28 July 2017



Recommended Books


Sebut saya pemalas, ahahahaha, yang kembali menulis sedikit tentang buku-buku yang sudah saya baca. Ini semua saya lakukan karena memang otak saya sudah terkuras habis untuk hal lain. Jadi, sedikit yang bisa saya tulis tentang buku yang sudah saya baca. Kan sayang, kalau saya paksa muat di satu postingan terpisah, sementara hanya berisi sekitar 50-100 kata saja.

Sayang sama usia blog ini, lebih tepatnya. Karena setiap narablog punya peraturan sendiri, kan ya. Jadi, begitulah, saya enggan menuliskan sesuatu yang isinya hanya sedikit apalagi kurang dari 350 kata. Setidaknya, dengan cara mini review ini, apa yang ingin saya ingat bisa terwakili. Sebab, ada beberapa buku yang tampaknya akan segera berpindah tangan, jika waktu saya luang nanti.

Bisa dikatakan, tiga buku di bawah ini, yang akan saya bahas merupakan buku-buku dengan bahasa Inggris. Ketiganya juga ditulis oleh penulis yang direkomendasikan oleh banyak pembaca buku. Dengan alur dan cerita yang khas dan bagus, plot yang direkayasa sedemikian rupa sehingga tidak bolong, apalagi menyematkan logica falacy.


Silakan disimak, 3 buku yang direkomendasikan pembaca Luar Negeri.






1. Forbidden (The Books of Mortals #1)



Judul : Forbidden || Penulis : Ted Dekker || Halaman : 384 || Terbit : September 2011 || Versi : Buku Fisik || Bahasa : Inggris || ISBN : 9781599953540



Buku ini merupakan buku pertama dari serial The Books of Mortals. Dimana cerita dibuka dengan pengenalan tentang dunia yang ada di dalamnya. Sebuah dunia yang berisi manusia yang sudah mengalami rekayasa genetik. Manusia - manusia ini tak diizinkan memiliki perasaan emosional, seperti marah, jatuh cinta, kecewa, sedih dan perasaan emosional lainnya kecuali satu : RASA TAKUT. Hanya rasa TAKUT inilah yang masih diperbolehkan.

Dan selama rekayasa genetik inilah, bumi menjadi aman. Tokoh utama dalam buku ini bernama Rom Sebastian, dia juga seorang yang tidak memiliki emosional seperti manusia lainnya. Beraktivitas seperti manusia lainnya, hingga suatu hari dia berpapasan dengan seseorang yang mengaku mengenal ayahnya.

Awalnya Rom tidak begitu ingin memedulikannya, hingga orang tersebut kemudian memberitahunya bahwa kematian sang ayah karena dibunuh oleh pemerintah dan fakta bahwa ayahnya merupakan salah satu anggota The Keeper. Sebuah perkumpulan orang-orang yang mempelajari sesuatu yang dilarang pada masa itu. Kemudian sosok misterius tersebut menyerahkan sesuatu pada Rom.

Bingkisan tersebut berisi sebotol darah yang merupakan darah asli dari manusia sebelumnya. Darah yang belum tercampur oleh rekayasa genetik dimana masih menyimpan emosional manusia yang sudah lama dimusnahkan. Di sinilah, kemudian Rom mencari tahu segala hal tentang The Keeper dan segala macam hal yang sudah dilarang.

Sesuai dengan judulnya, terlarang. Tema cerita dalam buku ini memang bukan cerita yang baru sepertinya untuk pembaca buku lainnya. Tapi, karena Ted mengemasnya dengan gaya khas yang berbeda, sehingga cerita ini tetap enak untuk dibaca dan diikuti. Namun, kalau ditanya apakah saya akan terus mengikuti serial ini atau tidak, jawabannya TIDAK.

Untuk gaya penulisan, masih oke, masih bisa dinikmati meski sama seperti Stephen King yang sering menulis dengan gaya berputar-putar, tapi tetap enak untuk dibaca, ya. Bukan berarti membosankan. So far, saya memberi rating buku ini 3/5.






2. The Visitor (Jack Reacher #4)



Judul : The Visitor || Penulis : Lee Child || Halaman : 502 || Terbit : April 2001 || Versi : Buku Fisik || Bahasa : Inggris || ISBN : 9780553811889



Ini pun pertama kalinya saya kenal dengan Lee Child yang ternyata seorang penulis terkenal. Dimana karya-karyanya juga sering diangkat ke layar lebar. Seperti buku ini The Visitor yang berkisah tentang seorang investigator bernama Jack Reacher dimana dia selalu saja mendapat partner perempuan yang cantik untuk kasus-kasusnya. Buku ini merupakan buku ke-4, yang membuat saya sempat kebingungan dengan beberapa hal di dalamnya.

Jack mendapat sebuah kasus dimana pelaku pembunuhannya memiliki detil yang sangat mirip dengannya. Yang dibunuh adalah seorang mantan anggota militer berjenis kelamin perempuan. Yang meninggal di bak mandi rumahnya dimana tidak terdapat tanda-tanda ataupun jejak pembunuh atau pelaku yang menerobos paksa rumahnya.

Apalagi ternyata sang mantan militer ini baru saja memenangi sejumlah uang yang cukup besar. Sehingga kasus ini membuat banyak investigator berebut ingin ikut serta dalam menyelesaikan kasus. Namun ketika disadari bahwa sang pembunuh selalu saja selangkah lebih maju dari Jack dan timnya. Akhirnya dia berusaha untuk berhenti sejenak.

Bagaimana jika apa yang dia duga selama ini adalah salah. Bagaimana jika pelaku dan orang yang disangka olehnya serta alibi dan pencarian jejaknya selama ini adalah salah. Dari sinilah Jack kemudian mencari tahu bersama agent Harper, benang merah yang sempat terlupa oleh mereka namun tidak disadari.

Buku ini memang sangat menarik apalagi di kasus dan setiap langkah yang mereka buat disematkan twist yang menarik sehingga mengecoh pembaca yang suka sok nebak seperti saya. Apalagi serial Jack Reacher ini juga sudah pernah diangkat ke layar lebar, dibintangi oleh Tom Cruise. Jadi, bisa dibuktikan kalau karya Lee Child bukan sembarangan. Apalagi memang direkomendasikan juga oleh para pembaca luar negeri, khususnya yang suka dengan novel bergenre misteri dan thriller seperti ini.






3. The God of Gotham 



Judul : The God of Gotham || Penulis : Lyndsay Faye || Versi : Buku Fisik || Bahasa : Inggris || ISBN : 9780399158377



Dan perlu diketahui kalau buku ini mendapatkan rating yang beragam tapi kebanyakan dari pembaca buku ini, mereka memberikan nilai yang begitu tinggi. Saya suka dengan konsep ceritanya, mengambil setting tahun 1845, sebuah tahun yang memang sesuai dengan sejarah, dibentuknya NYPD untuk pertama kali. Namun, dikemas dalam fiksi yang menarik oleh Faye.

Timothy Wilde merupakan tokoh utama dalam buku ini. Adalah seorang mantan bartender yang kemudian jatuh miskin serta memiliki bekas luka bakar. Kemudian diminta untuk melamar dan bergabung di kepolisian oleh kakaknya. Perlu diketahui, selain tahun tersebut merupakan pertama kalinya dibentuk kesatuan NYPD, juga merupakan kondisi yang sangat mencekam.

Mencekam karena terjadinya krisis yang sangat parah dan kelaparan di Irlandia dan ini berimbas juga pada perubahan New York City. Baiklah, setelah Timothy bergabung di NYPD tanpa disadari dia tidak hanya harus berhadapan dengan kriminalitas seperti perampok atau pencurian biasa. Tapi juga skandal politik sampai ritual aneh yang dilakukan oleh sekelompok anggota keagamaan.

Pertemuannya dengan seorang gadis yang saat itu kondisinya sangat mengenaskan - berlumuran darah dari atas kepala sampai ke kakinya - dimana kemudian menceritakan sebuah fakta yang dia ketahui. Tentang pembunuhan massal yang terjadi di salah satu tempat. Karena Wilde takut kalau gadis ini akan jatuh ke tangan yang tidak tepat, kemudian merawatnya sendiri alih-alih membawanya ke rumah sakit.

Setelah fakta yang disampaikan oleh sang gadis kecil inilah, Wilde akhirnya menguak banyak hal yang berbahaya yang terjadi di New York. Sebuah kisah yang memiliki alur yang lambat, plot cerita yang begitu sempurna, serta gaya penulisan yang enak dibaca kemudian berisi tokoh dengan karakter yang kuat. Namun, ceritanya memang bukan favorit saya. Cukup saya akui, bahwa pembaca tidak salah jika menyukai buku ini, namun ini bukan buku favorit saya, sama sekali.

Saya membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikan bacaan ini dan seringnya saya bertemu dengan kantuk meski gaya penulisannya enak dibaca.


Setidaknya, ini bisa menjadi pengalaman yang berharga untuk saya, usai membaca beberapa buku dengan bahasa Inggris yang menjadi tantangan untuk saya pribadi agar bisa rutin membaca buku-buku berbahasa Inggris.














24 July 2017



The Giving Tree


Baca buku dongeng atau buku anak-anak itu mengasyikkan, ya. Saya kadang merasa rileks setiap habis baca buku-buku dongeng atau buku anak-anak. Kadang, sedikit meninggalkan kesan tersendiri juga usai membaca satu buku yang nanti akan saya ulas sedikit. Sebelumnya, memang saya sengaja menyimpan beberapa buku untuk saya ulas berbarengan seperti tulisan kali ini. Karena berbagai macam alasan.

Nah, sebelum saya kehilangan semangat membaca karena kebingungan mencari topik tulisan seperti apa yang mau saya bagi di blog ini. Akhirnya, terbesitlah untuk kembali menuliskan Mini Review yang kedua di tahun 2017. Daripada enggak berjejak sama sekali ya, apalagi kalau blognya dibiarkan hiatus berlama-lama.

Ada beberapa buku yang sempat saya tuliskan juga ulasan singkatnya di kanal sosial. Tapi, insya allah di tulisan kali ini, enggak copy paste dari status kanal sosial. Langsung saja ya, saya akan mulai menulis sedikit tentang beberapa buku dalam Mini Review #2 kali ini.



1. Kisah Pohon Dan Seorang Anak



Judul : The Giving Tree || Penulis : Shel Silverstein || Halaman : 53 || Cetakan 1 : Oktober 2014 || Versi : Buku Fisik (Hardcover) || Bahasa : Indonesia || Penerbit : Penerbit Atria || Penerjemah : Sri Noor Verawaty || ISBN : 978.602.14402.8.5



Buku ini memang terbilang tipis, bahkan meski berisi 53 halaman, penyajian gambar dengan tulisan sekitar 30 : 70. Tapi, yang menarik dari buku ini adalah bisa dibaca oleh mereka yang pernah menjadi anak kecil serta mereka yang masih anak kecil. Iya, buku ini bisa dinikmati oleh berbagai kalangan, tua ataupun muda.

Dengan pesan moral yang bisa saja berbeda diterima oleh pembaca. Bisa dilihat keseruan dari mereka yang pernah membaca buku ini di Goodreads. Ada yang berpikir keras untuk mendapatkan sesuatu dari buku ini, padahal termasuk buku yang tipis dan mudah dipahami. Ada juga yang terpana dengan isi di dalamnya. Semua ekspresi dari mereka adalah wajar karena buku ini memang luar biasa, bagi saya.

Tidak heran, kalau buku ini pun sempat menjadi buku best seller dan recommended book di beberapa online book store mancanegara. Kisahnya seperti apa? Saya tidak bisa mengisahkannya, tapi silakan cek sendiri melalui link di bawah ini sebagai rekomendasinya.


The Giving Tree
The Giving Tree



2. Kisah Keluarga Hanafiah



Judul : Imaji Terindah || Penulis : Sitta Karina || Halaman : 290 || Cetakan 1 : Desember 2019 || Versi : Buku Fisik || Bahasa : Indonesia || Penerbit : Penerbit Literati || ISBN : 978.602.8740.60.9


Imaji Terindah




Ini pertama kalinya saya menyentuh buku serial yang ditulis oleh Sitta Karina. Serial keluarga Hanafiah, yang awalnya saya pikir itu nama satu orang, ternyata nama marga dari keluarga besar yang kayanya minta ampun. Christopher Hanafiah, merupakan poros dari cerita dalam buku ini. Meski diawali oleh sebuah cerita yang sedikit 'aneh' bagi saya pribadi, dimana Kei nantinya akan melanjut masuk ke dalam kisah berikutnya yaitu Imaji Terindah.

Imaji Terindah memang diletakkan di cerita kedua, dimana terdapat 3 cerita di sini. Dimana tokoh-tokohnya sama, jalan ceritanya pun sesuai namun seperti berbeda scene saja. Bagi kalian yang memang sudah tahu, memang buku ini sudah terbit di tahun-tahun sebelumnya. Dimana cover ini merupakan cover hasil cetak ulang.

Kesan saya membaca cerita Imaji Terindah itu, ngenes. Tapi, endingnya bikin saya kebingungan dengan keahlian Kei ini. Seperti apa sih kemampuannya ini? Saya membayangkan Kei ini pengendali mimpi, benar enggak? Hehe.


Imaji Terindah



3. Fiksi Tentang Gunung Padang



Judul : Firegate || Penulis : Rizki Ridyasmara || Halaman : 258 || Cetakan 1 : Agustus 2016 || Versi : Buku Fisik || Bahasa : Indonesia || Penerbit : Grasindo || ISBN : 978.602.375.616.2



Awal membaca buku ini, ketika masih mencapai bab-bab awal, saya takjub. Karena ada banyak sejarah yang dibahas, terkait Gunung Padang. Kemudian sejarah awal yang berkaitan dengan piramida. Serta pengenalan tokoh-tokoh serta profesi mereka yang nantinya akan mempertemukan mereka di satu tempat yaitu situs Gunung Padang.


Imaji Terindah


Konon, kemunculan novel ini pas banget dengan berita tentang Gunung Padang yang mulai naik daun. Gunung Padang sendiri terletak di Cianjur, dimana memang menyimpan banyak misteri serta mitos tersendiri. Dimana tempat ini kemudian menjadi sorotan publik.

Dalam buku ini, berkisah tentang beberapa arkeolog yang berada di kubu fakta, dimana kalau tidak ada data sama juga bohong. Kemudian bertemu dengan wartawan dan dukun, dimana keduanya ini percaya bahwa hal yang mistis itu ada. Dunia ghoib bukan sekadar isapan jempol. Keduanya saling mempertahankan pendapat, hingga kemudian kematian demi kematian tragis terjadi di sekitar gunung padang.

Sesungguhnya saya mulai mengernyitkan dahi ketika mencapai bab pertengahan dan seterusnya sampai ke akhir. Karena fakta-fakta tentang Gunung Padang, seperti sekadar tempelan, tapi tidak menjadi fokus utama. Justru Badurakh yang melanjutkan kisahnya sebagai sosok di balik misteri Gunung Padang.

Seperti mitos lainnya yang selalu diceritakan turun temurun, tentang penunggu gunung yang sering tak tampak. Sampai etika-etika yang tidak boleh dilanggar ketika memasuki tempat keramat di satu sisi gunung. Seperti itulah, apa yang dimuat dalam cerita di buku ini.




Overall, masih ada beberapa buku lainnya yang belum saya tulis di sini. Meski memang untuk Mini Review kali ini, saya tidak mengisahkan secara jelas seperti apa sih jalan ceritanya. Karena bisa dicari blurbnya di Goodreads, hehe. So far, dari 3 buku di atas, yang menjadi favorit saya cuma satu : The Giving Tree.



Keep Calm and Happy Reading!


13 July 2017


Being Henry David



Menulis ulasan atau resensi buku, kadang memang sangat tricky karena sebagai pembaca, kita tidak diizinkan untuk menceritakan isi buku secara keseluruhan meski saat itu kita sangat - teramat antusias membahasnya. Terlebih, beberapa orang berpendapat, sebuah resensi juga menyematkan opini dari pembacanya dalam bentuk apapun itu. Mau itu menuliskan tentang kemampuan gaya penulisan, pengemasan cerita atau kritik untuk penulisnya? Bebas, karena memang itu haknya si penulis ulasan/resensi.

Nah, bagaimana kalau kita belajar mengulas buku, bahkan spoiler sebuah buku tanpa membuat pembaca mengamuk? Memang bisa, ya? Saya juga baru sadar setelah membaca novel Being Henry David karya Cal Armistead ini, loh. Sepertinya sudah banyak yang membaca tulisan dari pembaca buku lainnya, berkaitan dengan buku ini, tentang seorang anak yang hilang ingatan ketika dia bangun di tengah-tengah keramaian stasiun.

Satu-satunya yang tersisa yaitu sebuah buku yang bahkan tidak berisi tanda pengenal apapun di dalamnya. Sedikit demi sedikit, si tokoh lelaki dalam buku ini, mengumpulkan ingatannya melalui setiap perjalanan yang dia tempuh demi mencapai apa yang dia cari. Pengemasan ceritanya ini menarik, karena mengikut-sertakan peran sebuah buku, dari karya Henry David Thoreau, yang menuntunnya untuk menemukan serpihan ingatan pada setiap pertemuan dengan orang-orang yang baru.


Kartu Tanda Buku


Judul : Being Henry David || Penulis : Cal Arminstead || Halaman : 256 || Cetakan pertama, September 2016 || Versi : Buku Fisik || Bahasa : Indonesia || Penerbit : Penerbit Spring || ISBN : 9786027150577 || Rating : 3/5



Bagaimana Caranya Mengatakan Bahwa Buku Henry David Sangat Bagus?


Alih-alih mengatakan kalau buku Walden karya Henry David adalah buku yang sangat berharga, Cal justru menjadikannya sebagai buku penuntun bagi seorang remaja lelaki yang kehilangan ingatannya dan terbangun di tengah keramaian stasiun. Pada halaman 13, terdapat kalimat 'berusaha mencari dengan putus asa petunjuk apa yang mungkin disimpan oleh Walden karya Henry David Thoreau'. Di sini, Cal sudah memberikan semacam ide secara garis besar terkait kisah yang berkaitan dengan bocah lelaki bertubuh tegap dan tampan ini.




Biasanya, kita akan mulai mengatakan : "buku ini bagus banget", "saya merekomendasikan buku ini buat kamu", atau menjadikan beberapa untaian kata yang berharga dalam sebuah buku yang berharga sebagai daya tarik agar orang lain ikut membaca. Tapi, di sini justru ditampilkan dengan adegan bocah lelaki yang bahkan tidak mengenal namanya tapi bisa menghapal tiap baris kalimat yang ada dalam buku tersebut. Silakan buka halaman 12 ketika seorang polisi berdehem dan mengambil sikap dramatis, "Aku pergi ke hutan karena aku ingin hidup bebas. aku ingin hidup penuh arti dan menyedot seluruh sumsum kehidupan." 


Ini sebagai salah satu penyampaian kutipan dengan cara yang begitu unik. Tanpa memaksakan diri menyampaikannya melalui nasihat beberapa tokoh atau dialog antar tokoh. Ini murni, seorang polisi mengutipnya dengan sangat baik, kemudian temannya menimpali dengan ekspresi yang berbeda.


Orang ini bisa mengingat tugas bahasa Inggris waktu SMA kata demi kata dan aku bahkan tidak tahu namaku sendiri. ~ Being Henry David



Being Henry David



Bagaimana Cara Merekomendasikan Bacaan Tanpa Memaksa?


Mari kita buka halaman 24 yang berisi percakapan Hank, Nessa dan Jack di sebuah lorong ketika mereka memandang sinar bulan di antara cahaya lampu kota yang terang. "Membuatku teringat buku yang sangat kusukai waktu masih kecil." Baiklah, Nessa akan mengenalkan kita pada sebuah buku lain, yang ternyata merupakan buku yang banyak dibacakan untuk anak-anak. "Kalau tidak salah judulnya Selamat Malam Bulan."


Baiklah, saya salah satu pembaca buku ini yang kemudian mencari tahu terkait keberadaan buku Goodnight Moon. Yang ternyata memang nyata. Sementara ingatan Hank yang belum pulih membuatnya tidak mengingat sama sekali buku tersebut. Dan Jack memberikan penegasan kembali akan eksistensi buku itu bagi anak-anak di halaman 25, "Kau bercanda, kan? tukas Jack. "Setiap anak tahu buku itu."




Alih-alih Cal menyematkan buku bacaan lain ketika mengulas sebuah buku dengan sekadar menyebutkannya saja, dia justru menjadikannya semacam jejak kenangan dari para tokohnya ketika melihat salah satu yang identik dari buku tersebut yaitu BULAN.


Mom biasanya yang membacakannya, itu sebelum dia meninggal dan Dad berhenti peduli... ~ Being Henry David




Tidak Lupa Untuk Memperkenalkan Sosok Sang Penulis



Mari kita sebut saja bocah amnesia ini dengan nama Hank, sebuah nama pemberian dari sobatnya yang bernama Jack. Baiklah Hank tengah membuka kembali buku Walden di halaman 29, di bagian ini Cal mengenalkan kepada kita siapa sosok Henry David selain yang kita tahu bahwa dia adalah seorang penulis buku berjudul Walden.


Si Thoreau menulis buku ini pada pertengahan 1800-an, karena itu awalnya tulisan dia terasa sedikit aneh bagiku. Aku harus membaca beberapa paragraf beberapa kali untuk memahami apa yang dia coba sampaikan. Tetapi, aku mulai bisa mengikutinya.

Walden seperti yang terungkap kemudian, adalah nama danau di hutan di sebuah kota bernama Concord, Massachusetts. Henry David Thoreau berumur dua puluhan akhir ketika dia pergi ke sana untuk menyepi dari dunia dan tinggal di sebuah kabin kecil selama dua tahun. Hidup kembali ke alam, apapun kondisi alam pada tahun 1845.




Ya, meski tampak biasa saja cara Cal mengenalkan kepada pembaca sosok Henry David ini, tapi Thomas, sosok yang menolong Hank pernah berkata, "Thoreau adalah pengacau di masanya. Jiwa yang bebas. Pemberontak." Pernyataan ini membawa saya sebagai pembaca, kembali menghitung mundur masa-masa dimana banyak jiwa yang memberontak karena kekangan pemikiran yang tak kunjung usai. Persis seperti puisi-puisi Chairil Anwar, diikuti kisah hidup sosok Soe Hok Gie, keduanya menginginkan jiwa yang bebas sehingga memberontak selagi mampu.


Jadi, siapa sosok Cal Armistead? Dia seorang perempuan yang sudah menulis sejak usia 9 tahun. Sosok yang menuliskan kisah ini, yang membawa kita mengenal Henry David dan bukunya Walden. Sudah sepantasnya memang buku ini mendapat rating yang bagus di Goodreads. Tidak heran, karena pengemasan ceritanya yang menarik.





Kemas Ulasan Bukumu Dengan Ceritamu Sendiri



Jika berminat ingin mengikuti jejak Cal, menuliskan ulasan sebuah buku secara terpecah-pecah melalui bingkai adegan dalam cerita yang dibangunnya sendiri, kalian juga bisa melakukannya, saya yakin itu. Dengan bercerita sesuatu yang bisa menarik pembaca. Ahaha, kalau tidak bisa, tak mengapa, toh setidaknya bisa memberikan poin-poin utama kepada pembaca saja sudah bagus.

Tidak lupa untuk menyertakan pertimbangan-pertimbanganmu terhadap buku ini. Seperti yang Thomas katakan bahwa Thoreau itu pengacau di masanya. Ini semacam perbandingan dari apa yang ada di dalam pikiran Hank tentang sosok Thoreau. Apalagi Hank ini bahkan bisa menghapal kata demi kata, susunan kalimat yang ada di dalam buku tersebut, sudah cukup menguatkan pernyataan bahwa Hank sangat bergantung pada buku Walden.


Jangan khawatir untuk menyematkan kutipan jika memang penjelasan dari kutipan tersebut justru bisa mewakili seluruh daya tarik dalam sebuah buku. Karena di dalam buku ini, Cal pun melakukannya. Pada halaman 61 dan 62, dia mengutip kembali gambaran kabin tempat tinggal Thoreau. Dan ketika Hank tertidur di Taman Walden, dia sendiri bisa membangun imajinasi bagaimana gambaran kabin tersebut. Ini yang bisa dikatakan, narasi yang bagus dari seorang penulis dalam membangun latar.


***


Setelah membaca buku ini, memang banyak sekali hal terungkap di bagian akhir. Tentang apa yang menimpa Hank sehingga dia mengalami amnesia? Hati-hati dengan spekulasimu, karena bisa mengecoh! Kemudian bagaimana dia menemukan siapa dirinya? Serta seperti apa kehidupan Hank sebelumnya? Lambat laun, semua teka-teki tersebut terjawab sehingga melepaskan beban pembaca sedikit demi sedikit.


Sejauh ini, banyak yang membahas terkait amnesia yang menimpa Hank. Atau perjalanan Hank yang berani menjejak ke tempat lain meski tidak mengingat namanya. Cukup nekat memang, tapi sesuai dengan karakter idolanya Hank : Henry David yang juga cenderung nekat dengan pilihannya hidup di tengah hutan.


Selamat Membaca!

12 July 2017


malaikat jatuh clara ng


Suka baca menjelang tidur? Ada beberapa orang yang lebih memilih membaca buku dengan tema yang ringan seperti kumpulan cerita pendek atau dongeng. Alasannya karena lebih mudah selesai, sehingga rasa penasaran enggak membuat insomnia hanya karena penasaran dengan cerita akhirnya. Seperti saya nih, yang sering banget terdistraksi hingga begadang saking ingin sekali mengetahui hasil akhir dari sebuah cerita.

Kalau cerita pendek yang ditulis selayaknya dongeng, kamu suka enggak? Saya suka, apalagi gaya penulisan Clara Ng sudah terjamin kualitasnya. Saya sudah membaca beberapa karyanya, selalu suka karena gaya penulisan mba Clara ini selalu bisa mengikuti tipe buku yang tengah ditulisnya. Misal, buku anak-anak, maka gaya penulisannya ringan. Kalau novel untuk remaja, gayanya juga mengikuti cara bertutur remaja.

Dan yang paling penting, mba Clara ini seorang story teller sejati! Soalnya, saya enggak mendapati rasa bosan selama membaca bukunya. Seperti buku berjudul Malaikat Jatuh yang saya baca melalui aplikasi Scoop. Awalnya, saya pikir ini merupakan dongeng anak-anak yang riang, gembira dan bahagia. Tapi, siapa sangka? Ternyata sampul buku bisa menipu!





Kartu Tanda Buku


Judul : Malaikat Jatuh || Penulis : Clara Ng || Halaman : 179 || Cetakan kedua, Februari 2009 || Bahasa : Indonesia || Versi : Ebook Scoop || Penerbit : Gramedia Pustaka Utama || ISBN : 9789792239355 || Rating : 5/5



Dongeng-dongeng Kelam Di Suatu Tempat


Menikmati dongeng dalam sebuah dongeng, seperti cerita berbingkai yang merupakan ciri khas dari dongeng itu sendiri. Sebuah cerita yang bercerita, demikianlah yang membuat saya terjerat pada buku ini ketika bertengger di etalase bertuliskan SALE. Sungguh, saya tidak menyangka akan mendapati sebuah dongeng tentang seorang anak yang memiliki sayap yang patah. Dialah malaikat yang jatuh ke bumi dan hanya memiliki satu sayap saja.

Konon, karena kekuatan ajaibnya, banyak orang mengincar semua hal tentangnya. Hingga suatu ketika seorang perempuan yang memiliki rahasia hidup lama, kembali mencari malaikat jatuh demi satu tujuan. Demi mempertahankan cintanya. Berjudul Malaikat Jatuh yang kemudian dijadikan judul yang mewakili 10 cerita pendek pada buku ini, memang kisah ini cukup membuat saya penasaran. Kisah yang pada mulanya saya pikir ini akan menjadi kisah tentang perjalanan bahagia.

Tapi, di cerita-cerita berikutnya, terutama yang berjudul Negeri Debu. Saya mendapati sebuah kesepian yang mendadak menyayat, pengabaian dan pengharapan pada sebuah kehadiran. Siapa yang bisa menyangka, bahwa imajinasi bisa sekuat itu menguasai seorang gadis kecil hingga dia bisa selamat dari sesuatu. Atau ketika saya membaca cerita lain berjudul Barbie, ah ini kalau saya membaca secara terpisah, bisa saja saya menganggap ini kisah tentang Barbie yang kesepian dan dia kemudian mendapat pasangan dan bahagia selamanya. Nyatanya, di balik sebuah toko mainan, tersimpan sebuah cerita kelam tentang akhir kehidupan.




Tempat lain yang menjadi latar novel ini bernama Uluwatu, bukan sebuah tempat yang sering terdengar kan? Ini karena Clara menyiptakan tempat yang bisa membawa imajinasi kita berterbangan ke tempat lain, namun tanpa mampu meninggalkan kesan setelah membaca cerita-ceritanya. Hingga membuat pembaca tetap berpikir dan kenangan pada cerita tersebut menjejak dengan baik bagai pasir yang dalam membentuk jejak.


malaikat jatuh clara ng



Cerita-cerita Yang Menakjubkan


Menakjubkan, karena ditulis dengan sepenuh hati, penggunaan kata yang memerpakaya diksi serta narasi yang begitu menyenangkan hingga tak terasa sudah mencapai bagian akhir dari buku ini. Membaca cerita pendek memang menyenangkan, tapi tidak banyak cerita-cerita pendek yang meninggalkan jejak begitu dalam. Kelamnya, sedihnya serta pertanyaan-pertanyaan kerap masih muncul bahkan sebelum mata ini tertutup meski kantuk datang.

Cerita-cerita ini memang menakjubkan karena memberi warna baru bagi dongeng yang ternyata masih identik dengan cerita rakyat. Ini setelah saya gaungkan ke beberapa kawan, yang kemudian mendapat tanggapan bahwa dongeng itu yaa cerita rakyat. Sungguh, saya tak mampu berdebat apalagi ingin mendebat pernyataan itu. Sudahlah.




Bahwasannya kemampuan bercerita itu bakat yang tidak semua orang miliki. Mampu membuat pembaca ikut mengalir bersama ceritanya, tanpa mendebat apa yang ada di dalamnya, kemudian menyelesaikan cerita dengan menghela napas karena lupa apakah sejak tadi bernapas atau tidak. Ini karena membaca dongeng Clara Ng bisa menghipnotis hingga meninggalkan dunia yang menjejak di sini, kemudian berkelana ke tempat lain yang pernah disinggahi olehnya.

Sejauh ini, kerap saya masih membaca ulang beberapa bagian cerpen, terutama bagian terakhirnya. Yang justru meninggalkan kesedihan yang tak terkira. Berikut ini daftar 10 cerita yang mungkin pernah kalian baca di media cetak.


2. Negeri Debu
3. Makam
4. Di Uluwatu
5. Lelaba
6. Hutan Sehabis Hujan
7. Akhir
8. Barbie
9. Bengkel Las Bu Ijah
10. Istri Paling Sempurna





Selamat Membaca!









06 July 2017

7 Buku Yang Dibaca Tahun 2017 - Mini Review


Mini review 2017


Ini tulisan saya semenjak hiatus beberapa saat yang lalu. Pasalnya, saya hanya ingin menikmati membaca buku tanpa memikirkan apa yang akan saya tulis di blog. Tapi, lama-kelamaan saya merasakan rindu dengan blog bacaanipeh ini. Sebagai permulaan, sambil pemanasan juga, mini review ini saya tulis untuk menyimpan beberapa kenangan tentang buku yang telah saya baca namun belum sempat saya tuliskan di sini.

Siapa tahu, suatu saat nanti saya ingin mengingat kembali apakah benar-benar pernah membaca sebuah buku atau belum. Hihi, maklum, ingatan manusia kan ada batasnya, ya. Kalau kalian berteman di akun Goodreads saya, tentu sudah mengetahui beberapa buku yang telah saya baca. Sejauh ini saya sudah mencapai 43 buku dari 60 buku yang saya niatkan untuk dibaca. Itu pun belum termasuk beberapa buku fisik yang terus menumpuk.

Alhasil, belakangan ini saya berusaha untuk mengurangi belanja buku kecuali buku-buku cetak ulang yang memang bagus untuk saya miliki. Pasalnya, saya sudah tidak memiliki tempat lagi untuk buku di rak. Sedih juga karena sebagian besar sudah mulai menguning, bahkan ada juga yang terkena jamur. Huhuhu, apalagi ada juga yang keriting akibat terkena banjir beberapa bulan yang lalu. Itulah sebabnya saya memutuskan untuk membeli bacaan versi ebooknya saja. Selain mengurangi tumpukan secara nyata, mudah dibawa kemana-mana juga. Meski untuk harga tidak jauh berbeda, sih.

Nah, di daftar 7 buku yang sudah saya baca dalam mini review, di antaranya ada juga berbentuk ebook. Nanti saya berikan keterangannya, ya. Silakan disimak, buku apa saja sih yang sudah saya baca.



1. Kumpulan Cerita : Sahabat Bumi


Sahabat Bumi



Judul : Kumpulan Cerita Sahabat Bumi || Penulis : DK. Wardhani, Watiek Ideo || Halaman : 96 || Terbit : Januari 2015 || Versi : Ebook I-Jak || Bahasa : Indonesia || Penerbit : Gramedia Pustaka Utama || ISBN : 9786020312460 || Rating : 4/5


Saya membaca ebook ini melalui aplikasi I-Jak, terima kasih saya ucapkan teruntuk Tim I-Jak karena sudah menciptakan aplikasi yang membuat saya benar-benar bahagia karena membaca buku yang bagus seperti ini. Buku ini termasuk buku untuk anak-anak yang bisa dibaca oleh semua kalangan, mau orangtua pun bisa membaca buku ini. Disertai dengan ilustrasi berwarna-warni yang membuat betah membacanya sampai habis.

Isinya? Tentang segala hal yang bisa dilakukan dalam menghemat energi demi mencintai dan menyayangi bumi. Seperti kisah para mahasiswa yang datang ke sebuah desa, kemudian mengenalkan listrik di desa tersebut. Dengan berbekal alat seperti sepeda yang berguna untuk mengisi daya pada kumparan yang nantinya bisa digunakan sebagai penyalur listrik untuk menerangi rumah dan desa.

Atau kisah tentang anak-anak di sebuah kampung yang tidak memiliki lahan untuk bercocok tanam. Kemudian mereka bersama-sama membuat sebuah terobosan dengan menanam tanaman menggunakan media pot yang bisa digantung di rumah-rumah. Sehingga kampung tersebut tidak lagi gersang, juga tetap terjaga keasriannya karena banyak tanaman yang tumbuh subur meski di dalam pot.

Cara penyampaian ceritanya enak dan mudah diikuti dengan alur yang cukup, dikarenakan merupakan cerita pendek tapi tidak ada kesan terburu-buru. Selain itu bobot tema yang diangkat oleh penulisnya ini termasuk keren. Memberikan pengetahuan tanpa membuat pembaca menjadi bosan. Selain itu tema yang diangkat sesuai dengan kondisi saat ini, yaitu mengajak untuk mencintai bumi dan menjaga agar lingkungan tetap terjaga.




2. Elegi


Elegi




Judul : Elegi || Penulis : Dewi Kharisma Michellia || Halaman : 172 || Terbit : Januari 2017 || Versi : Buku Fisik || Bahasa : Indonesia || Penerbit : Grasindo || ISBN : 9786023759095 || Rating : 3/5




Buku ini saya dapat dari acara Blogtionship bersama penerbit Grasindo di Jakarta beberapa waktu yang lalu. Berhubung acaranya tentang buku, jadilah souvenir yang kami dapat sebagai peserta juga berupa buku dan voucer belanja buku! Surga banget memang. Apalagi acaranya juga cukup berbobot sehingga saya tidak merasa rugi bela-belain datang ke acara tersebut.


elegi/ele·gi/ /élégi/ n syair atau nyanyian yang mengandung ratapan dan ungkapan dukacita (khususnya pada peristiwa kematian) - Sumber Website KBBI


Sesuai dengan asal kata Elegi, novel ini berisi kumpulan cerita yang bertemakan kematian dalam beragam bentuk. Kebanyakan karya-karya dalam buku ini pernah muncul di media cetak, mungkin ada beberapa yang pernah membaca karya kak Mimi berbentuk cerpennya, siapa tahu tersimpan di buku ini juga. Ada 19 cerita di dalamnya, dan cerita pertama sebagai pembuka berjudul Pantai Cermin. Tentang pantai yang dikunjungi sang tokoh, dimana pada airnya orang-orang bisa bercermin di sana, di sana dia ingin menikmati kesendiriannya dengan memancing.

Sementara seorang gadis pernah hilang di pantai ini. Saya pun mungkin akan mati di laut ini suatu saat nanti [Hal 5]. Dia senang dengan Pantai Cermin yang unik ini, dimana selain menyendiri  ia bisa Menatap permukaan air laut dan merenung [Hal 5]. Orang-orang selalu bisa bercermin di pantai ini [Hal 6]. Pada cerpen ini, kematian yang dikisahkan melalui kondisi seorang gadis bernama Pala. Seorang gadis yang lincah dan sudah dikenal dengan baik dengan keluarga si tokoh utama.

Mimi termasuk penulis konsisten, dalam hal penyajian tema dan pengembangannya ke dalam cerita. Ini terbukti dengan pemilihan judul Elegi dengan tema secara keseluruhan tentang kematian. Yang di dalam buku ini semua memang membahasnya, tapi lebih ke "Bagaimana Cara Salah Satu Tokoh Mati." Di cerpen lain misalnya, ada salah satu tokoh yang menghadapi kematian dengan membakar rumah. Dan segala macam bentuk kematian yang bisa kalian gali lagi di sini.

Untuk alur, karena memang ini cerita pendek, saya rasa temponya sesuai. Tidak terlalu cepat apalagi kelambatan, juga tidak ada kesan dipaksakan untuk selesai. Sementara untuk gaya penulisannya tidak membosankan, bisa mengajak pembaca mengikuti jalan cerita, namun buku ini termasuk buku yang KAYA akan kosa kata baru bagi saya.






3. Kisah-kisah Dari 5000 Tahun Sejarah Cina



Sejarah Cina




Judul : Kisah-kisah Dari 5000 Tahun Sejarah Cina || Penulis : Liu Dan Cao || Halaman : 418 || Terbit : April 2014 || Versi : Buku Fisik || Bahasa : Indonesia || Penerbit : Gramedia Pustaka Utama || ISBN : 9786020303406 || Rating : 4/5


Kejayaan masa pemerintahan Kaisar Wen dan Kaisar Jing dari Dinasti Han Barat (206 M-25M) yang dikenal dengan sebutan Tahun Tahun Kemakmuran Wen-Jing tak bisa dipisahkan dari jasa Li Guang, panglima besar yang dijuluki "Sang Jendral Terbang".

Li Guang terkenal piawai memotivasi pasukannya, terutama ketika mereka terdesak serta kalah dalam hal jumlah prajurit dan persenjataan dibanding lawan mereka. Dengan kecerdikan, keberanian dan kelihaiannya dalam taktik perang, Li Guang berkali-kali menggagalkan serangan bangsa Xiongnu. Pada suatu pertempuran, sang Jendral yang terluka parah berhasil kabur dari tawanan pasukan Xiongnu setelah membunuh penjaganya dan merebut seekor kuda gagah. Ia memacu kuda itu secepat angin, sambil duduk membelakangi arah larinya dan melesatkan puluhan anak panah mematikan ke arah para pengejarnya.

Konon, peradaban Cina itu termasuk dalam peradaban tua dimana kebudayaan Cina bisa didapati di berbagai tempat di Asia. Dari kisah turun-temurun yang ditulis dalam buku ini, sebab munculnya Dinasti yang berawal dari kisah Kaisar Kuning hingga perebutan kekuasaan dan seterusnya menaklukan banyak tempat di daratan Cina. Pada masa itu, sistem yang mereka buat sesuai dengan pengetahuan yang mereka miliki. Hingga seterusnya mengikuti perkembangan jaman dan mengalami kemajuan.

Buku ini merupakan jilid pertama yang berisi kisah sejarah Cina. Dengan terjemahan yang lumayan bisa diikuti, sementara berisi bab-bab yang mengisahkan pergerakan Cina dari tahun ke tahun. Bagi saya, hal yang paling sulit saya hadapi ketika membaca buku ini adalah menghapal nama-nama yang disebutkan di dalamnya. Sungguh banyak sekali, bahkan akhirnya saya memilih untuk membacanya saja tanpa ikut menghapal nama tokoh sejarah ini apalagi menghapal tahun-tahunnya. Bagi yang ingin membaca buku ini, bisa mendapat wawasan baru terkait sejarah Cina.



4. Flame in the Mist



Flame in the mist



Judul : Flame in the Mist || Penulis : Renee Ahdieh || Halaman : 292 || Terbit : May 2017 || Versi : Ebook Playbook || Bahasa : English || Penerbit : G.P. Putnam's Sons Books for Young Readers || ISBN : 9780399171635 || Rating : 3/5



Karena suka dengan cerita-cerita terkait Jepang apalagi samurai, alhasil saya ikut serta dalam event Read Along bersama beberapa teman di klub pembaca. Pertama kali membaca novel karya Reene, saya menyukai gaya penuturannya, mudah diikuti dan tidak membuat pusing. Penataan alurnya juga tidak membingungkan meski beberapa kali flash back. Dari satu bingkai peristiwa ke bingkai peristiwa lainnya dirajut dengan rapi dan halus, sehingga perpindahannya tidak begitu terasa kasar.

Namanya juga genre Young Adult, di dalamnya juga memuat kisah cinta, meski porsinya tidak begitu banyak. Hanya terjadi di beberapa bab menjelang akhir. Karena ini merupakan cerita serial, bisa dipastikan selanjutnya kisahnya tidak akan jauh-jauh dengan percintaan antara Mariko dan Ookami serta bagaimana nasib Black Clan selanjutnya.

Siapa Black Clan? Jadi, Mariko ini merupakan anak seorang yang terpandang, dia akan dinikahkan dengan anak seorang Daimyo, demi alasan politik. Ibaratnya, Bapaknya Mariko ini numpang tenar dengan posisi jabatan calon besannya. Karena kehidupan Mariko yang sering diajarkan untuk menerima apa saja sesuai didikannya. Akhirnya, Mariko yang sebenarnya enggan untuk mengikuti keinginan sang Ayah, pasrah diri.

Ketika dalam perjalanan menuju kediaman calon suaminya, rombongan Mariko harus melewati Hutan Junkai dimana konon, jika melalui hutan tersebut saat malam hari, maka tidak akan selamat. Dan lagi, keberadaan Black Clan yang banyak meresahkan rombongan Mariko, membuat sang Jendral berniat untuk beristirahat di luar Hutan Junkai. Tapi, Mariko berkeras untuk tetap masuk ke dalam hutan dengan pemikiran bahwa rombongan akan tetap selamat karena membawa wanita dan anak-anak.

Malang tak dapat ditolak, tidak berapa lama mereka masuk ke dalam hutan, rombongan Mariko dihadang oleh anggota Black Clan. Mereka dibunuh, beberapa bahkan dibakar di dalam tandu. Sementara asisten Mariko yang usianya tidak berbeda, juga ikut meninggal dalam penyerangan tersebut. Tinggallah Mariko yang terjebak dalam situasi yang menakutkan tersebut, dimana saat dia mendengar dari salah satu anggota Black Clan, mereka harus memastikan telah membunuh Mariko.

Siapa yang menginginkan kematian Mariko? Terbitlah pertanyaan ini dalam dirinya. Seseorang benar-benar berniat mengakhiri hidupnya. Dalam cerita ini, juga mengikut-sertakan peran Youkai atau kalau di Indonesia dikenal dengan hantu aka dedemit. Di sini peranan Youkai tersebut tidak bisa dianggap remeh, hingga akhir cerita. Sayangnya, awal ketika saya membaca novel ini tidak tahu kalau ternyata ini merupakan buku pertama dari serial cerita Mariko dan Black Clan.

Alhasil, saya harus memaksa diri saya bersabar menanti lanjutan ceritanya. Apalagi saya termasuk orang yang suka enggak sabaran. Kadang lebih baik menanti buku tersebut selesai sebelum saya mulai membacanya.



5. Mastering The Art of Japanese Home Cooking



Japanese home cooking


Judul : Mastering The Art of Japanese Home Cooking || Penulis : Masaharu Morimoto || Halaman : 290 || Terbit : November 2016 || Versi : Ebook Playbook || Bahasa : English || Penerbit : Harper Collins || ISBN : 9780062344397 || Rating : 4/5



Siapa tak kenal dengan Masaharu Morimoto? Saya pun baru kenal usai membaca buku ini, hahahahaha. Serius, awal mulanya saya memang penasaran dengan cara memasak orang Jepang. Dari mulai penataan yang rapi pada makanan rebusan bernama Shabu Shabu. Atau bagaimana cara membuat Sushi dan jenis ikan apa saja sih yang bisa dihidangkan untuk menu Sashimi. Dari rasa penasaran inilah akhirnya saya berakhir menemukan buku ini di Playbook.

Menyesal? Tentunya tidak. Karena memang membahas apa saja yang saya butuhkan. Bahkan semacam peraturan dasar dalam memasak dari nasihat turun-temurun. Pada halaman awal buku ini akan dihidangkan semacam glosarium. Seperti apa sih Dashi itu? Ternyata Dashi merupakan sejenis kaldu yang bisa dari rumput laut atau dari ikan. Karena orang Jepang itu termasuk masyarakat yang gemar dengan makanan laut. Jangan heran jika hidangan yang mereka sajikan tidak jauh-jauh dari Ikan, udang atau makanan laut lainnya.

Ada juga istilah White Fish termasuk ikan yang mengandung omega lebih tinggi dari makanan lainnya. Beberapa jenis ikan ini sering dihidangkan sebagai Sashimi. Yaitu ikan Tuna, Mackerel, Salmon dan Sardine. Jangan salah, saya bukan menyebut nama merk. Tapi benar-benar itu nama ikan, karena membaca buku inilah saya jadi tahu bedanya merk P dan B yang suka ada tulisan Mackerel dan Sardine itu ternyata jenis ikan yang ada di dalamnya, ya (mungkin).

Buku ini enggak hanya memuat resep juga wawasan terkait makanan serta cara memasak ala Jepang. Tapi juga menyematkan gambar resolusi tinggi yang bikin pembaca doyan makan seperti saya : ngiler. Yang patut diketahui, meski mereka gemar makan ikan, tapi yang namanya sayuran merupakan kewajiban bagi orang Jepang. Selain itu, Ramen pun merupakan sesuatu yang khas dari Jepang. Jadi, banyak makanan yang bukan sekadar hidangan, tapi juga identitas diri seseorang.



6. The Graveyard Book



The graveyard book


Judul : The Graveyard Book || Penulis : Neil Gaiman || Halaman : 320 || Terbit : September 2008 || Versi : Ebook Playbook || Bahasa : English || Penerbit : Harper Collins || ISBN : 9780061972652 || Rating : 3/5



Ini salah satu buku yang masuk dalam wishlist saya. Akhirnya tahun ini bisa membaca buku ini meski melalui Playbook. Kebetulan mood saya sedang ingin membaca ebook, jadilah saya membelinya di Playstore. Oke, ini termasuk ke dalam karya Gaiman yang menjadi favorit saya. Tapi, jangan ditanya kenapa saya hanya memberikan 3 bintang saja.

Cerita ini dikemas dengan sangat unik, meski terinspirasi dari novel The Jungle Book dimana seorang anak dirawat oleh para binatang kemudian terbiasa dengan kehidupan di hutan. Dalam cerita ini pun, Bod - nama aslinya Nobody Owen - seorang anak yang memiliki keistimewaan. Ketika malam-malam mencekam dimana seorang lelaki membunuh keluarganya, dia berhasil melarikan diri tanpa bisa dibayangkan dalam dunia nyata.

Saat itu, Bod memang masih mulai merangkak, dia masih sangat kecil ketika diburu oleh seorang lelaki. Dan saat pembunuh tersebut mengincar Bod, ternyata dia selamat! Namun, Mrs. Owen yang menemukannya ternyata adalah sosok hantu. Mereka tinggal di pemakaman yang terkenal, dekat dengan rumah Bod. Setelahnya, bisa ditebak memang, Bod dirawat oleh para hantu di sana. Namun, bagaimana cara memberi Bod makan? Inilah ciri khas ketidak-logis-an karya Gaiman yang selalu mengobrak-abrik logika saya, ahahaha.

Salah satu hantu terkenal di sana bernama Silas. Dialah sosok penjaga bagi Bod yang senantiasa mengajarkannya banyak hal. Bahkan Silas juga mengajari Bod membaca, cara merawat dirinya dan segala hal yang bisa membuat Bod tetap hidup. Satu yang tidak boleh dilanggar oleh Bod, dia tidak diperkenankan keluar dari pemakaman. Keistimewaan Bod tak hanya menyelamatkannya dari ancaman pembunuh. Tapi, dia juga bisa menyelinap hingga tampak tak kasat oleh mata manusia lainnya.

Ini pernah terjadi ketika seorang anak perempuan bermain bersama Bod. Kemudian diajak mengunjungi tempat-tempat yang bahkan Bod sendiri belum pernah kunjungi, masih di lingkungan pemakaman. Akibatnya, orangtua anak perempuan tersebut mencarinya kemudian meminta bantuan polisi. Berkat keahliannya menyelinap, Bod tetap seperti teman khayalan bagi anak perempuan tersebut.

Jika cerita ini diperuntukkan bagi anak-anak, mungkin sebaiknya diberikan bagi anak yang bukan penakut. Karena, saya saja yang membaca buku ini sempat berdecak kagum. Karena unsur mistik dan misterinya sangat kuat, meski tokoh di dalamnya adalah seorang anak-anak. Berbeda dari serial Ghoosebump, yang ketika saya baca lagi saat ini, sedikit memudar rasa terancamnya. Sementara itu, ketika mencapai klimaks ketika Bod berada dalam masalah, saya pun merasakan kepanikan.

Karya Gaiman memang tidak diragukan lagi. Dia bukan penulis asal-asalan, dirinya punya keunikan dan ciri khas yang kuat. Serta pengemasan cerita yang unik, meski kalau dilihat secara garis besar, cerita-cerita dengan tema tersebut sudah pernah diangkat.



7. Press Play


Press Play



Judul : Press Play || Penulis : Veronica Latifiane || Halaman : 220 || Terbit : Februari 2016 || Versi : Buku Fisik || Bahasa : Indonesia || Penerbit : Grasindo || ISBN : 9786023753383 || Rating : 2/5



Tidak ada keanehan dalam buku ini. Bisa diselesaikan dalam satu kali duduk. Tema cerita yang ringan. Kisah percintaan yang sering kita dapati. Juga alur cerita yang lumayan cepat, tapi dikemas dengan baik sehingga tidak terasa seperti ingin cepat selesai. Sayangnya, tokoh cerita di dalamnya tidak kuat. Saya bisa mendengar suara tokoh perempuan ketika membaca dialog dari tokoh lelaki, begitu sebaliknya. Seolah semuanya melebur menjadi satu.

Tentang kisah seorang mahasiswi Psikolog yang sering dijadikan tong curhat oleh kawan-kawannya. Kemudian memulai kegemarannya tersebut menjadi sebuah video yang kemudian diunggah di Youtube. Betul, perempuan bernama Salma ini merupakan seorang Vlogger. Dia membahas kisah cinta orang lain yang mengirimkan email kepadanya, disertai beberapa tips dan nasihat.

Hingga suatu ketika, datanglah sebuah ajakan dari kawan lamanya. Serta pasien baru yang meminta bantuan agar bisa Move On. Salma tidak pernah punya pacar apalagi pacaran, sejak dia merasakan pengkhianatan cinta. Heh? Gimana bisa dikhianati kalau pacaran aja belum pernah? Hayooo.

Kemudian pasien barunya inilah yang menarik banyak viewers, banyak para fansnya yang penasaran dengan sosok pasien ini. Hingga suatu ketika Salma berada dalam masalah. Justru dialah sosok yang menjadi pasien untuk dirinya sendiri. Dan bukan hal yang mudah, karena dokter saja butuh bantuan dokter lain untuk mengobati sakitnya, apalagi Salma yang akhirnya membutuhkan bantuan orang lain untuk menyelesaikan apa yang sudah dia mulai.

Yang membuat saya gregetan dan akhirnya patah hati adalah sosok Salma. Entah kenapa saya tidak sabaran ingin menyelesaikan buku ini secepatnya ketika berhenti pada satu titik dimana Salma terlalu lemah. Bagi saya, ini sesuatu yang melelahkan jika mengikuti kelemahan sosok karakter di dalam buku. Huhhuhu, soalnya saya jadi gedeg sendiri dan berharap akan diberikan twist yang membuat saya kembali bersemangat. Nyatanya, tidak. Hingga cerita berakhir.



***


Cukup menyenangkan rupanya, membuat mini review sampai 7 buku seperti ini. Setelah sebelumnya saya sempat menuliskan juga tapi hanya 3 buku. Kebetulan saat ini saya tengah membaca buku Malaikat Jatuh karya Clara Ng. Jika kondisinya saya mulai kendor lagi semangatnya untuk menuliskan ulasannya secara penuh, mungkin saya akan kembali menulis mini review tahap selanjutnya.



Happy Reading, ya!