Buku Anak : Leafie Karya Hwang Sun-Mi

January 01, 2016

Leafie


Leafie - Dedaunan adalah ibu dari para bunga. Bernapas sambil bertahan hidup walau dihempas angin (85). Alasan yang begitu sederhana dari seekor ayam betina. Mengapa ia menamai dirinya dengan nama tersebut. Kesederhanaan ini juga yang membawanya pada harapan-harapan lain yang membutuhkan perjuangan, pengorbanan dan resiko dalam setiap keputusan.

Seperti yang pernah diulas dalam blog ini, tentang keberadaan dongeng dan perannya untuk kehidupan baik anak maupun dewasa. Komposisi dongeng yang sarat dengan moral tentang kehidupan yang dituangkan tanpa mendikte pembaca merupakan ciri khas yang khusus. Pembaca diajarkan mengenal kebaikan dan keburukan dari perilaku parah tokoh di dalam cerita. Bagaimana sebuah harapan atau impian itu tetap akan memiliki resiko atau rintangan dalam mencapainya. Sehingga, melalui perjalanan si tokoh dalam menapaki apa yang dipilih, ini memberikan pembelajaran yang baik dan mendalam untuk pembacanya. Selayaknya perkataan Bugs Bunny dalam film Back In Action, setidaknya harus ada manfaat yang bisa diterima.

Beginilah alurnya, ketika seorang Ayam Betina yang memimpikan ingin bisa menjejakkan kaki di rumput halaman. Mungkin pembaca akan sepintas menilai bahwa ini seakan sesuai pepatah, 'rumput tetangga lebih hijau'. Karena kondisi di tempat Ayam Betina itu berada dalam kandang jeruji, diberi makan setiap hari dan harus bertelur dengan teratur.

Pada suatu ketika, Ayam Betina tak lagi mampu bertelur, makannya kurang dan gairah hidupnya menurun. Dia merasa hampa dan bosan dengan kehidupannya. Hingga akhirnya ketika telur terakhirnya tak sesuai, saat dibuang dan dia merasa hancur hidupnya, saat itulah dia pingsan. Dan ketika terbangun seekor musang sudah mengincarnya. Sejak itu kehidupan Si Ayam Betina tidak pernah luput dari pelarian, pertahanan hidup dan kemandirian yang harus dia jalani.

Latar Cerita

Kisah diawali dengan kondisi peternakan ayam yang kandangnya berhimpitan satu sama lain. Berbentuk jeruji besi dimana kepala ayam bisa keluar sedikit hingga lehernya. Kemudian makanan yang diberikan secara teratur juga harapan untuk dapat bertelur sesuai waktunya dengan telur yang baik.

Halaman rumah peternakan, dengan rumput hijau yang luas, juga pohon akasia yang selalu membuat hidup Leafie berbeda. Di halaman peternakan ada satu kandang khusus untuk beberapa hewan, yakni keluarga bebek, keluarga Ayam Jago, Ayam betina, dan di luar ada Anjing penjaga. Tugas Anjing Penjaga yaitu melindungi warga peternakan dari incaran musang.

Bendungan merupakan perluasan dari daerah jajahan para keluarga bebek. Namun, beberapa kali, Leafie juga menghabiskan waktu di dekat bendungan. Yang lokasinya tidak begitu jauh dari peternakan. Tempat yang aman pada siang hari, namun juga tak menyediakan keamanan bagi siapa saja yang bermalam di sana.

Semak belukar di dalam hutan, dimana Leafie bertemu dengan sesuatu yang menjadi impiannya. Sesuatu yang membuat semangat hidupnya kembali hingga dia rela berkorban demi sesuatu tersebut. Hari demi harinya dihabiskan di semak belukar yang dijaga oleh bebek pengelana. Semak yang tidak bisa dikatakan aman karena tetap saja musang akan mengincarnya jika dia tahu Leafie ada di situ.

Kemudian ada banyak lagi tempat seperti sawah, ladang, pinggir hutan dan banyak tempat lain dimana Leafie bermukim. Meski hanya sementara demi menghindar dari incaran Musang.

Tokoh

Kita akan diajak berkenalan dengan Ayam Betina yang tak lagi memiliki impian, kemudian semenjak dia pingsan hidupnya berubah dengan cepat. Dan memanggil dirinya Leafie. Tokoh yang pada mulanya menyerah, namun sanggup menghadapi kehidupan dengan lebih baik. Bisa dikatakan Tokoh Utama ini mempelajari kehidupan dan bertambah kuat dari tekanan hidup yang memaksanya untuk terus berpikir dan bergerak. Hingga tak ada lagi alasan baginya, untuk bermalas-malasan dan menyerah.

Ada Ayam betina lain, yang tinggal di halaman, digunakan untuk memamerkan peternakan bagi pelanggan. Ayam Betina yang kalau disimak dengan benar, hanya menjalani hidup tanpa memiliki harapan, tanpa berani keluar dari zona nyaman. Kehidupannya sudah diberi kenyamanan baik tempat tinggal maupun makanan. Itu yang membuatnya tak memiliki pemikiran tentang hidup dan orang lain, ya, dia menjadi egois.

Ayam Jago, seekor Ayam yang beranggapan dia adalah pemimpin di kandang halaman. Selalu merasa kurang dengan apa yang sudah diberi. Keangkuhannya karena menjadi sosok Ayam yang penting, berkukuruyuk saat pagi tiba, membuatnya menjadi tak peduli dengan makhluk lain. Sesuai dengan namanya, Ayam ini selalu menganggap dirinya lebih 'Jago'.

Sosok pelindung yang sudah tua, yaitu Anjing Penjaga yang tidur di depan kandang. Dia hanya seekor anjing yang ingin menjalankan tugasnya. Tak mau melakukan hal yang tidak sesuai dengan perintah majikannya. Takut dengan Ayam Jago yang pernah mematuk kepalanya karena bersikeras menjaga makanannya agar tidak dimakan Ayam Jago.

Ada lagi keluarga bebek, yang memiliki ketua juga, kalau sedang makan mereka akan berebut dan tak memikirkan hal lain selain makan dan kenyang. Di antara mereka ada Bebek Pengelana yang tampak berbeda. Juga sering diasingkan dari kaumnya sehingga Bebek Pengelana tidak memiliki teman. Apalagi kehidupannya di keluarga bebek hanya dijadikan tamu, karena mereka sebenarnya tidak berkenan hidup dengan Bebek Pengelana.

Novel yang juga disertai dengan beberapa halaman berisi gambar grafis menjadikan buku ini menyenangkan. Dengan dongeng yang menggunakan gaya bahasa yang ringan sehingga tidak membosankan untuk dibaca. Kisah para tokoh serta hubungan sebab akibat dengan tokoh dan peristiwa lainnya membuat dongeng ini sangat direkomendasikan untuk anak-anak. Mengajarkan banyak hal tentang kehidupan tanpa mendikte dan terkesan menggurui. Karena 'Ada harga yang harus dibayar untuk semua yang kita dapatkan' (224).

@ipehalena

  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Terima kasih sudah meninggalkan komentar. Mohon gunakan kalimat yang sopan. Link hidup akan otomatis terhapus.