Cinta Tak Pernah Mati

March 01, 2016



BLURB


Di dalam buku ini Anda dapat membaca 17 cerita memikat karya 17 pengarang terkemuka dari berbagai belahan dunia : Ryunosuke Akutagawa (Jepang), Honorě de Balzac (Prancis), Bjornstjerne Bjornson (Norwegia), Anton checkov (Rusia), Fyodor Dostoevsky (Rusia), John Galsworthy (Inggris), O Henry (Amerika Serikat), James Joyce ( Irlandia), Rudyard Kipling (Inggris), W. Somerset Maugham (Inggris), Guy de Maupassant (Prancis), Edgar Allan Poe (Amerika Serikat), August Stindberg (Swedia), Rabindranath Tagore (India), Leo Tolstoy (Rusia), Mark Twain (Amerika Serikat), dan Emile Zola (Prancis).

Cerita - cerita di dalam antologi ini bertutur tentang beragam hal, dari kisah cinta yang ganjil hingga kisah misteri bernuansa cinta. Kisah-kisah ini menyiratkan kepada kita bahwa di balik segenap suka duka kehidupan, sesungguhnya cintalah yang pada akhirnya akan menyelamatkan kita.


Detil Buku

Judul : Cinta Tak Pernah Mati
Penulis : Ryunosuke Akutagawa (Jepang), Honorě de Balzac (Prancis), Bjornstjerne Bjornson (Norwegia), Anton checkov (Rusia), Fyodor Dostoevsky (Rusia), John Galsworthy (Inggris), O Henry (Amerika Serikat), James Joyce ( Irlandia), Rudyard Kipling (Inggris), W. Somerset Maugham (Inggris), Guy de Maupassant (Prancis), Edgar Allan Poe (Amerika Serikat), August Stindberg (Swedia), Rabindranath Tagore (India), Leo Tolstoy (Rusia), Mark Twain (Amerika Serikat), dan Emile Zola (Prancis).
Penyusun : Anton Kurnia
Penerjemah : Atta Verin dan Anton Kurnia
Halaman : 227
Cetakan : Juni 2011
Penerbit : Serambi Ilmu Semesta
ISBN : 978.979.024.357.6



Cerpen Pilihan





Suatu hari di surga - Ryunosuke Akutagawa

Orientasi : Cerita ini sudah jelas diceritakan di sebuah tempat bernama Surga, Sang Buddha yang tengah berjalan-jalan di tepi kolam teratai di taman surga. Di sisi lain, tokoh lain juga sedang berada di suatu tempat, bernama Neraka, bernama Kandata. Di Neraka, kesunyian mencekam dimana-mana, satu-satunya yang terdengar hanyalah ratapan samar-samar para pendosa. Kandata adalah seorang perampok ulung, semasa hidupnya dia telah berbuat banyak kejahatan seperti : membunuh, menjarah, dan membakar rumah-rumah.

Komplikasi : Awalnya Sang Buddha mengingat bahwa Kandata yang sedang berada di dasar Neraka, pernah berbuat kebaikan. Yaitu menolong seekor laba-laba. Dengan begitu, Sang Buddha ingin membantunya keluar dari Neraka, namun dengan cara yang sudah dipersiapkan. Seuntai jaring laba-laba Surga diulurkan hingga ke dasar Neraka. Kandata melihatnya, kemudian memanjat melalui jaring laba-laba tersebut untuk keluar dari Neraka. Namun, ketika melihat ke bawah, banyak teman-temannya sesama pendosa juga ikut serta memanjat jaring tersebut. Kandata khawatir, kalau semakin banyak pendosa yang ikut serta, makan jaring tersebut akan putus.

Evaluasi : Dengan upayanya yang sudah hampir mencapai setengah perjalanan, Kandata memutuskan untuk berteriak pada para pendosa lain, "Hei para pendosa ! Jaring laba-laba ini milikku ! Siapa yang memberi izin kalian naik? Turun ! Turun!" (13) Seketika itu jaring laba-laba putus.

Resolusi : Sang Buddha ingin mengampuni Kandata, kemudian mengulurkan jaring laba-laba tersebut untuk menolongnya.

Koda : Melalui sikap Kandata yang sebenarnya merupakan seorang penjahat, ditunjukkan bahwasannya tetap ada sisi baik dari manusia. Kemudian, Tuhan di sini diwakili oleh Sang Buddha - Agama Buddha - yang memiliki keinginan untuk mengampuni dosa Kandata karena pernah berbuat baik. Hanya saja, kebaikan meski sekecil apa pun, ketika Kandata ternyata tak lagi memiliki kebaikan yang tersisa dalam hatinya, itulah yang menyebabkannya kembali ke neraka.



Ayah dan Anak - Bjornstjerne Bjornson

Orientasi : Dia bernama Thord Overaas yang memiliki tubuh tinggi juga orang paling kaya di desanya. Serta seorang putra yang bahkan tidak diperbolehkan untuk dilihat oleh orang lain karena ada sesuatu hal pada diri anak tersebut yang ingin dilindungi oleh Thord. Serta Pendeta baik hati yang selalu menerima permintaan tolong dari Thord. 


Komplikasi : Thord meminta tolong pada seorang Pendeta yang baik hati, untuk membaptis anaknya, namun harus dipermandikan secara khusus. Beberapa tahun kemudian, sang Pendeta didatangi lagi oleh Thord untuk dimintai tolong agar memberitahu pada Thord, urutan keberapakah anaknya pada saat wisuda sekolah gereja. Setelah mendapat jawabannya, Thord kembali pulang. Bertahun - tahun kemudian, Thord datang lagi dan meminta tolong pada sang Pendeta, agar membantunya pada acara pernikahan anaknya. Namun, peristiwa yang sangat menyedihkan terjadi, sang Anak tenggelam ketika dalam perjalanan menyebrang danau, tubuhnya baru diketemukan oleh Thord sendiri beberapa hari kemudian.


Evaluasi : Thord berubah menjadi sangat teramat tua, dia memutuskan untuk kembali datang ke tempat sang Pendeta.


Resolusi : Kesedihan Thord akhirnya membawanya pada keputusan menjual ladang miliknya kemudian hasilnya yaitu setengah dari hasil penjualan di dermakan untuk orang miskin melalui sang Pendeta.


Koda : Cinta seorang Ayah kepada anaknya yang begitu besar. Hingga ketika sang Anak meninggal pun, Ayahnya masih memikirkannya dan tak pernah lupa, dan menurut sang Pendeta bahwa anaknya Thord membawa keberkahan sejati baginya. Karena berbagi kepada orang yang membutuhkan akan selalu mendatangkan kebahagiaan sejati.



Senyum Schopenhauer - Guy de Maupassant


Orientasi : Lelaki yang sedang menjelang kematiannya akibat penyakit paru-paru, setiap pukul dua siang sering terlihat duduk di bawah jendela hotel tengah memandang ke arah laut yang tenang. Lelaki ini seorang  berkebangsaan Jerman. Serta Schopenhauer yang merupakan seorang filsuf yang memiliki senyuman yang khas dan terkesan mengerikan.

Komplikasi : Tokoh utama dalam cerita ini dihampiri oleh sang Lelaki yang tengah menuju ambang kematiannya, bercerita tentang guru besarnya yaitu seorang filsuf Jerman bernama Shopenhauer, ketika pemakamannya saat itu, tidak ada orang lain di ruangan duka. Hanya si Lelaki dengan temannya. Mereka berdua merasakan ketakutan yang ngeri karena melihat senyum dari mayat Schopenhauer, seakan mayat tersebut masih memiliki nyawa yang mengendap dalam pikiran mereka. Ketika keduanya memutuskan untuk duduk di luar ruangan, tiba-tiba mereka melihat kilatan gerakan yang sangat cepat dari peti jenazah dan turun ke bawah meja.


Evaluasi : Dengan kondisi tegang, keduanya berusaha untuk meyakinkan satu sama lain apakah melihat kilatan gerakan cepat di ruangan reman-remang itu.


Resolusi : Akhirnya keduanya mendekat ke arah peti jenazah dengan ketakutan yang selalu dia ingat sepanjang hidupnya. Setelah mendekat, mereka melihat ada yang aneh dari wajah Schopenhauer, senyumnya berbeda. Tapi, benda misterius yang jatuh dari petinya adalah gigi palsunya yang ternyata karena proses penyusutan telah melonggarkan gusinya dan menyebabkan gigi palsu tersebut keluar dari mulutnya.


Koda : Terkadang ketakutan itu bisa benar-benar mendominasi hingga membunuh akal sehat. Terlebih jika berhadapan dengan orang yang banyak dituding sebagai sosok Iblis. Sehingga pikiran mereka dipenuhi oleh banyak hal tentang hantu orang yang mati.



Komentar Pribadi

Struktur di atas saya ambil dari pembelajaran Struktur Cerpen yang sudah diajarkan di sekolah. Yaitu meliputi Abstrak, Orientasi, Komplikasi, Evaluasi, Resolusi serta Koda. Hanya saja, karena pemahaman saya yang masih sedikit, jadi bisa jadi penulisan saya di atas mengalami kesalahan yang tidak sedikit. Saya berusaha untuk mempelajari dengan baik.

Dalam buku ini terdapat kisah-kisah yang menarik, cerita favorit saya ada dua yaitu tulisan Edgar Poe dan Guy de Maupassant, karena keduanya menceritakan unsur horor, gelap, kelam dari sebuah cerpen yang bertemakan cinta. Tapi, apakah tetap ada cinta di dalam cerita hantu tersebut? Ada, buktinya dari cerpen Guy de Maupassant, sosok Lelaki yang sudah diambang kematian tersebut, mencintai guru besarnya. Atau pada cerpen Edgar Allan Poe, si Lelaki sangat mencintai binatang dan mencintai istrinya, meski terkadang dia tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri. Dan sesuai dengan blurb yang ditulis, kalau kisah cinta di dalam buku ini, tidak melulu tentang romansa, tapi dalam bentuk yang lain.


Berikut saya sertakan beberapa judul cerpen pilihan yang disusun dalam buku ini :

1. Suatu hari di surga
2. Cinta tak pernah mati
3. Ayah dan Anak
4. Varka hanya ingin tidur
5. Maling yang jujur
6. Kebajikan
7. Tamu Pernikahan
8. Ibunda
9. Hantu mantan kekasih
10. Bekas Luka
11. Senyum Schopenhauer
12. Kucing Hitam
13. Perkawinan
14. Kesetiaan
15. Kebahagiaan
16. Keberuntungan
17. Sepatu Bot


  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Terima kasih sudah meninggalkan komentar. Mohon gunakan kalimat yang sopan. Link hidup akan otomatis terhapus.