30 November 2016

Single Mom's Diary : Kisah Nyata Ibu Tunggal
Single Mom's diary

"Ibu broken home itu apa? Kita ini keluarga broken home, ya?" Pertanyaan ini terlempar dari sosok anak lelaki yang sudah duduk di bangku SMP. Dan hari itu dihabiskan oleh Mba Ujianti untuk menjelaskan apa itu broken home. Disertai diskusi tentang anak-anak dari keluarga broken home. 

Ada satu pandangan dari masyarakat umum tentang Single Mom serta anak-anaknya. Bahwasannya, anak-anak dari keluarga broken home akan menjadi anak yang bengal, berakhir di penjara, tidak memiliki prestasi serta kekurangan kasih sayang. Namun, Mba Ujianti beserta anak-anaknya membuktikan bahwa pandangan tersebut tidaklah benar.

Bahkan anak-anak dari keluarga utuh pun banyak yang berakhir menjadi pribadi yang negatif. Karena pendidikan itu tentang sosok orang tua yang dapat membuat anak-anak mereka memahami eksistensi mereka di dunia ini. Demikian juga pengalaman Mba Uji melewati kehidupan yang berbeda, kehidupan yang konon 'tidak normal', padahal tidak ada aturan baku tentang prosedur normal.

**

Anak broken home, itu hanya sebagian stigma yang diberikan pada Single Mom. Ada beberapa hal lain seperti pertanyaan-pertanyaan yang justru dapat mengorek luka lama. Misalnya, "kemana suamimu kok tumben jarang ngumpul?" Pada mulanya, Mba Uji dan keluarganya menyembunyikan kenyataan ini. Mereka berusaha mengarang cerita tentang keberadaan sang suami. Meski kemudian lambat laun, hal ini membuat beban yang teramat besar bagi Mba Uji pribadi.

Terlebih, sebagai seorang anak, Mba Uji sadar betul bahwa perceraiannya merupakan aib bagi keluarganya. Beban ini pula yang harus ditanggung olehnya, karena bagaimana pun keputusan perceraian justru merupakan jalan keluar yang lebih baik ketimbang terus mempertahankan bahtera rumah tangga yang sudah tidak sehat lagi. Namun, pilihan akhir ini telah melewati banyak pertimbangan, bukan sekadar keputusan sesaat.

Setelah Mba Uji memutuskan untuk tetap berpendirian teguh dengan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, mulailah satu ekspresi yang terus menerus dihujani padanya. Yaitu kenyataan bahwa kebanyakan orang akan melabeli seorang Ibu Tunggal dengan label "Sosok yang patut dikasihani". Menurutnya, label inilah yang membuat banyak Single Mom akhirnya mengkerdilkan sang Ibu untuk bertahan dan menjadi sukses.

**

Masih teringat ketika saya pribadi, berbincang dengan salah seorang Ibu di depan sekolah. Awalnya saya tidak menanyakan apa-apa, hingga kemudian seorang Ibu lain menanyakan perihal Bapak si anak yang sedang ada di dalam sekolah. Dengan senyum manis, si Ibu yang ditanya ini menjawab, bahwa dirinya sudah bercerai dan merupakan sosok Single Mom. Seperti biasa, reaksi yang kerap terjadi ketika seseorang mengemukakan jawaban yang sebenarnya, perbincangan saat itu akhirnya selesai tanpa tahu bagaimana akhirnya.

Saya yang selalu merasa nyaman menjadi pendengar, akhirnya berusaha untuk melanjutkan perbincangan. Kami membahas apa saja, kesukaan si anak, cita-cita yang sering dikisahkan. Hingga kemudian dia bercerita dengan sendirinya. Kekalutan ketika awal-awal masa perceraian, persis seperti yang Mba Uji alami. Dia mengalami kebingungan untuk menjelaskan pada anak-anaknya. Hingga kemudian dia sendiri merasa kebingungan, karena pekerjaannya yang menuntutnya untuk menyediakan waktu di kantor lebih banyak daripada di rumah.

Sampai keputusan itu dibuat. Anak pertamanya, harus diasuh oleh Kakaknya yang berada di Tasikmalaya. Itu berarti dia harus berjarak dengan anaknya. Ini pun demi kebaikan si anak, karena sang Ibu tak dapat membagi waktunya untuk pekerjaan. Dimana pekerjaan inilah satu-satunya cara untuk membiayai kedua anaknya. Bahkan anak keduanya, diasuh oleh Adiknya di Bekasi. Mereka tetap tinggal satu rumah, tapi karena banyak hal yang harus dipikirkan, akhirnya diputuskan bahwa Sang Ibu harus kost di Jakarta Barat. Demi mengirit pengeluaran ongkos.

**

Perjuangan yang dialami oleh teman saya tersebut, juga dialami oleh Mba Uji dan banyak perempuan para Single Mom di banyak tempat. Mereka harus rela mengorbankan waktu mereka yang biasanya penuh untuk anak-anak, atau bahkan harus berpisah dengan anak-anak mereka, demi satu : Kesejahteraan si Anak itu sendiri. Tidak terbayangkan bagaimana beratnya tinggal berjauhan dengan anak, sementara di kehidupan sebelumnya mereka sudah terbiasa 24 jam berasama sang Ibu.

Kerja keras, memang sebenarnya berlaku untuk semua orang, tidak hanya Single Mom. Tapi, porsi para single Mom ini lebih banyak karena mereka harus menjadi sosok pencari nafkah dan juga sosok Ibu bagi anak-anak. Bagaimana kerasnya juga perjuangan Mba Uji untuk tetap merekatkan bonding dengan anak-anaknya. Bagaimana kemudian dia berusaha juga untuk terus menjadikan sang anak terbuka dan terbiasa bercerita dengannya.

Semua tidak didapat dengan mudah. Mba Uji sendiri harus melalui beberapa proses. Salah satunya melewati tahapan ketika sang anak mulai menunjukkan kebutuhan yang lebih banyak, bagaimana dia menyikapinya. Bagaimana dia meminta bantuan dari para keluarganya dan orang-orang terdekat, serta bagaimana dia menjelaskan pada sang anak posisi dan kondisi mereka.

**

Allah tidak memberi ujian kehidupan yang berlebihan pada sang makhluk. 

Coba kita rehat sejenak, pikirkan kembali dan ingat-ingat lagi, apa saja kemudahan yang sebenarnya sudah diberikan berkali-kali bahkan beribu kali dari Yang Maha Pencipta. Bagi saya, kemudahan yang dialami oleh mba Uji, pun sama, sebagai bentuk kasih sayang Yang Maha Pengasih dan Penyayang, kepada umatnya. Bagaimana kemudian kedua adik mba Uji menjadi figur 'Ayah' bagi kedua anaknya.

Betapa kedua adiknya ini benar-benar menyumbangkan peran yang sangat besar dalam kehidupan anak-anak mba Uji. Belum lagi keluarganya yang selalu memberikan support pada mba Uji, tetap memberi peluang mba Uji untuk berkuliah lagi demi pendidikan yang bisa menunjang karirnya. Apakah ini berarti Mba Uji tak peduli dengan anaknya? Lebih peduli karirnya?


Tidak, karena dari perjuangannya melanjutkan kuliah lagi di pulau yang berbeda dengan tempat tinggal anak-anaknya. Justru ini yang membawa kemapanan bagi keluarga kecil mereka. Terkadang memang kita harus mengorbankan banyak hal, energi serta waktu hanya untuk memperjuangkan masa depan anak-anak agar mendapat hal yang lebih baik.

Bisa terbayangkan bukan? Bagaimana kesibukan serta perjuangan mereka. Bahkan mereka sendiri pun harus berjuang mengendalikan diri mereka sendiri.

**

Apakah buku ini hanya untuk perempuan yang bercerai saja? Pertanyaannya, sudah siapkan Anda (perempuan dan seorang Ibu) ketika menghadapi satu hal, yaitu perpisahan karena kematian. Sementara Anda sebelumnya seorang Ibu rumah tangga yang tak pernah lepas dari anak. Sudah siapkah diri kita untuk segera berdiri dan berusaha lebih keras lagi demi kehidupan yang lebih baik?

Buku ini bukan hanya untuk para Single Mom saja. Karena bagi Anda yang bukan Single Mom, buku ini juga sebagai bentuk pencerahan, bagaimana bersikap yang baik ketika berhadapan dengan Ibu Tunggal. Apa saja yang boleh ditanyakan atau apa saja yang sebaiknya jangan diucapkan. Karena seringnya 'kebiasaan' masyarakat pada umumnya, meski menyakiti perasaan Ibu Tunggal, namun tidak membawa rasa bersalah bagi orang yang berbuat tersebut.

Ini semacam kebenaran yang menyakitkan. Karena mau tak mau akhirnya para Ibu Tunggal ini berusaha untuk defensif, melindungi diri dan hati mereka demi keseimbangan kewarasan. Hei, come on! Kalian pikir itu mudah, menjaga kewarasan, sementara di sekitar banyak orang menggunjing atau melabeli dengan hal yang kurang sesuai? 

Jadi, mempelajari tetang Ibu Tunggal bukan berarti harus mengalaminya dulu baru bisa berempati. Tapi, kita bisa berempati dengan menghargai mereka, usaha mereka dan perjuangan mereka.

Selain itu, saya jadi teringat dengan komentar mba Mugniar, bahwa membaca Single Mom's Diary, juga sebagai bentuk 'persiapan' ketika suatu saat, takdir yang belum kita tahu, ternyata membawa kita pada perpisahan oleh kematian. Hingga kita sebagai perempuan harus dihadapi kehidupan yang tidak seperti biasanya, bersama anak-anak.

Sama seperti perumpamaan, SEDIA PAYUNG SEBELUM HUJAN. Membaca buku ini seperti, mempersiapkan kiranya apa saja yang biasanya dialami pada masa-masa awal sebuah perpisahan. Dan bagaimana cara mengatasinya.


Single Mom's Diary : Kisah Nyata Ibu Tunggal


**

Berikut ini saya sertakan juga, hal apa saja yang seringnya menjadi problem terbesar yang dihadapi oleh para Ibu Tunggal yang baru saja mengalami perpisahan.


1. Safety Net

Jika sebelumnya sang Ibu merupakan sosok yang senantiasa berada di rumah dimana pendapatan berasal 100% dari nafkah suami. Maka, hal yang harus diperhatikan adalah apa yang harus dilakukan ketika nafkah suami tak lagi didapat. Ini seringnya yang menjadi penyebab utama stress dan depresi bagi para perempuan. 

Jangan pernah menganggap remeh hal ini. Karena seperti yang kita ketahui, perempuan yang akhirnya depresi bisa melakukan banyak tindak kriminal yang tidak diharapkan. Oleh karena itu, pahami sekali lagi, apa yang akan dilakukan jika tidak mendapat nafkah lagi dari suami, apa yang harus dikerjakan atau usaha apa yang harus dilakukan.


2. Belajar Meminta Bantuan

Jika sebelumnya perihal memperbaiki hal-hal yang rusak di dalam rumah dikerjakan oleh sosok Ayah atau suami. Maka sudah saatnya untuk belajar meminta bantuan dari orang-orang di sekitar yang bisa dimintai tolong. Juga belajar meminta bantuan, terkait pengasuhan anak ketika sedang atau harus bekerja.

Seperti mba Uji yang meminta bantuan mahasiswinya yang memang mencari tambahan pendapatan, mahasiswi tersebutlah yang menggantikan pengawasan bagi anak-anaknya ketika Mba Uji tengah bekerja. 

Ingat, kita makhluk sosial yang juga butuh bantuan orang lain. Tapi, yang harus diperhatikan adalah temui orang yang tepat untuk dimintai bantuan.


3. Terima dan Akui

Ini sama saja dengan "JANGAN DENIAL" dengan keadaan yang sebenarnya. Alih-alih berusaha mengasingkan rasa sakit, kenapa tidak rasakan saja rasa sakit itu dengan kesadaran penuh. Terima bahwa kita makhluk yang lemah, yang bahkan harus meminta bantuan orang lain. Yang merasa sakit dengan sindiran halus dari orang lain.

Terima saja dan akui, bahwa semua yang terjadi itu nyata. Karena ketika Anda berusaha untuk mengabaikannya, ini akan menjadi jurang yang membuat Anda kesulitan.



4. Momen Pembelajaran

Kehidupan yang kita jalani pada dasarnya merupakan pembelajaran yang akan kita dapat melalui trial dan eror. Tapi, terkadang kesulitan yang pernah dihadapi, juga bisa menjadi pembelajaran berharga bagi orang lain. Dengan memahami kehidupan dan kesadaran bahwa Sang Maha Pencipta selalu memiliki alasan kenapa kita diberikan hal ini dan itu.

Dengan menyadari hal sekecil ini, maka segala hal rumit akan bisa dihadapi dengan baik. Karena hidup itu merupakan proses pembelajaran.


5. Kesehatan Mental Itu Penting


Mba Uji mengingatkan bahwa penting jika seorang Ibu mengalami rasa putus asa yang berkepanjangan dan meminta bantuan dari psikolog. Jangan diabaikan dan jangan merasa malu untuk meminta bantuan dari sang ahli. Karena kesehatan mental seorang Ibu akan berpengaruh juga dengan kebahagiaan sang anak.

Bagaimana mungkin anak-anak akan bahagia dan bersemangat serta kuat menghadapi kehidupan kalau sang Ibu justru tidak bahagia dan bahkan berputus asa terhadap hidup. Jadi, mintalah bantuan dari sang ahli, jangan malu untuk mengakui kalau kita butuh bantuan orang lain.

Jangan malu apalagi mengabaikan rasa putus asa yang berkepanjangan hingga akhirnya depresi kemudian melakuakan hal yang buruk.


**

Rasa lelah kerap kali menyerang banyak para Ibu, lelah fisik, lelah pikiran serta lelah jiwa. Dan ini bisa mengakibatkan sosok Ibu menjadi tidak toleran terhadap anak-anak. Bisa jadi, karena hal kecil saja, perbuatan anak-anak, bisa membuat Ibu mengomel sepanjang hari. Dan stress yang dialami sang Ibu bisa menular ke anak-anak sehingga mengalami stress massal.

Hal yang harus dipahami adalah kita manusia yang tidak bisa mengerjakan semua dalam satu waktu. Pahami lagi mana tugas yang urgent, pahami kembali bahwa anak-anak akan bahagia jika sang Ibu bahagia. Juga anak-anak akan bahagia jika mereka memahami bahwa keberadaan mereka juga membuat sang Ibu bahagia.


**

Jadi, sudah tepatkah perilaku kita selama ini ketika berhadapan dengan Single Mom? Sudahkah kita menjadi teman yang baik bagi banyak orang? Saya? Masih dalam proses belajar untuk menjadi teman yang baik.


Semoga tulisan ini bermanfaat bagi pembaca.


Terima kasih

29 November 2016

The Legend of Sleepy Hollow

"Di bagian kali yang dalam dan gelap tidak jauh dari gereja, terdapat sisa-sisa sebuah jembatan kayu, jalan menuju ke sana dan jembatan itu sendiri, dinaungi pepohonan lebat yang menghadirkan kesan muram bahkan pada siang hari dan angker pada malam hari. Itulah tempat kesukaan sang Penunggang Kuda Tanpa Kepala, dan di sanalah dia paling kerap terlihat." ~ Hal 39


Kalimat di atas saya kutip dari cerpen karya Washington Irving, berjudul The Legend of Sleepy Hollow. Sesuai dengan namanya, The Legend, kisah ini benar-benar melegenda hingga dibuat film dan serial televisi berulang kali. Meski pun, lebih banyak cerita-cerita tersebut dimodifikasi, tapi tetap tidak mengubah satu hal yang menjadi ciri khas The Legend of Sleepy Hollow yaitu Penunggang Kuda Tanpa Kepala.

Judul cerpen ini juga mewakili beberapa cerpen di dalam buku ini, untuk menonjolkan kesan bagi para calon pembaca, bahwa buku ini berisi tulisan-tulisan yang sedikit menggoyahkan logika. Karena berisi cerita-cerita horor sepanjang masa. Bahkan, konon, dari kata pengantar menyebutkan ada dua cerita yang sudah pernah diangkat ke layar lebar.


Kartu Tanda Buku

Judul : The Legend of Sleepy Hollow and Other Horror Series || Penulis : Washington Irving, Dkk || Halaman : 311 || Cetakan : 1, November 2015 || Penerbit : Qanita || ISBN : 9786021637937



Sleepy Hollow


Merupakan sebuah tempat yang dekat dengan lembah hijau nan asri. Dimana letaknya hampir berdekatan dengan Tarry Town.  Selain terdapat selarik kecil sungai serta siulan burung-burung yang menjadi satu-satunya bebunyian di tempat tersebut. Sleepy Hollow tetap memiliki keunikan tersendiri, karena penduduk yang tinggal di tempat tersebut merupakan keturunan langsung para pendatang dari Belanda. 

Nuansa yang sedikit 'dark' memang senantiasa menggelayuti tempat tersebut, seakan tengah berada dalam kutukan. Di tempat tersebut, hal yang paling biasa dilakukan oleh para penduduknya adalah mengisahkan cerita horor. 

Dan arwah terkuat yang menghantui daerah angker tersebut serta menguasai semua kekuatan yang melingkupi udara lembah adalah sosok prajurit berkuda tanpa kepala. Konon dia adalah hantu dari seorang prajurit Hessia yang kepalanya hancur dihantam peluru meriam.

Kebayangkan, bagaimana kondisi kepala yang hancur dihantam peluru meriam. Karena bentuk meriamnya saja besar, seperti yang berada di museum Fatahilah. Belum lagi pelurunya yang berbentuk bulat, sering saya saksikan di beberapa film, dengan ukuran yang lumayan sebesar bola sepak. Jadi, keberadaan si hantu prajurit ini cukup tersohor sehingga membuat banyak orang sering menceritakannya.

Kisah di dalam cerpen ini memang tidak begitu menakutkan, karena lebih banyak porsi Ichabod Crane seorang pendatang yang menjadi guru di sana. Suaranya yang merdu tersohor ke seluruh penjuru Sleepy Hollow sehingga dia sangat terkenal dan disegani. Dia memiliki banyak murid-murid yang merupakan anak-anak dari penduduk Sleepy Hollow. Kedudukannya bahkan hanya bisa disejajari oleh pendeta di daerah tersebut.

Jadi, alih-alih kita merasakan cerita yang sangat mencekam, justru kita akan menyelami kehidupan Ichabod yang lama kelamaan merasa jatuh cinta pada seorang wanita. Tapi, meski begitu, saya benar-benar terkejut dengan keahlian Irving mengemas cerita ini hingga menjadi tersohor dan senantiasa dijadikan judul film atau serial televisi. Dan juga, twist dari kisah horor ini yang akan membuat pembaca akan menganggap kisah ini benar-benar membuat pembaca kalah telak jika mencoba-coba untuk menebak-nebak akhirnya.


The Fall of The House of Usher


Saya sudah pernah membagikan sedikit kisah dari cerpen ini di twitter dengan menggunakan tagar #thelegendofsleepyhollow. Dimana memang cerita yang merupakan karya dari Edgar Allan Poe ini menjadi favorit saya. Entah kenapa, Poe senantiasa pandai memainkan emosi pembaca melalui sisi kelam para tokoh-tokohnya.

Alih-alih menyediakan hantu dengan tampang menyeramkan, justru sisi gelap manusia itulah yang menjadi momok yang lebih menakutkan dari pada kehadiran sosok hantu. Bagaimana rasanya mengalami kenyataan bahwa cerita yang tengah dibaca justru menjadi kenyataan. Kalau itu cerita bagus mungkin kita tidak akan berkomentar dan justru akan merasa senang.

Namun, bagaimana kalau cerita dari buku terkenal yang dibaca dengan niat membantu meringankan beban seorang sahabat, justru berakhir sungguh menyedihkan dan menakutkan. Seperti yang dialami oleh tokoh utama dalam cerita ini yang berusaha membantu sahabatnya mengatasi masa-masa kelam dalam hidupnya.

Coba bayangkan, niat baik kita untuk menemani sahabat kita, di sebuah rumah yang sangat - sangat besar, seperti sebuah kastil, namun memiliki ukiran dan hiasan yang sarat dengan kesan kuno. Hingga tampaknya seolah-olah rumah tersebut menjadi penyebab para penghuninya dilanda penyakit yang bahkan tidak terdeteksi oleh ilmu kedokteran.

Bagaimana? Apakah pembaca akan bertahan jika dihadapi dengan kenyataan seperti tokoh utama dalam cerita ini yang merupakan sahabat dari Roderick Usher? Kalau saya pribadi, bahkan ketika membacanya ada rasa mencekam yang membuat saya membayangkan seolah-olah saya berada di tempat tersebut. Mungkin daya imajinasi saya terlalu berlebihan, namun, sungguh ketika momen si tokoh utama ini membacakan cerita untuk Rod, merupakan bagian yang paling-paling menegangkan dalam cerpen ini.

Tapi yang lebih menegangkan dan sekaligus seru adalah apa yang terjadi ketika cerita tersebut dibacakan. 



The Turn of The Screw

Cerpen yang ditulis oleh Henry James ini juga pernah diangkat ke layar lebar. Meski saya belum pernah menontonnya, tapi konsep dari cerita ini sudah sering dipakai banyak film-film yang bergenre horor. Tapi, jangan salah, bukan James yang mengikuti film-film tersebut. Karena cerpen-cerpen dalam buku ini merupakan HASIL KARYA DARI ABAD KE - 18. Jadi, bisa ditebak, siapa yang terinspirasi dari siapa.

Betul, lebih sering karya-karya pada abad ke-18 ini menjadi inspirasi untuk buku atau film di masa saat ini. Sebut saja sebagai contohnya buku dari H.G Wells yang justru sering menginspirasi film-film bertema alien. Pun sama nasibnya dengan cerpen James yang berkisah tentang seorang perempuan muda yang menjadi guru untuk dua orang anak yang sangat ramah dan manis.

Dua anak yang sangat cantik dan tampan, keduanya menyayangi guru mereka yang cantik. Keduanya tinggal di sebuah tempat yang khas sekali dengan gaya abad 18. Yaitu rumah dengan menara-menara tinggi, dengan ruangan-ruangan luas yang terkadang hanya digunakan sesekali saja. Dengan bagian-bagian rumah yang terkadang tidak banyak diketahui fungsinya oleh penghuni rumah tersebut.

Namun, itu tetap saja sebuah rumah, tempat tinggal kedua anak manis. Juga beberapa pelayan yang bekerja dengan setia di tempat tersebut. 

Sosok perempuan muda ini, cukup membuat semua penghuni rumah merasa senang. Namun, hal yang aneh terjadi, ketika tuan muda didepak dari sekolahnya. Dengan tuduhan yang tidak begitu jelas. Dan tampaknya tuan muda kecil ini tidak seperti anak-anak nakal. Wajahnya memancarkan aura anak yang baik dan ramah, lantas mengapa pihak sekolah begitu gegabah mengeluarkannya?

Sebelum semua terlihat mencurigakan, sosok lelaki yang aneh muncul beberapa kali mengganggu perempuan muda yang diberi tanggung jawab untuk mendidik dua anak tersebut. Sosok lelaki yang kalau ciri-ciri fisiknya sesuai, berarti dia sudah meninggal cukup lama. Namun, perempuan muda itu tidak begitu yakin, bagaimana mungkin ada sosok hantu yang muncul di siang hari?

Tapi, ternyata, kejadian ketika mereka baru saja keluar dari gereja membuat semua tercengang dan tidak habis pikir. Lirikan gadis kecil - anak didiknya - seolah ingin memastikan bagaimana ekspresinya ketika melihat sosok yang membuat logikanya seketika hancur berantakan. 

Dan ini kisah tentang penyelamatan dua orang anak oleh sang guru yang sangat mencintai dan menyayangi mereka. Kalau pembaca membaca dengan seksama, pasti menemukan banyak kemiripan dengan film-film terkenal yang pernah tayang di bioskop.


***

Membaca buku bergenre horor memang membawa kesan tersendiri bagi saya. Ada yang menganggap kalau cerita-cerita horor hanya sekadar menakut-nakuti. Ada juga yang beranggapan kalau cerita horor ini bagus untuk memicu adrenalin.

Tapi, bagi saya kisah horor dari hasil tulisan karya penulis-penulis tersohor dan legendaris dari abad silam, membawa rasa penasaran yang begitu besar pada saya. Karena saya seakan bisa merasakan kelamnya masa-masa ketika perang dunia sehingga membawa sisi gelap manusia hingga bisa menjadi sebuah kisah yang menakutkan.

Tidak hanya itu, terutama ketika saya menyadari bahwa cerita-cerita tersebut sering menginspirasi para sutradara kenamaan, ini yang membuat saya juga ingin membaca secara langsung, kisah originalnya sehingga saya bisa membandingkan cerita di buku dengan filmnya.

Jika pembaca tertarik ingin membaca buku ini, silakan cari di toko buku terdekat atau di toko buku online. By the way, buku ini termasuk Level A, buku yang lumayan bisa kita selesaikan dalam satu hari saja. Jadi termasuk bacaan ringan.


Semoga bermanfaat bagi pembaca.


Terima kasih.

28 November 2016

The Big Friendly Giant
The Big Friendly Giant


Malam itu Sophie tak bisa tidur, sinaran rembulan yang begitu terangnya menyembul dari balik tirai. Keheningan menyeruak. Hening yang seakan tidak memiliki bebunyian seperti di luar angkasa. Hening yang dingin. Konon, keheningan demikian ini merupakan "The Witching  Hour" dimana anak-anak dan remaja dalam keadaan tidur yang begitu lelap. Dan kegelapan keluar dari persembunyiaannya.

Rasa penasaran Sophie tak terbendung, dia bangkit dari tempat tidurnya. Yang mana hal ini sangat-sangat dilarang. Kenapa? Jika sudah masuk waktunya tidur, anak-anak tidak diperbolehkan untuk turun dari tempat tidur sama sekali. Entah untuk melakukan hal lain seperti mengambil sesuatu atau melakukan sesuatu lain. DILARANG. Tapi, malam itu sangat sunyi senyap, bahkan suara dengkuran pun tidak terdengar.

Sophie mengeluarkan kepalanya melalui jendela, menatap dengan takzim keadaan di luar kala The Witching Hour. Tiba-tiba dari ujung jalan. Sophie melihat sosok yang sangat - sangat aneh. 


Kartu Tanda Buku

Judul : The Big Friendly Giant || Penulis : Roald Dahl || Halaman : 208 || Penerbit : Puffin Books (imprint of Penguin random house) || ISBN : 9780142410387



The Big Friendly Giant


Ia menamai dirinya sebagai Raksasa yang ramah. Dengan telinga yang lebar seperti gajah, BFG bisa mendengar banyak hal yang tidak dapat didengar oleh manusia. Seperti mendengar suara tanaman yang menangis, mendengar suara serangga sampai-sampai mendengar suara Sophie yang sempat berbisik ketika melihat sosok BFG, di halaman 12, BAB WHO.

Selain itu, dia pun berbeda dari Raksasa lain karena gemar sekali menangkap mimpi dengan sebuah alat. Sementara itu ada banyak hal yang tidak dimengerti oleh Sophie, mengapa bisa mimpi itu ditangkap, bagaimana caranya? Tentang mimpi ini dijelaskan oleh BFG dengan sabar. Sungguh, saat membaca buku ini, saya bisa menangkap kesan BFG seperti sosok seorang Ayah yang sabar dan memiliki pengetahuan yang luas.

Terekam dari percakapan mereka, dimana Sophie yang tidak memiliki ayah dan ibu ini merasa itu adalah hal yang biasa saja, karena dia tinggal di rumah panti asuhan. Sementara itu, BFG yang baik hati, menganggap hal tersebut menyedihkan, tapi tetap saja, dia memercayai Sophie dan berbagi cerita dengannya.


Sophie Seorang Gadis Yang Pintar


Kalau menurut saya, Sophie ini pintar tapi juga sopan. Dia senantiasa menanyakan banyak hal, dari mulai apa isi di dalam koper BFG, apa yang dilakukannya dari luar jendela setiap rumah. Apa pekerjaannya, apa makanannya sampai bagaimana BFG terlahir ke dunia.

Khas dengan sosok anak kecil yang penuh dengan rasa ingin tahu yang besar, sehingga dia kerap melemparkan pertanyaan-pertanyaan yang kritis. Juga, sosok Sophie ini bagi saya termasuk sopan.

"So, do please forgive me and go on."
"...it isn't easy to believe such amazing things straightaway."

(Halaman 45)


Bagaimana? Sopan kan? Dia meminta maaf karena sulit untuknya mencerna apa yang dijelaskan oleh BFG. Karena bagi Sophie dunia ini yaa seperti apa yang diajarkan oleh Mrs. Clonkers saja. Sesuatu yang bagi orang dewasa real dan normal. Namun, ternyata banyak hal yang tampak 'tidak normal' bagi Sophie yang terjadi di malam itu.


***

Buku yang ditulis oleh Roald Dahl ini memang sudah pernah diangkat ke layar lebar yang disutradarai oleh Steven Spielbergh. Konon, animasi dari film The BFG ini juga top banget, meski di bioskop Indonesia, film ini justru terhitung cepat sekali turun layarnya.

Namun, kisah di dalam buku ini masih tetap bisa dibaca oleh beragam kalangan. Kalau sedang mencoba untuk membiasakan anak-anak atau anak remajanya membaca buku fisik berbahasa Inggris. Buku ini cocok sekali untuk mereka, karena memang kosa kata serta kalimat yang digunakan tidak sulit sama sekali. Bahkan sangat sesuai dengan mereka yang baru belajar bahasa Inggris.

Belum lagi, disertai dengan grafis yang lucu, sehingga penggambaran sosok BFG, teman-teman raksasanya, serta makanan BFG bisa membantu kita memperkuat imajinasi. 


***

The Big Friendly Giant
The Big Friendly Giant


The Big Friendly Giant
The Big Friendly Giant



Kisah perjalanan Sophie ini memang menarik, karena dia juga berhasil membantu banyak orang. Tapi, ada beberapa yang lebih menarik, sosok Sophie ini kan memang seorang anak yatim piatu, dengan kehidupan yang dididik untuk disiplin, namun dia masih tetap menjadi anak yang sopan dan berbahagia.

Belum lagi aksi BFG ketika nekat berbuat sesuatu pada Fleshlumpeater. Kecerdasaan Sophie yang dipadu-padankan dengan kecerdikan BFG membuat kisah ini seru, bahkan kita tidak akan sulit untuk mencerna dan menyelesaikan bacaan ini.

Bagi yang ingin membeli buku-buku karya Roald Dahl, pihak Gramedia sudah menerjemahkan beberapa karyanya, kalau tidak salah ingat pun sudah tersedia dalam bentuk boxset. Sementara buku yang saya baca ini, terbitan dari penerbit luar, sehingga bahasanya menggunakan bahasa Inggris. 

Jangan lupa untuk membeli buku ini, karena apa? Karena ini aset untuk cerita anak-anak yang sudah diangkat ke layar lebar. Agar kita bisa mengetahui cerita secara keseluruhannya dalam buku ini. Bahkan BFG juga bisa berlatih menulis dari membaca karya orang lain. Siapa tau, Anda bisa menulis dengan hebat juga seperti BFG.

"He became a tremendous reader. He read all of Charles Dickens and all of Shakespeare and literally thousand of other books." ~ Halaman 207


Selamat Membaca :)



27 November 2016

Grasindo Blogtionship 2016 


Hari Minggu tanggal 27 November 2016 ini, Grasindo mengajak beberapa blogger buku yang terpilih untuk mengikuti acara Grasindo Blogtionship. Konsep acaranya seperti kopdar bagi para blogger buku agar lebih saling mengenal satu sama lain serta ajang berkenalan lebih dekat dengan tim yang berada di balik penerbitan buku. Menghadirkan seorang narasumber yang sudah menelurkan beberapa karya, bahkan konon ada 3 buku yang akan terbit di Grasindo. Beliau adalah Kang Maman yang mungkin lebih sering dikenal di acara ILK.

Acara dibuka dengan sedikit perkenalan dengan editor dan tim redaksi dari penerbit Grasindo. Setelah itu, Kang Maman memulai bincang santai-nya yang ternyata membawa banyak sekali informasi berbobot. Hanya saja disampaikan dengan cara yang santai, tidak heran kenapa banyak sekali penonton ILK yang setia :).

Sebelum itu saya ingin menjelaskan sedikit, apa sih Grasindo Blogtionship.


Grasindo Blogtionship

Siapa itu Grasindo? Grasindo merupakan penerbit buku yang sudah banyak menerbitkan buku-buku. Baik fiksi maupun nonfiksi. Nah, penerbit yang memiliki logo berwarna biru ini, berniat untuk berkenalan lebih dekat dengan para blogger buku, dengan tujuan agar blogger buku ini bisa menjadi media yang mengajak banyak orang untuk semakin gemar membaca.



A photo posted by Ipeh Alena (@blogipehalena) on




Terlebih fakta dari UNESCO terhadap sekitar 62 negara, didapati hasil bahwa Indonesia menempati posisi ke 61 negara dengan minat baca terendah. Bisa dihitung bahwa perbandingan orang yang gemar membaca dengan yang tidak itu sekitar 1000 : 1. Sehingga, dari keprihatinan inilah, Grasindo berniat untuk mengadakan semacam ikatan dengan para pembaca buku.

Dan acara hari ini benar-benar mengakrabkan blogger buku dengan pihak penerbit. Dengan memberi wawasan kepada para blogger buku tentang banyak hal terutama cara menulis ulasan yang baik. Dan materi ini dibawakan oleh Kang Maman.


Tentang Blogger Buku Dari Kacamata Kang Maman

Blogger buku merupakan garda terdepan dari penilaian sebuah buku, apakah akan dibeli atau tidak. Melalui apa? Melalui resensi yang mereka buat. Sebelumnya saya sudah pernah merangkumkan isi satu buku yang membahas tentang resensi ini. (Baca Juga "Menulis Resensi : Berguru Pada Pesohor")

Dengan begitu, ada banyak sekali hal-hal yang harus diperhatikan seorang blogger dalam menuliskan sebuah ulasan. Dicontohkan oleh Kang Maman melalui buku Padamu Jua, terbitan Grasindo yang ditulis oleh Amir Hamzah. Dengan mengambil sudut pandang berbeda, bisa saja peresensi menuliskan bait demi bait puisi yang berada di dalamnya, kemudian menuliskan kaitannya dengan kehidupan yang bisa dijelaskan agar pembaca memahami dan mengerti buku tersebut.

Kemudian, jangan lupa untuk menyertakan konsep 5W1H dalam setiap tulisan resensi (ini masih PR bagi saya). Karena konsep tulisan 5W1H ini yang menjadikan berbeda dengan resume. Dengan resensi, kita bisa menuliskan juga perbandingan karya seorang penulis dengan buku lainnya yang merupakan hasil karya dari penulis yang sama.

Jadi, tulisan dari para blogger buku ini sangat penting sebenarnya, karena merupakan penentu apakah buku tersebut layak dibaca atau tidak. Jika ada seorang penulis yang mematahkan semangat peresensi buku, karena mengkritik usaha dalam menyajikan fakta dalam tulisan, menurutnya itu sama saja menghakimi sudut pandang seseorang. Dan kami sebagai blogger buku, menjadi semakin bersemangat untuk tetap menuliskan pandangan atau pendapat pribadi dari buku yang dibaca. Selama meninggalkan alasan yang jelas mengapa buku tersebut bagus atau tidak.


Apa Yang Bisa Dilakukan Blogger Buku

Acara Blogtionship dari Grasindo ini, sebenarnya termasuk upaya agar menjadikan Indonesia sebagai negara yang memiliki peringkat terbaik dengan minat baca yang tinggi. Karena itulah keikut-sertaan para blogger buku ini, sangat dibutuhkan sebagai satu media untuk memberikan semangat atau memberi pengaruh agar banyak pembaca lainnya yang gemar membaca.

Nah, agar blog buku yang ditampilkan sebagai bagian dari upaya mencanangkan gerakan membaca buku dan menulis, Kang Maman juga menyertakan beberapa Golden Rules yang bisa diterapkan oleh blogger agar blognya menjadi 'lahan' yang menarik.


Golden Rule for Blog by Kang Maman

- Kenali target audiens, tentukan tema blog kita serta seleksi kembali tema yang ingin diangkat agar terpilih yang paling baik.
- Fokuslah pada tema, ini bisa membentuk branding bagi blog kita.
- Pilih nama blog yang sesuai dengan branding blog kita.
- Pilih kombinasi warna blog, tagline serta icon yang sesuai dengan diri kita untuk branding.
- Pilih foto yang bagus yang akan disertakan dalam blog kita.
- Investasikan waktu untuk mendukung agar blog kita lebih baik lagi. Bisa dengan mendatangi sebuah event atau ikut serta dalam beberapa kegiatan lainnya.



Kedai Kopi 89

Tentunya acara yang bagus, kalau tidak didukung dengan situasi dan kondisi tempat acara yang tidak mumpuni, pastinya akan meninggalkan kesan yang kurang mengenakkan. Nah, kenapa acara blogtionship ini justru membuat para peserta yang hadir menjadi semangat namun tetap santai, yaitu karena tempat acaranya berada di Kedai Kopi 89.


Copyright : Ipeh Alena Photoworks | 2016


Bertempat di wilayah Kemang, Jakarta Selatan. Kedai Kopi 89 ini lokasinya cukup mudah dijangkau, berada di pinggir jalan. Namun, selain itu, interior yang ada di dalam tempat ini benar-benar menarik. Kalau menurut pendapat saya, sangat instagramable banget! Betul, setiap spotnya itu sangat cocok untuk dijadikan photo spot.

Apalagi bagi blogger buku yang banyak juga menjadi bookstagram, sehingga tempat-tempat ini sangat menarik untuk dijadikan sudut pengambilan foto buku-buku. Belum lagi tempatnya yang lumayan luas, serta pencahayaan yang sangat cukup, sehingga kita masih bisa menggunakan cahaya alami dari matahari.


Dari Blogtionship Saya Terpikir Sesuatu

Betul, setelah mendengar banyak hal dari Kang Maman, saya sempat sekilas berpikir tentang sesuatu yang pernah saya lakukan. Yaitu menantang diri saya untuk bisa menggalak-kan program membaca yang efektif. Tidak lagi bermalas-malasan. Beneran deh, yang namanya menyelesaikan tantangan membaca di Goodread, belakangan ini seperti semacam beban.

Tapi, setelah mengikut acara ini, beban saya akhirnya seakan menghilang. Karena saya seperti tersadarkan kembali akan keinginan membaca saya. Dan berikut ini hal-hal yang ingin sekali saya wujudkan di tahun 2017, semoga bisa dilaksanakan.




3 Hal yang ingin saya wujudkan di tahun 2017 :

- Saya ingin sekali menantang diri saya untuk membaca 1 buku 1 hari dan membuat 1 ulasan di hari yang sama.

- Saya ingin menulis ulasan yang lebih bagus dari saat ini, semoga saja saya bisa mengupgrade ketrampilan menulis saya.
- Saya ingin bisa mengadakan live tweet setiap hari dengan konsep membaca bareng atau konsep berbagi resume singkat buku yang saya baca.

Hal-hal di atas saya ingin lakukan sebagai upaya untuk mewujudkan agar Indonesia, setidaknya bisa naik kelas dari urutan yang sungguh memprihatinkan, ke urutan yang melegakan. Semoga terwujud.

Sebelum saya tutup, saya ingin berterima kasih kepada Grasindo yang telah memberi kesempatan pada saya, sehingga terpilih dari banyaknya blogger yang ikutan mendaftar di acara ini. Sungguh, informasi yang saya dapat sangat banyak sekali, sehingga ini membuat saya menjadi bersemangat untuk membaca setiap hari.

Semoga tulisan ini bisa bermanfaat dan juga bisa mengajak pembaca untuk mencintai buku dan menjadikan membaca sebagai budaya.

Terima kasih.

21 November 2016



Kisah Hidup Ali bin Abu Thalib - Keistimewaan dan keunggulan Ali bin Abi Thalib tak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Kemuliaannya tak dapat digambarkan secara ringkas. Dialah sahabat yang paling dekat hubungannya dengan Rasulullah salallahu alaihi wassalam. Ia sangat mencintai Nabi, selalu menganggungkan dan memuliakannya. Dirinya memiliki kedudukan yang istimewa di sisi Rasulullah yang membedakannya dari para Ahlul Bait lainnya.

Karena kedekatannya dengan Rasulullah, sedari kecil Ali mengakui, menerima dan membenarkan Rasulullah. Ia selalu meyakini kebenaran dan keagungan ayat-ayat Allah serta ucapan Rasulullah tanpa ragu, bimbang, apalagi lemah hati. Ia mencintai Allah dan RasulNya dengan cinta yang tanpa batas. Layaklah jika Allah dan RasulNya mencintai dan meridoinya. Layak pula jika setiap permohonan dan doanya dikabulkan. Ini merupakan salah satu keistimewaan Khalifah Ali bin Abu Thalib [26].


Keimanannya yang kokoh membuatnya senantiasa bertawakal kepada Allah ta'ala. Ia serahkan seluruh dirinya kepada Allah. Yahya ibn Murrah menuturkan bahwa pada suatu malam Ali keluar rumah berjalan menuju masjid. Kami mendekati dan menjaganya. Usai solat ia menemui kami dan berkata, "Mengapa kalian duduk di sini?"
"Kami sedang menjagamu."
"Menjagaku dari penduduk langit atau penduduk bumi?"
"Kami menjagamu dari penduduk bumi."
"Tidak ada sesuatu pun yang akan terjadi di bumi ini terkecuali telah ditetapkan di langit dan tidak seorang pun berjalan di dunia ini kecuali dua malaikat melindungi dan menjaganya hingga takdir menemuinya. Ketika takdir datang, kedua malaikat itu menepi di antara takdir dan dirinya. Ketahuilah, ada pelindung dari Allah yang menjaga dan melindungi Ali. Jika datang ajalku, pelindung itu menepi. Ketahuilah sesungguhnya nikmat iman tidak dirasakan hingga seseorang menyadari bahwa apa yang menimpanya tidak mungkin salah, dan apa yang tidak menimpanya tidak akan menimpanya [Riwayat Abu Dawud dalam Al-Qadr dan juga Ibn Asakir].

Ia juga selalu menjaga rasa takut dan harapnya kepada Allah. Rasa takutnya mengental dan menebal ketika suara-suara malam mulai menghampiri. Keberanian dan kewiraannya menepi ketika matahari mulai bersembunyi di ujung hari. Saat itulah ia hadapkan dan ia pasrahkan seluruh dirinya kepada Yang Mahasuci. IA hidup bersama Allah dalam sujud dan berdiri, dengan hati dan wajah yang menunduk, serta dengan tangisan yang sarat duka. Suatu ketika al-Asytar al-Nakha'i melihatnya sedang solat malam. Usai solat, ia bertanya, "Wahai Amirul Mukminin, engkau puasa di siang hari dan shalat di malam hari, tidakkah engkau lelah?"

Ali menjawab, "perjalanan akhirat itu sangatlah panjang sehingga mesti diperpendek dengan perjalanan di malam hari." [Latha'if al-Maarif]

Perhatiannya terhadap ilmu pengetahuan sama seperti perhatian Umar bin Khatab. Dikisahkan bahwa Umar berkata, "pelajarilah pengetahuan dan ajarkanlah kepada manusia. Pelajarilah kemuliaan dan kehormatan diri. Bersikap rendah hatilah kepada orang yang mengajari dan kau ajari. Jangan menjadi ulama yang sewenang-wenang, agar ilmumu tidak dikalahkan kebodohan." 


Kartu Tanda Buku


Judul : Kisah Hidup Ali bin Abu Thalib || Penulis : Dr. Musthafa Murad || Halaman : 260 || Penerjemah dan penyelaras : Dedi Slamet Riyadi, M.A. || Penerbit : Zaman || ISBN : 9789790243170


**

Ini adalah buku ke-4 yang telah saya tuntaskan dari boxset biografi khalifah. Kisah-kisah hidup mereka yang dirangkum dengan sangat jelas oleh Musthafa Murad seakan mengingatkan kembali, tentang perjalanan kehidupan manusia yang sejatinya hanya sesaat. Melalui beragam sumber, hingga buku-buku ini memuat banyak sekali penjelasan dan sumber pengetahuan yang sudah atau belum kita ketahui.

Berikut ini beberapa buku sebelumnya yang sudah saya tulis rangkumannya 

- Kisah Hidup Abu Bakar : tautan di sini.
- Kisah Hidup Umar bin Khatab : tautan di sini.
- Kisah Hidup Utsman bin Affan : tautan di sini.


Beragam konflik yang memuat di beberapa buku biografi para khulafaurrasyidin ini, membuat kita sebagai pembaca akan memahami. Bagaimana pada masa lampau, setelah kepergian Rasulullah salallahu alaihi wassalam, kondisi umat mulai tampak perpecahan. Dan tampak jelas pada masa khalifah Ali.

Juga tentang kehidupan para khalifah dan keluarganya yang begitu zuhud terhadap hal duniawi. Pembaca bisa membaca secara langsung buku-buku ini, tidak begitu mahal meski terdapat 4 buku di dalam boxset ini. Namun, isi di dalamnya sangat-sangat bernilai yang bisa menjadi ilmu pengetahuan yang baik untuk anak-cucu kelak. Insya allah.


Semoga tulisan ini bermanfaat, terima kasih.



16 November 2016




Mini Review November 2016 - Akhirnya saya kembali lagi untuk mengulas beberapa buku yang sudah saya baca. Ada enam buku serial kumbang yang saya tuntaskan dalam dua hari ini. Demi membabat timbunan dan menyelesaikan tantangan baca di Goodreads. Saya merasa senang mengikuti tantangan membaca, karena ini seringnya menjadi penyemangat agar saya menyelesaikan buku-buku bacaan saya.

Meski di tengah aktivitas harian saya dan pekerjaan-pekerjaan yang lumayan. Tapi, memang, mau tidak mau tantangan ini memberi kemudahan bagi saya untuk menyelesaikan bacaan saya. Semoga saja tahun ini saya bisa menyelesaikan tantangan Goodreads. Ada 55 buku yang ingin saya tuntaskan tahun ini. Tapi, kecepatan membaca saya tidak sebanding dengan kecepatan saya mengumpulkan buku, hehehe.

Sudah 48 buku yang masuk ke dalam progres tantangan membaca tahun 2016 ini. Jadi, inilah mini review dari enam buku yang sudah saya baca.


Kartu Tanda Buku

Judul Boxset : Serial Kumbang || Penulis : Enid Blyton || Penerbit : Gramedia Pustaka Utama || Jumlah Cerpen : 8 || Judul Cerpen : 1. Si Babi Ungu, 2. Si Gadis Penakut, 3. Monyet Mike, 4. Tommy si Pengadu, 5. Tiga Permintaan, 6. Cermin Ajaib, 7. Gadis Kaya yang Sombong, 8. Anak dalam Cermin


Tommy si Pengadu

Sukakah kalian pada orang yang gemar mengadu tapi hal tersebut bahkan tidak terjadi? Seperti Tommy yang sebenarnya anak yang manis, tapi kebiasaannya mengadukan hal-hal yang bohong kepada siapa saja membuatnya tidak disukai teman-temannya. Bahkan Bu guru Brown sudah memberi peringatan pada Tommy agar tidak mengadukan hal yang bohong.

Tommy senang sekali mengadu pada siapa saja yang dia temui, mengatakan bahwa temannya yang baru saja lewat itu nakal karena mencontek, atau mengadukan bahwa teman lainnya suka memukul. Padahal hal itu tidak pernah terjadi, namun itu membuat Tommy merasa senang.

Kegemaran Tommy ini akhirnya membawanya pada pertemuan dengan Nenek Bermata Gelap, dialah yang akhirnya menyihir sepatu Tommy hingga bisa berbicara. Dan ternyata, sepatu tersebut mengikut apa yang Tommy katakan. Yaitu mengadu hal-hal yang bohong pada orang-orang yang ditemui oleh Tommy.

Akhirnya Tommy menangis, karena merasa sepatu tersebut jahat padanya. Namun, malam itu Nenek Bermata Gelap berhasil menyihir kembali sepatu Tommy agar berbicara sesuai dengan apa yang dibicarakan oleh Tommy.


Tiga Permintaan

Tersebutlah dua orang kakak beradik, bernama Elsie dan Bobby, keduanya terlalu sering bertengkar. Jika tidak tahu bahwa keduanya bersaudara, pasti akan menyangka kalau Elsie dan Bobby itu seperti musuh bebuyutan. Suatu ketika mereka sedang bertengkar di dalam hutan, tidak lama kemudian Elsie mendapati sosok Peri mungil dan menangkapnya. Dia memegang Peri itu dengan begitu kencang hingga sang Peri meronta-ronta.

Mereka berdua meminta agar dikabulkan tiga permintaan. Kemudian sang Peri menyetujui, setelahnya kedua anak ini melepaskan sang Peri. Setelah itu, mereka kembali bertengkar, meributkan keinginan apa yang akan mereka minta kabulkan. Ternyata permintaan Bobby yang dikabulkan, dia menginginkan pesawat yang bisa terbang sendiri tanpa harus dikemudikan.

Keduanya akhirnya naik pesawat dan tiba-tiba saja ada kerusakan pada pesawat tersebut yang kemudian membuat keduanya memohon agar bisa mendarat di pulau. Dan nyatanya, pulau tempat mereka mendarat tidak berpenghuni sama sekali. Dan tidak ada apa-apa di sana, bahkan tidak ada sumber bahan makanan. Sementara itu permintaan mereka tinggal satu, keduanya kembali bertengkar.

Sebelum mengabulkan permintaan mereka, sang Peri sudah mengingatkan bahwa akan sangat percuma mengabulkan permintaan dua kakak beradik yang gemar bertengkar. Ternyata, apa yang dikatakan peri tersebut benar. Elsie dan Bobby masih saja bertengkar karena permintaan mereka sebelumnya.

Monyet Mike

Mike mendapat kejutan dari pamannya! Dia dihadiahi seekor monyet yang sangat lucu, kelebihan si monyet ini adalah meniru gerakan dari Tuannya. Mike sangat mencintai dan menyayangi si monyet tersebut. Setiap hari mereka bermain bersama dan selalu bersama. Mulai dari mandi bersama, tidur bersama dan melakukan banyak hal bersama.

Namun, Mike memiliki kebiasaan yang buruk. Dimana kebiasaan inilah yang akhirnya membuat Mike justru mendapat kesulitan. Jadi, Mike ini merupakan anak yang gemar sekali mencoret-coret tembok, merusak mainan, merobek buku. Sampai suatu saat, si Monyet ini belajar meniru perilaku Mike. Si Monyet ini ikut juga membanting vas bunga, jam dinding, mencoret-coret tembok rumah sampai merobek buku-buku di rak. Mike berteriak mencegahnya, namun si Monyet justru keasyikan bergelantungan.

Mike terkena omelan dari Ibunya, karena semua barang-barang di rumahnya rusak dan berantakan. Hampir saja si Monyet dibuang, kemudian Mike berjanji bahwa si Monyet tidak akan melakukan hal tersebut. Namun, tidak lama kemudian, Mike yang tengah bermain di taman, mulai menampakkan kembali perilaku buruknya. Dia mulai memukul-mukul dan menghancurkan bunga-bunga yang tumbuh di halaman. Tidak mau kalah, si Monyet juga ikut serta merusak tanaman bunga yang sudah dirapikan Tukang Kebun.

Tukang Kebun akhirnya mengadukan hal ini pada Ibunya Mike dan membuatnya sangat marah sekali. Si Monyet hampir saja dibuang lagi, namun kembali Mike berjanji dan meminta diberi kesempatan sekali lagi. 


Gadis Kaya Yang Sombong

Kitty seorang gadis yang berasal dari keluarga kaya. Dia memiliki banyak barang-barang mahal serta pakaian-pakaian yang bagus. Namun, Kitty memiliki kebiasaan yang buruk, karena dia gemar sekali memamerkan kekayaannya pada teman-temannya. Padahal Ayahnya pernah menegur Kitty agar tidak bersikap sombong, tapi tetap saja dia tak mendengarkan.

Suatu hari Kitty meminta izin untuk mengundang Janet ke rumahnya. Dia ingin memamerkan pakaian barunya, tapi sang Ibu sudah mengingatkan agar Kitty mengenakan pakaian yang biasa saja saat Janet datang. Karena, itu hal yang tidak baik. 

Janet adalah teman Kitty yang berasal dari keluarga miskin. Pakaiannya bersih tapi banyak terdapat tambalan dimana-mana. Warnanya juga sudah usang, bahkan pakaian Janet merupakan pakaian pemberian dari sang Kakak. Ketika Ayah dan Ibunya sudah pergi dari rumah ke sebuah undangan. Kitty memulai atraksinya.

Dia memamerkan banyak hal pada Janet hingga membuat Janet iri. Tapi, tidak lama kemudian, terdengar suara yang begitu kerasnya. Suara Ayahnya Kitty yang marah karena kelakuan anaknya itu, kemudian untuk memberi pelajaran pada Kitty, sang Ayah dengan tegas memberikan perintah pada Janet dan Kitty.

Cermin Ajaib

Adalah Sammy seorang anak yang gemar sekali memasang wajah cemberut. Dahinya berkerut, bibirnya mengerucut dan wajahnya tampak masam. Ibunya seringkali menasihati Sammy agar mengubah sikapnya, agar lebih ceria. Karena wajah akan terbentuk dari kecil. Namun, Sammy tidak mendengarkan nasihat sang Ibu.

Sammy menyukai Kakek Tua Bermata Biru yang baik hati dan sangat ceria. Kakek Tua juga menasihati hal yang sama pada Sammy, namun Sammy tidak percaya hingga Kakek Tua akhirnya mengajark Sammy untuk melihat Cermin AJaib.

Cermin Ajaib adalah cermin yang dapat memantulkan wajah seseorang ketika mereka sudah lebih tua dari saat ini. Wajah Sammy yang tampak di cermin, 10 tahun lebih tua dari usia Sammy saat ini, tampak lebih tua. Karena kerut di dahinya tersebut. Wajahnya membuat Sammy tidak menyukainya.

Tidak lama muncul wajah sosok lelaki yang juga merengut, kerutan di wajahnya membuat wajah lelaki tua tersebut bertambah buruk. Dan Sammy berhenti, dia tidak ingin melihat wajah lelaki tua di cermin tersebut. Kemudian berlari pulang. 


Anak Yang Penakut

Seorang anak perempuan yang dikenal oleh teman-temannya memiliki banyak sekali ketakutan. Dia takut ketika hendak diajak main oleh seekor anjing, dia takut dengan laba-laba, takut dengan sapi, takut ketinggian dan banyak ketakutan lainnya.

Hingga suatu ketika, gadis ini dijuluki 'penakut' oleh teman-temannya. Awal mulanya, gadis penakut berusaha untuk menerima. Namun, teman-temannya mulai membuat gadis penakut resah. Mereka senantiasa melabeli dan membuat lelucon dengannya.

Gadis penakut berkata, "seandainya saja kalian sebagai temanku mau membantuku agar tidak penakut lagi. Pasti aku bisa menjadi berani." Tapi, tetap saja tidak ada yang menggubris perkataannya.

Sampai suatu hari, justru si gadis penakut inilah yang berhasil mengalahkan rasa takutnya meski sampai menangis. Dan sejak saat itulah, gadis penakut mendapat pengalaman berharga yang juga bermanfaat bagi teman-temannya.




14 November 2016



Makhluk itu sangat aneh, karena ia tidak lagi semata mesin tak berjiwa yang bergerak sendiri. Memang itu mesin, berikut irama gemerincing bunyi logamnya, dan kilau sungutnya yang panjang dan luwes, berayun dan bergemeretak di tubuhnya yang aneh. ~ hal 58.


Kutipan di atas saya ambil dari buku yang telah tuntas saya baca, berjudul The War of the Worlds. Mungkin banyak yang masih mengingat judul buku ini karena memang telah diangkat ke layar bioskop dengan dibintangi oleh aktor pria tampan bernama Tom Cruise. Namun, tetap saja film tersebut memiliki banyak sekali perbedaan dengan buku aslinya yang ditulis oleh H.G Wells. Seorang yang dikenal sebagai Bapak Science Fiction.

Namun, berbeda dengan buku sebelumnya yang pernah saya baca yaitu Pulau dokter Moreau, pada buku ini memang ada banyak hal yang menarik tertulis. Seperti pada mulanya imajinasi H.G Wells ini sempat membuat gempar penduduk lain karena mereka yakin bahwa alien memang tengah memburu manusia di bumi. Dan sebagai fakta sejarah, bahwa tahun tersebut banyak orang yang mulai menyadari kemungkinan-kemungkinan keberadaan alien atau makhluk dari planet lain di luar angkasa.

Kalau saat ini kita mungkin sudah terbiasa dengan film atau cerita yang membawa serta keberadaan alien. Namun, perlu diketahui bahwa fiksi pertama yang banyak dijadikan inspirasi untuk film atau cerita bertema alien berasal dari tulisan H.G Wells ini. Jadi, jika suatu ketika ada yang bertanya tentang hal ini, pembaca bisa menjawabnya dengan baik. Karena buku ini, termasuk sastra klasik yang sangat menarik.

Tapi, tetap saja, karena entah kenapa saya butuh perjuangan untuk menuntaskan bacaan ini. Seperti yang saya katakan sebelumnya, bahwa saya lebih menikmati tulisan H.G Wells di buku Pulau dokter Moreau ketimbang buku ini. Dari mulai tahap sebelum klimaks, saya merasa buku ini memuat hal yang baik dan keren tapi seolah-olah dijelaskan dengan cara yang datar-datar saja. Jadi, bagi pembaca yang belum menuntaskan bacaan ini, saya anjurkan untuk tetap menuntaskannya, karena memang buku ini bagus.

Bagi saya memang menyelesaikan bacaan ini membutuhkan perjuangan yang keras, karena beberapa kali saya sempat hampir tertidur karena dihantui oleh rasa bosan.


Kartu Tanda Buku


Judul : The war of the worlds || Penulis : H.G Wells || Halaman : 236 || Penerjemah : Ursula G. || Penerbit : Elex Media Komputindo || ISBN : 9786020032665



The War of The Worlds


Dikisahkan dari narasi seorang lelaki yang mengisahkan tentang kedatangan kaum Martian atau makhluk dari Mars ke bumi. Sebelumnya, memang banyak para astronom yang melihat dampak-dampak pergerakan di Mars, namun mereka melihat itu sebagai pergerakan gas. Hanya saja kenyataannya bahwa itu adalah suatu tanda dari makhluk lain yang ingin berkunjung ke bumi.

Tapi, kunjungan tersebut tidak membawa hal yang baik, karena ternyata sang makhluk itu ingin menginvansi bumi. Peperangan dengan kaum Martian pecah, banyak manusia yang melarikan diri berusaha sembunyi dari para alien, termasuk si lelaki tak bernama ini. Dimana dia sudah berusaha untuk memindahkan sang istri ke tempat lain agar selamat. 

Tidak ada yang bisa mengalahkan si alien ini, bahkan para prajurit militer sekalipun. Sehingga bangsa Martian bisa menduduki kota London dengan mudah. Sementara itu sang narator bersembunyi di suatu rumah yang sepi dari asap hitam yang pekat. Terjebak di tempat tersebut selama 15 hari. Dan masa-masa bersembunyi dari jajahan kaum Martian.


***

Konon, novel ini pada tahun 1938 pernah menggemparkan seluruh penduduk di AS. Setelah mengudara pertama kali di radio Colombia diangkat menjadi drama yang dibawakan oleh penyiar terkenal bernama Orson Welles. Drama tersebut memang berhasil meyakinkan penduduk bahwa makhluk asing memang benar-benar tengah menginvasi mereka. 

Dan, beberapa kali saya menonton tayangan di televisi kabel, tentang seorang pemuda yang berusaha memengaruhi masyarakat london bahwa mereka tengah diintai oleh alien di kota London. Tayangan ini ditonton di saluran youtube hingga ribuan jumlahnya. Keduanya berhasil memengaruhi beberapa peserta yang diminta untuk menjadi sukarelawan dalam acara tersebut. Efeknya memang benar-benar totalitas, beberapa adegan seperti seorang teman mereka yang benar-benar terpental dan tiba-tiba jatuh di tempat berbeda. Kemudian dia tak sadarkan diri.

Beberapa dari mereka benar-benar mempercayai bahwa alien memang sudah berada di bumi dan berhasil menduduki kota London. Persis seperti kisah dalam buku ini.

Terima Kasih