Angels of Morning Star Club - Lim Se Hyuk

December 14, 2016

Angels of Morning Star Club

Berawal dari rasa penasaran saya yang menuntun saya untuk mencari tahu tentang buku ini. Dari blurb yang tertera, saya mengakui penasaran tentang para mantan narapidana yang dikisahkan di sini. Meski saya pikir ini novel terjemahan dari Cina, yang ternyata justru berasal dari Korea. Yang kemudian membawa imajinasi saya pada penggambaran para tokoh dengan mudah.

Ya, pastinya saya berpikir kalau Hwi Chan - toko utama dalam novel ini - akan diperankan oleh Ji Chang Wook jikalau diangkat ke drama seri atau film. Huhuhuhu, boleh dong ya saya berpikir demikian. Kenapa? Karena karakter Hwi Chan yang tidak banyak teman, sering lepas kontrol ketika emosi ini cocok dengan Ji Chang Wook yang pernah memerankan karakter yang hampir sama dengan Hwi Chan. Begitu...

Tapi, apa sih tema utama yang diangkat dalam novel ini? Melalui cerita Hwi Chan dan kawan-kawannya, kita sebagai pembaca diajak untuk melihat, bagaimana pandangan masyarakat terhadap pada mantan narapidana. Betul, stigma masyarakat di banyak negara, terkait orang-orang yang pernah melakukan tindak kejahatan. Terlepas dari mereka benar-benar menyesalinya atau justru masuk penjara karena tuduhan palsu pun hasilnya tetap sama.

Nah, dari pengalaman teman-teman di Morning Star Club inilah, kita belajar untuk memperbaiki sudut pandang kita sebagai sesama manusia, dengan memberi ruang untuk tidak memicing atau berprasangka terhadap para mantan narapidana. Walaupun bukan berarti kita langsung saja percaya 100% tanpa menyaringnya, tapi cukup dengan tidak melabeli mereka sebagai pendosa dunia akhirat, itu saja.



Kartu Tanda Buku

Judul : Angels of Morning Star Club || Penulis : Lim Se Hyuk || Halaman : 370 || Penerjemah : Dimitri Dairi || Penyunting : Novianita || Proofreader : Dini Novita Sari || Desain Sampul : Cokroid || Penerbit : Penerbit Haru || Cetakan Pertama, Maret 2015 || ISBN : 9786027742451 || Rating : 🌟🌟🌟 || Level : 1 (Buku Yang Selesai Dalam Waktu Singkat)




Hwi Chan hanya memiliki seorang Kakak perempuan yang merupakan satu-satunya keluarga yang dia miliki. Mereka tinggal berdua saja sejak kedua orangtua mereka pergi selamanya. Sang Kakak bekerja dengan giat demi adiknya yang sangat dia sayangi, jadi tidak heran kalau nanti kalian akan mendapati kedekatan keduanya menjadi sesuatu hal yang sangat mengharukan. Apalagi, sang Kakak ini karakternya mudah sekali terharu hingga akan kita dapati dirinya menangis karena hal-hal yang mungkin remeh atau juga hal besar.

Bagaimana ceritanya hingga Hwi Chan bisa masuk penjara? Berawal dari rasa penasarannya pada sosok perempuan cantik yang menghuni ruang apartemen persis di bawah ruang tempat tinggal Hwi Chan. Ketika pada mulanya dia merasakan debaran yang membuat rasa penasarannya membuncah, hingga akhirnya menguntit perempuan tersebut karena Hwi Chan tidak tahu harus berbuat apa. Namun, sayangnya, justru sang perempuan berpikir kalau Hwi Chan adalah orang jahat.

Hingga suatu ketika terdengar suara teriakan yang hanya didengar oleh Hwi Chan, sumber suara dari ruangan bawah tempat tinggal si perempuan cantik tersebut. Karena suara teriakannya terdengar kembali, akhirnya Hwi Chan memutuskan untuk memeriksa ada apa gerangan hingga perempuan cantik itu berteriak. Tak disangka-sangka, ternyata kamar apartemen si perempuan cantik tengah dimasuki perampok yang akhirnya berhasil melarikan diri.

Inilah senjata makan tuan bagi Hwi Chan, meski niatnya baik untuk menolong si perempuan cantik, tapi karena dia pingsan dan ketika polisi masuk yang terlihat hanya Hwi Chan seorang, akhirnya diputuskanlah bahwa Hwi Chan bersalah. Didukung pernyataan si perempuan cantik dengan tuduhan sebagai orang asing yang sering menguntitnya.

**

Di bagian penjara inilah kita sebagai pembaca disuguhi keadaan yang sangat berbeda dari apa yang kita pikirkan tentang penjara. Seperti suasana yang gelap, kegiatan yang itu-itu saja, serta banyak hal yang tidak kita duga atau juga ada beberapa yang sesuai dengan apa yang kita pikirkan.

Yang sesuai, seperti misalnya, ketika Hwi Chan baru masuk penjara dia diam saja ketika ditanya salah seorang tahanan lain. Karena di dalam hatinya, Hwi Chan merasa bahwa banyak orang yang sudah berlaku tak adil padanya. Dia tidak bersalah dan hatinya tetap keras untuk meneriakkan bahwa dia benar-benar tidak salah. Tapi, ini berimbas pada satu kejadian yaitu tahanan lain merasa tersinggung dengan diamnya Hwi Chan kemudian memukulinya dengan sangat kejam. Beruntung seorang Kakek yang lewat di depan ruang sel melerainya, hingga mereka menghentikan aksinya. Kakek tersebut juga sama, seorang tahanan di penjara tersebut.

Bagian yang unik adalah para anggota tahanan memiliki waktu sekitar satu jam untuk berolahraga, kemudian sisanya mereka akan bekerja. Mereka bekerja membuat barang-barang yang nantinya akan dijual dan mereka tetap diberi gaji yang sesuai untuk membeli keperluan mereka selama berada di penjara - dengan catatan barang yang dibeli bukan yang melanggar peraturan. Dari sinilah, justru Hwi Chan sudah terbiasa bekerja selama di penjara. Sudah terbiasa banting tulang dan memanfaatkan waktu dengan baik selama di penjara.

Di sana dia juga banyak mendengarkan nasihat sang Kakek yang dahulu pernah menolongnya. Tentang bagaimana untuk terus bersosialisasi dengan para tahanan lain alih-alih mengurung diri. Sang Kakek justru membantu Hwi Chan agar semangat menjalani aktivitas selama masa tahanan. Sehingga berangsur-angsur semangatnya muncul lagi dan satu hal yang menjadi kelebihannya, yaitu Hwi Chan gemar bersih-bersih. Dimana hasilnya membuat ruangan tampak sangat bersih.

Juga, semenjak itu, dirinya mulai banyak dikenal oleh para tahanan lain. Mereka akhirnya layaknya sahabat yang selalu ada saat suka maupun duka.

**

Sekarang, apa sih Morning Star Club itu? Berawal dari tiga orang paman-paman yang merupakan mantan narapidana, mereka memutuskan untuk menebus kesalahan dengan membentuk sebuah club yang memiliki tujuan untuk mengajak para mantan narapidana bekerja sosial. Mereka sudah terbiasa membantu tempat-tempat panti asuhan di lokasi yang jauh dari kota. Atau membantu mereparasi gereja yang sudah mulai banyak kerusakan. Sampai membantu panti jompo dengan memandikan kakek-kakek yang tinggal di sana.

Justru kegiatan mereka inilah yang banyak membantu tempat-tempat yang membutuhkan bantuan namun tidak memiliki dana yang cukup. Jangan salah, ketiga paman tersebut juga bekerja di hari-hari biasa. Sama seperti Hwi Chan yang juga bekerja sebagai penjaga toko.

Morning Star sendiri merujuk pada satu planet yang sering disebut sebagai Bintang Kejora yang selalu tampak sebagai penanda Matahari akan terbit. Planet Venus, demikianlah fakta bahwa sinar tersebut justru berasal dari sebuah planet bukan dari bintang.

"Kau pasti tahu kalau para pengelana zaman dulu itu selalu menunggu kehadiran Morning Star untuk menentukan arah jalan ketika tersesat di padang gurun, kan? Ketika sinar bulan redup sebelum matahari terbit, morning star-lah yang bersinar paling terang di langit malam. Jadi, tak peduli kejahatan yang telah kita lakukan, kita harus bisa menjadi orang-orang berguna seperti morning star tadi." ~ Hal 64

Jelas sudah, bahwa nama Morning Star sendiri bukan nama asal-asalan yang dibuat oleh ketiga paman yang akhirnya menjadi sahabat Hwi Chan ini. Nama tersebut memiliki makna tersendiri bagi kehidupan yang baru bagi orang-orang di Morning Star Club.

**

Meski pun novel ini berjumlah sekitar 300 halaman lebih, tapi isi di dalamnya sangat padat dan memiliki alur yang mudah dicerna sehingga kita tidak akan kesulitan menyelesaikan buku ini dalam waktu yang singkat. Terlebih ada banyak hal yang bisa kita dapat dari novel ini, bukan hanya sekadar stigma tapi proses yang mereka jalani serta beberapa syarat khusus yang diberikan oleh ketiga paman tersebut sebelum menerima anggota baru.

Belum lagi juga banyak hal-hal yang seru terkait pribadi para mantan narapidana ini. Meski, beberapa kali saya sedikit terganggu dengan terjemahan di beberapa kalimat yang rasanya kurang pas. Tapi, sejauh ini masih bisa diatasi atau tidak begitu mengganggu.

Buku ini saya masukkan dalam kategori Level 1, yaitu buku yang mudah dituntaskan dalam waktu singkat.

Oiya sekilas saja tentang Lim Se Hyuk, sang penulis novel ini, yang merupakan lulusan Sastra namun pernah mengawali karirnya sebagai seorang penulis berita. Menurutnya, "berita-berita yang menyentuh hati jauh lebih bernilai jika dibandingkan dengan berita-berita berat."

Dari sinilah akhirnya Se Hyuk menggabungkan pengalamannya berkutat mencari berita-berita berat dengan menambahkan unsur cinta dan harapan dalam setiap berita yang ditulisnya. Sampai saat ini dirinya masih menulis untuk berita di pagi hari dan malam hari ia menulis novel. Ia menikmati dua dunia itu dalam kehidupannya.





  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Terima kasih sudah meninggalkan komentar. Mohon gunakan kalimat yang sopan. Link hidup akan otomatis terhapus.