Silas Marner

July 17, 2016


Silas Marner. Bagaimana jadinya ketika dalam kehidupan yang pada mulanya berjalan biasa saja kemudian datanglah suatu kondisi yang memaksa untuk keluar dari zona nyaman? Mungkin sudah banyak orang katakan bahwa untuk sukses harus keluar dari zona nyaman. Tapi, bagaimana kalau kondisinya seperti Silas?


Asumsi Orang 


Seperti banyak yang diketahui, bahwasannya asumsi orang lain terhadap seseorang itu sering kali meleset atau hanya mendekati. Jarang saya menemui asumsi mereka 100% benar dan nyata. Itulah yang terjadi pada Silas ketika dia memutuskan untuk tinggal di sebuah tempat terpencil dekat dengan kota.

Desas desus mengatakan bahwa Silas merupakan seorang penyihir, penenun bahkan melabelinya seperti dukun yang bisa mengutuk dan menyembuhkan orang lain. Ini karena struktur wajah Silas juga karena sikapnya yang dingin dan jarang berkomunikasi dengan orang sekitarnya.

Namun, apa karena itu sehingga orang di sekelilingnya merasa memiliki hak atas Silas? Kemudian melabelinya dengan hal-hal yang bahkan tidak benar. 


Kisah Persahabatannya


Bagaimana jika sahabat yang selalu setia menemani kemudian melakukan hal yang tidak disangka? Malam itu Silas mendapati seonggok tubuh kaku ketika tengah bekerja. Spontan dia memutuskan untuk segera pulang karena ketakutan. Tapi, apa yang didapatnya? Ternyata justru pihak dari tempat kerjanya menuduh Silas mengambil sesuatu yang berharga.

Saat itu Silas yakin, bahwa Tuhan akan membantunya. Dan setelah berpikir keras tentang apa yang terjadi, Silas yakin bahwa sahabatnyalah yang menjadikan Silas sebagai kambing hitam.

Tidak lama setelahnya, calon tunangannya pun memutuskan ikatan cinta mereka. Kemudian beberapa hari kemudian, sahabat dan mantan tunangannya itu menikah.

Hari itu tepat dengan berita bahwa Silas telah meninggalkan kota.


oo00oo


Membaca buku ini membuat saya harus bersabar karena alurnya termasuk lambat. Pada bab-bab awal dikisahkan juga bagaimana masyarakat Reveloe bersikap terhadap Silas. Seperti apa kehidupannya yang memilih mengasingkan diri, tinggal di dekat dengan hutan dan sedikit berjarak dengan Reveloe.


Jika dibaca lagi dan lagi. Ada beberapa bagian yang bisa saya artikan sebagai, "Apa yang kamu tanam itu yang kamu tuai."

Terutama pada bagian ketika Silas mendapatkan kebaikan pada cerita ini. Dan beberapa orang yang berbuat buruk kemudian juga mendapatkan keburukan yang pernah dilakukannya. Dalam hal ini bagian Silas dan Godfrey, pembaca bisa mengambil benang merah pada kejadian yang terjadi pada keduanya.


Selain itu kehidupan Silas kemudian bertambah berwarna ketika Eppie hadir dalam kehidupannya. Dengan mengisahkan cerita Silas seperti dongeng, George Elliot juga memasukkan unsur spiritual manusia, konsep kepercayaan pada Tuhan dan bagaimana hukum alam itu bekerja.


"In old days there were angels who came and took men by the hand and led them away from the city of destruction. We see no white-winged angels now. But yet men are led away from threatening destruction: a hand is put into theirs, which leads them forth gently towards a calm and bright land, so that they look no more backward; and the hand may be a little child's."


Detil Buku

Judul : Silas Marner || Penulis : George Elliot || Halaman : 200 || Penerbit : Rohan Book Company || ISBN : 817.826.382-3

  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Terima kasih sudah meninggalkan komentar. Mohon gunakan kalimat yang sopan. Link hidup akan otomatis terhapus.