Never let me go

February 25, 2016


Never let me go - Dari luar, Hailsham tampak seperti sekolah asrama Inggris yang menyenangkan, jauh dari sentuhan kota besar. Murid-muridnya terpelihara dengan baik, diajari seni, olahraga, dan ilmu pengetahuan. Namun anehnya mereka sama sekali tidak dibiarkan berhubungan dengan dunia luar asrama mereka.

Kathy yang kini sudah dewasa, mengenang kembali masa-masanya di Hailsham. Ingatannya tentang persahabatannya dengan Ruth dan Tommy, teman masa kanak-kanaknya di asrama tersebut, membuka berbagai rahasia di balik dinding Hailsham. Di sanalah manusia dikloning agar bisa menyediakan organ-organ yang dibutuhkan oleh penduduk dunia luar yang sakit.

Dari blurb di atas, sudah dapat dipastikan kalau kisah yang ada di buku ini adalah tentang manusia kloningan. Apakah itu rahasia terbesar dari balik dinding Hailsham? Kalau iya, berarti tidak akan ada rasa penasaran yang bisa membuat pembaca, mau membaca buku ini. Hanya saja, meski ketika para manusia kloningan ini sejak kecil dijejali beragam macam peraturan, yang banyak di antaranya seakan sudah mengendap dalam ruang bawah sadar mereka, namun dalam kehidupan sehari-hari, para manusia kloningan ini mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya harus mereka tahu. Hanya saja, "mereka sudah diberi tahu, tapi tidak diberitahu."

Hailsham


Di sinilah awal mula kehidupan Kathy dimulai. Sekolah asrama yang sangat luas. Dengan hutan serta bukit yang mengelilingi asrama tersebut, seakan pemandangan itulah 'pagar' yang membatasi murid-murid Hailsham dari dunia luar. Sebelum usia 13 tahun, murid-murid ini tidak ada yang mengetahui dan tidak ada yang paham dan mengenal siapa diri mereka meski mereka tahu, bahwa suatu saat mereka harus memberika donasi.

Tapi, seperti apa sebenarnya kehidupan yang nyata tentang masa depan mereka? Inilah yang menjadi pertanyaan demi pertanyaan yang kemudian dijawab sedikit demi sedikit melalui petunjuk dari beragam peristiwa yang dialami tokoh utama dalam buku ini.

Hailsham, berada di Inggris, hanya saja letaknya lebih pedalaman. Tidak banyak orang luar yang bisa melihat atau sekadar mengintip tempat ini. Tapi, di dalamnya, anak-anak Hailsham merupakan anak-anak yang cerdas. Kalau dari kisah yang diceritakan, dapat diambil kesimpulan bahwa asrama ini sangat luas sekali. Guru-guru di sana, disebut Guardian. Yang mengajari mereka banyak hal, meski terkadang disisipi sesuatu saat para Guardian ini dalam kondisi seolah-olah termenung dan berbicara sendiri.

Ada banyak hal yang kemudian dicari tahu dari para murid di Hailsham, khususnya Tommy dan Kathy. Keduanya mencoba mencari tahu, jati diri mereka dan bagaimana kelanjutan hidup mereka, meski sudah dipastikan, no future bagi mereka.

Bakat Seni

Bakat inilah yang menjadi ciri khas murid dari Hailsham. Mereka semua memiliki tingkat selera dan kemampuan dalam bidang seni yang sungguh menakjubkan. Karena setiap tahunnya, mereka dituntut untuk memberikan karya seni, entah berupa lukisan atau puisi, untuk dipilih yang terbaik dan disimpan di Galeri milik Madame.

Setiap tahun dalam acara 'pameran kesenian' setiap siswa juga mendapat kesempatan untuk membeli karya seni siswa lain dengan kupon, untuk disimpan dan menjadi benda yang akan mereka bawa kemana pun mereka berada.

Keingin tahuan dua orang anak

Berbeda dengan sahabatnya, Ruth, Kath dan Tommy sering mencari tahu apa yang aneh yang terjadi di sekitar mereka melalui perubahan sikap atau cara bicara para Guardian. Keduanya bersahabat sejak kecil dan senantiasa mencari tahu apa maksud dari perkataan yang terkadang seakan muncul begitu saja dari para Guardian. Mereka tidak benar-benar menjelaskan bagaimana dan mengapa.

Belum lagi, penjelasan tentang keistimewaan mereka - murid Hailsham - yang mana mereka tetaplah berbeda dengan orang di luar sana. Ada satu kejadian yang mengawali teka-teki dimana pada akhirnya akan terjawab mengapa. Diawali dengan kejadian Tommy yang tidak bisa memiliki bakat seni. Di sini kemudian berkaitan erat dengan kejadian lain yang membuat Kath penasaran. Dan justru, kedua tokoh inilah yang nantinya akan mengetahui dengan nyata alasan apa yang membuat mereka berbeda dan istimewa. Serta segala sesuatu yang membuat keputusan mereka akhirnya mendapat jawaban.

Morningdale Scandal

Sebelum melanjutkan ke bagian lain, ada baiknya untuk berhenti sejenak dan memperkenalkan salah satu tokoh yang dibahas dalam buku ini. Meski dikenalkan pada bagian akhir bagian ke tiga dari novel Never Let Me Go. James Morningdale, seorang ilmuwan yang sangat berbakat, dia melakukan penelitiannya di tempat terpencil di Skotlandia. Yang ingin ditawarkannya dari hasil pekerjaannya dalam riset dan menciptakan, Morningdale ingin memberi kemungkinan pada orang lain untuk memiliki anak dengan karakter yang unggul. Kecerdasan superior, sifat atletis dan segala hal semacam itu.

Meski sebenarnya ada orang lain, yang sama seperti Morningdale, dengan tujuan dan kepandaian yang sama. Hanya saja, perbedaan mereka dengan Morningdale adalah dirinya ingin mengembangkan risetnya lebih jauh dari siapa pun sebelumnya, namun terlalu jauh hingga melampaui batas legal. Setelah itu dia tertangkap dengan penelitian tersebut, dan masyarakat kemudian menolak hal ini. Hingga menjadi masalah yang besar, karena masalah ini membuat masyarakat pada umumnya merasa takut, akan tersaingi oleh makhluk-makhluk rekayasa yang menyingkirkan mereka dari tatanan hidup sosial.

Persahabatan

Dalam novel ini, sudah dikatakan sebelumnya pada blurb di atas, berkisah juga tentang persahabatan. Tapi, ini bukan sekadar persahabatan yang senang-senang, hura-hura, bertengkar karena merebutkan lelaki pujaan. Bukan sekadar itu. Persahabatan di Hailsham adalah persahabatan yang sangat erat, mereka saling menjaga satu sama lain. Meski tetap, ketika awal-awal novel ini berkisah tentang Kathy yang mengenang kembali bagaimana keadaan Hailsham saat dia masih kecil dan pertemuannya dengan Ruth.

Ruth dan Kathy, mengawali persahabatan mereka sejak kecil, ketika masih di taman kanak-kanak di Hailsham. Keduanya bermain kuda bersama, dan Kath telah merebut perhatian dari Ruth karena dia menganggap Kath dapat dipercaya sejak Kath boleh menunggangi kuda yang dimainkannya. Hingga kemudian mereka beranjak remaja, kemudian membuat sebuah geng Pengawal Rahasia. Dimana, kalian bisa menilai bahwasannya Ruth adalah sosok yang mendominasi dari kumpulan tersebut. Bisa dikatakan, superior terhadap yang lain. Dia selalu menampilkan prilaku bahwasannya dia telah mengetahui banyak hal, sementara yang lain tidak. Kemudian, dia seorang yang tidak mau dikalahkan dan cenderung licik meski Ruth memiliki kejujuran yang tulus serta rasa sayang yang juga sama tulusnya untuk Kathy.

Sementara Kathy, sosok yang penyabar, dia lebih sering memendam pendapatnya sendiri daripada mengutarakannya. Seorang pengamat yang sangat baik dan kritis. Dia sangat baik hati, dan ini terbukti dengan masa depannya yang terjamin, serta penyayang. Tidak pernah merasa iri dengan apa yang sudah didapat orang lain, karena sejak kecil, Kathy digambarkan sudah memiliki tujuan untuk kehidupannya dan memiliki pendirian yang kuat. Hanya saja, kekurangannya adalah dia sering kali menohok lawan bicaranya dengan kalimatnya yang cenderung 'pedas' - ini pendapat saya terhadap Kathy.

Diantara mereka ada seorang anak laki-laki yang senantiasa menjadi bahan bullying di asrama itu. Namanya Tommy, dia tak memiliki bakat seni seperti yang lain, kemampuan berpikir dan memahami pembicaraan juga sangat kurang. Sehingga dia lebih sering tidak 'nyambung' apa yang dikatakan orang lain. Belum lagi, dengan amarahnya yang meledak-meledak dan sulit dikendalikan sehingga membuat Tommy justru semakin sering dijahili teman-temannya. Tapi, Tommy sama seperti Kath, seorang pengamat yang baik meski dia tidak dapat menjelaskan dengan baik analisanya. Namun, pengamatannya itulah yang menjadi jalan bagi Kathy untuk mencari tahu lebih banyak. Tommy memiliki sikap yang sering putus asa, tapi dia termasuk yang tidak mau peduli dengan masa depannya asalkan dia bisa bersenang-senang saat itu. Bagaimana pun, menurutnya, hidup itu adalah dengan menjalani saja yang sudah ditetapkan.

Apakah di sini akan ada perebutan cinta antara Ruth - Tommy - Kathy? Kalau kalian menginginkan sebuah kontes persaingan untuk memperebutkan hati Tommy, menurut saya, simpan saja kekecewaanmu karena tidak ada persaingan dalam kisah cinta di sini. Satu-satunya persaingan antara Ruth dan Kathy adalah persaingan untuk menguji analisa Kathy terhadap 'pengetahuan' Ruth. Setelahnya, justru Kath lah yang senantiasa mengingatkan Ruth atau Tommy dalam banyak hal. Segala hal, meski seringnya Ruth bertengkar dengan Kath karena setiap ada sesuatu yang salah, Kath akan protes.

Kisah Cinta

Apakah kisah cinta di sini akan digambarkan seperti sesuatu yang benar-benar romantis seperti memberikan bunga atau puisi atau segalanya? Sedikit ada benarnya tentang memberikan sesuatu, tapi cinta di sini dikemas dalam bentuk yang lebih sederhana namun membekas.

Cinta Ruth pada Kath dan sebaliknya dalam persahabatan mereka. Bagaimana tidak? Mereka bersahabat sejak masa kanak-kanak, sampai mereka tiba di Cottage, mereka masih saling menjaga satu sama lain dan saling menyayangi. Meski akhirnya pertengkaran membuat mereka terpisah, tapi justru segalanya tentang mereka berdua menyiratkan sebuah cerita Cinta pada Persahabatan yang tulus.

Cinta Kath pada Tommy, sama seperti cintanya pada Ruth. Dia tulus dan bahkan cenderung ingin melindungi Tommy. Begitu pula sebaliknya, setiap kali Ruth dan Kath bertengkar, Tommy akan memulai untuk menenangkan Kath meski tidak berhasil. Dan sebuah moment di Norfolk, yang membuat cinta itu terlihat begitu sederhana. Cinta yang tulus dari Tommy yang bisa dikatakan 'bodoh' namun dalam sikap yang sangat mengharukan pada sahabatnya ini.

Kutipan Favorit

Ada beberapa kutipan yang menjadi favorit bagi saya pribadi, sebuah kalimat yang menyiratkan banyak hal terpendam dalam setiap peristiwa yang dialami Kath (sebagai tokoh utama yang menceritakan ini melalui sudut pandangnya).

"Dia menganggap kalian para siswa perlu disadarkan, untuk menyadari apa yang ada di depan kalian, siapa kalian, untuk apa kalian." (hal 333)

"Dan aku melihat, gadis kecil , matanya terpejam rapat, mendekap dadanya dunia lama yang ramah, yang dia tahu dalam hatinya tidak mungkin tetap begitu, dan dia mendekap dan memohonnya agar jangan meninggalkannya." (hal 339)

"Aku terus memikirkan tentang sungai ini, airnya mengalir sangat deras. Dan dua orang di dalam air, berusaha saling berpegangan, berpegangan seerat mungkin, tapi pada akhirnya mereka kewalahan. Arus terlalu kuat. Mereka terpaksa saling melepaskan, berpisah. Kupikir begitulah dengan kita. Sayang sekali, Kath, karena seumur hidup kita saling mencintai. Tapi pada akhirnya, kita tidak bisa terus bersama." (hal 352)

Pada kutipan terakhir ini, menjadi kutipan favorit dari novel "Never Let Me Go" yang membuat segalanya menjadi begitu jelas.

Tentang Novel ini menurut saya

Jika pembaca berpikir bahwa Tommy akan menawan kalian dengan bentuk fisiknya, simpan kembali kekecewaanmu. Karena Tommy lelaki biasa yang justru kalian dapati banyak kekurangannya. Tapi, di sisi lain kalian bisa mendapati kelebihannya yang membuat pembaca mungkin akan belajar mencintai melalui kekurangan. Ini pendapat saya pribadi.

Kemudian, tentang etika, kalau kita membahas mengapa pada akhirnya masyarakat menolak kloning manusia yang pada masa itu memang menjadi pokok pembicaraan. Saya ambil dari sudut pandang salah satu film yang pernah saya tonton berjudul The Island yang pernah tayang pada tahun 2005. Berkisah tentang cerita yang sama yaitu para manusia kloningan. Kemudian film My sister keeper yang tayang tahun 2009. Kedua film tersebut berkaitan erat juga dengan novel ini. Pada The Island, manusia kloningan ini sama seperti kisah siswa Hailsham yang hidup terpisah dari dunia luar. Tidak boleh berhubungan dengan dunia luar sebelum akhirnya mereka menjalani donasi. Mereka memiliki model dari dunia luar yang dalam istilah novel ini disebut sebagai 'kemungkinan' (Bab 14).

Namun, dalam film My sister keeper, ini lebih jelas lagi bagaimana si adik dalam film tersebut, sengaja 'dihadirkan' untuk menopang kehidupan kakaknya melalui donor yang sudah dilakukan sejak si adik masih sangat kecil dan belum mengerti apa tujuannya berada di dunia. Inilah yang juga berkaitan dengan novel ini, sebuah tujuan keberadaan mereka ada di dunia. Tujuan yang membuat mereka seakan tidak memiliki masa depan.

Meski perbedaan yang jelas dalam sisi novel dan kedua film tersebut yaitu tokoh dalam novel ini, lahir dengan niat yang sudah mendarah daging dalam diri mereka. Sehingga tidak ada niatan untuk mendobrak peraturan, meski ada sedikit penyimpangan peraturan seperti 'penangguhan'.

Hal-hal yang benar-benar menjadi poin penting dalam novel ini menurut saya adalah :
1. Tujuan dan identitas diri para tokoh.
2. Bagaimana 'doktrin' tentang segala macam hal yang ada pada diri mereka, justru terlihat berbeda.
3. Adanya kesenjangan yang nyata, meski mereka sama-sama dinamakan manusia, terhadap dunia sosial.
4. Bagaimana pendapat para 'pencipta' terhadap 'ciptaan' mereka .
5. Ketulusan yang dikemas dengan berbeda, dalam hal ini kaitannya dengan donasi.
6. Pembelajaran tentang hubungan antara wanita dan pria.
7. Kehidupan para murid Hailsham di kemudian hari.


Identitas Buku


Judul : Never Let Me Go
Penulis : Kazuo Ishiguro
Terbitan : September 2011
Alih Bahasa : Gita Yuliani
Halaman : 358
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 978.979.22.7493.6
Harga : Rp 42.000 (www.foboekoe.com)


  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Terima kasih sudah meninggalkan komentar. Mohon gunakan kalimat yang sopan. Link hidup akan otomatis terhapus.