi ketidakseimbangan dalam kehidupan masyarakat yang bersangkutan. Masyarakat Indonesia pada saat ini cenderung terlalu mengikuti perkembangan zaman yang pesat tanpa kita sadari bahwa kita telah melupakan kebudayaan negara kita sebagai bangsa yang berbudaya timur. Selain itu, masyarakat di negara kita banyak yang mengaku beragama tetapi pada kenyataannya justru perilakunya menyimpang dari nilai-nilai agama. Pada sebagian masyarakat yang menganggap dirinya modern mereka beranggapan bahwa kehidupan duniawi yang lebih penting tanpa mementingkan agama, tapi pada masyarakat yang awam kadang mereka tidak menghiraukan keadaan sekitarnya.

    ReplyDelete
  7. Nama : endang cippy
    Email : endang.cippy@gmail.com
    Domisili : jakarta
    Jawaban :
    Masyarakat Indonesia itu masyarakat yang dinamis. Walaupun di tengah kehimpitan masih ada secerah senyum secerah matahari. Suhu politik yang naik turun yang membuat masyarakatnya untuk bergerak dan belajar berpolitik dengan lebih baik lagi. Berita-berita internet yang kadang simpang siur teredam sedikit demi sedikit dengan belajar menyaring berita. Ah.. apapun keadaannya, aku bangga terhadap masyarakat Indonesia. Karena aku juga bagian dari masyarakat itu sendiri. Yang bersiap menuju perubahan di depan mata. Berubahlah ke arah lebih baik dimulai dari sendiri. Karena masyarakat dan warga negara yang baik dimulai dari sendiri. :)

    Link :
    https://twitter.com/cippy_85/status/927013047205470209

    ReplyDelete

Terima kasih sudah meninggalkan komentar. Mohon gunakan kalimat yang sopan. Link hidup akan otomatis terhapus.