Midnight for Charlie Bone

December 21, 2016

Charlie merasakan jemari bak cakar mencengkeram bahunya. Nenek Bone membungkuk di atasnya. "Katakan apa yang kau dengar," desak Nenek Bone. "Suara-suara," kata Charlie. "Rasanya seperti berasal dari foto ini."


Akibat bakat ajaibnya, Charlie dikirim ke sekolah asrama Bloor's Academy ketuka berusia sepuluh tahun. Sekolah itu berisi ratusan murid yang sepuluh di antaranya adalah anak-anak berbakat ajaib, seperti Billy yang bisa berbicara kepada binatang dan Gabriel yang bisa mendeteksi perasaan pemilik benda yang disentuhnya.

Di Bloor's Academy yang penuh misteri, Charlie menyelidiki hilangnya Emma, seorang anak perempuan yang diduga telah dihipnotis oleh Manfred Bloor, anak kepala sekolah. Bersama sahabat-sahabatnya, Benjamin dan Fidelio, Charlie berusaha mengungkapkannya. 


Kartu Tanda Buku

Judul : Midnight for Charlie Bone || Penulis : Jenny Nimmo || Halaman : 409 || Cetakan I, November 2010 || Diterbitkan oleh : Ufuk Publishing House || ISBN : 9786028801522 || LBABI : 1 || Rating : 🌟🌟🌟🌟


Kekuatan Charlie

Sama seperti yang sudah tertulis di paragraf awal, bahwa Charlie bisa mendengar suara yang berasal dari sebuah foto. Tidak hanya suara saja, tapi dia bisa mendengar percakapan yang terjadi antara seseorang yang memegang kamera dengan orang yang tengah difoto. 

Pada mulanya, Charlie merasa aneh ketika foto untuk hadiah ulang tahun Benjamin tertukar dengan sebuah foto seseorang yang menggendong bayi. Tanpa disangka, Charlie mendengar sebuah suara yang berasal dari dalam foto tersebut, suara perempuan juga suara lelaki. Awal mulanya, Charlie berpikir bahwa dia sedang bermimpi. Tapi, suara-suara itu justru membuatnya tak dapat mendengarkan apa yang dibicarakan oleh orang lain.

Juga, ketika Charlie melihat sebuah surat kabar yang memuat foto seorang anak bertampang licik. Dalam surat kabar itu, terdengar percakapan yang membuat Charlie ketakutan. Namun, sayangnya, tidak hanya bisa mendengar suara dari dalam foto tersebut, tapi wajah Charlie juga ikut muncul di dalam benak orang yang ada di dalam foto tersebut.

Hal ini pernah dipraktekkan oleh Charlie ketika dia mencoba menatap dan mendengarkan foto yang memuat gambar Benjamin dengan anjingnya. Keesokan harinya, Benjamin mengakui bahwa memang benar, tiba-tiba saja wajah Charlie muncul di atas yogurt yang akan menjadi santapan makan malamnya. Dan itu membuat Benjamin muntah.


Kekuatan Paton

Paton adalah pamannya Charlie yang dikenal aneh. Dia tidak pernah bepergian ketika siang hari, tapi setiap malam telah larut barulah dia keluar rumah. Kegemarannya adalah mengurung dirinya di kamar. Paman Paton hanya makan pada malam hari ketika semua orang telah tertidur.

Meski begitu, keanehan Paman Paton tidak membuat Charlie penasaran hingga suatu ketika, dia memutuskan untuk mengikuti pamannya itu. Karena dia ingin tahu, apa sih kehebatan yang dimiliki Paman Paton?

Ternyata, setiap kali berjalan pada malam hari, paman Paton sering berhenti di bawah lampu penerangan jalan. Yang kemudian tiba-tiba akan meledak, menjadi puing-puing kecil warna-warni, membuat Charlie terkagum-kagum melihatnya. Seperti pergelaran kembang api.

Walaupun tampak senang mengurung diri di kamar, paman Paton sebenarnya suka sekali membaca. Dia memiliki pengetahuan yang memang benar-benar luas. Itu karena setiap hari dia habiskan untuk membaca, kemudian dia juga tengah menulis sebuah buku.

Kamarnya sangat berantakan, berlembar-lembar kertas menutupi seluruh ruang kamarnya hingga ketika Charlie tengah meminta bantuan padanya, dia bingung harus berdiri dimana. 

Dalam bab-bab menjelang akhir, kita bisa melihat kehebatan lainnya dari amarah paman Paton yang menggelegar hingga membuat sang musuh menuruti apa yang dimaunya. Bahkan kerusakan yang diakibatkannya menjadi seperti, seolah-olah tempat tersebut tengah terkena ledakan bom. Bisa dibayangkan, bagaimana dahsyatnya keistimewaan paman Paton.


Kekuatan Mafred

Banyak orang yang takut padanya, karena keahaliannya dalam menghipnotis orang lain. Hingga mereka mengikuti apa yang dia mau atau bahkan hipnotisnya membuat orang tersebut hilang ingatan. Ini yang membuat banyak orang tidak ingin mencari keributan dengan Mafred.

Setiap kali bertemu anak ini, orang-orang akan menunduk, takut menatap matanya yang bisa seketika berwarna hitam kelam seperti gelapnya malam. Kemudian membawa pikiran kita berkelana tanpa sadar, tanpa tahu apa yang terjadi di dunia nyata.

Seperti Charlie yang pernah terkena hipnotis oleh Mafred, itu karena Charlie juga pernah mencuri dengar dari gambar surat kabar yang membuat Mafred bisa mengenalinya. Setelah dihipnotis, Charlie merasa seperti diputar-putar ke dalam sebuah hutan, kemudian masuk ke jurang. Tidak lama kemudian dia terbangun di bawah lampu jalanan, dekat dengan Benjamin yang khawatir padanya.

Benar saja, ketika dia diajak berbincang ada keanehan yang terjadi pada Charlie dan membuat Benjamin ketakutan. Karena Charlie mendadak seperti orang yang aneh. Dan kekuatan ini juga yang digunakan Manfred untuk 'menidurkan' Emma agar tidak 'tersadar' dengan apa yang telah terjadi.


Sekolah Tua Bloor's Academy

Mungkin akan ada banyak pembaca yang menganggap bahwa cerita ini mirip dengan kisah Harry Potter. Sebagai orang yang bukan potterhead, karena saya bahkan belum pernah membaca novelnya, hanya menonton dari film-film serial Harry Potter. Saya tetap memberikan porsi yang berbeda antara Harry Potter dengan Charlie Bone.

Meski keduanya memiliki kekuatan sihir dan sekolah di asrama tua. Tapi, bagi saya, mereka tinggal di dunia yang berbeda. Sama seperti saya menempatkan dunia Narnia dengan dunia Lord of The Ring. Beda dunia. Jadi, selama membaca ini saya tidak ada kendala apalagi membanding-bandingkan dengana cerita Harry.

Sekolah tua Bloor's Academy sendiri letaknya memang dekat dengan kota. Tidak begitu jauh sama sekali, bahkan ketika Charlie dijemput Ibunya, mereka bisa menempuhnya dengan berjalan kaki. Jadi, bukan di tempat yang antah berantah. Hanya saja, orang-orang di sekitarnya hanya mengetahui kalau sekolah Bloor merupakan sekolah untuk anak-anak jenius saja.

Bangunannya memang merupakan bangunan tua, bahkan ada beberapa reruntuhan yang berada di dalam komplek sekolah tersebut. Tapi, Charlie dan anak-anak di sekolah tersebut, hanya menetap di sana selama 5 hari dalam sepekan. Setiap Sabtu dan Ahad mereka akan menikmati waktu mereka di rumah.

Kecuali, bagi anak-anak yang terkena detensi akibat melanggar peraturan. Karena, di minggu pertamanya, Charlie sudah mendapat detensi dari Manfred, sehingga dia hanya boleh pulang ketika hari Ahad. Bersama dengan Olivia dan Billy, Charlie menghabiskan waktunya mengisi soal-soal di ruang Raja Merah.


Siapa itu Raja Merah?


Konon, Raja Merah itu merupakan orang asli dari Afrika. Dia menikah dan memiliki 10 orang anak. Ketika melahirkan anak yang ke sepuluh, sang permaisuri meninggal dunia. Kesedihan berkecamuk di dalam hati Raja Merah yang membuatnya sering berjalan-jalan ke hutan yang letaknya dekat dengan istana.

Suatu ketika, dirinya asik berjalan jauh, sampai ketika dia kembali ke istananya, di sana didapati anak-anaknya tengah berperang. Raja Merah sendiri memiliki banyak keistimewaan yang kemudian menurun ke semua anak-anaknya. Tapi ada beberapa anak yang memutuskan untuk melarikan diri dan bersembunyi.

Di sinilah, Charlie memutuskan untuk mencari tahu, siapa sih sebenarnya Raja Merah itu? Apa hubungannya dengan Charlie dan kepergian ayahnya?


Pendapat Pribadi

Pertimbangan kenapa buku ini saya beri 4 bintang, meski klimaknya justru terkesan tidak terasa. Tapi, baik dari alur cerita yang simple tapi juga tidak menyulitkan, kemudian karakter tokoh yang kuat, serta motivasi para tokoh yang kuat. Hingga klimaks yang terasa datar ini, bisa tertutupi dengan hal lainnya.

Selain itu, karakter-karakter dalam cerita Charlie, sangat kuat. Baik dari kejamnya Nenek Bone serta saudari-saudarinya. Benjamin yang kesepian dan hanya bergantung pada anjingnya. Sampai paman Paton, juga memiliki kekuatan dan diferensiasi dari tokoh lainnya.

Juga, setiap adegan dideskripsikan dengan sangat baik, sehingga pembaca dengan mudah bisa membangun imajinasi sendiri tentang sekolah Bloor dan bagaimana Bless si anjing. Juga, seperti apa toko buku Ingeldew.

  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Terima kasih sudah meninggalkan komentar. Mohon gunakan kalimat yang sopan. Link hidup akan otomatis terhapus.