31 October 2016

More Bloody Horowitz



Masih bulan Oktober kan? Jadi masih sesuai dengan hawa-hawa horor Hallowen. Seperti buku yang sudah saya baca ini, pemberian dari Sakinah yang ternyata berisi kumpulan cerpen karya Horowitz yang lumayan menarik.

Membawa saya pada masa-masa R.L Stine hadir menghantui masa kecil saya, mwehehe. Kalau ditanya apakah seseram nonton film Oma Suzana? Saya jawab tidak kok. Ini bisa dibilang genre horor buat remaja. Dengan bahasa pengantar yaitu bahasa Inggris.

Ada 13 cerpen dalam buku ini. Dengan format tulisan terpisah menjadi dua kolom dalam satu halaman, membuat terasa seperti membaca koran. Tapi, karena menggunakan bahasa Inggris, pembaca tidak perlu khawatir karena kalimat dan pemilihan kata yang digunakan termasuk mudah dipahami.

Saya akan memulai ringkasan dua cerpen dalam buku ini.


Kartu Tanda Buku

Judul : More Bloody Horowitz || Penulis : Anthony Horowitz || Halaman : 251 || Penerbit : Walker Books || Bahasa : Inggris || ISBN : 9781406325614



You Have Arrived


Ada sebuah peraturan tak tertulis di Kentworth Estate. Ketika mobil-mobil mewah hilang, saat kaca jendela dirusak semua orang tahu siapa pelakunya tapi tidak ada yang mau mengatakannya. Harry seorang pemuda yang menjadi ketua dari Gang yang sering membuat kekacauan. Sebelumnya bukan Harry yang menjadi pemimpin Geng ini, tapi seorang pemuda lain yang dipanggil Romeo. Beberapa waktu sebelumnya dia sempat menghilang tanpa jejak setelah mencuri sebuah mobil BMW.

Saat ini, Harry yang memimpin komplotan mereka, bersama Jason keduanya tengah asyik berjalan-jalan sampai tiba di satu tempat, ketika di jalanan tersebut hanya ada mereka berdua, sebuah mobil BMW terparkir di depan mereka. Dengan kunci yang masih menggantung. Tanpa ada alarma peringatan ketika mereka masuk. Sama sekali tidak ada perlawanan.

Hal inilah yang seketika membuat Jason berpikir bahwa ini semua merupakan perangkap. Tapi, Harry yang bodoh, tetap saja mengacuhkan peringatan dari Jason dan memaksanya untuk ikut serta. Kemana mereka ingin bepergian? Saat itulah, mereka mulai menjelajah isi mobil dan tidak lama kemudian menyalakan alat navigasi yang dapat berbicara menggunakan suara perempuan tua.

Selama perjalanan Jason merasakan hal yang aneh, dia berusaha untuk mengelabui alat navigasi dengan pergi ke tempat lain. Menghambur-hamburkan uang, kemudian berniat untuk kembali lagi. Tapi, Harry masih memaksa untuk menggunakan alat navigasi tersebut. Mereka terus mengikuti arah yang ditunjuk alat navigasi, terus hingga kemudian memasuki hutan yang gelap dan pekat.

Harry mulai merasakan ketakutan, Jason sudah tahu bahwa mereka dijebak oleh alat navigasi ini. Hingga kemudian mereka sampai di sebuah tempat, satu rumah yang lampunya menyala terang. Di sanalah, mereka sudah ditunggu oleh seorang wanita tua dengan darah yang bercipratan di bajunya.


The Man Who Killed Darren Shan


Bagaimana rasanya ketika pembaca memiliki novel yang dikirimkan ke penerbit, kemudian ditolak? Sedih dan kecewa sih biasanya. Tapi, bagaimana kalau nasib pembaca seperti Henry, yang tidak lama berselang dia menemukan bahwa cerita dari novelnya ditiru habis-habisan oleh seorang penulis, kemudian penulis tersebut menjadi sangat kaya raya dalam hitungan jam.

Sementara Henry, yang sejak kecil selalu ditinggal oleh kedua orangtuanya bepergian ke luar negeri, memiliki rumah dan harta yang memadai, seketika semuanya musnah setelah kematian orangtuanya. Yang justru meninggalkan banyak hutang sampai semua property milik orangtuanya, disita. Dan Henry tak memiliki siapapun atau rumah untuk berlindung.

Henry bukan anak yang cerdas, tapi dia memiliki hasrat dan ambisi untuk menjadi penulis novel horor terkenal. Dan dimulailah setiap malam sepulangnya dari bekerja, dia menulis untuk novelnya. Berulang kali, dihapus, ditulis, dihapus, ditulis, hingga kemudian satu novel berjumlah 100 halaman selesai.

Tapi, usai itu karyanya ditolak dan tidak lama kemudian dia menemukan seorang penulis menjadi kaya raya usai meniru tulisannya. Ambisi Henry seketika berubah haluan, dia menciptakan sendiri kisah horor lainnya, yang ditujukan untuk penulis kaya raya tersebut yang bernama Darren Shan. Henry menciptakan sebuah kisah dengan tujuan untuk MEMBUNUH DARREN SHAN.


**

Ada 13 cerita yang dikemas dengan cara menarik dan santai, sehingga buku ini bisa dinikmati kalangan remaja. Tidak membuat cepat bosan, tapi sesekali akan terasa seperti bermain tebak-tebakan terkait, siapa penjahatnya, siapa dalang dari semua ketakutan-ketakutan yang disebarkan. Semua hal yang ada dalam buku ini dikemas dengan menarik disertai beberapa gambar pendukung.

Bagi yang ingin membaca buku ini, mungkin harus membelinya di beberapa toko buku yang menyediakan buku import. Karena, buku ini diterbitkan penerbit luar negeri, ditambah bahasa yang digunakan dalam buku ini merupakan bahasa Inggris.

Tapi, meski menggunakan bahasa Inggris, tetap saja, pemilihan kata dalam kalimatnya mudah dicerna. Sebelum saya tutup, saya ingin mengucapkan terima kasih untuk Nurussakinah yang sudah berkenan bertukar buku dengan saya.




Terima kasih

27 October 2016

Persuassion - Jane Austen
Persuassion - Jane Austen


Akhirnya bisa menyelesaikan bacaan ini, setelah beberapa hari hanya sanggup menyicil beberapa halaman saja. Persuassion menjadi buku ke 39 yang selesai selama tahun 2016. Masih membutuhkan beberapa buku lagi hingga saya bisa menyelesaikan tantangan membaca di Goodreads. Berbeda memang dari tahun sebelumnya, seperti yang sudah pernah saya tuliskan. Tahun ini, saya cenderung ngos-ngosan mengejar ketertinggalan.

Tapi, tetap saja, membaca merupakan sesuatu yang memang menjadi kebutuhan saya. Belum lagi tanggung jawab saya untuk bisa memangkas tumpukan buku yang belum saya baca. Kalau begitu saya akan memulai saja ringkasan buku Persuassion di bawah ini.

Ringkasan Cerita Persuassion Karya Jane Austen


Sir Walter Eliot seorang bangsawan yang sangat rupawan, baginya kualitas fisik merupakan nomor satu. Dia tak memikirkan banyak hal lain selain rupanya, itulah sebabnya meski telah berusia 50an, Sir Walter Eliot masih tampak tampan.

Dirinya menikah dengan Lady Eliot yang sangat penyabar juga baik hati. Meski bisa dikatakan kalau Lady Eliot seorang perempuan tabah yang berusaha untuk tetap mendukung karir dan jabatan Sir Walter Eliot.

Mereka berdua memiliki 3 orang anak yaitu Elizabeth, Mary dan Anne.

Elizabeth mewarisi karakter dari sang Ayah, yaitu pengagum fisiknya sendiri. Karena memang Elizabeth tampak cantik, namun di usianya yang menginjak 29 tahun, dia masih melajang. Karena sang Ayah selalu berusaha mencari pemuda yang kaya raya untuk menikahi anaknya.

Tidak demikian dengan Mary yang memutuskan untuk menikahi pemuda yang berkecukupan dari sebuah desa. Tapi tetap saja tidak memuaskan keinginan Sir Walter Eliot.

Dan Anne, nasibnya jauh berbeda dari kedua saudarinya. Dia jarang sekali atau bahkan tak pernah diperhatikan oleh ayahnya sendiri. Anne tumbuh menjadi gadis yang kurus, kuyu dan tampak pucat. Hanya Lady Russel yang mencintai dan menyayanginya seperti Ibunya sendiri.


Lady Russel begitu sedih, karena Anne tidak diajak ikut serta pindah ke rumah dimana Ayah dan Kakaknya bermukim di tempat baru. Alih-alih justru Sir Walter mengajak anak dari pengacaranya yang membuat Lady Russel menaruh curiga.

Namun, keberadaan Anne ternyata dibutuhkan di Uppercross, tempat tinggal adiknya. Yang sangat membutuhkan bantuan Anne untuk menjaga anak-anaknya. 

Siapa sangka, kalau justru keberadaan Anne di sana menghasilkan satu pertemuan tak terduga. Yaitu pertemuan Kapten Wentworth dengan Anne setelah sekian lama mereka tidak bertemu. Dahulu, ketika Anne masih sangat muda, sekitar usia 17 tahun dan Wentworth juga masih begitu muda, pernah melamar Anne dan mengajaknya untuk menikah.

Tapi, Lady Russel berhasil membuat Anne mempertimbangkan pilihan tersebut. Dengan alasan bahwa Wentworth, belum memiliki pekerjaan yang jelas. Penolakan ini membuat Wentworth memutuskan untuk berlayar.

Pertemuan mereka kembali terjadi ketika usia Anne sudah menginjak 27 tahun. Dan wajahnya mulai layu, bahkan tubuhnya kurus. Ini membuat Wentworth terkejut dengan penampilan Anne yang jauh dari kata 'cantik'. Sebaliknya, justru Kapten Wentworth berpenampilan sangat gagah dan tampan.


Saudari ipar adiknya, mereka berdua saling memperbutkan perhatian dari Kapten Wentworth, membuat sang Kapten merasa betah dan sering mengunjungi Uppercross.


Tentang Mary, adiknya Anne, yang menikah dengan Charles. Sebenarnya tak berselang setelah sepeninggalan Wentworth, Charles dan keluarganya mengajukan lamaran kepada Anne. Namun, berkat Lady Russel, akhirnya lamaran tersebut dibatalkan dan Charles justru menikahi Mary.

Mary sendiri seorang perempuan yang banyak mengeluh. Terlalu banyak mengeluh. Anaknya ramai dan riang, dia justru mengeluh sakit karena mereka nakal. Sehingga karena banyaknya keluhan tersebut membuat Bapak dan Ibu mertua serta ipar-iparnya tidak begitu menyukai Mary.

Mereka tahu, bahwa Mary sering berkeluh kesah bahwa dia sakit. Padahal yang dia lakukan hanya mengasihani dirinya sendiri dan terusss berkeluh kesah. Dan kehadiran Anne membuat keluarga tersebut sedikit lega. Mereka senang dengan kehadirannya.

Semakin seringnya Kapten Wentworth berkunjung ke Uppercross, membawa kabar baru terkait Wentworth yang tengah mencari calon istri. Ketika mereka mengadakan perjalanan bersama, terlihat jelas, bahwa Wentworth dekat dengan Louisa. Dari sinilah, Anne merasa banyak perubahan yang menjadikan dirinya tampak berbeda selama di Uppercross. Bukan tentang bagaimana Wentworth dan Louisa, tapi bagaimana kehidupan di Uppercross membuatnya bahagia. Keributan kecil anak-anak, keriangan keluarga besar di sana, membuat kecantikan Anne kembali tampak lagi.

Hingga membuat Mr. Elliot, sepupu mereka, calon pewaris kekayaan keluarga Elliot, terpesona ketika mereka berpapasan di sebuah jalan. Saat Anne dan anak-anak dari Uppercross tengah berwisata ke Lyme. Pertemuan mereka membawa sesuatu yang baru juga bagi Anne, meski bagaimana pun, Lady Russel masih belum menyukai sosok Mr.Elliot.

Namun, segalanya menjadi begitu jelas ketika semua orang berkumpul di Bath. Segala sisi kehidupan setiap tokoh yang terkait tampak jelas sudah, hingga membuat saya merasa benar-benar terkejut terutama keberadaan satu pria yang sangat teramat tidak menyenangkan. 


Kartu Tanda Buku

Judul : Persuassion || Penulis : Jane Austen || Halaman : 372 || Penerbit : Noura Books || ISBN : 9786020989457

***

Membaca buku Persuassion merupakan keputusan yang sudah melewati beberapa kali rasa penasaran yang tak kunjung segera saya penuhi.

Berawal dari sebuah film Lake House dimana Sandra Bullock yang memerankan tokoh wanita di dalam film tersebut, kehilangan sebuah buku yang merupakan peninggalan dari seseorang yang istimewa. Buku itu adalah Persuassion. Kemudian, kembali saya tergoda, meski belum memutuskan untuk membaca, melalui film Jane Austen Book Club, di sinilah saya mendapatkan ringkasan secara singkat melalui salah seorang tokohnya.

Buku ini memang tentang Mencintai kembali, Memulai kembali serta Merajut kembali hubungan yang pernah rusak. Namun, dikemas dengan cara yang elegan serta dibumbui dengan kehidupan orang-orang pada abad pertengahan. Novel ini memang tidak semenarik Sense and Sensibility, karena memang novel tersebut merupakan favorit saya. Tapi, karya Jane Austen yang satu ini, tetap layak untuk dibaca.

Terutama dengan sosok Anne dan Mary serta Elizabeth yang begitu berbeda jauh. Menarik untuk diikuti jalan hidup mereka semua.


Semoga Bermanfaat.

Terima kasih.

24 October 2016




Beberapa Kisah Dari Buku My First Quran Story - Mungkin masih ada yang bertanya-tanya, kenapa saya repot-repot menulis tentang buku ini hingga tiga kali? Karena, memang buku ini memiliki muatan yang berbobot untuk sebuah buku anak. Bukan dari segi gaya penulisannya, tapi melalui kisah yang diangkat dari Al-Quran. Memang, buku ini tidak berisi kisah 25 Nabi seperti buku pada umumnya yang beredar di pasaran. 

Tapi, buku ini mengambil beberapa kisah saja, namun memiliki daya tarik yang berbeda. Jika ditanya apakah buku ini cocok untuk anak-anak usia TK? Saya akan jawab, IYA. Bahkan untuk saya yang sudah 'sok' dewasa begini saja masih cocok, kok. Belum lagi seperti yang saya tulis sebelumnya, tentang cara penulisan yang sesuai untuk anak-anak, membuat buku ini betah saya baca berlama-lama.

Saat ini, saya ingin sedikit meringkas sedikit saja cerita yang berada di dalamnya. Tidak begitu banyak, hanya beberapa cerita pilihan.




Rayap Yang Mengalahkan Jin (QS. Saba' : 14)


Tinggal Rayap yang belum bercerita kepadamu. Rayap, Hudhud, dan Semut adalah tiga sekawan yang keren. Mereka bertiga punya cerita yang sangat menakjubkan. Cerita tentang Nabi Sulaiman yang punya istana sangat megah. 'Kisahku ini sungguh mengharukan,' kata Rayap. Aku Gagak Kocak sahabatmu. Aku akan menyimak cerita Rayap dan menemani kamu. 


Kisah ini, merupakan kisah yang rasanya baru saja saya ketahui setelah membaca buku ini. Sebuah kisah tentang kubah ajaib yang terdapat di dasar laut. Saking ajaibnya, meski berada di dasar laut, air tidak membanjiri dan tidak mengisi kubah tersebut. Justru tetap kering dan bersih. Di dalam kubah, terdapat seorang anak yang muda yang alim. Anak muda itu terus menerus berdoa pada Allah.

Kubah ajaib ini bisa diangkat ke daratan oleh seorang lelaki saleh, seorang perdana menteri kepercayaan Nabi Sulaiman alaihissalam yang memiliki pengetahuan yang luas. Atas izin dari Allah, Asif bisa mengangkat kubah tersebut ke daratan, hingga Nabi Sulaiman dapat masuk ke dalam kubah dan bertemu dengan anak muda yang alim tersebut.

Nabi Sulaiman bertanya, tentang amalan apakah yang diperbuatnya sehingga Allah begitu memuliakannya di dalam kubah ajaib ini. Lelaki alim tersebut kemudian menjawab, bahwa dirinya merawat Bapak dan Ibunya yang buta selama 70 tahun. Ibunya senantiasa berdoa untuk lelaki ini, agar memanjangkan usianya dan selalu taat kepada Allah. Sementara sang Ayah berdoa untuk  lelaki ini, agar Allah memberi tempat yang bebas dari gangguan jin dan setan.

Dan tahukah pembaca, berapa lama dia berada dalam kubah tersebut? "Saya masuk ke dalam kubah ketika Nabi Ibrahim menyebarkan wahyu Allah," demikian pernyataannya. Berarti sudah 2400 tahun lamanya pemuda ini tinggal di dalam kubah ajaib di dasar laut. Allahuakbar.




Gagak Pintar dan Nabi Adam alaihissalam (QS Al-maidah : 31)


Ini kisah manusia pertama di dunia. Kamu akan berkata, kisah yang akan diobrolkan ini pernah kamu dengar dari beberapa orang. Mungkin gurumu menceritakannya di sekolah atau ayah ibumu yang mendongengkannya sebelum kamu tidur. Tapi, cerita yang kusampaikan ini pasti istimewa. Soalnya, teman-temanku yang akan mendongengkannya kepadamu.


Dalam kisah ini, yang merupakan awal cerita di buku My First Quran Story. Berkisah tentang anak-anaknya Nabi Adam alaihissalam. Bagaimana Qabil yang memiliki sifat buruk sementara Habil senantiasa bersabar. Sejak kecil, Qabil senantiasa berperangai buruk, juga bersikap buruk pada Habil, saudaranya. Hingga ketika mereka beranjak dewasa pun sikap Qabil tidak berubah. Suatu ketika, keduanya terlibat dalam pertengkaran yang membuat Habil terbunuh.

Setelah Habil terbunuh, Qabil kemudian kebingungan, hendak diapakan jasad Habil ini. Kemudian, didatangkan oleh Allah seekor burung Gagak yang tengah mengubur saudara Gagaknya. Dari sinilah, kemudian Qabil mengikuti apa yang Gagak tersebut lakukan. Yaitu mengubur jasad Habil.

***

Saya sedikit juga menyematkan paragraf pembuka dari dua kisah yang saya ceritakan dari buku ini. Semoga ini bisa menjadi bahan pertimbangan bagi pembaca jika penasaran dengan buku My First Quran Story. Semoga bermanfaat.


Terima kasih

20 October 2016

Karakteristik Cerita Untuk Anak-anak




Karakteristik Cerita Untuk Anak-anak - Sebagai seorang yang masuk dalam kategori 'sok' dewasa, saya mengakui bahwa buku cerita anak-anak dan juga buku dongeng, masih menjadi buku favorit saya. Cerita-cerita di dalam buku tersebut senantiasa memanjakan saya seolah saya masih kanak-kanak. Seakan waktu berhenti, kemudian membuat saya nyaman dengan masa kekanakan. Kisah-kisah dalam buku cerita anak, seakan terus menggaung dalam kepala saya.

Begitu pula dalam buku My First Quran Story yang saya baca, meski sebelumnya saya sudah menuliskan tentang bagaimana membaca buku cerita bisa membawa efek yang baik juga bagi anak-anak pada postingan sebelumnya. Tapi, saya masih saja terngiang bagaimana perbedaan yang paling mendasar antara buku kisah para Nabi yang dahulu pernah saya baca, dimana buku tersebut hanya berisi teks tanpa gambar - kecuali pada sampulnya - yang disematkan. 


Pada bagian inilah saya mendapatkan sensasi baru dalam membaca kisah yang berasal dari Al-Quran. Kisah yang ketika saya baca melalui buku ini, justru masih terngiang dalam ingatan saya. Tidak mudah luruh, karena apa? Pastinya ada sesuatu yang menarik sehingga buku ini bisa membuat saya merasa 'terbantu' dalam menikmati cerita dari Al-Quran.


Karakteristik Cerita Yang Digemari Anak inilah yang juga membuat saya yang bukan lagi anak-anak tetap menikmati bacaan ini...


1.Cara Penyampaian Cerita

Berbeda dengan cerita fiksi atau novel dengan label dewasa yang pernah saya baca, buku anak atau dongeng memiliki gaya penyampaian yang berbeda. Dengan gaya penulisan yang menggunakan kata sederhana, sehingga anak-anak bisa mencernanya dengan mudah. Kemudian mengkombinasikan dengan kalimat yang pendek dan seringnya bersifat mendidik dengan hal-hal yang berkaitan dengan sesuatu yang positif.


2.Pesan Yang Mendalam

Cerita yang terus menggaung dalam kepala akan membantu si pembaca untuk mengingatnya dengan mudah. Tidak hanya sekadar mengingat kemudian lupa kembali. Tapi, terus mengingat apa saja yang disampaikan dalam kisah tersebut. Begitu pula dalam buku ini, yang mendidik dan mengenalkan pada anak-anak apa saja yang terjadi pada masa lampau, yang tertulis dalam Al-Quran. Kedalaman pesan yang disampaikan melalui kisah para orang terdahulu yang diabadikan dalam Al-Quran inilah yang menjadi pesan yang memiliki resonansi sehingga tak hanya sekadar mengingatnya.


3.Mudah Dipahami

Seperti pada poin pertama yang sudah saya tuliskan. Dengan menggunakan bahasa yang sederhana, ini dimaksudkan agar anak-anak mudah memahami situasi dan kondisi yang dikisahkan dalam buku ini. Tasaro GK memang sudah terbukti keunggulannya dalam berceritera, juga kedekatannya pada anak-anak, sehingga memberi kemudahan untuknya dalam mengemas kisah dari Al-Quran menjadi mudah dipahami oleh anak-anak. 

Seperti dalam cerita Merpati Romantis dan Nabi Ibrahim Alaihissalam, yang diambil dari Surah Al-Baqarah ayat 260. Saya akan mengutip sedikit bagaimana tulisan yang disajikan dalam buku ini bisa mudah dipahami oleh siapa saja yang membacanya.

"Nenek moyangku seekor merpati yang gagah dan baik hati. Oleh para gadis, dia dijuluki Merpati Romantis. Nanek Moyangku hidup di negeri yang dikuasai seorang raja pintar. Raja itu pandai membangun gedung-gedung tinggi menjulang. Saking pintarnya, raja itu menganggap dirinya sehebat Tuhan."



4.Mendidik Tanpa Menggurui

Jika ada yang pernah mengalami masa dimana ketika kanak-kanak, guru mengaji di dekat rumah mengisahkan cerita para Nabi atau cerita dari Al-Quran dengan penyampaian yang seakan 'teksbook', mungkin pengalamannya sama seperti saya. Kisah yang disampaikan dengan cara yang membosankan membuat saya tak berkesan dengan hal tersebut. Inilah kenapa, mengenalkan pada anak tentang Al-Quran dan para Nabi serta hal apa saja yang disukai dan dibenci oleh Allah, sebaiknya menggunakan penyampaian yang lebih luwes.

Karena anak-anak cenderung mudah bosan jika mendengar sesuatu yang memiliki kesan menggurui, meski hal tersebut mendidik. Tapi, dengan cara yang berbeda, bisa membuat anak-anak belajar sesuatu dari kisah di buku ini. Bagaimana agar taat dan patuh pada perintahNya. Seperti apa hukuman yang diterima jika melanggar, dengan cara yang mudah diterima oleh anak-anak.



5.Mengenalkan Konsep Kehidupan


Sebagai anak-anak, mereka memang masih berpikir bahwa dunia ini tidak begitu njelimet seperti kehidupan yang dilihat dari kacamata orang tua. Demikian pula hal yang disampaikan dalam buku ini, seperti contohnya dalam kisah Sapi Betina dan Nabi Musa yang diambil dari QS Al-Baqarah : 67-68. 

Dalam kisah tersebut, seekor Sapi bercerita pada kita, tentang kisah hidup Nabi Musa yang dibenci oleh Fir'aun, bagaimana ketika beliau hijrah ke Negeri bernama Madyan, kemudian hidup di sana dan menikahi putri dari Nabi Syuaib. Setelah itu, keinginannya untuk membebaskan Bani Israil dari kekejaman Fir'aun, Nabi Musa memutuskan untuk mendatangi kerajaan tersebut. Kisah ini kemudian sering kita dengar, bagaimana Nabi Musa memiliki mukjizat mengubah tongkat menjadi ular dan banyak mukjizat lainnya.

Namun, konsep kehidupan yang dikenalkan dalam cerita inilah yang menjadi titik berat saya memfokuskan dalam setiap bab kisah dalam buku ini. Yaitu, bagaimana anak-anak diajarkan tentang KESOMBONGAN yang merupakan hal yang dibenci oleh Allah ta'ala. Di sinilah pengenalan terhadap tindak tanduk kesombongan dan keangkuhan digambarkan melalui sosok Fir'aun dengan cara yang mudah. Tidak ada pesan moral yang diutarakan secara langsung, melainkan melalui sebab dan akibat yang diterima oleh Fir'aun dan pengikutnya.


Demikianlah, bagi saya membaca buku anak-anak bukan saja menyenangkan, tapi juga melatih diri saya dalam memahami dengan lebih baik lagi segala hal, melalui sudut pandang tokoh cerita. Apalagi dalam kisah-kisah di buku ini mengangkat kisah dari Al-Quran. 

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi pembaca dan bisa menjadi bahan pertimbangan terhadap buku ini.


Terima Kasih

19 October 2016




Buku-buku Cerita Dan Kecerdasan Berbahasa Anak - Melalui cerita anak-anak dapat membangun konsep cara berpikir yang membantu mereka untuk membentuk pengalaman mereka menjadi sesuatu yang bisa dimengerti. Dengan membaca buku-buku dongeng, setiap anak belajar untuk menambah keahlian dalam perbendaharaan kata. Bukan hanya itu, ketika anak-anak membaca cerita dalam dongeng dengan suara, ini juga dapat meningkatkan indera pendengaran mereka.

Kemampuan berbahasa pada anak-anak merupakan perkembangan kognitif yang menandakan bahwa masa-masa pertumbuhan mereka dalam kondisi yang baik. Dengan begitu, anak akan mudah untuk mencerna setiap kalimat melalui proses reading and telling. Mengasah kemampuan membaca dan berbicara pada anak-anak memang membutuhkan proses, karena itulah dibutuhkan juga bagian dalam proses membaca dengan mengikutsertakan membaca dengan suara. 

Dengan kebutuhan anak-anak akan buku cerita atau buku dongeng inilah penyediaan buku yang ramah untuk anak-anak diperlukan. Khasnya anak-anak yang gemar melihat gambar serta warna-warni, maka buku dengan konsep cerita bergambar akan membuat mereka betah untuk membaca dan membawa rasa penasaran mereka untuk menyelesaikan bacaan tersebut.



Buku My First Qur'an Story


My First Qur'an Story menggunakan kombinasi cerita islami dengan sematan gambar yang menarik di dalamnya. Bukan hanya itu, buku ini juga menggunakan metode bercerita yang mengambil sudut pandang berbeda. Jika dari buku cerita tentang kisah Nabi kebanyakan berisi tulisan saja, atau sekadar disisipi gambar yang tidak begitu banyak. Kemudian komposisi tulisan sekitar 90% ini seringnya justru membuat anak-anak cepat lelah sebelum mereka mencapai setengah halaman.


Sudut pandang yang berbeda ini menggunakan sosok binatang yang memang memiliki kaitan dari cerita-cerita yang terdapat dalam buku ini. Jika berbicara tentang sudut pandang, maka hal ini merupakan hal baru dalam cerita yang diambil dari Al-Quran. Dimana, konsep seperti inilah yang dibutuhkan anak-anak untuk menambah wawasan mereka tentang Al-Quran. 

Bukan hanya itu, buku ini juga bisa menjadi media yang bagus untuk membantu dalam proses Story Reading di depan kelas atau di depan anak-anak. Dengan penambahan gambar pada setiap halaman, membuat anak mampu mencerna dengan cepat cerita yang mereka dengar. 


Story Reading Melatih Fokus


Saat membaca buku ini untuk pertama kali, saya pribadi mendapati bahwa tingkatan fokus yang saya rasakan bertambah. Fokus terhadap gambar dan teks sangat membantu untuk mempermudah cerita diserap oleh pembaca. Demikian pula ketika saya meminta krucilers di rumah untuk membaca buku ini. Mereka asyik bersuara sambil bercerita, sesekali mengomentari gambar yang tersedia namun tetap bisa mengikuti jalan ceritanya tanpa kesulitan.

Dari sinilah, krucilers tampak memiliki fokus yang baik sehingga distraksi yang timbul dari luar tidak membuat mereka jengah. Justru mereka tetap asyik membaca buku ini sampai cerita setiap babnya selesai. Meski begitu, rasa penasaran mereka selalu tumbuh kembali ketika melirik sampul buku yang bergambarkan para binatang yang menjadi tokoh dalam cerita ini.


Melatih Kemampuan Membaca


Seperti yang sudah saya tuliskan di atas, bahwasannya cerita yang dikombinasikan dengan gambar memang memudahkan anak-anak untuk mencerna jalan dan tujuan dari cerita tersebut. Namun, bukan hanya itu, dengan komposisi gambar 80% serta teks berisi cerita 20% inilah yang justru membantu melatih kemampuan mereka saat membaca buku.

Anak-anak yang terbiasa membaca akan memiliki kosa kata yang beragam yang bagus untuk kecerdasan berbahasa mereka. Meski buku-buku yang dibaca berisi gambar, tapi di sinilah mereka juga melatih daya ingat sehingga ketika diminta untuk menceritakan kembali, mereka bisa dengan mudah bercerita tanpa kesulitan.


Itulah sebabnya saya menyukai buku bergambar, novel grafis serta dongeng, karena melalui buku yang ringan ini terdapat banyak hal yang diasah meski saya sudah bukan anak-anak lagi. Salah satunya, warna-warni yang hadir dalam buku, bisa membantu saya rileks selagi membaca.


Semoga informasi ini bermanfaat. 

Terima kasih

18 October 2016

Panduan Wajib Menulis Resensi Buku



Berguru Pada Pesohor - Saya sempat bimbang, terkait prosedur menulis ulasan yang baku atau batasan-batasan seperti apakah ulasan buku yang baik itu. Terlebih pelajaran Bahasa Indonesia sejak saya sekolah, kalau diingat-ingat hanya membahas tentang struktural, tidak membahas secara menyeluruh apa-apa saja yang membuat sebuah ulasan itu dikatakan bagus atau baik. Meski, memang betul, ulasan buku akan terlihat baik atau bagus tatkala mengikuti prinsip-prinsip yang diajarkan.

Hanya saja, apakah hanya sekadar itu? Tidak adakah sesuatu hal lain yang bisa dipelajari dari resensor yang bisa dengan mudah menuliskan segala macam buku yang tampaknya biasa saja kemudian menjadi luar biasa? Atau menjadikan buku istimewa bertambah istimewa? Apa rahasia mereka?

Dalam buku ini, Dahlan dan Diana, membantu pembaca untuk merekonstruksi tatanan dari sebuah resensi melalui kupas tuntas ulasan dari para resensor yang sudah ternama. Ibaratnya, belajar dari yang terbaik. 


Kartu Tanda Buku


Judul : Berguru Pada Pesohor - Panduan Wajib Menulis Resensi Buku || Penulis : Diana A V Sasa - Muhidin M Dahlan || Halaman : 256 || Cetakan kedua : April, 2012 || Penerbit : 1# dbuku || Didukung oleh : IBOEKOE || ISBN : 9786029899702



Melalui Resensi Nasib Sebuah Buku Ditentukan


Meminjam kalimat dari kata pembuka yang ditulis oleh Diana AV Sasa | Muhidin M Dahlan, saya berpikir ulang tentang kondisi perbukuan di Indonesia. Siapa saja yang ingin membeli sebuah buku, pasti akan bertanya pada beberapa teman yang dinilai memiliki 'penilaian baik' terhadap bacaannya. Ini tentunya terkait juga pada selera, yang mau tidak mau senantiasa menjegal buku-buku bagus untuk menjadi best seller karena dinilai 'tidak sesuai selera'.

Tapi, semenjak kemunculan penerbit-penerbit indie yang bagi saya berhasil menyaingi penerbit mayor, dalam menghasilkan buku-buku bermutu, seperti buku yang saya baca ini. Sepak terjang mereka tentunya tidaklah mudah dan tidak instan. Dengan kedekatan bersama komunitas buku, serta menemukan pembaca-pembaca yang tepat sehingga dapat menyebarkan juga virus membaca buku berkualitas, sehingga fenomena ini tentunya menarik sekali. 

Menariknya karena apa? Karena pembaca di Indonesia disuguhi oleh bacaan bermutu yang beragam. Saya sendiri berkenalan dengan karya dari banyak penulis melalui buku-buku yang diterbitkan oleh penerbit non mayor. Semoga saja ini mengindikasikan semakin sportifnya persaingan terkait dunia perbukuan. 

Menilik kembali tentang 'bobot' sebuah buku, tentunya orang akan berpikir ulang jikalau ulasan yang ditemukan terkait buku yang ingin dibelinya ternyata tidak sesuai dengan ekspektasinya. Begitu pula kenapa saya membuat blog khusus buku, karena saya ingin pembaca bisa mempertimbangkan banyak hal dari apa yang saya tulis, meski memang tidak sebegitu 'bagus' opini saya tentang satu buku. Tapi, ini membuat saya sadar, bahwa penting bagi para resensor untuk memberikan secara jelas pertimbangan apa saja yang memberatkan atau meringankan sebuah buku agar dibaca atau tidak dibaca.

Dengan begitu, calon pembaca buku tersebut, tak hanya mendapat informasi yang berguna, tapi juga merasa terbantu dengan kehadiran ulasan yang disediakan.

Jika pembaca gemar 'nongkrongi' rubrik khusus resensi pada beberapa koran, yang mana seringnya ditulis oleh para penulis tersohor, tentunya selalu membangkitkan rasa ingin tahu yang begitu besar. Meski si Penulis mengatakan bahwa buku ini sungguh kejam karena terlalu banyak typo, misalnya. Kalau diulas sedemikian rupa, hingga menampilkan sisi lain yang membawa rasa penasaran bagi seorang pembaca, sudah pasti akan membuat pembaca resensi bertekad bulat untuk ikut membacanya.

Begitu pula penilaian dari sebuah buku, yang patut juga disertakan dalam tulisan ulasan. Itulah sebabnya, pada buku ini dibedakan menjadi dua terkait Ringkasan Buku dan Resensi Buku, apa dan bagaimana perbedaannya.


Ringkasan Dan Resensi Apa Bedanya ?


Jikalau merujuk pada Negara Barat, betul memang ada perbedaan antara Ringkasan Buku (Book Report) dengan Resensi Buku (Book Review). Kemudian, letak pembeda dari kedua hal tersebut adalah Ringkasan Buku umumnya faktual, berisi informasi mengenail penulis, judul, waktu, tempat penerbitan dan rangkuman isi buku. Sementara Resensi Buku lebih cenderung personal, ekspresi pendapat seorang pembaca dari karya yang dibacanya secara lebih spesifik. Resensi mengandung isi seperti ringkasan, tapi mengulas lebih dalam dengan memasukkan pendapat pribadi si pembaca karya [3].

Satu hal yang paling menonjol dan mudah dalam mengindentifikasi apakah tulisan tersebut merupakan ulasan/resensi atau artikel/essai adalah melalui keberadaan KTB atau Kartu Tanda Buku, seperti yang saya tulis di atas. Yaitu berisi detail atau informasi terkait buku, seperti judul, nama penulis, jumlah halaman, dimensi buku, penerbit, penata letak dan segala informasi berkaitan dengan buku tersebut.

Namun, ada satu lagi faktor yang juga menentukan, apakah tulisan tersebut berupa essai atau resensi, yaitu mengikut-sertakan cerita terkait isi buku dan terkadang juga pengalaman sang penulis selama proses membaca buku tersebut. Dan, sudah bisa ditentukan juga bahwasannya tulisan ini adalah resensi meski tidak menyertakan KTB, karena fokus tulisan adalah tentang buku atau pengarangnya.


Apa Langkah Awal Untuk Memulai Menulis Resensi ?


1.Buatlah Daftar Pertanyaan Interogratif

Ketika membaca sebuah buku, untuk memberikan kemudahan bagi pembaca saat ingin menulis sebuah ulasan. Buatlah beberapa pertanyaan yang jawabannya terdapat dalam buku tersebut. Entah itu menyangkut tujuan penulis mengangkat tema tertentu, atau terkait hubungan antar tokoh dan ragam pertanyaan lainnya yang bisa digunakan untuk membantu menulis ulasan.

Bisa juga dengan menandai beberapa kutipan-kutipan penting, tandai juga jawaban-jawaban yang diberikan oleh buku. Serta catat informasi-informasi yang berkenaan dengan fisik buku, catat pula gugatan-gugatan jikalau ada serta berikan usulan serta resolusi [16].

2.Kartu Tanda Buku

Jangan lupa juga untuk sertakan Kartu Tanda Buku seperti yang sudah saya tulis sebelumnya di atas. KTB ini digunakan sebagai katalog pendataan buku dalam perpustakaan. Ini untuk mempermudah sensus buku. Serta untuk memberikan identitas sebuah buku melalui informasi ISBN.


3.Buatlah Judul Yang Menggugah

Tampak tak asing lagi bukan, poin nomor tiga ini? Betul, dalam dunia tulis menulis, membuat Judul merupakan hal yang terus menerus dipelajari dan mendesak para penulis, baik penulis buku, blogger bahkan penulis resensi hingga penulis skripsi, agar dapat membuat judul yang menggugah. 

Ada banyak sekali ilmu terkait teknik copywriting yang mengedepankan teknik membuat headline agar memancing rasa penasaran pembaca. Tapi perlu diingat kembali, judul yang menghentak jika tidak disertai eksekusi penulisan tentunya akan mengecewakan pembaca.


4.Taklukkan Pembaca Melalui Paragraf Pertama

Ternyata bukan saja tulisan artikel atau tulisan pada buku-buku cetak dan elektronik saja yang membutuhkan 'gebrakan' pada paragraf pertama. Ulasan dapat juga menaklukkan pembaca melalui paragraf pertamanya. Sehingga, ini bisa menjadi nilai lebih bagi penulis ulasan.

Dalam paragraf pertama, penulis ulasan bisa melakukan banyak cara, misalnya dengan menyematkan quote menarik dari buku yang dibaca, langsung dibuka dengan kritikan terhadap buku atau bisa juga menulis langsung keunggulan buku tersebut. Semua cara ini dimaksudkan untuk membuat paragraf pertama yang membuat pembaca ulasan penasaran dan ingin mengetahui lebih banyak tentang buku tersebut.


Panduan Wajib Menulis Resensi Buku



5.Mengolah Tubuh Resensi


Resensi tak hanya soal judul dan paragraf pertama, melainkan juga rangkaian belasan dan bahkan puluhan paragraf. Jika judul dan paragraf pertama adalah pintu masuk, maka paragraf-paragraf selanjutnya adalah serangkaian panjang kedalaman ulasan sebuah buku. Bagian ini bisa berisi banyak kutipan, metafora, informasi - baik yang diambil dari buku maupun informasi tambahan dari kutipan karya orang lain.

Keluasan pengetahuan, kritisisme, kesabaran dan kelihaian dari penulis resensi akan terlihat di paragraf berikutnya selepas pelatuk paragraf pertama ditarik. Di paragraf tubuh resensi itu pula kita bisa menyidik apakah penulis resensi membaca keseluruhan buku itu atau hanya mengambil sebagian kecil isi buku atau bahkan buku yang diresensi hanya sekadar tempelan belaka dari topik yang diinginkan oleh penulisnya [136-137].


Masih ada banyak cara lain yang disertai contoh dalam menulis resensi dari para pesohor yang kerap kali menuai pujian serta kritikan dalam mengulas sebuah buku. Poin-poin yang saya tulis di atas, merupakan sebagian kecil saja dari apa yang ada dalam buku Berguru Pada Pesohor ini. Jadi, pembaca bisa menilai sendiri, bobot dari buku karya Muhidin M Dahlan dan Diana AV Sasa melalui beberapa hal yang saya bahas di atas.

Semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi pembaca.

Terima Kasih


12 October 2016

Cinta Tak Pernah Tepat Waktu



Ciri utama seorang pecundang adalah mereka senantiasa punya jawaban negatif dan nyinyir untuk segala hal! ~ Hal 100


Sesiapa saja yang sering mendengar pepatah "Cinta akan datang pada waktunya" mungkin akan berpikir ulang ketika membaca kisah si "AKU" dalam buku ini. Yang ditulis dengan nyamannya bak aliran air yang tenang, sedikit beriak sesekali, kemudian terjun bebas dari daratan tinggi ke rendah. Ikut terombang-ambing dalam pikiran bebasnya, tentang segala hal yang ternyata sedikit absurd.

Pada mulanya, kita akan diajak berkenalan dengan lelaki yang dianggap sebagai PLAYBOY oleh seorang perempuan. Jika pembaca sudah meng-iya-kan hal ini, mungkin sebaiknya mempersiapkan topeng lain yang bisa menutupi keputusan awal setelah membaca dengan lebih seksama.

Tenang saja, ini bukan naskah proklamasi yang harus dihapal. Tapi, ada saja beberapa bagian yang membuat saya sedikit kebingungan, terutama tentang absurdnya pikiran si Aku yang melayang-layang ini.


Sebelumnya...


saya ingin menuliskan tentang satu bab dimana Phutut menuliskan rutinitas si Aku dari bangun tidur, cuci muka, dan terus semua kegiatan sampai dia siap. Sempat awal mulanya saya merasa, "yelah bro, uripku wis ruwet ki.." Karena ditulis serupa ini : Bangung tidur, cuci muka, pergi ke kamar mandi, sikat gigi, bikin kopi. Astaga!! Dunia saya sudah terlalu membosankan dengan hal-hal demikian, kemudian kamu mengajak saya untuk menikmati kebosanan itu!

KEJAM!

Belum lagi, beberapa hal yang sempat membuat saya ingin mencaci dan memaki lelaki yang membuat saya berpikir, "kamu lemah sekali. Hidup sekeras ini, tidak bisa kamu selemah itu." Tapi, saya tahu, bukankah orang yang kuat itu sendiri adalah yang dapat mengendalikan amarah? Bukan orang yang tidak menikmati rasa sedih, putus asa, kebingungan sampai harus menunggu begitu lama? 

Bukan itu...

pada kenyataannya, saya mendapati jawaban demi jawaban yang terurai seperti benang yang kusut kemudian dipintal kembali agar terurai dan bisa menjadi kain. Meski pembaca mencoba untuk mengintip langsung menuju halaman-halaman terakhir, niscaya proses itu tidak akan membuat rasa penasaranmu terpuaskan.


Puthut Mengajarkan Satu Hal


Bahwasannya, memendam dan menganggap bahwa melupakan rasa sakit atau patah hati itu adalah hal yang paling baik untuk move on. Ternyata, masalah yang mengendap justru menjadi boomerang bagi pribadi tersebut. Ianya hanya menjadi parasit yang merenggut kesehatan dan kewarasan serta daya tahan sedikit demi sedikit, hingga lenyap sudah imunnya. Sehingga rentan sekali goyah ketika suatu malam, tokoh utama bertemu dengan seorang perempuan yang membuat jantungnya berdegup kencang.

Perempuan yang kemudian membekukan dunianya dalam sekejap saja. Sambil mereka berbincang pelan. Sayangnya, si tokoh utama ini - kita sebut saja AKU - bertemu dengan dua perempuan dalam pesta pernikahan temannya. Salah satu perempuan di pesta tersebut, merupakan sosok dari masa lampaunya. Yang mengaku sudah berbahagia dengan keluarga yang dia miliki.

Tapi, entah kenapa, dalam lubuk hatinya ada kegoyahan yang begitu besar seperti gempa bumi yang meluluh-lantakkan pertahanannya. Hingga pembaca akan merasa betapa lelaki ini mudah sekali tumbang hanya karena sebuah pertemuan.


Dan pertemuan itu, membuka tabir yang merusak segala sendi hingga hancur berkeping-keping pertahanannya...


Seperti Apa Cinta


Saya pernah berpikir kalau lelaki akan mudah jalan atau dekat dengan perempuan. Saya pikir itu hanya terjadi pada lelaki, ternyata juga terjadi pada perempuan. 

Beberapa tokoh perempuan yang hadir dalam kehidupan AKU ini, berharap bisa menjadi sosok yang istimewa, hanya saja kemudian satu persatu dari mereka mengajukan pengunduran diri karena tidak tahan. Dirinya seakan menjauh dari segala macam ikatan. Seakan tidak mau berkomitmen terhadap apa pun.

Di sinilah kita belajar melecuti seperti apa cinta itu, hingga efeknya membuat si AKU menenggak bir, sampai harus membutuhkan pertolongan seorang ahli untuk bisa membuatnya kembali pada dirinya sendiri. Seperti manusia kehilangan jiwanya.

Cinta yang cukup membuat orang berpikir, "ah hal sepele" tapi ternyata membawa pada efek yang begitu buruk, hingga suatu ketika AKU memutuskan untuk menarik diri dari dunia.


Seperti Apa Pergaulannya


Tidak tahu juga, apakah ini rumus yang pasti, bahwa seorang pembaca buku akan senang menyendiri? Karena demikianlah AKU yang senang menyendiri, bersama kumpulan pikiran-pikirannya. Kalaupun berkumpul dan bersenda gurau, pastilah Ia memilah dan memilih, tidak langsung serta merta nyemplung ke dalam tongkrongan orang lain.

Kehidupannya yang jauh dari hingar-bingar membuat pembaca akan merasakan kesunyian yang sama dengan yang dirasakan AKU. Sunyi yang membuat pembaca juga akan memiliki pikiran tersendiri dan dunia sendiri yang dipenuhi hujan kata-kata.

Ketika dia bertemu dengan orang baru, saat itulah akhirnya dia berusaha hanya sekadarnya. Apalagi perempuan itu yang pertama kali mengajaknya berbicara. Perempuan yang cerdas bagi si AKU, membuatnya merasa 'sedikit' nyaman meski pada awalnya tetap saja dia merasa melakukan hal ini sekadar basa-basi.

Kebersamaan dengan Perempuan cantik ini juga tidak berlangsung lama. Tapi, kemudian dia dihadapi dengan kenyataan. PERPISAHAN yang lagi-lagi seakan menjadi jodohnya.



Manusia Tetap Membutuhkan Manusia Lainnya


Memang benar kalau kita memiliki masalah sudah sepatutnya hanya Tuhan saja yang kita ajak berbicara. Tapi, tunggu dulu, mau dikemanakan istilah "Manusia Sebagai Makhluk Sosial" ? Tetap saja, manusia membutuhkan orang lain, sebagai tempat untuk berbagi. Dalam hal ini katarsis. 

Proses katarsis itu sendiri merupakan 'cara' untuk memulihkan segala macam rasa nyeri dan pilu yang mencekik entah rongga tubuh bagian mana, namun rasanya bisa membuat sendi pada tubuh terasa sakit. Terkadang bisa menyebabkan tidak dapat tidur karena leher menjadi tegang, kurang bisa tidur karena mata menjadi panas. Kemudian menangis yang entah tak tahu kenapa.

Seperti AKU yang mencurahkan ceritanya pada seorang tante, yang nyatanya merupakan tante dari salah seorang perempuan yang pernah dekat dengannya. Tante inilah yang membantu AKU untuk kembali menghadapi dunia dan menapaki bumi ini. Menjadi setidaknya 'seutuhnya' dia, ketika berada di Surga Kecil milik si Tante.

Jangan berpikir macam-macam. Beliau adalah tante yang benar-benar menyayangi AKU seperti keponakannya sendiri. Mendengarkan segala macam keluh kesahnya hingga membantunya untuk mengurai pikirannya yang kusut. Memintal pikiran dan masalahnya sehingga bisa ditemukan pangkal dari masalah tersebut.


SELESAIKAN SESUATU YANG SEBENARNYA BELUM SELESAI...


Karena inilah yang sebelumnya saya tuliskan. Merenggut separuh kehidupannya, serta membuatnya tak lagi menjadi manusia yang bisa bebas bergerak.



Begitulah...


Ketika saya membaca buku yang sudah tergeletak cukup lama. Saya masih berpikir, akankah buku ini menyajikan mellow drama yang membuat saya pusing kemudian bosan? Tapi ternyata, saya tetap menikmati apa yang berkecamuk dalam pikiran AKU. Meski begitu ruwet sekali. Kalau saya pikir lagi, tampaknya sosok AKU ini seperti sosok Phutut sendiri.

Entah darimana saya menebak-nebak seperti ini. Tapi, yang jelas, Kisah Cinta itu tidak melulu tentang happy ending atau sad ending dengan cara yang begitu kuno. Bagi saya, penyelesaian AKU dalam buku ini termasuk membahagiakan dan melegakan, karena sejatinya kebahagiaan itu bukan hanya sekadar dongeng belaka.

Dan satu hal yang beberapa kali membuat saya memaki, itu tadi... Betapa mudahnya lelaki bisa tertarik pada moment 'ketidak sengajaan' pertemuan dengan perempuan. Ah, terkadang ingin rasanya saya benar-benar memukul kepala AKU hingga dia misuh-misuh sendiri.

Sesungguhnya membaca buku ini meninggalkan kesan tersendiri terhadap kesunyian dan kesendirian. Pemahaman tentang kehidupan dan masalah yang sering tidak disadari oleh manusia, membuat saya paham, bahwa hidup ini menyajikan terlalu banyak hal yang tidak bisa kita cerna dalam satu waktu. Semua itu membutuhkan proses.

Inilah dia PROSES yang bisa kita nikmati dalam buku Cinta Tak Pernah Tepat Waktu, karena memang begitu adanya, terkadang menurut kita terlalu lambat, atau terkadang terlalu cepat. 

Selamat berproses....


Detil Buku


Judul : Cinta Tak Pernah Tepat Waktu || Penulis : Phutut EA || Halaman : 261 || Penyunting : Eka Kurniawan || Penerbit : Buku Mojok || ISBN : 9786021318270 || Bookstore : @Stanbuku







06 October 2016




Dru dan Kisah Lima Kerajaan - Berkisah tentang gadis cilik yang menghilang akibat menunggangi kupu-kupu raksasa yang membawanya ke tengah laut. Kemudian, membiarkannya terjatuh ke dalam lubang yang muncul secara tiba-tiba, berbentuk pusara dari dalam laut tersebut. Dru tenggelam, tapi anehnya masih bisa bernapas. Dru merasa melayang, seakan tidak ada daratan yang mengakhiri gelap gulita.

Ini tentang kisah perjalanan Dru, seorang anak gadis dari Desa Patala. 


Detail Buku

Judul : Dru dan Kisah Lima Kerajaan || Penulis : Clara NG || Halaman : 208 || Ilustrator : Renata Owen || Terbit Tahun  : 2016 || Penerbit : Gramedia || ISBN : 9786020321592




Dru dan Kisah Lima Kerajaan



Tentang Dongeng Yang Hampir Sama


Saya akan memulainya dari sesuatu yang bergemuruh dalam kepala saya. Tentang dongeng yang diceritakan oleh Clara NG dalam buku ini. Sebagai seorang yang menggemari dongeng, rasanya sungguh saya berbohong kalau saya mengatakan tidak suka buku ini. Karena, saya menjadikan cerita Dru dan para Raja, menjadi favorit saya. Terlebih ilustrasi dari Renata Owen yang terinspirasi dari pola batik sehingga membuat ilustrasi di dalamnya semakin menarik. Khas ke-Indonesia-an sekali.

Kalau berbicara tentang ke-Indonesia-an, sudah pasti juga Clara NG sukses membuat tokoh, latar cerita serta banyak hal menarik lainnya yang bercirikan Indonesia. Seperti nama Desa Patala tempat Dru berasal, kemudian Pohon Kalpataru serta cerita Lima Raja yang terpisah kerajaannya. Namun, ada satu yang menarik perhatian saya, meski bukan berarti hal ini membuat saya harus menebak-nebak apalagi menuduh bahwa Clara NG melakukan plagiat dari sebuah cerita.

BUKAN ITU!

Memang, saya sempat tersenyum, sekaligus bertepuk tangan ketika saya menyadari ada sedikit kesamaan, ingat sedikit, tema adegan dalam cerita di dalam buku ini yang selalu saya ingat dari dongeng klasik yang sudah pernah saya baca. Senyum terkembang inilah sebagai bentuk rasa syukur, ternyata saya dan Clara pernah membaca dan tumbuh dari buku-buku dongeng klasik yang sama.

Saat saya mengikuti alur dari cerita Dru yang terjebak di Hutan Topi, dimana Kanan dan Kiri berganti menjadi Atas dan Bawah. Seketika itu, saat adegan Dru menjadi tinggi hanya dengan menengadahkan kepalanya ke atas, kemudian menyusut saat kepalanya menunduk. Ingat, kisah apakah yang juga memiliki adegan menyusut dan meninggi seperti ini? 

Duh!

Bukan....bukan jualan peninggi itu. Tapi, saya kembali teringat dengan dongeng Alice in Wonderland. Saat Alice masuk ke lubang kelinci, kemudian terjebak di sebuah rumah. Ketika dia meminum ramuan yang terdapat di atas meja, seketika tubuhnya meninggi, kemudian ketika meminum lagi, kembali menyusut hingga kecil sekali.

Sudah ingat??

Betul, tapi ini bukan acara tebak-tebakan. Karena saya segera saja menikmati cerita di dalamnya. Saat bertemu dengan Bibi Keong yang mengatakan bahwa namanya adalah "Rahasia". Sosoknya, membuat saya menyuarakan suara Bibi Keong dengan suara yang pernah menjadi dubber si kucing di negeri Alice. Siapa? Benar, mendiang Prof. Severus Snape. Suaranya bergaung seakan mewakili suara Bibi Keong. Meski memang seharusnya wanita, tapi, memangnya kita bisa memberi gender pada sebuah suara? Lanjut saja yaa...



Tentang Tujuan


Karena sedikit uneg-uneg saya sudah terlampiaskan, sedikit saja loh. Saya akan lanjutkan, misi dari Dru ketika bertemu dengan Bibi Keong adalah "to find the way back home" aka Nyari cara buat pulang ke rumah. Di sinilah, Bibi Keong sempat memberikan sebuah teka-teki yang membuat Dru berpikir keras. Dari teka-teki dan cara Dru menangkap benang merah untuk menemukan jawaban, saya bisa menebak bahwa Dru adalah anak yang cerdas.

Benar saja, dalam setiap penjelajahannya di beberapa kerajaan, otaknya selalu berpikir dan mencari tahu. Khas anak-anak yang selalu bertanya mengapa bisa begini dan begitu, tapi kemudian menemukannya sendiri jawaban dari setiap petualangannya. Dari tujuan inilah, Dru mendapati satu tempat dimana dia bisa kembali ke rumahnya, yaitu Danau Cermin.

Sekarang saya sudah mengemukakan tujuan Dru yang ingin PULANG kemudian tempat bernama DANAU CERMIN yang bisa membawanya kembali. Apakah sudah seperti itu saja? Nyatanya tidak...



Teka-teki Sebuah Kunci


Bagi saya, teka-teki dalam dongeng ini seperti kisi-kisi pelajaran atau pertanyaan pada kumpulan soal? Entah, silakan berpendapat sendiri. Tapi, yang jelas, Dru segera saja mengingat apa isi teka-teki tersebut dengan mengumpulkan benang merah pada keadaan sekitar dan dari obrolan singkatnya bersama Bibi Keong.

Bukan hanya sekali Dru diberi teka-teki, beberapa kali Dru harus menemukan banyak hal, baik itu pintu selanjutnya untuk dilewati atau hal lainnya yang membuatnya tampak seperti anak kecil yang pandai.

Namun, teka-teki ini kemudian membawa ingatan saya pada Alice yang juga sama pandainya, sama KEPO (Knowing Each Particular Object) ketika berada di negeri Wonderland. Tapi, jangan salah, keinginan Dru untuk pulang, sampai menemukan teka-teki untuk bisa mencapai sebuah tempat, membuat saya juga terkenang kembali, ingatan saya seakan pecah menjadi puing-puing lain tentang adegan dari dongeng lain, yaitu kisah Dorothy di negeri Oz.



Lewati Lima Tempat Yang Dipimpin Oleh Lima Raja


Ini adalah teka-teki pertama yang diberikan Bibi Keong pada Dru. Dia paham, bahwa dia harus menemui lima orang raja untuk bisa kembali pulang. Tapi, tunggu dulu, sekarang saya beritahu nama-nama raja tersebut. Raja pertama bernama Tanti Pala, raja kedua bernama Raja Aditsu, Raja Wrekodara merupakan raja ketiga, Raja keempat yaitu Raja Pramadi dan raja kelima Raja Nala. 

Mungkin akan terbesit nama yang seakan tidak asing lagi. Betul, nama-nama yang terdengar kesan berasal dari Jawa inilah yang membuat pembaca sadar, bahwa kisah dongeng ini terjadi di Indonesia. Kelima raja ini juga terinspirasi dari kisah Pandawa, ketika disebutkan pula oleh Bibi Keong, tentang raja segala raja bernama Sang Pandu. Ini mengingatkan pada kisah epik khas Indonesia yang dikenal dengan Pandawa Lima.



Belajar Melalui Pengalaman


Sepertinya pepatah tua, "Belajar dari pengalaman" bukan hal yang sia-sia. Karena, dongeng itu sendiri merupakan suatu cara untuk 'mengajarkan' pada anak tentang segala hal dalam kehidupan, baik itu perilaku, sebab-akibat sampai moral melalui sebuah dongeng. 

Saya pernah menuliskan seperti apa dongeng melalui kacamata Fuad Hasan, betapa melalui dongeng itu sendiri, banyak orang yang teringat kemudian menjadi sangat berkesan. Karena dongeng adalah satu cara seorang manusia belajar memahami mana yang baik dan mana yang buruk. 

Belajar melalui kesalahan yang dilakukan oleh tokoh-tokohnya tanpa harus mempraktekkan kesalahan tersebut hanya untuk mempelajari efek sampingnya. Dengan ini, dongeng seperti jalan pintas untuk belajar etika, moral dan hal lain yang krusial dalam kehidupan tanpa harus tercemplung secara langsung untuk mencicipi akibat buruk dari perilaku yang buruk.

Mungkin, untuk perilaku baik, siapa pun akan memiliki keinginan yang sama. Yaitu menuai benih kebaikan. Tapi, dongeng tak hanya itu, ianya juga membuka pikiran pembaca untuk bisa sekadar mempertimbangkan banyak hal dan perilaku manusia yang sesuai dengan hukum alam.

Sama halnya ketika Dru belajar berbagi saat selendangnya menarik minat Putri Mawar. Atau Dru, belajar untuk menyembunyikan pikirannya dari para peri di Kota Pencuri. Meski akan bertanya-tanya, "Kok anak kecil diajari mencuri dari dongeng?" Kalau sudah membaca buku ini pasti tidak akan bertanya hal tersebut :).


Dari Saya Tentang Clara NG


Saya pernah menyaksikan langsung forum diskusi tentang sebuah buku, dimana dalam satu panggung hadir Clara NG dan Arswendo (penulis favorit saya). Di tempat itu, saya melihat langsung sosok Clara NG, mendengar suaranya yang selama ini hanya saya 'dengar' kicauannya melalui ranah Twitter saja.

Melalui cerita darinya, anak Clara NG ini juga menyukai membaca seperti ibunya. Tak ayal jika dongeng-dongeng klasik yang sama, pernah tumbuh menemaninya sama seperti saya. Namun, Clara berhasil 'menciptakan' kembali kisah dongeng untuk anak-anak dalam Sastra Anak yang dikemas secara apik. 

Dinamakan dongeng, jika unsur moral dan pesan dalam cerita bukan disampaikan seperti nasihat. Tapi, melalui dialog atau tingkah laku dari para tokoh di dalamnya. Dinamakan dongeng, jika kisahnya berkesan dan memberi pemikiran sebagai bahan pertimbangan secara tidak langsung namun terpatri dalam alam bawah sadar. 

Inilah dongeng khas Indonesia yang membuat betah pembacanya karena disuguhi juga ilustrasi menarik yang relevan dengan jalan ceritanya. Memberi kemudahan untuk berimajinasi dan mengembangkannya.


Setidaknya, membaca selalu menjadi proses yang membuat saya jatuh cinta berkali-kali. ~ Bacaan Ipeh