Persuassion - Jane Austen

October 27, 2016

Persuassion - Jane Austen
Persuassion - Jane Austen


Akhirnya bisa menyelesaikan bacaan ini, setelah beberapa hari hanya sanggup menyicil beberapa halaman saja. Persuassion menjadi buku ke 39 yang selesai selama tahun 2016. Masih membutuhkan beberapa buku lagi hingga saya bisa menyelesaikan tantangan membaca di Goodreads. Berbeda memang dari tahun sebelumnya, seperti yang sudah pernah saya tuliskan. Tahun ini, saya cenderung ngos-ngosan mengejar ketertinggalan.

Tapi, tetap saja, membaca merupakan sesuatu yang memang menjadi kebutuhan saya. Belum lagi tanggung jawab saya untuk bisa memangkas tumpukan buku yang belum saya baca. Kalau begitu saya akan memulai saja ringkasan buku Persuassion di bawah ini.

Ringkasan Cerita Persuassion Karya Jane Austen


Sir Walter Eliot seorang bangsawan yang sangat rupawan, baginya kualitas fisik merupakan nomor satu. Dia tak memikirkan banyak hal lain selain rupanya, itulah sebabnya meski telah berusia 50an, Sir Walter Eliot masih tampak tampan.

Dirinya menikah dengan Lady Eliot yang sangat penyabar juga baik hati. Meski bisa dikatakan kalau Lady Eliot seorang perempuan tabah yang berusaha untuk tetap mendukung karir dan jabatan Sir Walter Eliot.

Mereka berdua memiliki 3 orang anak yaitu Elizabeth, Mary dan Anne.

Elizabeth mewarisi karakter dari sang Ayah, yaitu pengagum fisiknya sendiri. Karena memang Elizabeth tampak cantik, namun di usianya yang menginjak 29 tahun, dia masih melajang. Karena sang Ayah selalu berusaha mencari pemuda yang kaya raya untuk menikahi anaknya.

Tidak demikian dengan Mary yang memutuskan untuk menikahi pemuda yang berkecukupan dari sebuah desa. Tapi tetap saja tidak memuaskan keinginan Sir Walter Eliot.

Dan Anne, nasibnya jauh berbeda dari kedua saudarinya. Dia jarang sekali atau bahkan tak pernah diperhatikan oleh ayahnya sendiri. Anne tumbuh menjadi gadis yang kurus, kuyu dan tampak pucat. Hanya Lady Russel yang mencintai dan menyayanginya seperti Ibunya sendiri.


Lady Russel begitu sedih, karena Anne tidak diajak ikut serta pindah ke rumah dimana Ayah dan Kakaknya bermukim di tempat baru. Alih-alih justru Sir Walter mengajak anak dari pengacaranya yang membuat Lady Russel menaruh curiga.

Namun, keberadaan Anne ternyata dibutuhkan di Uppercross, tempat tinggal adiknya. Yang sangat membutuhkan bantuan Anne untuk menjaga anak-anaknya. 

Siapa sangka, kalau justru keberadaan Anne di sana menghasilkan satu pertemuan tak terduga. Yaitu pertemuan Kapten Wentworth dengan Anne setelah sekian lama mereka tidak bertemu. Dahulu, ketika Anne masih sangat muda, sekitar usia 17 tahun dan Wentworth juga masih begitu muda, pernah melamar Anne dan mengajaknya untuk menikah.

Tapi, Lady Russel berhasil membuat Anne mempertimbangkan pilihan tersebut. Dengan alasan bahwa Wentworth, belum memiliki pekerjaan yang jelas. Penolakan ini membuat Wentworth memutuskan untuk berlayar.

Pertemuan mereka kembali terjadi ketika usia Anne sudah menginjak 27 tahun. Dan wajahnya mulai layu, bahkan tubuhnya kurus. Ini membuat Wentworth terkejut dengan penampilan Anne yang jauh dari kata 'cantik'. Sebaliknya, justru Kapten Wentworth berpenampilan sangat gagah dan tampan.


Saudari ipar adiknya, mereka berdua saling memperbutkan perhatian dari Kapten Wentworth, membuat sang Kapten merasa betah dan sering mengunjungi Uppercross.


Tentang Mary, adiknya Anne, yang menikah dengan Charles. Sebenarnya tak berselang setelah sepeninggalan Wentworth, Charles dan keluarganya mengajukan lamaran kepada Anne. Namun, berkat Lady Russel, akhirnya lamaran tersebut dibatalkan dan Charles justru menikahi Mary.

Mary sendiri seorang perempuan yang banyak mengeluh. Terlalu banyak mengeluh. Anaknya ramai dan riang, dia justru mengeluh sakit karena mereka nakal. Sehingga karena banyaknya keluhan tersebut membuat Bapak dan Ibu mertua serta ipar-iparnya tidak begitu menyukai Mary.

Mereka tahu, bahwa Mary sering berkeluh kesah bahwa dia sakit. Padahal yang dia lakukan hanya mengasihani dirinya sendiri dan terusss berkeluh kesah. Dan kehadiran Anne membuat keluarga tersebut sedikit lega. Mereka senang dengan kehadirannya.

Semakin seringnya Kapten Wentworth berkunjung ke Uppercross, membawa kabar baru terkait Wentworth yang tengah mencari calon istri. Ketika mereka mengadakan perjalanan bersama, terlihat jelas, bahwa Wentworth dekat dengan Louisa. Dari sinilah, Anne merasa banyak perubahan yang menjadikan dirinya tampak berbeda selama di Uppercross. Bukan tentang bagaimana Wentworth dan Louisa, tapi bagaimana kehidupan di Uppercross membuatnya bahagia. Keributan kecil anak-anak, keriangan keluarga besar di sana, membuat kecantikan Anne kembali tampak lagi.

Hingga membuat Mr. Elliot, sepupu mereka, calon pewaris kekayaan keluarga Elliot, terpesona ketika mereka berpapasan di sebuah jalan. Saat Anne dan anak-anak dari Uppercross tengah berwisata ke Lyme. Pertemuan mereka membawa sesuatu yang baru juga bagi Anne, meski bagaimana pun, Lady Russel masih belum menyukai sosok Mr.Elliot.

Namun, segalanya menjadi begitu jelas ketika semua orang berkumpul di Bath. Segala sisi kehidupan setiap tokoh yang terkait tampak jelas sudah, hingga membuat saya merasa benar-benar terkejut terutama keberadaan satu pria yang sangat teramat tidak menyenangkan. 


Kartu Tanda Buku

Judul : Persuassion || Penulis : Jane Austen || Halaman : 372 || Penerbit : Noura Books || ISBN : 9786020989457

***

Membaca buku Persuassion merupakan keputusan yang sudah melewati beberapa kali rasa penasaran yang tak kunjung segera saya penuhi.

Berawal dari sebuah film Lake House dimana Sandra Bullock yang memerankan tokoh wanita di dalam film tersebut, kehilangan sebuah buku yang merupakan peninggalan dari seseorang yang istimewa. Buku itu adalah Persuassion. Kemudian, kembali saya tergoda, meski belum memutuskan untuk membaca, melalui film Jane Austen Book Club, di sinilah saya mendapatkan ringkasan secara singkat melalui salah seorang tokohnya.

Buku ini memang tentang Mencintai kembali, Memulai kembali serta Merajut kembali hubungan yang pernah rusak. Namun, dikemas dengan cara yang elegan serta dibumbui dengan kehidupan orang-orang pada abad pertengahan. Novel ini memang tidak semenarik Sense and Sensibility, karena memang novel tersebut merupakan favorit saya. Tapi, karya Jane Austen yang satu ini, tetap layak untuk dibaca.

Terutama dengan sosok Anne dan Mary serta Elizabeth yang begitu berbeda jauh. Menarik untuk diikuti jalan hidup mereka semua.


Semoga Bermanfaat.

Terima kasih.

  • Share:

You Might Also Like

1 comments

Terima kasih sudah meninggalkan komentar. Mohon gunakan kalimat yang sopan. Link hidup akan otomatis terhapus.