Musashi Buku Ketujuh Terbitan Tahun 1985

January 05, 2017

Musashi Buku Ketujuh Terbitan Tahun 1985
Musashi - Eiji Yoshikawa



Zaman keemasan Musashi memang tampak sudah lewat, masa-masa dirinya dikenal sebagai samurai yang ditakuti oleh banyak orang juga semakin jauh. Bisa dikatakan masa ketika saya membaca buku ketujuh ini, adalah masa tenang bagi Musashi. Tapi, di sinilah moment dimana dirinya mempelajari banyak hal serta belajar untuk memahami. Ketika keputusan untuk kembali menjadi samurai, sudah hampir terjadi. Otsu, hendak dikirimkan untuk menemani Musashi. Namun, ketika Otsu sudah berangkat, ternyata berita tersebut tiba.

Berita tentang pembatalan pengangkatan Musashi, yang kemudian mejadi pertanyaan adalah kemana lantas perginya Otsu? Dan Hyogo akhirnya memutuskan untuk pergi bersama dua orang asistennya. Mencari dimana keberadaan Otsu. Di perjalanan mereka berdua bertemu dengan Genosuke dan Iori, keduanya juga menuju suatu tempat. Namun, ternyata pertemuan dengan orang-orang berpakaian seperti pendeta, membuat Iori dan Genosuke terpisah.

Kisah ini terjadi ketika Nara tak lagi menjadi Ibu Kota. Jauh setelah kehidupan Oda Nobunaga, sangat jauh. Kondisi yang tengah terjadi saat itu adalah banyak orang yang bahkan merasa was-was dan tak lagi merasa aman. Mereka merasakan ketakutan yang teramat dahsyat. Bahkan tampak skeptis dengan perlindungan samurai yang memang seharusnya demikian.

Pun, juga bagi para samurai, mereka berpikir kembali tentang Bushido yang seharusnya mereka pegang. Mereka mempertanyakan kemana langkah kaki harus terarah. Semua orang berada pada masa terombang-ambing. Tidak menentu harus mengambil keputusan seperti apa. Sementara itu, kejahatan merajalela, banyak terjadi pemberontakan dan pengambilan wilayah secara paksa.

“Kalau engkau tahan menghadapi kesulitan, engkau akan memperoleh kesenangan yang lebih besar dari derita. Siang dan malam, jam demi jam, orang dipermainkan oleh ombak derita dan kesenangan berganti-ganti. Kalau mereka mencoba hanya untuk menikmati kesenangan, berarti mereka tidak lagi hidup yang sebenar-benarnya. Dan kesenangan akan lenyap.” ~ Musashi, hal 111


**

Kartu Tanda Buku

Judul : Musashi Buku Ketujuh || Penulis : Eiji Yoshikawa || Halaman : 282 || Ali bahasa : Tim Kompas || Penerbit : Gramedia Pustaka || Terbitan : Desember 1985 || LBABI : 2 || Rating :


**

Rating rendah yang saya berikan untuk buku ini, disebabkan oleh efek terjemahan yang ternyata berpengaruh dari tahun terbit buku ini. Yaitu tahun 85, dimana bahasa yang digunakan kental sekali dengan bahasa melayu. Rasanya cukup membuat saya kurang nyaman sehingga beberapa kali berusaha untuk mencerna maksud dari kalimat atau tulisan dalam paragraf demi paragraf.
Pertama kali saya mengenal Musashi, justru dari buku karya Juniciro Tanizaki, yang membahas tentang masa muda Musashi serta kegemarannya. Dengan judul Secret History of Lord Musashi, yang berisi beberapa hal menarik terkait sosok yang dipandang mulia dan pemberani ini. Dari situlah saya langsung membeli buku yang dijadikan serial dan dijual secara cabutan di sebuah online shop.

Kemudian berakhir pada, ketidak mampuan saya menebak ini siapa dan kenapa, karena buku pertama yang saya baca justru melompati jauh ke buku nomor 6 kemudian buku nomor 7 yang saya baca ini. Menyedihkan rasanya membaca tulisan yang berisi sejarah tapi tidak dari awal, sehingga banyak ‘lubang’ ketidak-pahaman yang membuat saya akhirnya tak mampu menebak.

Dan untuk tulisan Eiji Yoshikawa, saya pernah membaca karyanya dari buku Oda Nobunaga, terkesan pertama kalinya dengan informasi yang disampaikan melalui kisah yang dirangkai dengan menarik. Seolah-olah Eiji hidup di tahun yang sama, kemudian menjadi asisten pribadi dari sosok Oda Nobunaga tersebut. Dan, buku pertama yang saya baca waktu itu, mengantarkan saya pada rasa penasaran dengan buku-buku karya Eiji lainnya.

Setelah ini, mungkin saya akan mencoba membaca Musashi yang versi hardcover, bersama dengan buku Taiko yang beberapa tahun lalu sempat banyak beredar, namun sekarang sudah jarang terlihat. Semoga saja kami masih berjodoh.

  • Share:

You Might Also Like

1 comments

  1. ini bacaan suami banget nieh mba... ndak tau kenapa dia suka banget ama Musashi. Dulu sempat kepo kenapa dia suka, katanya cerita yang melompat lompat itu menarik. Apalagi latar ceritanya zaman peralihan dalam tradisi Jepang. Sayang koleksinya ditinggal di kampung... :D

    ReplyDelete

Terima kasih sudah meninggalkan komentar. Mohon gunakan kalimat yang sopan. Link hidup akan otomatis terhapus.